Tak seorangpun tau rencanaku untuk merayakan ulang tahun kali ini. Beberapa teman berfikir aku kan pulang ke rumah merayakan bersama keluarga, karena tahun ini ultahku bertepatan dengan libur panjang dan mereka melihat aku memesan tiket ke Jogja. Beberapa teman dan sahabat di Jogja merencanakan membuat kejutan buatku, namun akhirnya terpaksa gagal.
Perjalanan itu dimulai hari Kamis pagi, 21 September 2017. Hari itu, setelah sholat subuh, pagi-pagi buta aku berangkat ke Stasiun Bojong Gede. Setibanya di sana, kereta jurusan Kota pun sudah tersedia di peron. Pagi itu, kereta tidak terisi penuh, karena bertepatan dengan hari libur. Sehingga aku pun bisa duduk dengan nyaman tanpa desak-desakan. Menempuh perjalanan sekitar 90 menit, sampailah aku di Stasiun Gondangdia. Kemudian lanjut menggunakan bajaj untuk nyambung ke stasiun Gambir. Di sana, berjibun orang menunggu kereta yang akan membawa mereka menuju tempat tujuan masing-masing.
Sore itu tiba-tiba mata ini tertuju sama 1 buah buku yang masih tersimpan rapi di samping tempat tidurku. Entah kenapa tiba-tiba tertarik untuk membuka plastiknya, hanya gara-gara melihat angka 23 di judul buku tersebut. “23 Episentrum” karya Adenita, kado manis dari seorang sahabat yang mati-matian membujukku untuk membacanya. Yang merekomendasikan buku tersebut untuk aku baca saat ini. Sudah 2 bulan buku itu ada di kamarku tanpa aku sentuh. Membuka plastik yang membungkusnya saja malas, apalagi membacanya. Namun entah kenapa, kemarin sore mata ini tertarik untuk membacanya.