Syinthia Fawaati 's site on you

Membuka document sebuah file dalam mic office 2010 ku yang masih begitu baru. Aku teringat pernah memiliki sebuah lirik lagu ini .. Ku baca dan ku pahami maknanya. Betapa aku tak kan pernah terlahir dengan jiwa yang baik dan tuntunan yang benar dari seorang mama ..

 

Aku ingat betul apa saja yang pernah ku lakukan bersama mama saat dirumah, mana ada mama yang tak baik.

 

Ku dengar sebuah lagu yang dahulu seringkali ku dendangkan saat aku masih TK dengan begitu bahagianya. Yahh lagu ini mengingatkanku pada sebuah masa kecil yang begitu lucunya.

 

Sangat cengeng sekali aku. Kemanapun mama, selalu aku ikuti. Aku ingat mama sering bercerita bahwa aku sangat sulit sekali keluar dari rahimnya dengan massa 2,5 kg. Seperti botol kecap , seringkali sakit-sakitan di tengah malam, susah makan dan tak suka minum susu. Aku tak jarang yang jatuh dari tempat tidur, aku paling menyukai memegang centong nasi =)

 

Sadar sekali aku ini sangat membuat orangtuaku susah.

 

Sampai aku tumbuh besar dan mulai masuk Taman Kanak-kanak .. Setiap pagi aku selalu dimarahi karena tidak menulis dengan baik dan rapi. Berlembar-lembar aku mengulang .. hingga sekarang ini tulisanku yang begitu rapi.

 

Aku yang bisa memahami lingkungan sekitarku dan cepat tanggap dalam sebuah persoalan, itu karena hingga sekarang mama selalu berbicara padaku tentang pengalaman hidupnya dan seringkali membicarakan pengalaman hidup oranglain untuk ku ambil sebuah pelajaran.

 

Bercanda bersamanya, membuatku sadar bahwa aku ini tak selamanya harus menjadi pribadi yang terlalu serius .. Mama mengajarkanku bagaimana menjadi seorang yang fleksibel dan selalu bisa ceria .

 

Mengingatkan ku untuk selalu shalat, puasa, dan mengaji .. mengajarkanku betapa Allah itu selalu ada dan Islam adalah agamaku.

 

Memarahiku tidur terlalu malam dan telat makan, membuktikan bahwa mama tak ingin aku sakit.

 

Mama selalu meladeni ke cerewet an ku – aku selalu saja bercerita tentang apa yang terjadi padaku selama seharian penuh di saat mama sedang tidur .. Duduk disampingnya sambil bercerita panjang lebar padahal mama sedang cuci piring .. Mengajarkanku betapa menjadi pendengar yang baik adalah hal yang bisa membantu orang lain.

 

Bentakan mama karena kemalasanku, memberikanku sebuah arti bahwa tanggungjawab sebuah mama itu tidaklah mudah. Dan aku akan menjadi seorang “mama” berikutnya untuk anakku. Seorang mama harus bersikap tegas karena rasa sayang.

 

Masuk ke dalam kamarku di saat jam tidur, memastikan anaknya sudah tidur atau belum .. Mengajarkanku betapa mama sangat mempedulikan keberadaanku.

 

Tidak menyetujui ku untuk memilih Hubungan Internasional, mengajarkanku bahwa mama sangat peduli terhadapku di masa yang akan datang.

 

Berdebat dengan mama adalah sebuah pelajaran bagiku bahwa mama tidak ingin anaknya menjadi tidak baik. Aku belajar untuk menyampaikan pendapat dengan baik terhadap orang yang ku sayangi . (terutama saat aku berdebat untuk memilih hubungan internasional)

 

Memanggilku dan menunjukkan sebuah buku yang dibutuhkan untuk calon seorang Diplomat, padahal ia tak setuju. Betapa ia sangat sayang padaku dan menginginkanku menuju cita-cita yang ku inginkan.

 

Pada akhirnya ia menyetujuiku memilih semua ini, merelakan aku jauh darinya, memberikanku sebuah arti bahwa ia sangat mengharapkanku menjadi kebanggaannya.

 

Menelponku, menanyakan kabarku dari kejauhan, betapa ia tak pernah melupakanku.

 

Mama bukanlah seorang wanita karier, hidupnya sibuk dengan rumah dan keluarganya. Tapi aku harus mengakui, kesibukan mama melebihi jam terbang seorang wanita karier. Tak satupun ketidakrapihan luput dari penanganan mama. Segitu sanggupnya beliau mengurusi semua ini.

Mama bukan seorang sarjana, tapi apa yang ia katakan tentang kebenaran hidup ini, seolah ia adalah psikolog terbaik yang pernah aku temui, walaupun aku tak pernah mengatakan ini semua pada mama.

Beliau bukan seorang sastrawan yang mampu menyusuk kata per kata dengan indahnya, tapi setiap apa yang mama katakan adalah puisi hidup dalam batinku.

Aku seperti tak mendengarnya berbicara, tapi aku menangkap segala yang ia maksud.

Mama berasal dari keluarga yang mampu, tapi tak lama ayahnya (kakekku) meninggal .. Mama menjadi sangat prihatin. Bangku kuliah tak lagi bisa di duduki nya, tapi bagiku, mama adalah designer terhebat dalam setiap jahitannya .. jahitan dalam setiap helai bahan dengan kerapihan susunan benang yang ia rangkai – beliau sangat berbakat. Sayangnya, darah seorang designer tak melekat dalam tubuhku. Beliau sangat memahami betul tiap pola yang terbentuk bagai hidupnya yang tersusun pola dan tak selamanya sebuah jahitan hidup ini berhasil.

 

Sikapnya yang selalu rendah hati dan selalu ikhlas tak pernah aku lupakan .. Sangat dermawan ..

 

 

Mendoakanku dalam setiap permintaannya kepada Nya , betapa ia sangat mencintaiku melebihi siapapun.

 

 

Dan aku begitu merindukannya disini,

Tak dapat aku ungkapankan padanya ..

 

 

 

 

Cinta Untuk Mama

 

Apa yang kuberikan untuk mama
Untuk mama tersayang
Tak kumiliki sesuatu berharga
Untuk mama tercinta

Hanya ini kunyanyikan
Senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku untuk mama

Walau tak dapat selalu ku ungkapkan
Kata cintaku ‘tuk mama
Namun dengarlah hatiku berkata
Sungguh kusayang padamu mama

Aku selalu menyayanginya .. Selalu berdoa untuknya T.T

 

 

 

 

 

Pekanbaru

5th, Oct 2010

 

Syinthia Fawaati

Setelah beberapa bulan aku mulai membiasakan diri di lingkungan baru yang cukup keras bagiku, aku tersadar ternyata rasa sepinya yang luarbiasa ini membuatku mengerti betapa indahnya kenangan di kota kelahiranku – Tangerang. Pertama kali menginjakkan kaki di tanah Pekanbaru, luarbiasa extreme buatku yang terbiasa manja dengan lengkapnya fasilitas di Tangerang (khususnya di rumahku). Ada rasa tersendiri di hatiku bahwa aku begitu terpojoknya dari lingkungan “enak” ku. Jauh dari semuanya, aku merasa paling ujung dan susah sekali terjangkau. Sempat terlintas dibenakku, bagaimana mungkin aku dapat beradaptasi di kota asing seperti ini. Tapi ada rasa ketidakmungkinan jika aku harus berbalik arah untuk kembali ke Tangerang, karena ini kota pilihanku. Entah salah alamat atau memang ini takdirku.

Aku begitu ingat saat pertama kali turun dari taksi di depan sebuah rumah sederhana berwarna pink. Ya Tuhaann .. suhu di kota ini membuat kulitku rasanya panas sekali .. walaupun memang Tangerang-pun panas, tapi disini rasanya lebih panas. Depan rumahku *kontrakan keluarga sepupuku yang tak ku lihat adanya pagar atau tanaman hias ini berhadapan langsung dengan sebuah jalan yang hanya cukup di lalui dengan satu mobil, hanya tanah yang becek jika terkena air hujan dan berhadapan langsung dengan hutan. Tetangga yang tak nampak sama sekali, terdapat masjid yang belum selesai di bangun, hanya beberapa rumah saja disini, Gang nya yang berada di tikungan jalan raya, tidak ada rute angkutan umum oplet disini, jauh sekali untuk jalan kaki  menuju kampus, toko-toko yang tidak lengkap (menurutku saat itu), jauh dari pusat perbelanjaan yang lengkap, rute oplet yang tak menentu, gersang sekali, tak ada tempat pariwisata dan ternyata kampusku bukan berada di bagian kota, melainkan pinggiran kota. Kampus yang rupanya tak seperti kampus .. Makanan yang hanya seadanya – goreng telur, masak nasi, omelet, tempe, oseng teri, sayur kangkung, atau sesekali beli diluar. Tak ada kulkas atau dispenser (aku harus terbiasa minum yang tak dingin lagi) .

Huuff.. beradaptasi seperti apa aku yah disini ?!

Dirumahpun aku lebih sering sendirian ..

Tak ada teman ngobrol (semua sibuk kuliah), tak ada kegiatan lagi (cuci piring, beresin kamar, jemur dan cuci baju, nyapu, mandi, makan, laptop ga ada ) . Hanya diam memegang HP dan melamun. Jika memang sedang mood, aku menulis sesuatu di agenda ku, tapi beberapa menit kemudian mood itu pasti hilang . Berbicara sendiri di depan cermin dengan bahasa Inggris sampai aku bosan. Tidurpun tak bisa karena begitu panasnya. Aku sedih luarbiasa, stress sekali rasanya, dan jika aku sudah begitu, aku ingat semua kenanganku di Tangerang. Ada perasaan ngilu luarbiasa. Aku ingin ke sekolah lagi bersama teman-teman yang rame dan jajan bersama. Huaahh luarbiasa sekali saat itu jika aku mengingat kembali.

Sepiii .. sangat sepii ..

Tak nafsu makan .. Patah semangat .. Mudah sekali bosan .

“Hanya lingkungan rumahnya saja yang seperti mungkin, yang lain pasti asikk” (bisikkuku dalam hati menghibur diri).

Yang aku tahu, aku butuh teman, butuh kegiatan, dan butuh semangat ! Semangat seorang Syinthia yang dulu !

Aku selalu flashback tentang indahnya masa SMA ku. Aku tersadar jika aku sangat dimanjakan oleh lingkungan saat aku berada di Tangerang. Betapa aku sangat  bahagia setiap saat dengan berbagai aktifitasku. Berorganisasi, menari, teater bersama teman, bercanda dan bernyanyi, foto-foto, diledekkin satu kelas, menjadi bahan gosip antara aku dan dia, mengahadapi UN bersama, duduk di kelas mendengar guru Fisika kami menjabarkan semua rumus, pengayaan dan berjuang untuk mendapatkan bangku kuliah. Pulang ke rumah disajikan makanan semauku, tak pernah bekerja aku dirumah, kamar dan guling kesayanganku yang sekarang harus ku tinggal (aku tak bisa tidur tanpa guling), belanja bareng mama dan semuaanyyaa ..

Tapi sekarang aku adalah Mahasiswa. Yang besar dan harus dewasa .. Entah dengan cara beginikah Allah membentukku ?

Semuanya aku rasakan disini, di kota ini. Betapa sulitnya aku beradaptasi dalam kesepian yang sangat menekanku.

Membuatku kembali berpikir .. Allah tak mungkin menciptakan hal ini jika tanpa tujuan .

Sama seperti saat Allah menakdirkanku masuk ke SMAN 4 Tangerang yang tak ku suka, hingga sekarang aku sangat mencintai sekolahku itu. Yang telah sedikit membentukku, telah menunjukkan potensi ku pada ku sendiri, karena sekolah itulah aku menjadi Syinthia yang mengerti potensinya, mengerti cara menghadapi lawan, mengerti betapa mengejar impian itu harus selalu di tanamkan, dan memberikanku pengalaman indah yang dahulu hanya aku sepelekan dari sekolah ini .

Apakah aku juga nantinya akan menyukai kota ini ?

Aku sadar, DIA telah memberiku pelajaran betapa hidup itu tidaklah mudah. Kau berhasil karena kau berusaha, kau berusaha karena kau harus beradaptasi, kau beradaptasi karena kau harus hidup, kau harus hidup karena kau punya impian, kau punya impian karena kau adalah manusia yang ingin maju, kau ingin maju karena kau ingin sukses, kau ingin sukses karena kau ingin membahagiakan orangtua dan men-sejahterakan keluargamu, kau ingin itu semua karena kau adalah seseorang yang benar-benar hidup dalam jiwamu.

Dan aku harus belajar untuk tidak lagi mengeluh.

Allah dengan baiknya mengijinkanku menempuh jalan pada sebuah cita-cita yang begitu besar. Dan aku tak boleh mengecewakan siapapun .. Aku telah sejauh ini berjuang.

Bersyukur adalah sebuah kewajubanku atas segala yang Allah berikan padaku. Aku mempunyai semua yang ku inginkan, mengapa aku harus merasa kurang ?!

Mama selalu mengatakan :

“ cita-cita yang besar yaa harus dengan perjuangan yang besar. Kamu harus prihatin sebesar ini, berarti Allah telah menyiapkan sebuah hadiah yang besar juga kan .. “

Sekarang aku mulai terbiasa ..

Aku mulai belajar menyukai lingkunganku .

kini aku mempunyai teman baruku, sebuah laptop untukku menulis.

Dengan segala kekurangan yang ada pada kehidupanku saat ini. Toh, sebenarnya bukan hanya aku yang merasakan, tapi semua yang berjuang untuk kesuksesan .

Mereka saja bisa, masa aku tidak bisa !

Berteriaklah aku dalam hati sebagai rasa kecewa ku terhadap keadaan. Keadaan yang seharusnya aku syukuri.

Berbisiklah aku pada sebuah harapan besar yang ingin di wujudkan. Harapan kebanggaan bersama.

Bersyukurlah aku pada setiap kisah hidup. Kisah hidup yang akan membentukku menjadi sebuah kedewasaan.

Aku harus menyelesaikan targetku .

Aku yakin ..

Allah selalu bersamaku .

Syinthia Fawaati

Menarik sekali mengingat kisah tanteku yang menjadi seorang bagpacker berkeliling ke negara-negara di Benua Asia hingga Benua Eropa.

Yupp, tanteku ini adik dari ayahku yang se-usia dengan mama. Tapi uniknya tanteku lebih memilih untuk menjadi seorang single. Sangat menyukai sebuah kebebasan, tantangan, pemberani, style yang tomboy sekarang mulai feminim, jago berkarate, seorang penulis yang rajin beribadah, pernah menjadi wartawan dan berkonsentrasi pada bidang politik,  berjiwa petualang sekali .. i like it !

Hingga yang aku tahu dari percakapan kami yang saat itu masih berkumpul di depok untuk menjenguk nenek (rumah almarhum nenek dan kakekku) ..

Irur : “ mba syint mah kan maunya ke Mesir, cinta banget dia sama mesir te ! “

Tante : “ ya ga papa, bagus dong ! syinthia ke Mesir, tante ke Prancis wee ;p tante mau keliling dunia “

Dari percakapan itu aku sadar tanteku mempunyai impian itu hingga terakhir beberapa bulan yang lalu, aku dengar tanteku menjadi seorang bagpacker sendirian (bayangkan ! seorang wanita .. ) dan telah menyusuri kawasan di Benua Asia. Huahh curaangg ! aku ga di ajak ;p hehee..

Lalu kabar terakhir setelah lebaran Idul Fitri ia kembali ke Tanah Air, tempat bersinggah terakhirnya di Benua Eropa yaitu negara Turki (arghh ! itu negara kedua yang ingin ku kunjungi 😀 ) . Nah disinilah kisah yang menarik buatku berasal …

Di Turki, tante berencana akan mengunjungi Perahu Nabi Nuh AS .. Maklumlah, tante kan orang asing, bertemulah dengan seorang guide pria yang mengaku mengetahui Perahu itu berada, si guide ini menyuruh tante untuk bermalam dahulu di motel si guide yang berada di lantai 2. Esoknya baru lah berangkat untuk menuju lokasi. Di saat malamnya, tanteku mendengar ketukan pintu kamarnya .. Saat dibuka, ternyata si guide bertamu. Sempat terheran juga tanteku dan mengajak guide itu masuk. Mungkin ada sesuatu yang ingin disampaikan. Setelah beberapa lama mengobrol, tiba-tiba si guide mengajak tanteku “tidur” bersamanya. Spontan tanteku sangat kaget dan tak suka. Dengan bahasa Inggris nya dia mengatakan ..

“Are you moeslem or not ?! I never want to sleep with you and other man outside you know ! “ ( “kamu muslim atau bukan ?! Saya tidak pernah mau tidur dengan kamu dan  siapapun pria diluar sana ! “ )

Dan pria itu menjawab dengan nada mengejek ..

“ Moeslem or not, i don’t care, sometimes i can be a Moeslem sometimes not ! “

Atas perlindungan Allah dan kemungkinan tanteku menggunakan bela dirinya, guide itu menyerah dan keluar kamar. Tanteku terkunci selama sehari itu sampai tidak bisa sahur. Akhirnya tanteku minum air kran.

Mungkin di pagi atau siang harinya, tante berinisiatif untuk membuka jendela dan ingin berteriak minta tolong. Tak satupun orang lewat nyatanya ..

Sampai tante melihat seorang anak kecil lewat di depan motel dan berteriak kepada si anak .. uniknya , tanteku pun menggunakan bahasa isyarat . Wow !!

Karena ternyata di Turki ini mayoritas penduduknya tidak dapat menggunakan bahasa Inggris. Alhamdulillah si anak mengerti dan memanggil polisi .. tante bebas ..

Polisi berhasil menangkap si guide, namun dengan kepicikan lidahnya, polisi pun percaya saja dengan guide itu (entah karena guidenya berasal dari Turki juga atau gimana sehingga diselamatkan ..) .. guidenya pun bebas merdeka huhh !

Dari situlah tante mengenal guide yang sesungguhnya yang mengetahui letak Perahu Nabi Nuh AS, berusia lanjut dan sangat sopan. Kakek guide itupun kagum dengan tanteku yang masih muda telah rajin beribadah .. shalat wajib dan sunahnya, puasa sunah, mengaji, dsb. Sampai si kakek guide ini berniat menjodohkan anaknya kepada tanteku. Saat mereka sedang berjalan berdua, si kakek berbicara,

“ hey, i have 3 son, which one do you like ? ( sambil menyodorkan ketiga foto anaknya berurutan) “

Dengan nada bercanda, tanteku menjawab ..

“ i like this one sir =) ( menunjuk ke arah foto ke dua ) “ .

Kakek guide pun menganggapnya serius. Oh ya, tante baru tahu kalo kakek guide ini juga mempunyai motel yang tingkatnya berada di atas motel pria guide gadungan tadi hahaaa ..

Sampai akhirnya kakek guide menyuruh tante menunggu seseorang yang akan menjemput tante. Kagetlah tante saat dari kejauhan, ternyata yang menjemput adalah anak dari kakek guide yang tadi .. ( tante langsung berinisiatif kabuuuurr ke kereta bawah tanah) . Anaknya berdarah Turki yang ganteng, putih, tinggi, dan bola matanya kebiruan.

Si kakek guide menelpon tante yang mendengar kabar dari anaknya bahwa orang yang harus di jemput si anak kakek ini ternyata tidak ada. Karena tante sangat menghormati kakek ini, tante akhirnya menemuinya dan ikut bersama anak kakek guide itu.

Bukan main terkejutnya .. tante melihat paspor pria ganteng ini, ternyata usianya 22 tahun ! hahaaa.. Beda jauh sekali dengan tante yang usianya sama dengan mamaku, 40 tahun ke atas. Tante makin bingung sajaa deh. Tante di ajak ke rumahnya. Dan ibunya (istri dari kakek guide) pun tampaknya sangat menyukai tante, dia ajaknya tante ke pasar bersama.

Tante berpikir, bapak dan ibunya pun sudah sangat setuju dan serius walaupun tante tak setuju. Tante takut, anaknya pun juga nantinya malah serius dan setuju. Maka dari itu tante memutar otaknya untuk meyakinkan bahwa tante tak mau menikah tanpa menyakiti perasaan kakek guide dan istrinya. Namun, tante lebih memilih untuk memberikan penjelasan ..

-bahwa tante harus mengunjungi mahasiswa yang ada di Turki besok-

Sehingga kakek guide pun tak bisa memaksa lagi. Syukur Alhamdulillah tante bebas .. 😀

** tapi syinth setuju kok kalo tante nikah sama om turki itu ;p kan aku jadi bisa main ke turki dan ngomong bahasa inggris bareng deh ..

Saat di Indonesia pun tante masih memiliki hutang kepada istri guide itu yang meminta di kirimkan seperangkat mukena dari indonesia.

Yahh.. memprihatinkan memang, Turki yang selama ini ku kenal sebagai salah satu negara Islam yang indah dan besar, ternyata untuk mendapatkan mukena saja sangat susah. Tidak tersedia. Yang lebih memprihatinkan lagi .. Masjid di Turki hanya dibuka saat waktunya shalat saja.. saat setelah waktu shalat selesai masjidpun di tutup. Jamaah di masjidpun sangat sedikit. Saat tanteku beribadah disana, pria yang datang hanya sekitar 5 orang saja. Bahkan saat Idul Fitri dalam shalat  Ied pun, bisa dihitung jumlahnya. Ya Allah ..

Negara Islam yang besarpun ternyata memprihatinkan. Turki hanya berjaya pada saat jaman kepemimpinan Oman. Setelah itu memprihatinkan. Tapi itu tak menyulutkan semangatku untuk datang ke Turki.

Itulah yang terjadi jika negara Islam berada di wilayah Eropa.

Mengenaskan aku mendengarnya. Aku mencintai semua negara Islam di dunia ini .. Karena negara-negara itulah saksi sebuah agama Allah telah menyatu di hati umat Nya.

Dan akupun mencintai negara selain itu, karena dari mereka kami muslim yang selalu berjuang membela atas nama Nya dengan penuh keikhlasan.

Menjadi sebuah kisah inspiratif bagiku dan kita semua sebagai umat Islam yang harus terus berjuang dengan penuh keikhlasan, peduli terhadap sesama, kritis melihat sebuah kondisi, berpartisipasi untuk mencapai sebuah kebahagiaan bersama, menghargai tiap keyakinan yang sangat beragam, mencintai alam dan sosial dengan baik, mengambil hikmah dari tiap apa yang telah terjadi dan selalu berpegang teguh pada keyakinan ini.

Pekanbaru.

October, 3rd – 2010.

Syinthia Fawaati.

Bagiku menjalani sebuah hubungan bukan hanya sekedar menjalani, yang hanya berjalan tanpa arah kemanapun “kaki” melangkah. Tapi bagaimana caraku mempertahankan sebuah perjalanan.

Tak pernah banyak berkata lagi, aku langsung saja berpikir bagaimana nantinya jika aku menjalani sebuah hubungan. Karena maklum saja, sampai aku menduduki bangku SMA, aku belum pernah menjalin hubungan (mereka mengatakan itu adalah pacaran). Bukan karena aku tak mau, tapi memang nyatanya belum pas untuk mendapatkan seseorang yang diharapkan. Tentu saja bukan karena perfect nya ! 🙂
Aku berpikir, bagaimana memperlakukan hubungan dengan baik dan terjaga. Apa saja yang akan aku lakukan. Bagaimana tetap berlaku dengan rasa menghargai dan menghormati pada seseorang yang telah ku percaya agar hatiku bersandar pada hatinya. Aku terlalu idealis mungkin .. karena aku selalu beranggapan (sebelum melakukan hubungan) bahwa hubungan yang ku jalani akan berjalan dengan baik dan lancar, pastinya aku akan berusaha untuk sangat mengerti keadaan. Itulah idealisme pikiranku. Inilah hidup .. setiap saat kita berpikiran mengenai suatu hal, pasti akan terbukti dengan realita hidup secepatnya. Karena kita bukan hidup dalam bayangan kan ;p

Hubungan akan berjalan mulus .. bagiku ada syaratnya : setia, kejujuran, kasih sayang. Hmm .. nyatanya memang tak mudah yah untuk setiap orang mengaplikasikannya dalam hidup karena setiap manusia mempunyai karakter yang berbeda. Tapi bagiku yang penting adalah sebuah prinsip. Prinsip untuk melakukan perjalanan dengan cara berjalan yang baik 🙂

Sejujurnya, aku begitu lelah dan herannya melihat mereka yang dengan mudah mendapatkan pengganti begitu cepatnya setelah terjatuh saat melakukan perjalanan. Adapula yang dengan mudahnya mencintai lebih dari satu hati saat sedang melangsungkan perjalanan dengan hati yang lain. Tidakkah bisa mereka berperan hanya dengan satu hati saja ?!

Sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk melakukan sebuah perjalanan di bangku SMA, bersama dia yang ternyata teman sekelasku. Tak terduga bahwa perjalanan yang sekarang lebih mengena pada kata pacaran bersandang di diriku. Entah bagus atau tidak yang pasti bagiku sebuah perjalanan tidak harus selalu dipublikasikan, dan aku lebih terheran lagi karena dulu yang ke bayangkan adalah bagiku perjalanan itu menjalani cinta tanpa ada ikatan tapi sangat dalam arusnya dan mengalir.

Memori otakku kembali terbuka tentang adanya sebuah masa pengalaman hidup bagiku dalam menjalani sebuah hubungan yang bukan hanya sekedar menjalani, tapi bagaimana caraku mempertahankan sebuah perjalanan dan kepercayaan. Bertannggung jawab pada hati inilah yang membuatku mempunyai sebuah amanat untuk tak main-main dalam perjalanan. Walaupun tersandung, harus bisa bangkit.

Penciptaan cinta oleh Tuhan untuk kita bukanlah keputusan yang mudah, bagiku Tuhan menakdirkan pada kita untuk menjaga dengan baik sebuah amanat Nya. Bagaimana mereka dengan mudahnya mencintai dua hati sedangnya DIA menciptakan kita dengan satu hati ?! Entah mengapa pertanyaan ini terus terbesit dalam pikiranku. Banyak yang mengatakan bahwa hubungan yang serius akan berefek monoton yang akhirnya membawa kejenuhan.
Bagiku, tidak ! Kita tidak bisa menyamakan paradigma itu. Hubungan yang serius itu adalah prinsip hidup. Segalanya tergantung kita yang menjalani, apakah akan monoton atau tidak ?! . Mungkin itulah salah satu alasan mengapa Tuhan menciptakan akal kepada kita. DIA ingin agar kita beruapaya dengan cara yang baik untuk menjaga dan mempertahankan sebuah hubungan sehingga perjalanan sampai pada tujuan. DIA ingin agar kita berpikir dan menerapkan bahwa kesetiaan, kejujuran, keterbukaan, mengerti, adalah sebuah satu kesatuan yang tak boleh lagi di ganggu. Dengan akal yang diciptakan inilah kita dapat terus mengolahnya untuk langkah selanjutnya.

Berpikir merupakan kreasi hebat manusia untuk merancang sebuah rencana terbaik yang ingin diwujudkan. Dan perasaan menuntun kita untuk saling memahami ketulusan itu. Cinta bukan hanya sekedar logika tetapi juga “memainkan hati” secara bertanggung jawab.

Tentu saja, aku serius menjalani hubungan ini. Semaksimal mungkin kami melakukan sebuah perjalanan. Kami memaklumi bahwa setiap konflik yang timbul adalah sebuah kewajaran. Dan kamilah yang akan menghadapinya agar perjalanan tetap berlangsung. Kami harus tetap berjalan, agar kami seimbang, kami harus seimbang agar kami tetap melaju. Kami harus tetap melaju, agar kami sampai pada tujuan.

Guncangan yang terjadi tak kupungkiri berat adanya. Dan kami tak pernah boleh menyerah. Satu hal yang pasti, kami selalu ingat bahwa setan tak akan membiarkan manusia berjalan sendirian atas nama cinta pada Nya.

Sehingga kami tak pernah boleh takut, kami ( khususnya aku)  terus menerjang benalu yang datang dalam kehidupan kami.

Aku bersyukur kami kuat dan semoga Allah selalu menjaga kami.

Tak lelahnya berdoa dan menitipkan salam untuk yang tercintaku.

Bagaimana mungkin cinta kami terusik oleh seseorang yang tak bertanggung jawab datang kembali ke kehidupannya setelah ia acuh tak acuh terhadapnya. Tidak relakah ia bahwa seseorang yang dia harapkan untuk selalu memujanya kini nyatanya telah ada di hidupku?! . Akupun tak pernah sekalipun mengganggu kehidupan orang lain. Yang paling penting bagiku adalah bertahan pada satu hati dan yakini bahwa Allah selalu mengetahui mana yang terbaik untuk kita semua 🙂

Semoga Allah selalu menuntun perjalanan kita.

Adore you.

Saat aku berpikir tentang ketentuan dunia ini tentang bagaimana menjaga suatu hubungan dan perasaan, aku hanya berpikir selama aku menjaganya dengan baik, segalanya akan baik-baik saja. tapi kenyataannya berbeda. Waktu yang ternyata membuktikan bahwa cinta itu buka sekedar sebuah penjagaan. Bahwa saat aku menjaganya, ternyata sebuah sikap dari hati untuk sebuah rasa kepercayaan yang sangat luarbiasa pun masih tergoyahkan. Padahal nyatanya aku sangat mempercayainya. Terkadang aku heran, mengapa harus takut dengan keadaan, yang nyatanya padahal dia baik-baik saja. Rasa khawatir dan trauma pasti terbawa teramat sangat.

rasanya susah untuk diceritakan, aku takut dia mendengarnya begitu bosan. Aku tak ingin percaya apa kata orang lain. Bahwa aku dan dia hanya sementara. Aku dan dia yang menjalani, pasti kami tau bagaimana mengantisipasinya. Tapi tetap saja rasa gelisah itu pasti ada. Mungkin memang sangat benar, wanita itu lebih berpengaruh pada perasaannya dan pria lebih kepada logikanya. Tapi bagaimana mungkin aku me logika kannya sedangkan tersiksa perasaan itu. Dan ‘kemungkinan’ ancaman itu ternyata harus ku akui benar adanya. Mulai dari mimpinya dan kejadian di siang harinya. Bagaimana aku tidak terasa sesak ya kan, ternyata dugaanku benar. Aku hanya bisa bersabar dan menahan segala pikiran negatif untuk di luapkan. Karena aku sangat dan harus mempercayainya. Ketika aku merenung kembali, aku sangat bersyukur karena telah membicarakan hal ini padanya untuk di antisipasi. Dan diapun mengerti. Semoga dia tak pernah berubah. Sesuai janjinya yang slalu ku tunggu. Walaupun memang jika kau menjadi aku, kau pun tak akan tahan dengan hal ini. Seberapapun kau menganggapnya sepele. Karena ini menyangkut orang yang kita sayang. Segala tindakan dan pikiran semaksimal mungkin akan aku curahkan untuk mempertahankan hubungan yang telah ku putuskan untuk berjalan dihidupku dengan bermodalkan tenaga, pikiran, dan hati .

Memilihnya bukan perihal yang mudah bagiku. Melalui segala keikhlasan yang pada akhirnya kau dapatkan dan sebuah hati yang aku persiapkan untuknya dengan sepenuh hati. Karena bagiku, cinta itu bukan setengah, bukan seperempat, dan bukan ‘tanggung’ . Bukan karena fisiknya, kekurangannya, keahliannya.

bahkan akau tak merasa ada jawaban yang pas untuk menjawabnya. Yang aku tau, aku sangat mencintainya dan dia sangat mencintaiku. amin.

menjadi wanita yang tegar dan harus kuat. walaupun susah, pasti akan aku tempuh. menjaga itu sangat penting bagiku. dan aku mencintainya tanpa berkurang sedikitpun.

Senyum itu sebuah simpulan tentang hati yang rasanya memang menyenangkan, membuatku masuk ke dalam dunia orang lain dan merasakan ‘ramah’ nya sebuh cinta . Dan senyum dibalik ketakutan itu berhasil aku minimalkan sejauh ini. Dan aku menjadi seperti biasa. Walaupun takut itu tak berlebihan lagi, aku selalu meyakinkan bahwa kondisi kami selalu baik-baik saja. seperti dia mengatakan segala keyakinannya padaku.

Selalu ada pada hatinya. mempercayainya sepenuh hati. menanamkan kejujuran dan keterbukaan. Dan selalu berdoa untuknya.

adore you.

Piramida raksasa Mesir merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia saat ini, sejak dulu dipandang sebagai bangunan yang misterius dan megah oleh orang-orang. Namun, meskipun telah berlalu berapa tahun lamanya, setelah sarjana dan ahli menggunakan sejumlah besar alat peneliti yang akurat dan canggih, masih belum diketahui, siapakah sebenarnya yang telah membuat bangunan raksasa yang tinggi dan megah itu? Dan berasal dari kecerdasan manusia manakah prestasi yang tidak dapat dibayangkan di atas bangunan itu? Serta apa tujuannya membuat bangunan tersebut? Dan pada waktu itu ia memiliki kegunaan yang bagaimana atau apa artinya? Teka-teki yang terus berputar di dalam benak semua orang selama ribuan tahun, dari awal hingga akhir merupakan misteri yang tidak dapat dijelaskan. Meskipun sejarawan mengatakan ia didirikan pada tahun 2000 lebih SM, namun pendapat yang demikian malah tidak bisa menjelaskan kebimbangan yang diinisiasikan oleh sejumlah besar penemuan hasil penelitian.

Sejarah Mitos dan Temuan Arkeologi Baca entri selengkapnya »

Perspektif Hindu dalam Tari Bali dan Tari Pendet
Tari pendet, salah satu kekayaan seni budaya Indonesia yang diklaim Malaysia.

Jumat, 18 September 2009 | 01:58 WIB

PERSPEKTIF HINDU DALAM TARI BALI DAN TARI PENDET
Oleh : W. B. Padmawiryanta

Kesenian dalam perspektif Hindu di Bali yang universal identik dengan kehidupan religi masyarakatnya sehingga mempunyai kedudukan yang sangat mendasar. Para penganutnya dapat mengekspresikan keyakinan terhadap Hyang Maha Kuasa. Maka banyak muncul kesenian yang dikaitkan dengan pemujaan tertentu atau sebagai pelengkap pemujaan tersebut.

Upacara di Pura-Pura (tempat suci) tidak lepas dari seni suara, tari, karawitan, seni lukis, seni rupa dan sastra. Candi-candi, Pura-Pura, dibangun sedemikian rupa sebagai ungkapan rasa estetika, etika dan sikap religius dari penganut Hindu di Bali. Pregina (penari) dalam semangat ngayah (bekerja tanpa pamrih) mempersembahkan tarian sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa), bhakti dan pengabdian sebagai wujud kerinduan ingin bertemu dengan sumber seni itu sendiri.

Para seniman pun ingin menyatu dengan seni karena sesungguhnya setiap insan di dunia ini adalah percikan seni. Selain itu juga berkembang pertunjukkan seni yang bersifat menghibur. Maka di Bali, berdasarkan sifatnya seni digolongkan menjadi seni wali yang disakralkan dan seni yang tidak sakral (disebut profan) yang berfungsi sebagai tontonan atau hiburan saja.

Pada seni tari, tari sakral atau wali adalah tari yang dipentaskan dalam rangka suatu karya atau yadnya atau rangkaian ritual tertentu, dan tarian tersebut biasanya disucikan. Kesuciannya tampak pada peralatan yang digunakan, misalnya pada tari Pendet ada canang sari (sesajian janur dan bunga yang disusun rapi), pasepan (perapian), dan tetabuhan. Pada tari Rejang pada gelungannya serta benang penuntun yang dililitkan pada tubuh penari (khusus Rejang Renteng). Topeng Sidakarya pada bentuk tapel (topeng), kekereb (tutup…), dan beras sekar ura (bunga yang dipotong kecil-kecil untuk ditaburkan). Semuanya tidak boleh digunakan sembarangan. Kesakralan juga ada pada si penari itu sendiri, misalnya seorang penari Rejang atau penari Sang Hyang harus menampilkan penari yang masih muda, belum pernah kawin, dan belum haid. Atau penarinya harus melakukan pewintenan (upacara
penyucian diri) dulu sebelum menarikan tarian sakral.

Dalam sejarahnya tari wali ini sebagian besar dikaitkan dengan mitologi Baca entri selengkapnya »

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai