Hai… urusan dengan polisinya ternyata masih berlanjut sampai ke ujung liburan kami haha. Prague adalah destinasi terakhir liburan summer kami kemarin, dan kejadian ini tepat saat kami akan pulang lagi ke Belanda.
Di Prague itu kami menginap di apartement tetapi kami tidak menggunakan jasa parkir basement-nya karena harus bayar :p Jadi kami lebih memilih yang free saja, yaitu parkir di pinggir jalan. Legal kok dan tempatnya juga di samping apartement, jadi yowes lah. Main-main di Prague terbilang lancar meski muter kota dengan kondisi mobil penyok. Kami jalan-jalan sampai malam tetapi Alhamdulillah sampai apartement kami masih bisa mendapatkan parkir. Kami parkir di belakang satu mobil. Di depan mobil depan kami tidak ada lagi mobil lain karena sudah mendekati ke arah pertigaan lampu merah. Sat set… mobil kami terparkir rapi.
Esoknya adalah agenda kami pulang ke Belanda. Kami check-out hotel jam 10.30an. Kami bertemu security di meja resepsionis dan saling menyampaikan salam perpisahan. Kami pulang dengan riang karena akhirnya kami bisa melewati Jerman, Austria, Budapest, dan Prague. Namun… jreng…jreng.. ketika mesin mobil dinyalakan tiba-tiba pak suami menyadari… waduhhhh apaaaa iniiii! Secarik kertas tertempel di kaca mobil samping. Tulisannya berbahasa Prague. Buka-buka google translate….. eaaaa ini surat cinta dari polisi. Karena kami agak kesulitan merangkai kata-katanya akhirnya pak suami balik lagi ke meja resepsionis meminta bantuan maksudnya ini apa. Ternyata ya! Kami ditilang. Suami meminta saran kepada security yang tadi bertemu, “Lalu saya harus apa?”. Security itu bilang sebaiknya kamu ke kantor polisi saja, paling didenda sekian (dia menyebutkan angka) daripada nanti polisi sini menghubungi polisi internasional masalahnya malah makin panjang. Wew… ngeri amat ya ngedengernya, polisi internasional. Yowes akhirnya kami ke kantor polisi.
Sampai kantor polisi ternyata layanan tilang nya sudah tutup jam 10an. Kami diminta untuk kembali lagi besok. “Waduh, saya mau pulang ke Belanda ini, Pak. Kalau besok berarti saya harus menginap lagi”, kata pak suami ke polisi yang ada di sana. Susahnya juga, polisi di sana tidak bisa berbahasa Inggris jadi ya campur Bahasa isyarat komunikasinya. Beruntung di tengah kesulitan ada kemudahan… tiba-tiba datang seorang lelaki muda yang kena tilang juga, lucunya dia juga kena tilang di parkiran apartemen yang sama, dan masalahnya juga sama dengan kami, yaitu ditilang karena parkir terlalu dekat dengan lampu merah. Ternyata malam tadi ada polisi yang patroli dan beberapa mobil kena tilang dengan kasus yang sama.
Lelaki muda itu bisa berbahasa Inggris dan akhirnya jadi translator bagi pak suami dan polisi. Setelah dijelaskan akhirnya kami bisa diproses asal menunggu polisi yang tadi malam patroli. Awalnya lelaki muda itu yang diproses dan dia kena denda sejumlah sekian Koruna (mata uang Ceko). Selanjutnya pak suami yang diproses. Polisi bertanya SIM suami, setelah ditunjukkan lalu polisi bertanya, “Apakah kamu punya mata uang Ceko?”. Suami menjawab, “Ya, hanya sekian Koruna”. Tentu saja pertanyaan ini melalui lelaki muda itu yang diteruskan kepada suami dengan Bahasa Inggris. Polisi menimbang-nimbang… akhirnya dia bilang ke lelaki muda itu kurang lebih begini: Sampaikan kepada dia (pak suami) kalau dia (pak suami) tidak didenda tetapi hanya dicatat saja. F*ck! Lelaki muda itu merasa zonk karena dia sendiri kena denda hahaha… Pak suami kaget…. wiiii kok bisa? Lalu lelaki muda itu bilang, “Because, you are a nice guy!” HAHAHAHAHA. Entah bohong apa nggak itu lelaki muda tapi yaaaa Alhamdulillah… Lagi…. kali ini dibuktikan lagi, di tengah kesulitan ada kemudahan.
Selesai sudah lah urusan kami di Prague saat itu 🙂






