Tentang Sebuah Kisah….

“Pertemuan, Perkenalan, Pertemanan, Persahabatan, Percintaan….

Suka, Duka, Tawa, Air Mata, Bahagia, Sedih, Haru….

Impian, Harapan, Masa Depan, Angan, Asa…

Perpisahan… Luka.. Rindu Dendam…”

Kala dua insan sedang berbahagia, terbuai dalam mahligai cinta, terangkai dalam kisah kasih, menenun asa.

Rasa cinta menyelimuti relung hati, kata-kata indah begitu mudah terucap.

Dia semaikan warna-warni cinta. Sungguh, aku sedang jatuh cinta padanya,

Hanyut dalam asmara membara.

Continue reading

Endong-endong, Sang Wanita Kuat dan Perkasa

Jatuh bangun dalam menjalani hidup sebenarnya adalah hal yang biasa terjadi dalam kehidupan. Hanya saja, terkadang kita terlalu banyak mengeluh dan kurang bersyukur atas segala nikmatNya sehingga kita merasa beban kita terlalu berat. Tak bisakah kita belajar dari orang lain yang mencoba bertahan hidup meski kesulitan menghimpit mereka?

Gambar di samping ini adalah contoh seorang wanita kuat dan perkasa yang ingin saya tampilkan profilnya. Seorang buruh gendong ( endong-endong dalam bahasa jawa) di pasar Beringharjo. Para endong-endong tersebut adalah objek penelitian saya ketika saya menulis skripsi (Puji Tuhan, Lulus mbok!). Mereka berada di bawah naungan Yayasan Annisa Swasti (Yasanti) di Yogyakarta yang sudah berdiri selama 28 tahun untuk melakukan pendampingan terhadap para endong-endong demi penguatan (kualitas hidup) menuju kemandirian perempuan. Penguatan yang dimaksud di sini adalah penguatan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan baik dari segi ekonomi, sosial maupun politik.

Continue reading

Jakarta oh Jakarta… (3)

Di jalan, pikiranku dipenuhi oleh berbagai beban pikiran. Tak mudah untuk kulalui, untuk aku seorang anak kecil yang terbiasa hidup bersama orang tua, dan di Jakarta ini kemandirianku betul-betul diuji, situasi dan kondisi yang memaksaku untuk menjadi dewasa. Untuk melepas penat, aku berpikir untuk jalan-jalan ke Sarinah, karena hanya itu pusat perbelanjaan yang aku kuasai jalannya. Heem.. tapi kok rada mendung menggantung yah.. tapi terang, tapi kok mendung (piye toh??) heem.. pulang dulu aja deh.. sambil telpon simbok tentang kejadian barusan…

Sampe dikos si mbak, barusan parkir motor, langsung breeesss!! Hujan turun dengan deras.. (padahal hujan mah turun dengan air, dudul). Ah Thanks God! Untung tadi ga jadi jalan.. ehm.. tapi kayanya aku merasa agak ga enak deh.. apa yang terjadi sodara-sodara… Continue reading

Jakarta oh Jakarta… (2)

Pakkk.. saya udah sampe ni Pakkk.. hadduhh Paakk.. saya udah di depan ruangan Bapak ni Pakk..!! Paakkk!! Minyaakkk!! Minyaaakk!! “maaf Pak, saya udah sampe ni Pak di lantai 9. saya udah di ruang tunggu” kataku

“oh gitu.. oh ya udah ditunggu di lantai 6 aja mbak, nanti ketemu sama mbak Wiwin (bukan nama sebenarnya)” katanya.

Haiih.. pake lift lagi.. Ayo!! Semangat semangat!! Sampe di lantai 6 deh, yuk lapor ke resepsionis dulu.. “oke silakan tunggu dulu” kata resepsionisnya ramah dan penuh senyum. Nah gini ni resepsionis yang oke.. ga kaya di perusahaan S****P itu tuh..(ups sensor!)

1,5 jam berlalu… tik tok tik tok.. kok ga ada panggilan juga ya..kayanya sih pada meeting tadi karyawannya sliwar sliwer. Tapi kok udah ada yang selesai yah.. tunggu bentar lagi ah…

Duhh… udah 2 jam ni.. coba deh Tanya resepsionis .. tapi katanya belum ada panggilan dari bu Wiwin.. owh.. oke deh.. tunggu lagi.. smile…

Tik tok tik tok.. waktu terus berjalan.. duhh.. boyokku cah. . Continue reading

Jakarta oh Jakarta…

Pagi ini bangun jam 4.30 pagi dan langsung mandi karena Om berangkat jam 5.30 pagi dari Cibubur ke kantornya di Jakarta Pusat. Aku harus ikut Om ke Jakarta karena masih ada tes interview pagi ini jam 10 pagi di sebuah perusahaan swasta di Jakarta Pusat. Setelah pamitan sama adek-adek dan Tante, berangkatlah aku dan om ke Jakarta. Berhubung penyakit ngantuk ga bisa ditahan, tidurlah di mobil sampe mangap ni mulut. Hehe..

Setelah melewati macetnya Jakarta, akhirnya sampe deh di kos mbak tempat aku nginep selama di Jakarta. Ah.. mumpung si mbak lagi ga ada, pinjem bajunya ah.. heemm… buka lemari dong.. heem.. yang ini? Kurang oke..yang itu? Ah keliatan tuwir.. dipilih dipilih dipilih…ah! akhirnya pilihan jatuh kepada..jeng jeng jeng… Continue reading

“Bu, Tian mo pelmen…”

Christian "Tian" Adhyatmaputra

Christian Adhyatmaputra Wibowo a.k.a Tian adalah nama yg diberikan kepada satu-satunya keponakan saya, my lovest nephew. He’s almost 3 years old. Selain pinter, kadang iseng, juga kepolosannya yang membuat orang di sekitarnya tertawa, kadang terbengong-bengong. Seandainya pikiran kami bisa di lihat menggunakan sinar X, pasti yang ada cuma gambar ????!!???. hehehe…Tian memang tidak banyak bicara jika diantara teman-teman sebayanya, tapi sesampainya dirumah..wedeww..cit cit cuit cit cit cuit…

Suatu sore, Tian bersama Ibunya sedang mengikuti PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di kampung kami. Disana banyak sekali anak-anak dengan gaya mereka masing-masing yang ga ada matinyeee.. tapi Tian hanya menjadi “pengamat”, maksudnya diam seribu bahasa mengamati anak-anak yang lain berpolah tingkah. Sampai-sampai Ibu-ibu yang juga menjadi pendamping kegiatan itu terheran-heran, “Tian kok ‘ngga ngomong?? mana suaranya?” kata mereka.

Continue reading

Lasagna Bolognese

Selain hobi menulis, membaca, rajin menyiram bunga, suka menabung dan tidak sombong (hedeh…), saya juga hobi memasak. Apapun saya masak termasuk daun gelombang cinta yang ada di rumah saya! hehe.. kidding.. bisa mlintir kumis tu Bapak saya! hehe..

Saya hobi memasak menu-menu pasta such as spaghetti bolognese, lasagna, makaroni bolognese. Bahkan saya bermimpi punya restaurant dengan menu-menu pasta, habisnya cuma bisa masak air sama bikin pasta sih! hihihi…Nah, pada kesempatan kali ini ibu-ibu (gubraks!), saya mo berbagi resep lasagna bolognese yg sudah pasti heeemmm… yuummyyy..

Continue reading

Have You Ever…

This song is a song i can relate too..  straight from the deepest heart…feels to be in love a lot…

Continue reading

Love Not Just A Flower…

Mungkin Anda pernah mendengar judul ini sebelumnya? Mungkin malah Anda pernah mendengar cerita ini sebelumnya? Saya pun mendapatkan cerita ini dari notes seorang sahabat yang di tag ke Facebook saya. Namun jika Anda belum pernah mengetahui cerita ini, let me share this really nice story with you.. Selamat membaca dan selamat merenung…

“Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar dibahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Continue reading

My First Post..

Dalam pengantar buku “Menjadi Penulis”, Andar Ismail menegaskan pentingnya isi tulisan. Ia mengatakan, “Menulis bukanlah sekadar merangkaikan kata, melainkan menuliskan hikmat yang mencerahkan dan menumbuhkan pembaca. Sepandai pandainya kita menuangkan, yang lebih menentukan adalah apa yang dituangkan. Apa gunanya menuang sebuah botol jika isinya adalah air keruh? Atau, apa yang mau dituang dari sebuah botol apabila botol itu masih kosong?”

Kehidupan kita, seperti halnya tulisan yang jujur, menyatakan apa yang ada di dalam hati kita. Kita akan menjalani kehidupan yang baik jika perbendaharaan hati kita meluap-luap dengan perkara-perkara yang baik. Hal itu akan menggerakkan kita untuk menuliskan sajak kehidupan yang indah.

This is my first post, on my first blog…

Design a site like this with WordPress.com
Get started