Nulis judul dengan nada lagunya nugi..
ya, Aku tertipu.Kejadiannya 2 hari yang lalu ketika aku berangkat ke kampus sekitar pukul 9 pagi. hari itu memang tidak ada firasat apa-apa. seperti biasa aku lalui rute yang hampir tiap hari aku lalui. cimahi-ledeng dilanjutkan ledeng-caheum.
seperti biasa, gadget note ku selalu menemani. kadang aku buka untuk baca berita atau wassapan dengan teman walau memang tidak sepanjang perjalanan. Yang aku ingat adalah penumpang terakhir, laki-laki, naik di angkot yang kutumpangi di depan sabuga. Jarang memang ada penumpang yang naik di daerah itu. aku sadar. angkot pun sabar menunggu dia menyebrangi jalan yang memang sedang ramai.
Hampir sampai di gerbang belakang kampus. Lelaki yang duduk di sebelah orang yang duduk disebelahku membuka jendela dan meminta tolong aku untuk menolongnya.
akupun menolongnya, dan gara-gara aku, jari-jarinya terjepit di jendela tersebut. agak dalam memang. aku dorong dan tarik jendela tersebut, jarinya pun ikut terseret.
aku panik setengah mati. tapi tidak ada yang membantu. satupun.
aneh rasanya, bahkan orang disebelahku pun sama sekali tidak menoleh untuk menolong.
Rupaya pada saat aku panik, mereka memanfaatkan kelengahanku dengan membuka seleting tasku dan mengambil gadgetku. Pada akhirnya, orang yang terjepit pun menarik paksa jarinya dan pergi keluar angkot dengan manarik tasku. tasku berisi laptop, dompet, dan hampir semua hartaku disitu. harta berupa data. data tesis, data kerja. aku pun mempertahankannya, dan tetep, tidak ada satu orangpun yang membantu padahal angkot itu penuh dengan penumpang.
Setelah ketidakberhasilannya untuk mengambil tasku, aku pun merasa menang dan kembali duduk. anak-anak SMA disebelahku menyuruhku untuk memeriksa gadget yang ada di tasku. setelah aku cek dengan kepanikan yang masih membara, ternyata tidak ada.
lelaki jahat itu masih terlihat berjalan cepat di belakang angkot. sebenarnya dilema waktu itu, apakah aku mengejar lelaki itu atau menggeledah lelaki yang ada disampingku. dan aku memutuskan untuk turun dari angkot dan mengejarnya. aku berlari tanpa membayar angkot. Dia pun menghilang diantara warung-warung yang berada di belakang kampus. Entah dia punya jurus ninja darimana.
aku lelah, dan menoleh ke belakang, angkot itu pun belum bergerak. sepertinya dia menungguku untuk membayar atau mereka penasaran menonton aksi kejar-kejaranku dengan orang jahat itu.
aku lelah, aku duduk di aspal tepat di belakang gerbang kampus dan menangis seperti anak kecil. rasa kehilangan note ku tidak begitu besar dari rasa kesal karena merasa tertipu orang yang kita anggap baik.
angkot hijau itupun pergi, mungkin karena menganggap tidak mungkin aku menghampirinya dengan jarak yang lumayan jauh, atau mereka iba terhadapku. entahlah.
jujur,aku menangis terisak-isak di perjalananku ke residensi. aku ga peduli, aku hanya ingin menumpahkan perasaan kesalku dengan menangis.
kuubah semua passwordku untuk beberapa aplikasi yang memang aku sync’kan di hpku. itu pun karena aku masih gegabah, seharusnya aku cek dulu di google latitude melihat posisi jika ternyata aku login di tempat yg berbeda yang akan aku curigai sebagai tempat komplotan itu membuka noteku.
aku telfon kedua orang tuaku dan memposting di fb bahwa nomorku tidak aktif lagi. karena memang aku belum sempat memblokir nomorku. cerita dari teman, hape nya hilang dan dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab yang meminta sejumlah uang untuk operasi si korban kepada orang tua korban.
yah, begitulah kisahnya. InsyaAllah ikhlas, tapi satu hal yang menjadi pelajaran adalah mungkin aku sekarang akan sedikit overprotective dan tidak gampang percaya pada orang asing.
sering aku mendengarkan modus pencurian seperti ini, tapi ketika kita sendiri yang mengalaminya, sense of humanity itu pasti spontan keluar. tidak ada pertarungan batin antara menolong atau membiarkan. dan kita pun panik. sayang banyak orang yang memanfaatkan hal tersebut untuk tujuan jahat.
doaku, mudah-mudahan orang-orang baik diluaran sana tetap menjadi orang yang baik. jangan lantas menaruh curiga pada setiap orang dan tumbuh rasa enggan atau ketidakpedulian terhadap yang membutuhkan. tapi jangan membantu begitu saja, lihat dan perhatikan dulu orangnya. just be wise.
dan smoga Allah melapangkan rezeki orang-orang jahat itu dengan rezeki yang halal dan berkah sehingga mereka tidak perlu mencuri dan menipu orang lagi.
Pelajaran lainnya adalah, please, jangan panik. aku insyaAllah sudah mengikhlaskan, tapi setiap aku menutup mata untuk tidur, otak masih memvisualisasikan tindakan alternatif yang seharusnya aku lakukan. hal itu membuatku tidak bisa tidur karena ketidakpuasan terhadap tindakan diri sendiri yang panik dan gegabah. walaupun demikian aku bersyukur bahwa aku masih selamat, seandainya aku bertindak jagoan sendiri, tidak mungkin aku menang melawan ke-4 pria gerombolan itu.
alternatif tindakan yang bisa aku lakukan jika aku sabar dan bijak adalah :
1. akan aku teriaki copettttt…. ditujukan ke pria jahat itu.
2. aku akan terus naik angkot itu sampai gerbang kampus belakang, dan meminta angkot untuk tidak pergi dulu, aku pun akan bilang bahwa aku mahasiswi di institut itu dan meminta tolong kepada kedua satpam yang biasa jaga di gerbang untuk menggeledah pria-pria yang ada di angkot.
banyak doa semoga aku mendapatkan yang lebih baik lagi.
dan untuk semuanya, stay alert, jangan lengah dan selalu hati-hati.
Â
Â