Gampong Bucue, Salah Satu Sentral Penyebaran Islam di Aceh Oleh: T.A. Sakti BUCUE adalah nama sebuah kampung di Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Di Bucue terdapat tiga Meunasah atau dusun, Yaitu Meunasah Meuseujid, Meunasah Pi dan Meunasah Jambee. Di dusun asal penulis reportase ini, yaitu Bucue Meunasah Jambee terdapat dua buah perkuburan tua, yang... Continue Reading →
Hikayat Aceh, Kisah Sultan Iskandar Muda yang Tidak Disebutkan Nama Beliau Satu Kali pun
“Hikayat Aceh”, Kisah Sultan Iskandar Muda yang Tidak Disebutkan Namanya Satu Kali pun! Oleh: T.A. Sakti NAMA Sultan Iskandar Muda buat pertama kali dapat dibaca dalam kitab Bustanus Salatin karya Syekh Nuruddin Ar-Raniry. Dalam Hikayat Malem Dagang kita jumpai pula nama Sultan Iskandar Muda dalam dialek bahasa Aceh: Iseukanda (r) Muda. Menurut para ahli, kedua... Continue Reading →
Hikayat Aceh Malahan Bukan dalam Bahasa Aceh
Hikayat Aceh, Malahan Bukan dalam Bahasa Aceh! Oleh: T.A. Sakti AWAL tahun 1970-an mulailah saya mendengar istilah Hikayat Aceh. Ketika itu Radio Republik Indonesia(RRI), Banda Aceh punya acara siaran pembacaan hikayat mingguan pada malam hari jam 21.30 Waktu Indonesia Barat (WIB). Pernah disiarkan pada malam Selasa (Senin malam) dan malam Sabtu. Beberapa judul hikayat disenandungkan... Continue Reading →
Pengakuan Hikayat Aceh, Unesco Bertepuk Sebelah Tangan?
Pengakuan Hikayat Aceh, Unesco Bertepuk Sebelah Tangan?. Oleh: T.A. Sakti SUDAH setahun lebih (18 Mei 2023 – 18 Mei 2024) Hikayat Aceh diakui Unesco; sebuah lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang mengurusi bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Pengakuan PBB itu terkesan senyap-sepi saja,tak ada sambutan yang meriah; baik di tingkat nasional ( Indonesia), bahkan di... Continue Reading →
Seandainya Hikayat Aceh Dijumpai Lengkap..
Seandainya Hikayat Aceh Dijumpai Lengkap, Apakah Tetap Diakui Unesco? Oleh: T.A. Sakti SEJAUH yang masih tersimpan hingga hari ini,” Hikayat Aceh” bukanlah sebuah naskah lama (manuskrip) yang lengkap isinya. Alhamdulillah, walaupun demikian manuskrip ini sudah diakui Unesco; badan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) sebagai Memory of the World, yakni Memori Warisan Budaya Dunia. Dalam hal ini, apakah... Continue Reading →
Teungku dan Santri Syahid Melawan Jepang
Teungku dan Santri Syahid Melawan Jepang: Tambeh: Sebagai siswa mulai SD, SMI, SMP dan SMA, saya pernah membaca dalam buku Sejarah Indonesia di sekolah, hanya Kolonel Supriadi yang memberontak terhadap Jepang pada bulan Februari 1945. Supriadi adalah anggota Tentera PETA (Pembela Tanah Air), yang memimpin pemberontakan terhadap Jepang di Blitar, Jawa Timur. Sampai hari ini,... Continue Reading →
Bahasa Aceh menurut Orang Australia
Bahasa Aceh Menurut Orang Australia: Hasil (reset) Seorang Mahasiswa (Australia) Bahasa daerah (Aceh) Utara merupakan Bahasa daerah terbaik di Aceh Bireuen, 4-5 (Wsp). Bahasa Daerah Aceh Utara, merupakan bahasa daerah terbaik dibanding dengan seluruh bahasa-bahasa Daerah yang terdapat di Propinsi Daerah Istimewa Aceh. Hal ini diungkapkan Mr. Mark Durie, sebagai salah seorang mahasiswa Jurusan Bahasa... Continue Reading →
Ulama Kharismatik Aceh:
#Abu Usman Kuta Krueng: Perlu Wadah Pembinaan Muallaf (Di sini foto Abu Kuta Krueng, ukuran lk 8 x 6, dengan pakaian khas beliau). Ulama terkemuka Aceh, Abu Usman Kuta Krueng menilai, pengisian tiga keistimewaan di Aceh – agama, adat-istiadat dan pendidikan – sudah cukup memadai dan menggembirakan. Namun, dibanding aspek pendidikan... Continue Reading →
Keistimewaan Aceh jangan Sampai Bobol
# Prof. Dr. Ibrahim Hasan: Keistimewaan Aceh jangan Sampai Bobol SEBELUM menjadi Menteri Negara Urusan Pangan, Prof. Dr. Ibrahim Hasan lebih tujuh tahun menjabat Gubernur Aceh. Masa jabatan periode keduanya tak sempat disempurnakan lantaran “keburu” dipercaya Presiden Soeharto menjadi anggota kabinet. (Di sini foto Prof. DR. Ibrahim Hasan, ukuran lk 8 x 6 dengan pakaian... Continue Reading →
Setara, Peran Sejarah Gaharu dan A.Hasjmy
Setara, Peran Sejarah Gaharu dan A.Hasjmy: *Tambeh: Lebih 40 tahun lalu (1979 – 1980) terjadi polemik sejarah antara tiga orang pelaku sejarah di Aceh. Periode sejarah yang mereka perdebatkan adalah masa perang kemerdekaan Indonesia di Aceh (1945 – 1949) dan waktu sesudahnya. Tiga tokoh Aceh yang berbeda pendapat itu adalah: Syamaun Gaharu, M. Nur El... Continue Reading →