Earn Money from Hobby and the excellence begins…

u Know…excellent is greater than best

Hobi Remaja Otomotif… June 2, 2008

Filed under: Uncategorized — 5excellent @ 11:12 am

Hobi Otomotif Remaja
Makin Seru, Makin Diminati

SALAH satu hobi remaja yang berkembang pesat banget belakangan ini adalah dari sektor otomotif. Buktinya di setiap elemen hobi tadi ada pelakunya. Mulai dari yang menguras waktu, tenaga, sampai uang.

HOBI otomotif di kalangan remaja tambah marak aja. Nggak cuma di Jakarta yang udah dianggap sebagai pusat penyebaran tren, tapi juga nyaris di seluruh kota besar di Indonesia. Malah bisa dibilang perkembangannya tuh nyaris merata. Buat bersaing pun nggak bakal kalah.

Sebenernya hobi otomotif udah ramai diminati sejak dekade ’80-an. Hanya saja para pelakunya masih terbatas dari kalangan tertentu aja. Pasalnya hobi ini termasuk mahal buat ukuran para remaja waktu itu. Apalagi yang belum mempunyai penghasilan sendiri. Jadinya yang emang pingin bermain-main di hobi ini tapi modalnya nggak cukup, harus cukup puas jadi penonton aja.

Mulai 10 tahun belakangan ini, bisa dibilang banyak remaja, terutama yang masih umuran sekolah, berani menggeluti hobinya di bidang otomotif. Bukan lantaran biayanya yang udah murah, tapi lantaran bertambah banyaknya fasilitas dan sarana yang mendukung kegiatan mereka. Ditambah lagi sama arus informasi yang masuk dari negara-negara yang menjadi acuan soal dunia otomotif yang sekarang jauh lebih lancar. Baik itu tayangan dari televisi, film, majalah, atau internet. Makin menjadi gara-gara rutinnya gelaran event-event otomotif dalam negeri, dan siapa aja bisa terlibat di situ, termasuk remaja sekolahan.

Meski informasi-informasi yang diserap dari berbagai media tadi nggak banyak yang bisa direalisasikan di sini, tapi sebagai referensi, hal itu termasuk penting. Contohnya aja siaran langsung balapan F1 dan GP500. Buat para pengagum kecepatan, tayangan ini jelas jadi menu wajib, terutama buat mencontoh skill dan performance para pembalap kelas dunia.

Lantas ada lagi informasi yang kemudian jadi referensi wajib para penggemar modifikasi. Informasi tersebut berasal dari film The Fast and The Furious dan sekuelnya, 2 Fast 2 Furious. Pada film tersebut diperlihatkan berbagai gaya modifikasi mobil yang rata-rata canggih semua. Makanya setelah film tersebut dirilis, banyak para modifikator yang mengubah tampilan mobil ala mobil-mobil yang ada di film tadi.

Nggak heran kalo hobi otomotif yang digeluti para remaja jadi makin seru. Belakangan, ketahuan juga kalo arus-arus informasi soal otomotif yang diserap tadi bikin para pelaku di sini makin kreatif melakoni hobinya. Jadinya dari hobi otomotif tadi muncul deh sejumlah elemen yang bisa dilakoni siapa aja, sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing. Melengkapi elemen yang udah ada sejak lama.

Elemen hobi otomotif yang dari dulu sampai sekarang tetap ada contohnya adalah kegiatan dalam bentuk komunitas, baik buat mobil maupun motor. Bisa dibilang kegiatan dengan cara berkomunitas ini adalah cara paling gampang dan nggak terlalu buang biaya. Paling banter, merelakan waktu dan pikiran aja buat mempertahankan keberadaan komunitas.

Sebenernya ada yang menganggap kegiatan komunitas otomotif tuh cuma buang-buang waktu. Pasalnya yang terlihat adalah cuma kegiatan kumpul-kumpul tanpa ada tujuan yang jelas. Padahal yang terjadi sebenernya nggak kayak gitu.

Kegiatan dalam bentuk komunitas tuh banyak banget keuntungannya. Sebut aja bisa jadi sarana buat menambah teman. Dalam komunitas otomotif pastinya kita bakal ketemu dengan teman-teman lain yang hobinya sama. Kesamaan hobi ini bikin siapa aja yang tadinya enggak saling kenal bisa jadi akrab.

“Tujuan dibentuknya Jakarta Satria Club (JSC) adalah mengakrabkan para pengguna motor Suzuki Satria yang emang banyak. Akhirnya sejak terbentuk sampai saat ini jumlah anggota kami sudah mencapai sekitar 200 orang. Semuanya rata-rata saling kenal dan sering kumpul bareng,” kata Arief Nuryulianto dari JSC, komunitas khusus pengguna motor Suzuki Satria.

Keuntungan lain adalah berkembangnya pengetahuan soal dunia otomotif. Dalam sebuah komunitas otomotif, obrolan yang sering muncul di antara para anggota pasti nggak jauh-jauh dari hobi tersebut. Pastinya masing-masing anggota punya ilmu atau pengetahuan yang lebih banyak tentang dunia otomotif. Baik itu soal produk terbaru otomotif, aksesori, mesin, sampai informasi-informasi lainnya. Makanya lewat pertukaran informasi antaranggota, pengetahuan pun makin bertambah luas.

“Para pemakai mobil Toyota Kijang, yang sebelumnya kurang mengerti soal mobil yang dipakainya, setelah bergabung dengan komunitas Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI) bisa mengerti soal mobilnya. Atau malah bisa mengatasi sendiri kalo ada masalah kecil yang terjadi dengan mobilnya,” kata Fachrul Kamil, anggota senior TKCI, komunitas khusus pemakai mobil Toyota Kijang.

Lalu kalo ada yang masih melihat kegiatan komunitas otomotif tuh nggak banyak positifnya, jelas bisa dibantah. Hampir seluruh komunitas otomotif yang kebentuk, baik komunitas motor maupun mobil, punya kegiatan rutin menggelar bakti sosial (baksos). Kegiatan ini biasanya ditujukan buat memberikan sumbangan ke panti-panti asuhan atau siapa aja yang kurang mampu. Lantas ada juga komunitas yang kegiatannya ditujukan buat memberantas narkoba.

Kedengarannya kegiatan yang barusan tadi cukup muluk. Tapi bukannya nggak mungkin emang bisa dilakuin lewat kegiatan komunitas. Pasalnya buat menjalankan kegiatan, apalagi kalo rutin, hampir pasti seluruh anggota sibuk meluangkan waktu dan menyisihkan tenaga buat menyukseskan program komunitas. Buntutnya waktu mereka buat melakukan kegiatan lain yang menjurus negatif bisa dihindarkan. Intinya jangan sampai ada waktu yang terbuang percuma dan bisa terganggu pengaruh buruk.

Asiknya lagi, nggak semua komunitas otomotif mengharuskan siapa pun yang pengen bergabung mempunyai mobil atau motor. Kalo emang berniat ikutan dan punya minat yang besar soal otomotif, ada komunitas yang mau menerima sebagai anggota. Yang penting bisa sharing soal pengetahuan di dunia otomotif.

Contoh kegiatan lain dari hobi otomotif yang udah ada dari dulu adalah balapan. Sejak masih ngetopnya Sirkuit Ancol hingga sekarang ini udah beralih ke Sirkuit Sentul, jumlah peminat balap menunjukkan jumlah yang terus bertambah. Malah yang ikutan balapan sekarang ini nggak cuma mereka yang udah berniat profesional di bidang itu. Banyak juga pembalap pemula yang masih umuran sekolah mulai ikutan.

Buktinya aja pada event kompetisi balap mobil nasional sekarang ini udah dibuka kelas khusus buat mereka yang berstatus pelajar atau mahasiswa. Kelas ini diistilahkan dengan student race. Contohnya ada pada kejuaraan seri nasional yang digelar di Sirkuit Sentul hari Minggu (11/7) lalu. Pada kejuaraan tersebut, sejumlah delapan peserta yang terdiri dari pelajar SMA dan mahasiswa turut ambil bagian.

Emang sih jumlahnya belum begitu banyak. Tapi aksinya cukup seru dan nggak kalah kalo dibandingkan dengan kelas yang senior. Hebatnya lagi pada kompetisi tadi, yang berhasil jadi juara pertama adalah pelajar kelas II, SMA 112, Kebon Jeruk, Jakarta, bernama Indra Nugraha. Padahal, lawan-lawannya kebanyakan udah berstatus mahasiswa dan hanya satu peserta aja yang statusnya sama-sama masih pelajar SMA.

“Gue udah mulai balapan sejak SMP. Awalnya emang karena gue yang kepengen dan kebetulan orangtua mendukung,” kata Indra seusai balapan.

Yup, buat menggeluti hobi balap ini, dukungan yang paling penting tentu aja dari orangtua. Bukan kebetulan kalo bokapnya Indra ini juga seorang pembalap senior dan masih aktif hingga saat ini. Tapi kenyataannya, bukan bokapnya yang memaksa Indra buat ikutan balapan. Emang dasarnya udah hobi.

Selain dukungan dari orangtua, yang paling penting lagi buat menggeluti hobi balap adalah adanya dukungan sponsor. Pasalnya, biaya yang dibutuhkan buat sekali membalap aja termasuk mahal. Minimal butuh biaya Rp 5 juta, itu juga dengan catatan mobil yang dipake buat balapan udah siap diturunkan. Biaya tadi adalah buat mempersiapkan spare parts cadangan, biaya mekanik, dan sewa pit. Kebayang kan berapa biaya total yang dibutuhin kalo persiapannya harus dimulai dari awal banget?

Mungkin biaya mahal ini yang bikin pembalap-pembalap yunior yang turun di kelas student race nggak begitu banyak. Makanya termasuk luar biasa kalo ada teman kita yang masih SMA udah mendapat sponsor buat membiayai keikutsertaannya pada kompetisi ini. Salah satunya adalah Arga, pelajar kelas I, SMU Sumbangsih.

Sama halnya kayak Indra, temen kita ini udah mulai balap-balapan sejak masih tingkat SMP. Udah gitu sejumlah prestasi yang lumayan berhasil diraihnya. Makanya nggak heran kalo ada sponsor yang tertarik buat membiayai penampilannya di arena balap. Pada saat turun balapan di kelas student race kemarin ini, Arga disponsori oleh produk clothing asal Perancis, Noir Sur Blanc.

“Gue bisa dapet sponsor ini karena mereka itu klien nyokap gue. Tapi mereka juga udah melihat sejumlah prestasi gue, makanya mereka mau ikutan. Tadinya ada beberapa sponsor lagi yang mau ikutan, tapi belum deal aja,” kata Arga.

Nggak heran juga dengan adanya sponsor ini, Arga berani ikutan turun di kelas yang sebenernya buat pembalap- pembalap senior, kelas N. Di kelas ini Arga harus bersaing dengan pembalap-pembalap top, macam Chandra Alim dan Aswin Bahar. Bisa ketebak kalo skill Arga masih kalah jauh dibandingkan dengan pembalap-pembalap tadi dan gagal membukukan prestasi baik. Tapi bukannya nggak mungkin, kalo kemampuannya terus diasah, Arga bakal bisa bersaing di masa mendatang.

Mungkin ada juga teman-teman kita yang sebenernya nggak bermasalah soal biaya buat ikutan balapan. Hanya saja mereka nggak begitu tertarik buat melakoni hobi otomotifnya di arena balap. Sebaliknya mereka lebih suka bermain di elemen lainnya, yaitu modifikasi.

Banyak banget perubahan atau modifikasi yang bisa dilakuin pada mobil atau motor. Mulai dari penampilan eksterior, interior, audio, sampai mesin. Masing-masing modifikasi ini ada penggemarnya, atau ada juga yang menggabungkan semua unsur modifikasi pada kendaraan andalannya. Singkatnya sesuai dengan selera aja.

Buat modifikasi eksterior aja, masing-masing temen kita punya selera yang beda. Pasalnya modifikasi eksterior sendiri bisa dibagi-bagi ke dalam sejumlah gaya lagi. Ada yang dinamakan gaya elegant, yaitu yang mengubah penampilan mobil layaknya mobil-mobil mewah. Lalu gaya touring, yang mengubah penampilan layaknya mobil-mobil balap. Lantas ada juga yang mengubah drastis penampilan mobil yang disebut dengan gaya ekstrem.

Modifikasi penampilan motor pun nggak jauh berbeda. Ada yang mengubah penampilan motornya dari standar jadi bergaya racing. Selain itu, ada juga yang sukses mengaplikasikan gaya modifikasi ceper yang tadinya cuma ada pada mobil di motornya. Emang nggak banyak bagian dari motor yang bisa dimodifikasi. Tapi kalo kreatif, apa aja pasti bisa dilakuin. Contohnya kayak membuat penampilan terlihat lebih kinclong dengan cara melapisi krom bagian-bagian yang terbuat dari logam.

Buat interior mobil, gaya modifikasi yang dilakuin para modifikator sebenernya nggak banyak berbeda. Yang paling umum adalah mendandani bagian dalam mobilnya dengan lapisan kulit. Cara ini menjadikan tampilannya terlihat agak mewah. Tapi ada juga yang mengombinasikan dengan penampilan bergaya balap. Contohnya dengan mengganti setir, shift knob (tuas persneling), atau panel dashboard bergaya mobil sport.

Pengubahan sektor audio bisa dibilang termasuk wajib buat temen-temen kita yang hobi modifikasi. Pasalnya kualitas audio yang mantap bikin berkendaraan jadi makin asik. Makanya belakangan ini mulai banyak yang mengganti radio tape mobil dengan model CD player. Ada juga yang memasang televisi mini. Malah biar kualitas audio lebih canggih, ada juga yang rela menggusur bangku belakang mobilnya buat digantikan dengan tumpukan speaker dan sub-woofer.

Sedangkan bagi yang lebih suka dengan modifikasi mesin adalah mereka yang hobi menggeber kecepatan. Sayangnya kebanyakan dari mereka ini nggak melampiaskan hobinya itu di arena balap resmi. Sebaliknya malah melakukan kesenangannya itu di jalanan umum dengan cara ikut balapan liar. Sekarang ini yang lagi marak adalah balap liar motor. Sejumlah ruas jalan di beberapa kota besar Indonesia tercatat sering dijadikan tempat balap liar motor. Balap liar mobil juga ada, tapi jumlahnya nggak sebanyak balap liar motor.

Nah, buat memuaskan hobi modifikasi ini sebenernya butuh biaya yang kadang nggak sedikit. Malah ada juga temen kita yang ngelakuin modifikasi mobil dengan biaya yang jauh melebihi harga mobilnya sendiri. Contohnya adalah teman kita bernama Nuel, pelajar kelas III, SMP Ora et Labora, BSD, Tangerang. Buat modifikasi mulai dari bagian eksterior, interior, audio, sampai mesin mobil Toyota Starlet tahun 1990 miliknya, biaya yang dikeluarin mencapai Rp 112 juta!

“Gue udah suka modifikasi sejak kelas 1 SMP. Awalnya sih gue cuma main di mesin gara-gara hobi balap. Tapi gue mulai modifikasi bagian lainnya setelah bosen balap-balapan. Sebenernya modifikasi mahal kayak gini tuh gara-gara nyokap gue yang nyuruh. Katanya biar mobil kelihatan lebih keren,” aku Nuel.

Hmm, enak deh kalo lagi-lagi ada dukungan dari orangtua buat muasin hobi otomotif. Biaya semahal apa pun nggak jadi masalah. Banyak juga temen kita yang termasuk beruntung kayak Nuel ini. Tapi ada juga yang kesulitan soal biaya lantaran orangtua nggak begitu setuju sama hobi modifikasi. Contohnya temen kita bernama Tito, pelajar kelas II, SMUK 7 Cipinang, Jakarta. Buat memodifikasi mobil Toyota All New Great Corolla tahun 2001 miliknya dengan gaya ekstrem harus melalui cara yang agak sulit.

“Gue nggak pernah bilang kalo minta duit tuh sebenernya buat modifikasi mobil. Makanya bokap kaget banget waktu ngelihat mobil gue yang udah dimodifikasi. Dia bilang mobil gue jadi mirip gerobak,” cerita Tito, sembari terkekeh.

Sebenernya hasil modifikasi yang dilakuin Tito nggak jelek-jelek banget sampe dibilang mirip gerobak. Malah keren abis dengan gaya ekstremnya. Udah gitu, buat sektor audionya aja, Tito sampe memasang total 17 speaker di dalam mobilnya. Bayangin aja gimana tampilannya tuh!

Jelas deh kalo hobi otomotif makin marak aja belakangan ini. Pasalnya elemen-elemen dari hobi ini yang bisa dipilih dan dilakonin cukup banyak. Makanya nggak ada halangan bagi siapa aja yang punya hobi di bidang ini buat terjun ke dalamnya. Malah kalo lebih kreatif lagi, elemen-elemen tadi bisa aja dikembangin biar lebih asik lagi. Kalo bisa, bikin sesuatu yang menghasilkan dari situ.

Contohnya aja kayak temen kita, Deva, yang baru aja lulus dari SMA 82, Jakarta. Temen kita ini memanfaatkan hobi dan pengetahuannya soal otomotif buat mendapatkan tambahan uang saku. Caranya tuh membantu temen-temen yang pengen modifikasi buat mencari bengkel dan aksesori dengan harga yang cukup terjangkau. Lagi pula, temen kita ini punya koneksi cukup banyak. Kalo usahanya ini lancar, bukannya nggak mungkin di masa mendatang bisa buka usaha otomotif sendiri.

Yah, kira-kira udah segitu jauhnya perkembangan hobi otomotif di kalangan remaja saat ini. Hobi yang asik dan seru banget. Pilihannya pun banyak, dari yang paling gampang sampai yang termasuk berat. Tentuin aja sesuai dengan kemampuan.

DONNY TRIANTO TIM MUDA.

 

Punya hobi yang menantang? Siapa Takut..

Filed under: Uncategorized — 5excellent @ 10:52 am

“Surfing”
Hobi Murah Penghasil Duit

Let\'s Surf..

Surfing bisa jadi pilihan hobi menarik. Biaya sekolah ditanggung, dapat uang bulanan, bisa jalan-jalan ke luar negeri gratis. Sayangnya, belum banyak yang tertarik untuk menjalani hobi ini.

Dion Pardamaian Wau dan Ribut Wahyudi, dua surfer muda di Bali yang baru lulus SMU Kuta Pura, Kuta, Bali, bisa mendapatkan uang saku dari sponsor paling tidak Rp 700 ribu per bulan. Bagaimana caranya? Sponsor, man. Dion saat ini terikat kontrak dengan Kuta Line, Bali Barrel Surf Shop, dan Bajak Laut Support. Setiap bulannya, dia dapat uang saku Rp 700 ribu dan pakaian (t-shirt, celana, topi) empat kali. Lalu tiap tahun, Dion boleh ganti papan empat kali. Biar ngiler, nih. Harga satu potong pakaian paling murah seratus lima puluh ribu perak. Lalu harga satu papan sekitar 500 dolar Amrik atau sama dengan 4 juta rupiah. Mau lebih ngiler? Dion rencananya akan ke Aussie Oktober nanti, lalu ke Jepang untuk mencoba ombak di dua negara tersebut. Gratis!

Cerita Ribut tak kalah asyik. Sejak 1998 lalu, cowok kelahiran 8 Juli 1984 itu terikat kontrak dengan Spyderbilt, salah satu produsen pakaian juga. Ribut mendapatkan duit bulanan Rp 850 ribu per bulan dan biaya sekolahnya ditanggung sponsor. Selain, tentu saja, pakaian. Untuk papan surfing, cowok berambut cepak ini rutin dapat dari Three O Three. Sebelum itu, Ribut juga terikat kontrak dengan Quality, produsen pakaian surfing, dan Climbone, produsen aksesori surfing. Asyiknya lagi, dari berselancar ini Ribut pernah dapat tiket gratis berangkat ke Australia dan Jepang.

Pastinya tidak mudah mendapatkan sponsor. Untuk mendapatkannya tergantung pada relasi sesama rider (bahasa lain dari surfer) dan prestasi. Ribut langsung mendapatkan sponsor ketika juara pertama dalam lomba surfing se-Bali pada 1998. Padahal itu keikutsertaannya yang pertama dalam lomba. Dia langsung dikontrak Spyderbilt hingga akhir 2003 nanti. Berbagai prestasi kemudian diraihnya dalam kejuaraan surfing. Beberapa di antaranya Juara IV pada Om Tour Volcom Indonesia-Jepang Surfing Contest (2000), Juara III pada Billabong Surfing Contest (2002), dan Juara I Three O Three Surf Board Contest di Jepang (2002).

Adapun Dion pernah tiga kali masuk final di Om Tour Volcom Indonesia-Jepang Surfing Contest, masuk final Grommet Surfing Contest, dan masuk sebagai 15 pemain pro junior terbaik versi Billabong. Makanya enggak usah heran kalau mereka dengan mudah mendapatkan sponsor. Memang jago, sih!

Awalnya ogah

Kehebatan mereka tidak datang dari langit. Malah, awalnya Ribut dan Dion mengaku ogah dengan olahraga air ini. Perkenalan pertama mereka dengan surfing terjadi 11 tahun lalu.

Dion kenal surfing dari orangtua angkatnya, I Ketut Menda. Oleh salah satu surfer profesional di Bali itu, Dion dibawa dari tempat asalnya di Pulau Nias, Sumatera Utara, ke Bali. Sampai di Bali, dia mulai belajar surfing di Pantai Kuta. Pantai tersohor di seantero jagat ini memang bagus untuk belajar surfing. Pertama, karena dasarnya yang pasir. Kedua, karena ombaknya tidak terlalu besar. Ketiga, karena lokasinya dekat. Dan, terakhir karena ada penjaga pantai. Jadi, kalau terseret ombak misalnya, akan ada yang menolong.

Sebulan pertama Dion mengaku tersiksa dengan latihan yang harus dijalani. Kepala pusing, kulit mengelupas, dan matanya perih karena sinar matahari dan air laut. Saking perihnya selalu mengeluarkan air dan pas sekolah tidak bisa baca. Rambutnya pun berubah pirang. “Teman-teman sekolah sering mengejek apa enaknya jadi surfer,” aku penggemar musik-musiknya Blink 182 ini.

Selama dua tahun, Dion belajar dengan didampingi bapak angkatnya. Tempat favoritnya di Half Way, sebuah point di Pantai Kuta. Point ini hingga saat ini jadi home break dan tempat favoritnya bersama Ribut. Kebetulan rumah mereka juga dekat Pantai Kuta.

Begitu sudah bisa surfing mereka jadi ketagihan. Tiada hari tanpa surfing. Ketika SMP, karena masuk sekolah pagi, pukul satu siang mereka baru nyebur ke pantai. Namun, begitu SMU, mereka bisa melakukannya sebelum sekolah lantaran jam masuk sekolahnya siang.

Setelah dianggap bisa, mereka dilepas pelatihnya masing-masing. Berbagai tempat di Bali pun dicoba. Pantai di Bali memang menyajikan banyak ombak yang bagus untuk surfing. “Secara keseluruhan, tidak ada tempat di mana pun di dunia yang ngalahin bagusnya ombak di Indonesia,” kata Piping yang sudah menjelajah berbagai pantai di Indonesia antara lain Nias dan Mentawai (Sumatera), Cimaja (Bandung Selatan), hingga Neumbrella (Nusa Tenggara Timur).

Di Bali sendiri bertebaran tempat yang asyik untuk surfing. Mulai dari Medewi, Canggu, Seminyak, Legian, Kuta, Serangan, Dreamland, Padang-padang, Uluwatu, dan banyak lagi. Masing-masing menyajikan tantangan ombak berbeda-beda. Bagi Ribut dan Dion, tempat favorit selain di Half Way, Kuta adalah di Canggu.

Modalnya papan dan pakaian

Surfing tergolong olahraga murah meriah. Kalau sekadar hobi, cukuplah papan surfing dan pakaian. Papan baru, kata Dion, bisa kita beli bekas dengan kondisi bagus. Harganya paling mahal satu juta perak. “Kalau teman sendiri bisa di bawah itu,” katanya serius. Selain itu, tinggal celana. Kalau mau yang khusus surfing harganya sekitar Rp 150 ribu. Tapi, celana biasa juga it’s ok.

Dion dan Ribut juga modal awalnya cuma itu. Tapi, lamalama mereka mulai menambah “daya keren” papan mereka dengan berbagai aksesori yang mereka dapat dari sponsor, seperti leg rope (tali kaki) dan grips (pijakan kaki). Harganya sih lumayan. Leg rope berkisar Rp 200 ribu sedangkan grips sekitar Rp 300 ribu.

Modal lain yang kelihatannya sepele, tapi mempengaruhi keputusan kita ikutan surfing adalah: takut kulit berubah warna. Padahal berubah warna kulit itu jadi enggak penting begitu kita merasakan nikmatnya berdiri di atas papan, naik turun ombak, bikin style, dan macam-macam lagi. Dion sampai mengaku lebih bisa mengikuti pelajaran di sekolah setelah surfing, “Kalau saya enggak surfing sehari saja, bisa stres.” Tak berbeda, Ribut bilang, “Surfing bisa me-refresh-ing otak kita dari kejenuhan sehari-hari.”

Hanya itu? Ada satu lagi yang lebih penting: keyakinan. Kenali surfing, lalu yakini. Sesuatu yang dilakukan dengan yakin, hasilnya akan luar biasa. Seperti yang sudah dialami oleh Dion dan Ribut. Sponsor, uang akan datang sendiri. Itu semua hanya akibat dari keyakinan dan kesungguhan kita.

Berani mencoba bercanda dengan ombak di atas papan? Silakan.

ANTON MUHAJIR Mahasiswa Program Studi Teknologi Pertanian (PSTP), pernah aktif di Persma Akademika Universitas Udayana Bali

 

Mari membuat pot keramik…

Filed under: Uncategorized — 5excellent @ 10:45 am

Hai rekan-rekan yang berbahagia…

Di post kami sebelumnya, kami telah menampilkan artikel mengenai hobi kerajinan tangan. Nah, untuk menambah semangat rekan-rekan dalam menggali potensi hobi, kali ini kami akan menampilkan video pembuatan pot keramik. Semoga bermanfaat ya… Enjoy!

Mau duit??

 

April 1, 2008

Filed under: Uncategorized — 5excellent @ 3:08 am

Ini lego berbentuk sirkus, Lucu kan? Huahua…

Dari sini bisa dijadiin hobi yang ngedatengin keuntungan loh..

Ini Lego Sirkus Loh, Keren kan?

 

Hobi Kerajinan Tangan March 31, 2008

Filed under: Uncategorized — 5excellent @ 8:22 am

The Art of Clay

Butuh Kesabaran dan Ketelitian

Orang seringkali menghargai orang lain dari besarnya suatu karya yang dihasilkannya. Tapi bagi pehobi kerajinan tangan miniatur dari clay, justru sebaliknya. Semakin mini dan unik hasil karya mereka, makin bangga mereka karenanya.
Mungkin belum banyak orang yang mengenal seni membuat kerajinan tangan miniatur dari bahan clay (menyerupai lilin yang mengandung partikel plastik). Tapi jika Anda sering mengunjungi pusat perbelanjaan dan melihat sederetan benda-benda miniatur yang lucu dan menggemaskan, seperti gerobak buah, rujak, atau gado-gado, maka Anda berarti baru saja melihat salah satu hasil kerajinan tangan dari clay.

Clay memiliki struktur yang sangat liat sehingga sangat mudah dibentuk apa pun. Hanya dengan mengeringkannya dengan cara yang sederhana, maka clay yang sudah dibentuk akan mengeras. Sedangkan jika dibakar di oven khusus, kiln, dengan temperatur antara 1000º C sampai 1250º C, maka clay akan bisa lebih mengeras dan padat. Karena itu clay banyak digunakan untuk membuat keramik, perabot rumah, hiasan, atau apa pun. Orang mulai memakai clay untuk membuat perabot dan membakarnya sejak 600 tahun SM, tepatnya di Mesir.

Dalam perkembangan penggunaannya, clay kemudian dicampur dengan berbagai materi lainnya, seperti tanah liat, nylon, polymer, akrilik, dan lain sebagainya. Selain itu, clay kini juga memiliki wakrna yang beragam, mulai dari putih, coklat, kuning, krem, sampai hitam. Sayangnya, clay yang masih murni atau dicampur dengan bahan-bahan yang berasal dari tanah memiliki sifat yang sangat cepat mengering, mudah pecah atau patah jika dibentuk dengan sangat tebal, tidak mudah dibentuk kembali, membutuhkan panas bertemperatur tinggi untuk membuat bentuknya permanen, mudah mengecil, dan sangat rapuh. Karena itulah, jarang sekali pengrajin yang menggunakan clay jenis ini untuk membuat hasil karyanya.

Bagi para pengrajin yang tidak ingin membakar hasil karya clay-nya, maka nylon clay merupakan jalan keluarnya. Setelah dibentuk, clay akan mengeras dan tidak mudah pecah. Sayangnya, biasanya ukurannya akan mengecil setelah kering. Karena itu, disarankan untuk mengeringkannya secara perlahan dan bertahap agar ukurannya tidak berubah banyak tapi juga tidak retak atau pecah.
Sedangkan plasticine clay memiliki sifat yang tidak mudah mengering, tidak terpengaruh air karena materi dasarnya dari minyak, bisa diwarnai, tidak beracun, bentuknya stabil dan tidak lengket, serta mudah dibentuk pada suhu tubuh (30º C sampai 40º C). Karena itu clay jenis ini menjadi pilihan utama para seniman animasi yang sering mengubah-ubah bentuk karyanya. Clay jenis ini pertama kali ditemukan oleh William Harbutt dari Inggris pada tahun 1897. dan sejak itu, plasticine clay menjadi bahan yang sangat populer di Inggris Raya.

Ada satu lagi jenis clay yang mudah mengering dan tidak mengecil bentuknya adalah paper clay. Paper clay bisa dicat, dipernis, dibakar, dijahit, dipotong, dan direkatkan. Jenis inilah yang paling cocok digunakan untuk anak-anak dan orang-orang yang hobi menciptakan karya seni yang indah sekaligus penuh tantangan.
Jenis lain dari clay adalah polymer clay, yang menjadi solusi tepat bagi pengrajin yang menginginkan hasil karyanya bisa permanen, tidak berubah bentuk atau mengecil, tidak pecah, dan mudah mengeras pada suhu yang relatif rendah. Clay jenis ini memiliki dua bentuk, yaitu cair dan liat. Karena itu, clay jenis ini sering dipakai oleh pengrajin, pehobi, dan anak-anak. Clay jenis ini biasanya digunakan untuk seni rupa miniatur, membuat batu permata tiruan, melukis, dan lain sebagainya.

Dari Hobi Menjadi Bisnis

Dari kesemua jenis itu, Merry Prakasa, istri artis kondang Ferry Salim yang sangat hobi membuat bentuk miniatur dari berbagai benda yang ada di sekelilingnya, lebih suka menggunakan polymer clay. Menurutnya, ia paling sering menggunakan clay jenis ini karena tidak pecah ketika kering, dan hanya membutuhkan waktu 4 – 8 jam untuk proses pengeringannya, mudah dibentuk, tersedia dalam berbagai warna, bisa dipernis, dan perawatannya sangat mudah.

Merry mengaku sudah sejak dulu sangat suka mengoleksi berbagai benda, mulai dari botol parfum hingga benda miniatur. Dan hobinya mengoleksi benda mini ini dimulainya ketika tahun 1983 Merry pertama kali melihat sebuah toko kecil yang menjual berbagai benda mini di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta. ”Saya langsung suka melihat berbagai benda mini yang ada di toko itu. Waktu itu sih benda-bendanya kebanyakan berasal dari Jepang dan Korea, jadi bentuk-bentuknya itu seperti toko kain di Jepang, kamar di Korea, pokoknya berbagai benda yang khas dari negara-negara itu,” ujar wanita kelahiran Jakarta, 13 Maret 1970 ini. Sejak itu, ia lebih rela membelanjakan uang simpanannya untuk membeli benda-benda mini itu daripada pakaian dan kebutuhan wanita lainnya. ”Ada juga yang dikasih teman, oleh-oleh dari luar negeri, atau sengaja dicarinya setiap kali ke luar negeri.
Dalam salah satu liburannya ke Thailand beberapa tahun lalu, Merry datang ke sebuah workshop kerajinan clay, dan mulai tergerak untuk mendalaminya. Ia kemudian membeli buku-buku mengenai seni kerajinan dari clay, mulai membeli bahan dan peralatannya, sampai akhirnya belajar otodidak di rumah. ”Saat itu saya belum tahu di mana ada tempat kursus clay di Jakarta, makanya saya belajar sendiri aja di rumah. Saya coba berbagai macam bentuk, dari buah, sayuran, botol, pokoknya apa saja. Akhirnya keterusan sampai sekarang, deh,” ujar ibu dari Brandon nicholas Salim (10) dan Brenda Nabilla Salim (9) ini. Setelah jadi, hasil karyanya itu dikumpulkan bersama benda-benda mini miliknya yang lain, hingga koleksinya makin bertambah banyak. ”Hanya saja, ada rasa puas dan bangga ketika melihat hasil karya saya. Kalau biasanya beli, sekarang saya bisa bikin sendiri,” ujar wanita yang saat ini tengah mengandung anak ketiganya ini.

Hobi yang terus ditekuninya ini kemudian menarik perhatian orang-orang di sekelilingnya, mulai dari suami hingga teman-temannya. Karena unik dan menggemaskan, maka hasil karya Merry ini sangat disukai dan akhirnya mulai memesan pada Merry untuk dibuatkan. Karena masih sebatas hobi, maka Merry mengerjakan semuanya sendirian dan hanya di waktu luangnya saja. Tapi, setelah pesanan yang diterimanya makin banyak, Merry mulai kewalahan. Melihat hal ini, sang suami, Ferry, akhirnya menyarankan istrinya agar hobinya membuat kerajinan dari clay ini menjadi bisnis komersial yang serius. ”Ferry yang mendorong saya agar hobi ini jadi bisnis. Kebetulan kita berteman dekat dengan pemilik QB Bookstore di Plaza Semanggi yang punya sisa space di toko bukunya itu dan menawarkannya pada saya untuk diisi dengan koleksi miniatur clay saya. Dan ternyata, responnya sangat baik. Sekarang saya punya satu store lagi Kelapa Gading,” ujar Merry yang kini makin banyak mendapatkan tawaran kerja sama untuk membuka toko dari luar kota.

Selain membuka toko yang menjual kerajinan seni clay, Merry juga membuka kursus kecil bagi siapa saja yang ingin mempelajari seni clay. ”Tidak besar kok, semuanya kita kerjakan bersama di meja makan di rumah saya. Selain itu, saat ini saya sedang giat-giatnya melatih para asisten saya agar mereka bisa membantu saya membuat seni clay ini. Jadi saya bisa mulai santai dan lebih fokus mengurus bisnis dan keluarga,” ujarnya. Untuk ke depannya, Merry punya impian untuk lebih menyebarluaskan seni kerajinan dari clay ini di Indonesia, menulis buku tentang seni clay bersi Indonesia, dan punya website yang akan lebih memudahkan impiannya terwujud nyata.
 

Ketika Hobi Bisa Menghasilkan Uang March 30, 2008

Filed under: Tips and Inspiration,Uncategorized — 5excellent @ 4:06 am

Hobi yang bisa mendatangkan uang ini bisa dikerjakan di rumah dan bisa menjadi
pekerjaan sambilan hampir tanpa modal. Tak heran jika di banyak negara maju, menulis freelance artikel untuk koran dan majalah tetap menjadi jenis pekerjaan favorit bagi kaum perempuan.
Umumnya media bersaing di segmentasi yang kian ketat serta dikelola oleh tim yang makin kecil dan karenanya membutuhkan pasokan tulisan dari freelancer. Tidak semua artikel di majalah bersifat serius seperti komentar politik, budaya atau sosial. Tulisan-tulisan yang pendek dan bersifat praktis kian digemari. Inilah yang menjelaskan kian populernya majalah-majalah praktis seperti bagaimana menata rumah, bertaman, dan mengelola keuangan pribadi.

Memang tradisi freelancer belum berkembang di Indonesia. Honor tulisan di koran atau majalah relatif kecil. Yang pertama-tama bisa dilakukan penulis pemula adalah memperluas pemuatan artikel. Salah satunya dengan menganekaragamkan jenis artikel yang ditulis. Ada beberapa jenis yang paling banyak muncul di koran atau majalah, tapi yang paling populer adalah: artikel kiat (”how to”).

Dalam artikel ini , Anda menunjukkan kepada pembaca bagaimana
melakukan sesuatu. Artikel jenis ini bisa menjadi cara efektif
penyebaran pengetahuan dan ketrampilan. dari memasak sampai mendidik anak

Contoh klasik artikel kiat adalah tulisan yang dimuat di rubrik dapur atau memasak. Atau panduan pemakaian (user’s guide) dalam kemasan setiap barang yang kita beli termasuk meminum obat batuk misalnya: tiga kali sehari, satu sendok makan, ditelan satu jam setelah makan.

Orang bisa menulis artikel seperti ini berdasarkan pengalaman dan
pengetahuan sendiri yang benar-benar dikuasainya. Itu sebabnya bisa
ditulis oleh siapapun: dokter, arsitek, pengacara, montir mobil,
pialang saham, guru, ibu rumah tangga.

Bagaimana memulai

1. Cara berlatih menulis artikel seperti ini adalah dengan mulai menulis untuk topik yang sederhanya,
misalnya, panduan membuat nasi goreng saus udang untuk pembantu rumah tangga Anda yang baru. atau menulis topik lain yang benar-benar Anda kuasai, lalu sodorkan pada teman atau kerabat Anda yang paling tidak akrab dengan topik itu. Anda belum berhasil jika masih terlalu banyak pertanyaan yang mereka ajukan.

2. Anda harus membuat “instruksi” sederhana namun cukup spesifik. Panjang (berapa cm), panas (berapa derajat celcius), pagi (antara jam berapa sampai berapa) dan seterusnya.
3. Pakailah istilah sehari-hari. Buatlah ilustrasi yang akrab dengan pembaca. Jika panduan Anda melibatkan serangkaian langkah, berikan nomor dari tiap langkah. Jika perlu gunakan gambar, foto atau ilustrasi.

Tips Mendapatkan Ide Tulisan
1. Meniru dari apa yang dilihat.
Panduan seringkali lebih efektifdisampaikan lewat gambar dan video. Jika Anda punya kamero video, gabungkan ketrampilan Anda menulis dengan membuat video sederhana
untuk topik-topik tadi.
2. Buatlah skenario
Anda akan kesulitan membuat video seperti itu jika tidak pertama-tama membuat script atau skenario yang bertumpu pada kemampuan menulis.

Saya tidak tahu apakah ada “ceruk pasar” video kiat di televisi kita. Namun, dengan maraknya stasiun televisi, makin banyak jam siar yang harus diisi dan pasokan dari para freelancer makin dibutuhkan. Anda bisa mengimbangi jenuhnya tayangan infotainment dan sinetron buruk dengan ilmu pengetahuan dan ketrampilan bermanfaat yang disampaikan dengan cara menghibur, sederhana, dan memudahkan.

Maka jangan takut atau malu untuk menulis hal-hal sederhana dan nampaknya sepele, jika yakin karya itu bermanfaat bagi khalayak !

http://www.karir-up.com/?p=491

 

AGAR HOBI TIDAK MENGURAS KANTONG

Filed under: Tips and Inspiration,Uncategorized — 5excellent @ 4:02 am

Kalau sudah hobi, rasanya uang bisa dihabiskan begitu saja untuk menyalurkan hobi kita. Sebut saja Yenny yang keranjingan membaca. Apalagi kalau yang namanya komik dan novel. Sebut saja satu judul novel, maka ia sudah tahu siapa yang mengarang dan apa isinya. Apalagi komik Jepang yang sekarang ini banyak memenuhi rak-rak di toko buku.

Setiap bulannya, Yenny menghabiskan uang sampai ratusan ribu hanya untuk membeli buku dan novel kesukaannya. Alhasil, terkadang ia harus banyak mengurut dada di akhir bulan melihat dompetnya yang sudah tipis di akhir bulan. Mungkin itulah kenapa sebagai lajang bekerja ia masih belum punya tabungan juga. Membaca memang hobi yang baik. Tapi kalau sampai menghabiskan anggaran bulannya tentu saja hal tersebut menjadi tidak baik lagi.

Lain Yenny, lain lagi dengan Joni. Kalau Yenny lebih suka membaca, maka Joni lebih suka dengan memelihara ikan hias. Akuarium di rumahnya bukan satu lagi, hampir di setiap pojokan rumahnya ada akuarium. Dan ternyata bukan cuma akuarium, kolam pun ada di belakang rumahnya. Dan ikannya pun bukan sembarang ikan. Tapi ikan hias yang harganya bervariasi dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah.

Kalau sudah cinta, apapun akan dilakukan untuk sesuatu yang dicintai itu. Kalau sudah hobi, berapapun harganya pasti dibeli juga. Tapi kalau hobi dituruti terus, bukan tidak mungkin anggaran akan jebol jadinya. Karena yang namanya hobi, tentunya adalah keinginan yang sebetulnya tidak primer untuk diikuti. Sedangkan masih banyak kebutuhan lain yg primer untuk dipenuhi. Baik itu kebutuhan primer yang sifatnya mendesak, maupun kebutuhan di masa depan nanti yang belum pasti.

Lalu bagaimana caranya agar hobi tak menguras kantong?

1.     Prioritaskan kebutuhan di atas keinginan

Apapun hobi Anda dan seberapa besar pun rasa suka akan hobi Anda, tapi ada satu hal yang pasti. Yang namanya hobi, itu hanya keinginan, dan bukan kebutuhan, setuju?

Sudah menjadi kesepakatan kita bersama bahwa yang namanya keinginan pasti dinomorduakan setelah kebutuhan. Iyalah, kan tidak mungkin kita mengorbankan kebutuhan susu untuk anak, lalu uangnya dibelikan akuarium baru karena kita doyan pelihara ikan.

2.     Atur alokasi dana hobi

Hobi itu bersifat subjektif. Bagi yang hobi, ia akan melakukan segalanya untuk menyalurkan hobinya. Tapi untuk orang lain, mungkin hal itu disebut sebagai pemborosan saja. Maka bukan tidak mungkin sepasang suami istri bisa ribut hanya karena salah satu pihak dianggap boros untuk hobinya.

Untuk menghindari hal tersebut, coba sepakati alokasi dana untuk hobi. Misalnya, dana untuk hobi dibudgetkan sekian ratus ribu dari penghasilan bulanan. Atau dana untuk hobi hanya boleh diambil dari uang lembur yang diterima, tapi tidak boleh menggangu penghasilan yang sudah rutin.

Selain sumber pemasukannya yang diatur, pola pengeluaran juga harus diatur jika sudah terlalu sering melanggar kesepakatan. Misalnya dengan membuat rekening khusus dengan kartu debet untuk hobi. Setiap kali belanja untuk menyalurkan hobinya, gunakan kartu debet tersebut. Dengan cara ini, belanjanya akan secara otomatis dibatasi oleh saldo rekening.

Atau kalau tidak mau direpotkan dengan prosedur bank seperti membuka rekening baru, menunggu aktivasi kartu dan sebagainya. Cara konvensional pun bisa digunakan. Misalnya dengan membatasi uang tunai yang dibawa. Atau dengan cara yang lebih canggih yaitu dengan dompet elektronik. Tanpa membuka rekening baru, Anda bisa memiliki kartu belanja dengan saldo tertentu.

3.     Komersilkan hobi, kenapa tidak?

Kalau Anda sudah bosan harus banyak mengeluarkan uang untuk menyalurkan hobi. Kenapa tidak dilakukan hal sebaliknya saja. Buat hobi Anda menjadi sesuatu yang justru menghasilkan uang. Atau dengan kata lain, komersilkan hobi Anda.

Semua hobi yang mengeluarkan uang, pasti bisa juga mendatangkan uang. Caranya, mudah saja. Telusuri kemana uang Anda pergi selama ini untuk menyalurkan hobi. Lalu coba balikkan posisi Anda menjadi penerima uang, bukan pembayar uang.

Misalnya, hobi memancing akan banyak mengeluarkan uang untuk membeli peralatan pancing, umpan, sewa lahan pancing, bacaan, dan sebagainya. Itu artinya sumber uang itu ada jika Anda bisa menjual peralatan pancing, menyediakan lahan pemancingan, atau menyediakan bacaan atau pelatihan pemancingan.

Begitu juga dengan hobi mahal lainnya seperti kutak-katik kendaraan antik. Walaupun Anda bekerja dan tidak menguasai teknik otomotif, tapi hanya suka dengan kendaraan antiknya saja. Anda bisa juga menjadikannya sebagai sumber penghasilan daripada hanya sekedar sumber pengeluaran. Misalnya dengan mengirimkan tulisan-tulisan dan foto tentang kendaraan antik yang Anda ketahui ke tabloid atau majalah khusus otomotif antik. Yang lebih besar lagi, Anda bisa juga melakukan jual beli kendaraan antik yang Anda miliki.

Sumber: Ahmad Gozali (Perencana Keuangan)

 

Membuat Video Sekelas Para Profesional

Filed under: Tips and Inspiration,Uncategorized — 5excellent @ 3:55 am

Sekarang sudah tidak aneh lagi melihat orang menenteng-nenteng kamera video di berbagai acara. Yup, perangkat ini tidak lagi didominasi oleh para profesional dan sineas saja. Dengan desain yang semakin minimalis dan kompak, plus fitur dan fungsi yang mudah dioperasikan, kamera video semakin ’ramah’ bagi pengguna amatir dan pehobi videography.

Salah satu kamera video portable yang marak saat ini adalah camcorder. Yaitu kamera sekaligus video recorder. Perangkat ini merupakan kamera video tipe digital yang hadir dalam berbagai ukuran dan kemampuan.

Jika Anda baru membeli camcorder atau sedang mencoba hobi videography menggunakan perangkat ini, berikut langkah-langkah untuk membuat video yang tidak terlihat ’biasa ’ dan ’amatiran’.

1. Gunakan tripod
Meski camcorder Anda dilengkapi built-in image stabilization, sebaiknya Anda menggunakan tripod untuk menjaga kestabilan camcorder sehingga dapat menghasilkan gambar video yang lebih baik dan tidak shaky.

2. Panning, zooming, dan gerakan lainnya
Salah satu kesalahan dalam pembuatan video adalah perekaman satu scene yang terlalu lama atau sebaliknya perpindahan antar scene yang terlalu cepat. Rekam subyek Anda selama 10-20 detik, stop dan ambil gambar yang lain. Saat melakukan panning dan zooming, lakukan secara pelan, smooth dan tidak tergesa-gesa. Ini akan membuat video lebih nyaman ditonton.

3. Mengatur komposisi
Sebelum merekam, perhatikan posisi subyek dan latarnya, apakah sudah sesuai dengan keinginan. Lakukan seperti halnya sedang memotret. Sebagai panduan, gunakan “The Rule of Thirds”. Yaitu membayangkan layar dibagi menjadi tiga bidang horisontal dan vertikal. Pastikan subyek yang akan direkam berada pada salah satu dari 4 titik potong antara garis horisontal dan vertikal tersebut. Ini akan membuat tampilan menjadi lebih dinamis, terutama saat Anda membuat video interview atau melakukan close up. Tentu saja, ini bukan harga mati, karena Anda juga bebas untuk membuat komposisi kreatif lainnya.

4. Gunakan cahaya
Sebagian besar camcorder tidak dapat menghasilkan gambar yang bagus jika pada saat perekaman minim pencahayaan. Untuk mengatasinya, Anda dapat memanfaatkan cahaya alam dengan melakukan syuting outdoor. Untuk hasil lebih baik, sebaiknya Anda melakukan syuting outdoor di pagi atau sore hari, ketika matahari tidak terlalu tinggi. Jika tetap harus melakukan syuting indoor, pastikan ruangan memiliki pencahayaan yang memadai. Seperti dengan membuka jendela, menyalakan lampu, dan menggunakan built-in light pada camcorder.

5. Gunakan external microphone
Tanpa peralatan audio yang memadai, sulit untuk mendapatkan video dengan suara yang berkualitas. Beberapa camcorder memang telah dilengkapi dengan built-in microphone, tapi mike ini akan merekam audio dari berbagai arah. Sehingga jika mewawancarai subyek di tempat yang ramai, suaranya tidak akan terdengar jelas. Maka pastikan camcorder Anda memiliki audio input, untuk memasang external mike.

6. Hindari penggunaan special effects
Memang menyenangkan bermain-main dengan fitur special effects yang ada pada camcorder. Tapi ini tidak akan membuat video Anda tampak lebih keren. Sebaiknya Anda membuat efek-efek tertentu pada video melalui proses editing menggunakan software. Sehingga Anda bisa melakukan kontrol transisi yang lebih baik dengan pilihan special effects yang variatif. Dengan demikian, Anda juga tidak akan kehilangan materi video yang asli.

7. Video haruslah bercerita
Video yang baik harus memiliki alur cerita yang utuh, yaitu pembuka, isi dan penutup. Maka sebaiknya sebelum melakukan perekaman, Anda sudah memiliki rencana apa saja yang akan direkam dalam bentuk storyboard sederhana.

8. Jangan lupa, perawatan!
Terakhir adalah merawat camcorder agar tidak mudah rusak sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Bersihkan lensa dan layar dengan lap khusus yang lembut. Hindari dari panas, pasir, air dan udara yang lembab. Dan letakkan pada tempat yang aman agar tidak jatuh. Jika rusak, segera perbaiki di layanan perbaikan resmi.

Beragamnya tipe dan format camcorder saat ini terkadang memang cukup membingungkan konsumen, terutama mereka yang baru pertama kali akan membelinya. Jika menginginkan camcorder yang dapat menghasilkan gambar yang tajam dan berkualitas, Anda bisa memilih DVD Camcorder. Perangkat ini mampu merekam gambar yang dapat langsung dilihat pada DVD Player. Salah satu DVD Camcorder yang menawarkan fitur lengkap saat ini adalah Samsung VP-DC565wi.

DVD Camcorder ini memiliki layar LCD lebar, yaitu 27″, sehingga penggunanya memeroleh true view dari subyek yang direkam. Dilengkapi juga dengan 4-in-1 Multiple Memory Card Slot yang kompatibel dengan berbagai format, termasuk Memory Stick, Memory Stick Pro, MMC dan SD cards.
Keunggulan lainnya adalah dapat merekam dan memainkan video MPEG4 (720 x 576/30fps), berfungsi sebagai webcam dan mampu untuk mengambil gambar still dengan resolusi 1280×960. Dengan desain yang stylish dan ukuran yang begitu kompak, perangkat perekam ini mudah digunakan dan dibawa ke mana saja.(les)

Sumber: kompas.co.id

 

Beranjak dari hobi yang mendatangkan uang… March 24, 2008

Filed under: Tips and Inspiration,Uncategorized — 5excellent @ 12:55 pm

Sudah bukan jamannya menggantungkan diri gaji dan perusahaan tempat bekerja, sebab masih tingginya risiko PHK yang menyebabkan Anda kehilangan pekerjaan. Jika Anda mempunyai hobi yang digilai, mengapa tidak mencoba mendapatkan penghasilan tambahan dari hobi tersebut. Daripada terus menerus dituding sebagai salah satu biang pemborosan, marilah kita mengusahakan hobi kita agar menjadi mesin uang.

Mungkin terasa tidak masuk akal bagi orang lain. Hobi boleh dibilang sebagai sebuah pemenuhan kebutuhan batiniah untuk melepaskan diri dari kejenuhan dan kelelahan karena rutinitas harian dalam mencari nafkah. Karena sifatnya itulah, yang berlaku dalam soal hobi adalah kesenangan yang tak terhingga. Ketika hobi diboyong ke dalam wilayah bisnis, meski perhitungan laba-rugi, kelayakan usaha, peluang dan lain sebagainya juga dijadikan pertimbangan tapi instinglah yang lebih dominan.

Tapi itulah sebabnya mengapa kegiatan usaha yang berawal dari hobi seringkali berhasil dengan baik.

Langkah awal mengubah hobi menjadi bisnis
Satu hal yang berat dalam melakukan usaha ialah melakukan langkah pertama. Meski demikian, langkah pertama tetap saja melakukannya. Bukankah hal-hal besar itu berawal dari yang kecil, dan langkah seribu, tidak mungkin terjadi tanpa langkah pertama. Apa saja yang harus dilakukan agar hobi kita bisa menghasilkan uang, berikut ini adalah caranya :

1. Luangkan waktu lebih banyak untuk menekuni hobi Anda, dan hasilkan hasil karya dengan kualitas yang lebih baik dan kuantitas yang lebih banyak. “Practise makes perfect “ dengan terus berlatih maka kita akan menghasilkan karya yang semakin baik. Paling tidak hasil karya Anda mampu bersaing di pasaran. Masalahnya ketika hobi yang biasanya dilakukan diwaktu luang jika akhirnya menjadi rutinitas, maka si pehobi cenderung menjadi malas melakukannya.

2. Tambah terus pengetahuan Anda, bisa melalui kursus-kursus, seminar, atau pelatihan yang berhubungan dengan hobi Anda. Biasanya dalam kursus Anda akan mendapatkan semacam sertifikat yang nantinya bisa menaikkan prestise dan kepercayaan pelanggan, sehinggga meningkat daya jual hasil karya Anda.. Selain melalui kursus ada banyak cara yang lebih murah untuk menambah pengetahuan anda, dengan melalui buku, majalah, internet dan berbagai media informasi lainnya.

3. Belajar langsung dari orang–orang yang sudah ahli atau sudah sukses menjalankan hobi tersebut.. Beberapa hobi mempunyai perkumpulan untuk mewadahi orang-orang yang menggemari hobi yang sama. Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapat dengan mengikuti perkumpulan, antara lain : mendapatkan perkembangan terbaru serta informasi-informasi mengenai hobi Anda yang mungkin bisa dimanfaatkan dalam mencari peluang, meningkatkan peluang mendapatkan calon pelanggan, memperoleh promosi gratis untuk usaha Anda, memperluas network.

4. Tawarkan hasil karya Anda dari satu toko ke toko lain, dari satu orang ke orang lain. Tentu saja, anda diharapkan tak mudah patah semangat jika produk yang anda tawarkan di tolak. dan juga, jangan malu. Dari pengalaman diketahui, orang-orang terdekat bisa menjadi konsumen awal. Cara ini, juga bisa membantu mengatasi kesulitan modal keuangan, karena mereka bisa diminta membayar dimuka, sebelum barang dibuat atau diantarkan

Pada akhirnya semua kembali kepada pilihan kita masing-masing, sebab tidak semua orang beruntung memiliki hobi, atau memiliki hobi yang berpotensi menghasilkan uang. Banyak orang yang tertunda membuka usaha sebab masih bingung menentukan bidang usaha yang diminati. Tetapi bukan berarti jika tidak mempunyai hobi, kemudian tertutup kemungkinan membuka usaha, sebab banyak sumber ide bisnis lainnya yang bisa Anda lakukan.

Kuncinya adalah apapun yang Anda pilih, cintailah! Dengan melakukan pekerjaan yang dicintai, Anda seperti mempunyai layaknya hobi. Sebaliknya banyak juga orang yang sudah memiliki hobi, namun belum berminat mengubahnya menjadi bisnis yang menghasilkan uang

 

Who are we?

Filed under: About Us (the 5 excellent students),Uncategorized — 5excellent @ 12:52 pm

Hai semua!!!!!!!!!!!!

Apa kabar??? Baik2 toh… mudah2na masih baik untuk membaca blog terbaru super duper keren paling ngetop sedunia… dijamin yang baca bakal makin penasaran, ketagihan, dan tak tertahan (???)

Pertama-tama dan yang paling utama, ijinkan kami dengan rendah hati untuk memperkenalkan diri.

Ehem..uhuk..hiuk..cuih.. ah! Lebai! Kami adalah sekumpulan mahasiswa Teknik Industri Univeristas Indonesia keren, oke, dan narsis yang menjuluki diri sebagai 5 Excellent. Yeah… itu nama kami!

Kenapa sih namanya 5 Excellent?? Kok berat banget kedengerannya?? Mungkin dua pertanyaan ini yang terngiang di benak para pembaca. Begini nih ceritanya:

Konon di sebuah desa intelek bernama UI Depok, hiduplah 5 ekor … eh 5 orang… yang punya cita-cita tinggi yaitu ingin sukses. Tetapi, mereka masih bingung apa yang sebetulnya mereka harus lakukan untuk mencapainya. Tiba-tiba,salah satu dari 5 ekor manusia itu mendapat pencerahan dari sebuah quotr berbunyi : “Strive for excellence, not perfection.”

Tiba2…. CRINGGGG!!!!!!!!!!

Ilham pun tercipta karena timbul sebuah kesadaran bahwa tidak ada yang namanya sesuatu yang sempurna, tapi sesuatu yang terbaik itu ada, dan tentunya dapat diperjuangkan. Akhirnya, tercetuslah nama indah, megah nan keren serta gegap gempita hingga seluruh negeri bergemuruh (semakin lebai!)

Oke… stop dongengnya!

Sekarang kami akan menceritakan apa sih isi blog ini??

Blog ini ingin menjadi wadah sharing hobi-hobi yang bermanfaat dan tentunya menghasilkan uang loh…

Jadi buat lo-lo semua yang punya hobi yang keren dan pengen tau cara dapet duit.. Sharing sini aja ya..

Otrehh,, selamat selancar..

 

 
Design a site like this with WordPress.com
Get started