f a t h y a


Decision#1

OUT                                                      IN

lazy                                                        save the earth

rude                                                      learn YOUR subject

Fat                                                          the sims 2 (?)


bwah..

I think I’m falling in love

for the first time.

no, it isn’t monkey thing!

no it isn’t!!

I told you, it’s a real love!

I’ve never felt this feeling before, and, I feel so terribly sick if I don’t hear his voice even only for one day!

Ah-My-Gosh!


Allphaville!

hahahaha, awalnya geli untuk mengakui, tapi band (ntah band atau apa) yang ngetren tahun 80an (i’m not sure, I guess) itu mulai menguasai pikiranku dengan nyanyian-nyanyiannya.

Awalnya aku cuma denger Forever Young, tapi aku paling suka The Jet Set…

we are the jet set, society

we are the jet set, and that means liberty liberty

the jet set, society

we are the jet set set

we are the jet set set society!

hoooo!


diet progress 3#

hiyaaaaaaaaaaa.. turun 2kg dooonnggg dalam nyaris 2 minggu !

yah, mengingat betapa malangnya nasibku naik 6kg selama di asrama *glek*

ayo siapa bilang gw ga bisa diet? 😀 😀


sukses!

yeah, sukses dong sampe ke Jakarta dari Sorowako.

untung aja gw ketemu kakak kelas gw, Ishak, di cassa menuju Makasar, n kebetulan flight gw k Jakarta sama.

jadi kita check-in barengan suapay seat nya sebelahan 😀

jauh lebih keren dari pada duduk bareng om-om hahahaha.

kita agak konyol juga sih, karena ngira pesawat kita itu menuju Semarang sangking terburu-burunya 😀

sampe gw nahan malu nanya mbak2 di sebelah gw, “mbak, ini beneran pesawat ke Jakarta kan?” hihihihi.

makasih ya kak! 🙂


oi

00.28

sumpah gw ngantuk tapi beneran ga bisa tidur 😦 😦 😦


bye-bye Sorowako

Sekarang gw nulis ngendap2, jam setengah 12 malam, kurang lebih.

Padahal besok gw kudu bangun jam 4.30, pergi kembali ke Jakarta untuk mengenyam pendidikan yang off selama nyaris 3 minggu 😀

liburan di Sorowako? jelas menyenangkan! gw tepat janji! gw tidur ampe siang, makan, makan, makan, dari buah2an dengan niat pengen diet sampe pasta dengan 2000 kalori per-porsi! ahahahhaa.. alhasil? ini membuktikan liburan yang diisi dngn malas2an sangat memuaskan! 😀

btw dengan hasrat seperti pada jaman kelas 3 SMP (saat yang sebenernya ga bole ol, tapi nyaris tiap tengah malam ngendap2 k ruang nonton, ol di lappy ataupun blackberry) sekarang seperti sedang reunian dengan nuansa rumah yg remang2 dan sunyi, cuma dengerin suara ombak danau berkejaran. hmm… nuansa menenangkan hati sekaligus tegang kedapetan ol yang sangat gw rindukan, dan tentunya ga akan gw dapat di Jakarta, Tangerang, Bekasi, tempat gw biasa bolak balik tiap minggunya.

btw gw ol karena salah satu tmn dengan ketawanya yang nyebelin (yang selalu di ketik dengan jelas “hahahaha”—gw langsung ngebayangin kalo nih orang ketawa secara langsung di kuping gw, pasti gw langsung panas sangking sebelnya sama ni orang) nge-sms suruh liat blog, tapi ga terjadi apa2 dengan comment blog ini. ga bertambah. heran deh itu makhluk ngerjain aja jam segini. Tapi gapapa, gw ga kesel, seru juga oi ngendap2 ol! 😀

Anyway, besok adalah hari besar bagi gw, Fathya Asti Ramadina! Tanya kenapa? karena, besok adalah kali pertama bagi Fathya Asti Ramadina untuk PERGI LINTAS PULAU SENDIRI!! hahaha, betapa mengerikannya bukan?!

yang bikin gw deg2an adalah…………….saat transit! besok hari minggu, dan kata nyokap gw si om aziz/iriyansyah (yang biasa ngurusin tiket-boarding pass dan bagasi orang2 yang membutuhkan dari flight cassa INCO) ga masuk, jadi besok menjadi semacam nightmare, gw ga tau mau minta tolong siapa, cuma bisa mengandalkan diri gw sendiri, dan seorang portir. Nyokap gw bilang gw cukup bayar 20.000, tapi kalo dy besok bisa bantu gw MENGATASI RASA TAKUT GW, dengan ngurusin boarding pass, bagasi, dan airport tag, gw mngkn bisa nambahin tip-nya! karena mungkin besok, seorang portir yang mungkin sebelumnya ga gw perhatikan, akan menjadi semacam malaikat, tak memiliki lingkaran bersinar di atas kepala, tak rupawan, tak bersayap, tak cemerlang! hahahaha..huwaaaaaa.. sumpah gw takut banget ampe ngelantur gini.

gw sedang di serang penyakit akut gw yang susah di sembuhkan. mungkin AI2CTCMIAWT disease. (Afraid-If-I-Can’t-Take-Care-of-Myself-In-Airport-While-Transite). ngayal? ga deeeeh, kalo gw kelak jadi scientist akan ada nama penyakit keren ini.

ini adalah penyakit ketakutan yang kurang beralasan dan sedikit lebay. Nizma bersikeras meng-klaim gw lebay, Wina bilang gw lebay, Livi juga! Nyaris temen2 asrama gw yakin gw lebay, tadinya gw nganggep biasa aja tapi sekarang gw PANIK. gw panik karena gw lebay.

ok, gw panik di jam 23.54 malam. Kedengarannya amat sangat sangat konyol.

gw bahkan minta nyokap gw supaya tidur sama gw (memalukan sekali tapi biarlah, gw memang suka dikelonin nyokap gw, secara gitulooooooooooh gw sejak kelas 1 SMA, 15 tahun 5 bulan, hidup jauh dari orang tua, kapan lagi coba?), gw sempat nyaris nangis menghadapi esok hari. tapi nyokap gw yang baik hati, tertawa kecil sambil menenangkan hati gw, di kegelapan kamar sekitar kurang dari sejam yang lalu, tidur di sebelah gw sambil tersenyum.

btw inilah 1 hal yang gw pelajari dari hidup berasrama. mungkin benar kalau hidup berasrama bikin lo lebih mandiri, bisa segalanya sendiri, bla bla bla, tapi kayaknya itu ga terjadi pada gw!

gw mulai bertanya-tanya apakah ini sindrom ke 2 setelah sindrom mandiri, tapi gw berpendapat bahwa gw abnormal. Nah, sekarang tulisan gw makin malam makin ga waras. gw memprediksikan seminggu ke depan gw malu baca hasil karya gw yang di buat di tengah rasa takut ini.

oh my God, kenapa juga makin out of topic? ok, gw cuma bisa bilang gw bakal rindu Sorowako, mengingat gw ga yakin libur kenaikan kelas gw akan ke Sorowako (ortu gw memilih ke kota). Mungkin 8 bulan atau 1 tahun lagi gw baru ‘pulang’ kesini. 😦 banyak kenangan 5,5 tahun gw disini, dan gw benci perasaan hampa yang menimpa gw saat gw ngerasa kalo segala hal yang gw rindukan emang beneran cuma kenangan.. Damn.

Sorowako, you are a SMALL ugly city with good views, but you have a HUGE place in my heart. huhuhu.. I also will miss my house.

sejak di asrama, gw makin menghargai yang namanya ‘rumah’ secara sifat, bukan sebagai benda, dan gw betah aja 4 hari ga keluar rumah, ga ketemu sinar matahari langsung. Iya, memang ini rumah perusahaan, tapi gw lebih nganggep ini ‘rumah’ gw ketimbang rumah ‘asli’ gw di Bandung.

aik? aik? aik? gw makin sedih.

jam 00.12 pagi. MONYOOOOOOOOOOOOOOOOOONG. oi, lo kapan tidur?


Kak Tina

 

I hate my house servant. I hate ‘Kak Tina’. Althought I know she’s older than my dad, I still call her Kak Tina. We had argue almost everyday, she seemed hypocrite—that’s why I hate her. I did’nt talk to her. I only looking for her if her works is unwell. She always forget where she put my stuff or if she haven’t put my shirts on the cupboard.

 She complained about her headache that happened continue. When she checked her problem to a doctor in here, the doctor said there’s nothing wrong with her. Maybe it’s only because her ayes getting minus.

On day on March, she asked my mom to stay for awhile in Makasar, with her family. Because she was getting forget anything. My mom let her.

2 weeks later, her family told my mom if she had tumour in further stage. we were surpriced. How bad that was. Her family asked my mom to let her not to work in here anymore, but kak Tina still wanted to go back to our house. We’ll accept her.

My mom told me about her in past few months. She said that if kak Tina forget about my mom, go upstairs and woke her up, and ask my mom “who are you?’

but my mom told me, in Makasar, when my mom phoned her, she were asking about me, thought she probably forget my brother, and she could also forget my mom.

my mom said maybe that’s because I always mad to her.

1 week later, she fell down. In the bathroom. She get hit in the back of her head. She didn’t wake up.

She died.

On April, I visited her family in Tana Toraja. Where she has already passed away for 2 weeks, and I still saw her dead body half-meter far from me. I couldn’t make it to she her. She’s white, cold, and pale. I couldn’t make it to see a dead person.

Dearest Kak Tina,

I know I hated you. I know how much I always want my mom to replace you with another house servant. I know you had cry once, in front of me, saying how much you fell sorry why I hate you so much, and told me you’ve got no main family left, and you only have me and my family as your family.

I’m not going to tell that I love you, but I do feel lost somebody, and that feeling dead wrong if you think I don’t miss you. but I really sorry didn’t act nice to you, even in your last time saw me. I’m sorry didn’t treat you nicely. For real. You are part of this family. Hope you’ll rest in peace…


sweet small city, Sorowako

sorowako #1

sorowako #1

Sorowako is a ‘mining town’. Where does PT. INCO’s biggest activities occur in this city. People who works in this nickel-seeking-company stays here, or even lives here.

Sorowako is 600 kilometers far from Makassar, the capital city of the province. It takes 12 hours through land route, and almost 2 hours by cassa. Sorowako is sorounded by jungle, trees. It’s spot next beside Matano Lake, one of the deepest lakes in the world. It’s an ancient lake.

But, Sorowako is a modern small city which is in the middle of the town. For real.

But whatever, the view is so awesome in here. My house is exactly spoted besides the lake, and we have a small quay. In the middle of the day, you can clearly hear the sound of many different insects near of your house, they are talking or shouting. At night, you can hear the wave of the lake, if it’s kinda windy, I can hear that from my own bedroom, how nice!

 

sorowako #2

sorowako #2

 

sorowako #3

sorowako #3

 

sorowako #4

sorowako #4

sorowako #5

sorowako #5

sorowako #6

sorowako #6

who wants to go here?

Daddy, Me, and Mouth

Aku kerap kali dengar istilah bahwa “anak perempuan cenderung lebih dekat ke ayahnya”. Tapi rasanya hal itu tidak berlaku pada diriku. Aku bahkan tidak sanggup menghabiskan waktu lebih dari 2 jam di dekat dirinya, karena kami selalu meributkan banyak hal.

Bahkan di dekatnya pun aku sering memilih untuk diam.

Oke, mungkin karena tabiatku yang keras kepala dan ayahku yang ‘tidak-ingin-dibantah-omongannya’.

Nah, pagi 28/12/2008, di mulai dengan kedua orang tuaku ingin mengajakku makan siang di suatu restoran di pinggir pantai. Setengah sadar di tempat tidur (aku masih tidur) mamaku membujuk dengan mengatakan, “kita rayain Thya liburan di Sorowako”, lalu papa, “Kamu yang bawa mobil, nak. Mau kan?”

Oke, masa perayaan liburan baru 9 hari setelah di Sorowako? Lagi pula 3 hari lalu papa bilang aku tidak mungkin diizinkan bawa mobil keluar Sorowako mengingat aku sudah setengah tahun tidak mengendarai kendaraan, pasti canggung sekali, sementara restoran itu 1 jam jauhnya dari Sorowako dan jalanan melalui bukit dan pinggir jurang. Apapun bujukannya, aku memilih melanjutkan tidurku.

Lalu jam 11 siang, aku bangun tanpa ba-bi-bu langsung buka e-mail. Lalu ayahku datang menghampiriku dari ruang kerjanya dan bilang,

“Kamu apa nggak tahu gimana perasaan papa, Thya?” sambil memegang dadanya. “Liburan puasa lalu, papa kesana sama keluarga teman papa, anak-anaknya ada 3. Kita makan disana, anak-anaknya senang sekali. papa sedih karena anak papa nggak ada. Sekarang giliran anak papa ada, anak papa ga mau pergi kesana.” Aku terdiam. “Kamu kalau sayang sama papa kamu pasti mau kita makan2 kesana.”

DAMN. Akhirnya aku menyerah. Kami sekeluarga kesana.

FYI, Sulsel tempat aku tinggal adalah pedalaman, dimana orang2nya masih tinggal dengan rumah papan, dipinggir hutan dan berjarak cukup jauh dari 1 rumah ke rumah lain. Disitu tinggal orang2 asli sini, yang mungkin berkebun untuk menghidupi diri.

Di sepanjang perjalanan kami ngobrol berdebat banyak hal. “Lihatlah itu nak. Rumah-rumah mereka kayak apa. Itu baru hidup yang sesungguhnya.”

Hidup yang sesungguhnya? Oh My God, papa kira orang-orang kaya itu tidak menjalani hidup yang sesungguhnya? Memangnya mereka kaya, dengan berak emas apa? Mereka pasti usaha banting tulang pake otak dan berkorban emosi, supaya menjadi kaya! Itu baru hidup yang sesungguhnya. Itulah yang aku pikirkan. Tapi apa daya aku cuma diam.

Lalu saat pulang, ia menceramahiku tentang bagaimana sebaiknya menjadi anak yang memuaskan hati orang tuanya. Bla bla bla. Bagaimana dia menilaiku melihat tingkahku sehari-hari.

Padahal sehari-hariku di asrama tidaklah buruk. Coba saja ia tahu itu. Lalu ia bilang bagaimana ia tidak percaya padaku, aku sudah mendengarnya sejak kelas 1 SMP, dan aku yakin 50% masalahnya adalah bahwa ayahku over protective, dan 50% lagi bahwa memang aku bandel.

aku MEMANG ber-aplikasi anak laki-laki tapi ber-casing remaja cewek. Dan aku bangga akan hal itu!

Terserah papa mau bilang apa, Aku akan melakukan segala hal dengan caraku, papa.

Semoga papa baca ini..

Semoga saja tidak!


Design a site like this with WordPress.com
Get started