Tuhan dalam Kekosongan : Fisika, Ruh dan Percakapan Tengah Malam

14 07 2025

“Dan pada akhirnya, bukan jawaban yang membuat tenang… tapi percakapan.”

Di antara gelas kopi pahit tanpa gula dan asap rokok yang menggantung pelan di udara malam, sebuah obrolan mengalir, dia hadir dari kegundahan pencarian, sebuah dialog yang menelusuri antara logika, sains, dan ruang tak terlihat bernama kesadaran.

Kita mulai dari sesuatu yang sangat kecil—atom. Setiap benda, termasuk tangan yang menulis ini dan mata yang membaca ini, tersusun dari atom. Tapi jika dibedah secara ilmiah, atom itu mayoritas terdiri dari ruang kosong. Elektron yang mengelilingi inti atom tidak benar-benar berada di satu titik, melainkan melayang dalam probabilitas kuantum.

Jadi… segala yang tampak padat, sesungguhnya kosong. Dan yang kosong… bukan berarti tidak ada.

Mereka tetap percaya pada sesuatu yang tak bisa dibuktikan secara total. Mereka percaya pada ruang kosong, pada elektron yang tak terlihat, pada gaya gravitasi yang tidak kasat mata. Terkadang menafikan Tuhan dengan alasan tak terdeteksi indra ataupun alat2, namun dalam praktik sainsnya, mereka justru ‘dipaksa’ mengimani realitas yang tak terlihat, medan kuantum, energi gelap, materi tak terdeteksi.

“Yang kosong belum tentu tidak ada. Kadang, yang kosong justru sedang menunggu untuk diisi oleh kesadaran.”

Begitu juga dengan Tuhan. Tidak terlihat, tidak bisa disimulasikan, tidak bisa diukur. Tapi justru dari yang tidak bisa ditangkap pancaindra itulah semua realitas bermula. Seperti elektron yang tak terlihat namun membentuk segala materi, Tuhan pun tak terlihat namun menjadi asal segala eksistensi.

“Ketika Rasionalisme Diam-diam Beriman.”

Ilmuwan modern tahu ini. Ya, bahkan para rasionalis dan ilmuwan pun harus tunduk pada misteri, jika Tan Malaka menyebutnya dengan logika mistika.

Para imuwan dan para rasionalis mereka tetap menikah, atau berpasangan.. meski menganggap cinta adalah ilusi kimia. Mereka tetap berbuat baik.. meski moralitas tak bisa didefinisikan mutlak.

Mereka tetap percaya pada sesuatu yang tak bisa dibuktikan secara total.

Itu bentuk iman—bukan dalam bentuk dogma, tapi iman dalam pengakuan bahwa tidak semua bisa dijelaskan.

Maka pencarian Tuhan bisa dimulai bukan dari langit, tapi dari kopi pahit dan asap rokok yang mengepul, kesadaran yang terus bertanya, dan kekosongan yang tidak kosong.

Karena kadang…“Yang paling nyata, justru tak butuh bentuk.”

Mustahilnya Keberadaan dari Nihil Sejati”

Pertanyaan yang sering diajukan para pencari makna adalah: “Apakah semesta ini benar-benar bisa muncul dari ketiadaan?” Jawaban paling masuk akal dari sisi logika dan filsafat adalah: sangat mustahil.

Ketiadaan sejati bukan sekadar ‘ruang kosong’ atau ‘energi nol’. Itu adalah keadaan di mana tidak ada apa-apa sama sekali — tidak ada ruang, tidak ada waktu, tidak ada hukum, tidak ada potensi, tidak ada sebab, tidak ada bahkan konsep “ada” itu sendiri. Dalam kondisi seperti ini, tidak mungkin muncul apa-apa.

Karena segala “kemunculan” butuh sebab, dan nihil sejati tidak mengandung sebab, maka tidak ada alasan apapun mengapa sesuatu bisa tiba-tiba eksis dari ketiadaan murni. Filsuf klasik menyimpulkan ini dalam kalimat ringkas:

“Ex nihilo nihil fit.” – Dari ketiadaan, tak akan muncul apa-apa.

Namun dalam fisika modern, ketika ilmuwan bicara tentang “nothing”, yang mereka maksud bukan nihil sejati, melainkan vakum kuantum: ruang hampa yang masih punya struktur, hukum fisika, dan fluktuasi energi. Artinya, itu sudah “sesuatu” — bukan murni kosong.

Dan di sinilah letak celahnya: jika bahkan “ketiadaan” dalam fisika masih punya hukum, dari mana asal hukum itu? Siapa yang menanamkan potensi dalam kekosongan itu?

Filsafat metafisika menjawab: pasti ada sesuatu yang tidak berasal dari apapun — yang sudah ada sejak awal. Suatu entitas yang tidak diciptakan, tidak tergantung hukum, dan menjadi penyebab dari segala sebab. Inilah yang dalam spiritualitas kita kenal sebagai Tuhan, atau dalam bahasa logika disebut Kausa Prima.

“Dari ketiadaan sejati tak mungkin lahir apa-apa. Maka, keberadaan pertama pasti berasal dari sesuatu yang tak pernah tidak ada.”

Inilah titik temu antara sains, filsafat, dan iman. Ketika segala penjelasan berhenti di batas logika, kesadaran menoleh kepada yang Maha Awal.

Yang terakhir … (jika kita mengikuti waktu linear 😊)
Alam semesta ini adalah kitab terbuka. Dari susunan atom hingga susunan galaksi, semua menyimpan tanda-tanda.

“Kami akan perlihatkan kepada mereka tanda-tanda (keberadaan Kami) di segenap penjuru alam dan pada diri mereka sendiri, hingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu benar.” (QS. Fussilat: 53)

Salam

dari gelas enamel yang berkerak, asbak dan kepulan asap tembakau diantara dua tarikan nafas

Toekang Mlakoe – Demang





I’m Back Fellas!!! heuheuheu

11 10 2023

Salamalaikum Kawan!! saya kembali!! (emang ada yang nyariin?) haha ya walopun gak ada yg mengharapkan saya kembali juga pokoknya saya balik lagi haha.
kalo di cek postingan terakhir sih tahun 2017, setelah bertahun2 ‘nggambleh”, waktu itu jaman2 nukerin viewers sama dollar hahahay, ya kadang nuker idealisme juga sih demi nambah saldo paypal hahaha.
Setidaknya 6 tahun loh tapa brata di antah berantah, 6 tahun itu kalo bocah udah sekolah taman nakkanak loh! kalo angsuran motor udah lunas (kalo bayar sih wwkwk)

ahhhh akhirnya saya kembali mengharu biru blantika blog yang sekarang sudah tak seperti dulu, sedikit terasing oleh perkembangan zaman, tergusur media visual yang lain lagi ,dan lebih mudah di cerna.. (walopun banyak juga yang absurd wkwk) tenang aja walaupun blog ini gak ada viewersnya tapi juga gak ada manfaatnya hahahay

hehe setidaknya pastinya akan lebih relax tanpa pressure dan deadline, dan lebih bisa menyuarakan apa yang ingin ditulis, dan menulis apa yang ingin disuarakan.

oke untuk start poin ini dulu, semoga saya gak malas lagi untuk posting walaupun tidak berguna hahay

selamat apa aja, semoga semua berbahagia
Wassalam!!








Kreatif Gaess, Memaksimalkan Potensi dan Kesempatan Taxi Online

10 08 2017

Gaess, dijaman asik ini kita harus pinter2 kreatif, tidak bisa dipungkiri how to survive adalah sesuatu yang wajib hukumnya yg harus kita lakukan sehari hari, kalo orang jawa bilang “sing penting kendile ora nggoling” yang artinya ‘kendil (yang berfungsi tempat memasak makanan yang diartikan kecukupan makanan) tidak nggoling atau terjatuh yg maknanya bangkrut, gulung tikar, pailit.

Ras paling lemah adalah manusia yang menyerah terhadap keadaan, tidak menggunakan kreatifitas yg merupaken output dari akal yg dianugrahkan Arrohman kepada kita. Read the rest of this entry »





DIY alat pengaman Mobil yang murah

8 08 2017

Gaesssss, berhubung kudu suting sinetron striping “anak sangit” jd jarang pernah posting hehe. Eh gaess, buat sampean nih yg punya gerobak atau yg lagi berencana juga boleh, Ada tips nih buat menangkal pencury mobil, trik in saya ambil dari akun FB om Damar, beliaw adalah seorang builder terkemuka, tipsnya lumayan ampuh untuk menangkal pencury Mobil, dan yang pasti murah, juga mudah membuatnya.

nah wujudnya seperti ini… mungkin anda bertanya2 gimana ini fungsinya? trus di pasang untuk sebelah mana?

Nah untuk lebih jelasnya proses pembuatannya berikut ini:

Read the rest of this entry »





Kustomfest Reborn Legend (3)

11 10 2016

nah kalo dua postingan sebelumnya adalah tentang motor, nah sekarang untuk four wheels, yang pastinya gahar gaess…..

monggo gaess silahkan ngilerrr hehehe

dsc_0016

dsc_0017

Read the rest of this entry »








Design a site like this with WordPress.com
Get started