Terdorong gatel-gatel di jari yang pengen ngetik, juga gara-gara kurang kerjaan akibat batal pulang kampung, jadilah blog ini jadi salah satu pelampiasan saya.
Kebetulan hari ini merupakan satu hari setelah natal, jadi ada baiknya juga saya membahas sedikit tentang natal.
Natal, berasal dari bahasa Portugis, artinya "kelahiran". Hari Natal diperingati setiap tanggal 25 Desember per tahun untuk memperingati lahirnya Yesus Kristus. Kenapa 25 Desember?
1. Seorang sejarahwan Roma, namanya
Sextus Julius Africanus, telah mengemukakan teorinya pada abad Ke-2 M
bahwa tanggal penciptaan langit dan bumi adalah 25 Maret. Ini adalah
berdasarkan tanggal itu dianggap Winter Solstice, yaitu hari di mana
siangnya terpendek dan malamnya terpanjang dalam setahun. Itu terjadi
pada musim dingin di belahan utara bumi. Sextus Julius Africanus juga
mengemukan teori bahwa tanggal 25 Maret adalah tanggal di mana terjadi
pembuahan Yesus dalam kandungan Maria. Maka sembilan bulan kemudian
adalah 25 Desember. Maka Sextus Julius Africanus menentukan tanggal 25
Desember itu sebagai tanggal kelahiran Yesus.
2. Sumber kedua adalah kebiasaan
merayakan Sol Invictus (Matahari yang tak terkalahkan) dalam Kerajaan
Roma sampai Abad ke-4 yang telah dirayakan pada tanggal 25 Desember.
Sekaligus di minggu sebelumnya ada perayaan Saturnalia 17-25 Desember,
ketika masyarakat berpesta dan saling menukar hadiah. Mereka telah
memilih satu orang untuk menjadi korban yang sangat disiksa dan dihina
selama minggu itu lalu diakhiri dengan pengorbanannya pada tanggal 25
Desember. Selama minggu itu tak ada yang dilakukan orang yang dianggap
sebagai dosa sehingga semua orang boleh berpesta pora – mabuk, jalan
telanjang di jalan, mencuri, memperkosa, dan segala jenis dosa lainnya
dan tidak akan dihakimi. Umat Kristen telah mengemukakan bahwa Yesus
adalah “Matahari yang tak terkalahkan”.
3. Tanggal 25 Desember juga adalah
tanggal lahir dewa Indo-Eropa, yaitu, Mithra, ilah terang, dan adalah
populer antara para laskar Roma. Umat Kristen kemudian menerangkan bahwa
Yesus adalah Terang Dunia yang sejati sehingga dijelaskan bahwa
kelahiran Yesus membawa terang Allah ke dalam dunia yang gelap. Maka,
tanggal itu dikristenkan seperti hal-hal yang di atas.
Gabungan dari ketiga sumber itu yang
semuanya jatuh pada tanggal 25 Desember telah menjadi dasar pemberitaan
Injil dan kelahiran Yesus ke dalam dunia. Setelah Kaisar Konstantin
menjadi Kristen pada tahun 332 M, Kekristenan menjadi agama resmi
Kerajaan Roma, maka tanggal 25 Desember diambil sebagai tanggal perayaan
kelahiran Yesus mulai tahun 336 Mdari: berbagai sumber




.jpg)