Kalo saya ikutan lari, itu pasti karena peer pressure. 2022 lari 10 KM di Pocari Sweat Run karena disuruh daftar sama Inne. Latihan cuma 3 bulan, dan untungnya, buat saya yang sungguh nggak suka lari, saya bisa selesai dalam waktu 1 jam 30 menit. Lumayan bangga, tapi nggak bikin saya lanjut jadi anak lari. Haha. Saya malah nggak pernah lari lagi karena emang cuma suka olahraga ringan aja kayak jalan kaki, renang, dan kalaupun yang bertenaga sedikit, paling Muay Thai.
Continue readingSenin. Tanggal 1.
StandardHari ini Senin. Tanggal 1 Desember. Tahun 2025.
Saya duduk di ruang kerja, sambil jemari mengetik tulisan ini; ditemani kucing saya, Disko si belang hitam-abu-oranye, yang terkantuk-kantuk tepat di samping tangan saya, di atas meja.
Senin. Tanggal 1.
Continue readingUsia 15 Tahun dengan 25 Tahun Pengalaman
StandardKatanya, akan datang usia di mana kita cuma mau datang ke konser atau acara musik, tapi hanya untuk duduk dan menikmati penampilan si musisi. Buat saya, di tahun-tahun belakangan, memang seperti itu. Faktor usia? Mungkin. Energi memang nggak sebanyak waktu masih muda. I’m 40 years old! Faktor puas? Bisa juga. Dari jaman masih jadi remaja belasan tahun, saya udah hobi banget datang ke gigs; banyak venue jadi saksi saya berdendang dan berdansa dari siang sampai tengah malam di festival musik; sampai akhirnya setelah 20 tahun lebih, tangki bersenang-senang saya sudah cukup terisi dan kini yang saya mau cuma sekedar menikmati nostalgia bareng band atau penyanyi idola masa muda.
Continue readingMembaca Itu Mahal
StandardI’m not trying to be fancy here. Tapi kayaknya saya udah nggak bisa lagi deh berenang di kolam renang biasa. Standar saya udah naik. Harus kolam renang hotel yang ada sun lounger alias kursi berjemurnya, yang kamar mandinya menyediakan handuk, sabun, sampo, lotion dengan aroma menenangkan, ada ruangan khusus buat ngeringin rambut dan dandan, syukur-syukur ada sauna juga.
Continue readingBeli Laptop Baru
StandardSampe udah lupa, berapa kali saya terlewat menulis satu tulisan di tiap bulannya. Udah sampe titik di mana, ya udah mau gimana lagi, kan waktu nggak bisa diulang. Meski tetep, pasti ada aja rasa janggal dan nggak nyaman. Haha. Dibilang perfeksionis sih nggak, tapi saya memang menyukai sesuatu yang rutin. Dan ketika suatu rutinitas itu terganggu, saya memang bisa sampe ikutan merasa terganggu juga.
Continue readingI’ve Turned 40 and I’m Freaking Out
StandardTen years ago, I wrote something here. I said I no longer freaked out about turning 30. And last week, I turned 40. What an age, huh? I’m freaking out.
I was hoping that being this old would mean settling down, that all aspects of my life would fall into place. But no, this is probably the lowest point of my life, and I’m not happy.
Continue readingA High Praise for Mr. Pilot Joffani
Standard(I sent this email to AirAsia.)
That day, the sky from the large window of the AirAsia lounge was clear. I was preparing to return to Jakarta after watching Manchester United lose to the ASEAN All Stars. As soon as I sat down on the plane, an overwhelming sleepiness overcame me, and I fell asleep instantly.
I woke up to the smell of Santan hot meals being distributed to passengers (not me). With my eyes still heavy, I checked my phone, and it seemed that almost half the journey had passed. I went back to sleep.
Continue readingSelamat Tinggal “Terbenam”
Standard(“Terbenam” adalah nama program sore di radio streaming Balikpapan bernama Domain Radio. Beberapa bulan lalu, tepatnya Kamis, 23 Januari 2025, program yang mengudara sejak Maret 2024 ini usai dan ini adalah surat yang saya bacakan ke Dede dan Erza, duo penyiar program tersebut.)
Continue readingWhat I’m Feeling Now
StandardSesungguhnya ada rasa yang hilang di Ramadan tahun ini… Biasanya, saya siap dengan daftar rutinitas ibadah baru yang akan saya amalkan selama bulan puasa. Kalau bisa, jangan sampai ada waktu tak terpakai untuk mendapat berkah berganda. Waktu mengajar saya atur sedemikian rupa supaya saya bisa salat dengan nyaman dan tanpa diburu-buru seperti hari-hari biasa.
Continue readingKehilangan Hal Kecil
StandardHari ini rumah nenek saya dibersihkan secara besar-besaran, sesuatu yang cukup menjadi tradisi di saat bulan Ramadan. Sekalian, tahun ini kami juga mengecat ulang tembok, karena warna putihnya sudah memudar. Khusus tembok, saya sudah minta om yang mengecat untuk membiarkan satu bagian tetap sebagaimana adanya, karena di situ ada kenangan kecil tersimpan: ukuran tinggi badan keponakan saya Omar, dari dia mulai bisa berdiri sampai sekarang di usianya yang sebelas tahun.
Continue reading