Postingan Terakhir

Gak pernah kebayang kalo gua bisa ngeblog sampe sejauh ini. Dari yang awalnya cuma ngikutin Raditya Dika, sekarang ngeblog jadi seperti kebutuhan baru buat gua. Keseruannya kadang bikin gua lupa sama masalah-masalah di dunia nyata. Dan manfaatnya gak cuma berlaku di dunia maya.

Lewat blog ini, gua lari dari kenyataan yang meresahkan. Berkat blog ini, gua dapet banyak temen baru yang asik dan keren-keren. Dan berkat blog ini juga gua berkesempatan bekerja di perusahaan Singapura sebagai content creator.

Manfaat dan kenangannya udah banyak, tapi keputusan gua buat mengakhiri blog ini udah bulat. Seperti judul yang kalian baca, ini akan jadi postingan terakhir di blog ini. Dan semoga kalian gak rindu. Karena kata Dilan, rindu itu berat. Kamu gak akan kuat.

Gua gak memutuskan ide ini begitu aja, beberapa hal sempat jadi bahan pertimbangan juga, tapi hasilnya gua tetep harus menutup blog ini dengan alasan sebagai berikut:

1. Banyak dirty jokes

Dirty-jokes adalah komedi yang tersusun dari kata-kata kotor, atau istilah Stand Up Comedy-nya: blue material.

Pembaca baru blog ini mungkin gak nemuin di mana letak dirty-jokes yang gua maksud, karena memang belakangan ini gua sengaja gak memasukan itu lagi ke postingan-postingan gua. Gua cuma gak mau blog ini di-boycott Habib Rizieq.

Gua sendiri gak ngerti kenapa dulu seneng banget menyisipkan konten seperti itu di blog ini, padahal mah gua anaknya alim banget. Gua gak pernah sholat Jum’at di hari Minggu. Apalagi nambahin sholat Maghrib jadi 7 rakaat. Gak pernah!

2. Banyak cerita mantan

Bukan takut gagal move on atau tiba-tiba galau keinget mantan, alasan gua meniadakan postingan soal mantan adalah karena gua mau coba menjaga perasaan calon jodoh gua kelak. Mungkin ini terdengar ‘apa banget’, tapi gua cuma gak mau suatu saat dia baca postingan-postingan soal mantan itu dan merasa cemburu atau sakit hati.

Betul setiap orang punya masa lalu yang harus diterima dan dimaklumi, tapi bagi gua orang lain gak perlu menanggung beban perasaan atas apa yang gua lakukan di masa lalu. Gua tau banget rasanya. Enggak enak.

3. Pengen mulai sesuatu yang baru

Gua termasuk orang yang gampang ‘gerah’ ketika terperangkap pada zona nyaman. Pertama kali kerja, gua cuma tahan 8 bulan. Bukan karena sistem dan orang-orangnya gak enak, melainkan karena gua selalu pengen pengalaman baru. Berada di suatu tempat terlalu lama tanpa ilmu baru serasa seperti membuang waktu gua dengan percuma.

Di tempat kerja kedua, gua bertahan sampe 1 tahun. Lagi-lagi bukan karena sistem dan orang-orangnya. Cuma sayang aja kalo buru-buru keluar, gajinya gede men! Bwehehe…

Sama seperti 2 hal di atas, gua mulai gerah dengan blog ini. Malah blog ini telah menjelma jadi zona paling nyaman yang gua tempati. Apapun gua curahkan di sini. Cerita tentang uji nyali di TPU Jeruk Purut, bikin surat terbuka buat mantan, galau menghadapi cewek, dan masih banyak lagi.

Gua merasa udah waktunya untuk memulai sesuatu yang baru. Dan anggap aja ini kayak buku lama yang ceritanya udah tamat. Gua akan menuliskan cerita baru tentang hidup yang baru. Yang semoga lebih baik dari sebelumnya.

Terima kasih buat temen-temen yang selama ini udah mampir di tirsme.com, baik yang sengaja maupun yang dipaksa. Baik yang silent reader, maupun yang ngasih komentar. Baik yang komentarnya bener, maupun yang asal-asalan.

Makasih juga buat yang udah follow blog ini. Ya meskipun tujuannya gak ada yang tau, entah emang suka atau cuma karena kasihan, seenggaknya itu udah bikin gua seneng.

Pokoknya makasih buat siapapun yang berhubungan dengan perkembangan blog tirsme.com. KALIAN JOSS!!!

Dengan senyum di wajah,
Admin Tirsme

5 Pekerjaan yang Bisa Dilakukan Dari Rumah

Di lingkungan gua, kerja itu identik dengan kantoran, atau paling enggak sesuatu yang dilakukan di luar rumah. Sehingga ketika gua sering kelihatan berkeliaran di jam-jam kerja-entah itu ke warung atau ke tukang laudry, tetangga-tetangga selalu menanyakan pertanyaan yang hampir bikin gua menyumbat kuping sendiri pake ulekan gado-gado.

“Enggak kerja, Ta?”

“Kerja di mana? Kok jam segini belom berangkat?”

“Mau kerja di rumah tante gak?”

Gua bosen, hampir tiap hari dijejali pertanyaan kayak gitu. Apa mereka pikir satu-satunya cara mencari uang adalah dengan pergi ke luar rumah?

Hey! Come on, guys! Masa hari gini kerja harus melulu ke luar rumah? Biar aja yang lain kerja di luar, gua kan masih bisa jaga lilinnya di rumah.

Continue reading “5 Pekerjaan yang Bisa Dilakukan Dari Rumah”

Tidur itu Tidak Sesederhana Memejamkan Mata

Akhir-akhir ini jam tidur gua gak beres. Gua yang tadinya memiliki jam tidur seperti manusia normal pada umumnya, kini malah jadi seperti Batman yang kebanyakan beraktifitas di malam hari. Gak tau pasti apa penyebabnya, tapi kalo diinget-inget ini terjadi sejak gua berhenti dari kerja kantoran.

Gua sempet berpikir akan jadi penerus Batman dan akan bermain di film Batman vs Angry Bird, tapi nyokap menyadarkan gua dengan mengatakan 2 hal: 1. Superhero itu biasanya ganteng 2. Itu hal wajar untuk seorang pengangguran.

Sejak saat itu gua gak pengen jadi Batman, tapi lebih pengen jadi anak tetangga.

Continue reading “Tidur itu Tidak Sesederhana Memejamkan Mata”

Si Culun Dari Goa Hantu

PRANG!!!

Sebuah gelas pecah menghantam dinding kamarku. Serpihannya berserakan di mana-mana. Yang paling besar menancap di kakiku. Kalau boleh jujur, aku menyesal. Aku gak tau kalau belingnya bakal nancep di kakiku. Ini sakit. Sakit banget!

Aku melemparnya karena ingin. Kupikir dengan begitu hatiku bisa lega. Kekesalanku pada dua orang itu bisa hilang. Sialnya, malah fisikku ikut terluka.

2 jam yang lalu, tepatnya pukul 8 malam, aku menyaksikan langsung adegan romantis seperti di film-film. Di mana pemerannya adalah Niko dan Vega, yang sekaligus sahabat dan pacarku sendiri.

Continue reading “Si Culun Dari Goa Hantu”

Melanjutkan Hidup dan Mengejar Mimpi

Setahun sudah gua menghabiskan waktu di Paktor sebagai copywriter dan admin sosmed. Terhitung sejak 1 Januari 2016, gua resmi memulai babak baru dalam hidup ini. Berhenti dari kerjaan kantoran dan mulai bekerja dari manapun gua suka.

Gua berterimakasih banget sama semua orang di Paktor. Dari mereka gua belajar banyak hal keren dan juga bermanfaat. Jay mengenalkan gua apa itu facebook ads, dan ngajarin bagaimana cara me-manage-nya. Vu dan Nina memberi gua pelajaran desain, terutama soal urusan branding. Lalu Ann membuka mata gua bahwa di Vietnam juga ada bidadari cantik macem dia, yang sekali diliat bawaannya langsung pengen menafkahi.

Itu sebagian contoh aja. Jelas gak bisa gua sebutin satu per satu jasa orang-orang keren di Paktor dalam kehidupan gua. Yang pasti, they are so inspiring!

Continue reading “Melanjutkan Hidup dan Mengejar Mimpi”