TRIZ Methodologi dalam perancangan dan pengembangan produk

8 02 2009

a.       Define.

Sistem dan permasalahan yang dipertanyakan didefinisikan dan diselidiki, dan kemudian memformulasikan Ideal Final Result (IFR) yang berdasarkan makna dari sebuah persamaan keidealan. Sebuah resource model dibentuk sebagai referensi selama proses disain.

b.      Model.

Sistem kemudian dimodelkan dengan menggunakan Function Modeling dan Substance Field Modeling. Hasil dari model tersebut digunakan untuk mengetahui bagaimana elemen dalam sistem tersebut berinteraksi untuk menghasilkan kontradiksi atau menetapkan hubungan tersebut.

c.       Abstract.

Mengubah output yang tidak dapat diselesaikan menjadi 2 buah prioritas yang dapat diselesaikan, hal tersebut dengan mengidentifikasi matriks kontradiksi.

d.      Solve.

Prinsip umum yang dihasilkan pada fase abstract dikombinasikan dengan fase model untuk menghasilkan solusi spesifik. Digunakan teknik dalam menseleksi konsep disain yang kemudian dioptimalkan dengan menggunakan berbagai cara.

e.       Implement.

Solusi yang dipilih dari fase solve diimplementasikan sehingga permasalahan tereliminasi atau penemuan baru dihasilkan, kemudian dampak yang dihasilkan dibandingkan dengan nilai yang diprediksi sebelumnya.

sumber: (Silverstein, DeCarlo dan Slocum, 2008).





Kontradiksi (trade-off)

8 02 2009

Langkah awal dalam upaya mendapatkan masalah nonroutine dan menemukan solusi yang terbaik adalah dengan menemukan kontradiksi di balik masalah tersebut karena di balik setiap permasalahan yang sulit terdapat kontradiksi. Oleh karena itu, dalam hal ini konsep kontradiksi sangatlah penting. Konsep kontradiksi sendiri dapat diartikan sebagai perubahan suatu fitur menjadi lebih buruk ketika berusaha memperbaiki fitur lain.

Beberapa contoh tradeoff :

a.       Produk menjadi lebih kuat (baik) tapi berat bertambah (buruk)

b.      Software lebih mudah digunakan (baik) tapi keragaman fiturnya berkurang (buruk)

Banyak masalah tradeoff yang diubah ke dalam kontradiksi inheren karena semakin rumit kontradiksi, semakin baik solusi yang akan diperoleh. Solusi kontradiksi inheren dapat menghilangkan masalah sekaligus memberikan banyak tambahan manfaat lain. Kontradiksi inheren adalah sesuatu yang memiliki dua sifat yang bertentangan. Kontradiksi inheren selalu ada di balik sebuah tradeoff, kadang-kadang terlihat dengan jelas kadang tersembunyi.





Kelembaman fisik (Physical Inertia)

8 02 2009

Physical inertia adalah usaha yang dibuat oleh sistem untuk memelihara stable state terhadap perubahan dalam sistem tersebut. Sistem inertia memberikan dampak negatif terhadap nonroutine nonroutine, kreatifitas dan inovasi, hal ini dikarenakan system biasanya menetralkan pencarian untuk solusi yang memungkinkan.





Definition of Inventive Problems

7 02 2009

Klu pake transtool arti dari kata diatas adalah menemukan masalah. benerkah itu maksudnya…
eits tunggu dulu… berhubung kita sedang diforum TRIZ so artinya mesti disesuaikan dalam konteks TRIZ.

Sebelumnya kita definikan dulu “problem”. menurut kamus bahasa kata “problem” diartikan sebagai “masalah”. dalam konteks kehidupan manusia “masalah” bermakna segala sesuatu yang menjadi penghalang demi tercapainya tujun. dalam konteks penelitian masalah dijadikan patokan dasar dalam melakukan penelitian atau rekayasa terhadap sistem. bedanya dalam konteks ini “masalah” tersebut dapat dalam didefinisikan secara jelas atau hanya abstrak.
Sesuai dengan konteks tersebut dalam TRIZ kata “masalah” diklasifikasikan atas:
1.Masalah yang biasa terjadi (routine)
Dikatakan routine jika dalam menyelesaikan masalah sudah diketahui apa saja langkah-langkah kritis yang akan dilakukan. contohnya “bagaimana menentukan rute terbaik dalam mengirimkan bahan makanan pada suatu daerah tertentu, permasalahan disini jelas yaitu rute yang tepat dan langkah kritisnya adalah penentuan rute yang ekonomis. Tipe masalah ini dapat diselesaikan diantaranya dengan menggunakan standarisasi atau proses-proses yang otomatis atau menggunakan metode seperti: matematika, marketing, dan desain.
2.Masalah yang tidak biasa terjadi (nonroutine).
Dikatakan nonroutine jika dalam menyelesaikan masalah tersebut, langkah-langkah kritisnya tidak diketahui.
nah dalam TRIZ tipe permasalahan nonroutine dapat kita sebut sebagai inventive problems.
TRIZ dapat dijadikan metode yang kemudian digunakan untuk mendefinisikan masalah-masalah teknis yang digunakan untuk memecahkan masalah yang kemungkinan langkah-langkah dalam penyelesaiannya tidak diketahui (nonroutine problems).





Definisi sederhana mengenai TRIZ

7 02 2009

Secara umum TRIZ merupakan  kombinasi dari beberapa disiplin ilmu pengetahuan yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari alam (biologi, fisika, kimia,dll), ilmu pengetahuan yang mempelajari kebiasaan dan kehidupan manusia dalam bermasyarakat (psikologi, sosiologi, dll), ilmu pengetahuan yang mempelajari objek buatan (teknik rekayasa, disain, root cause dll).

TRIZ  dapat juga diartikan pendekatan sistematik untuk memecahkan berbagai macam permaslahan secara kreatif.

berdasarkan rekayasa teknik TRIZ merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang berorientasi terhadap manusia berdasarkan metodologi sistematis terhadap menemukan penyelesaian permasalahan (inventive problem solving). Secara sederhana TRIZ berarti inventive problems, dan problem solving.

Inventive  problems, dimaksudkan pada permasalahan nonroutine yaitu:

  • Sering langkah tidak diketahui muncul dikarenakan keperluan kontradiksi untuk sistem.
  • Sering situasi yang diperlukan/diinginkan tidak diketahui dapat digantikan secara temporer oleh sebuah solusi ideal imajiner.

Problem  solving, dimaksudkan pada penyelesaian permasalahan nonroutine secara kreatif:

  • Biasanya solusi ideal dapat berdasarkan sumberdaya yang ada dalam lingkungan atau didalam teknik.
  • Biasanya solusi ideal dapat diproyeksikan dari trend yang diketahui terhadap evolusi teknis.




TRiZ . . .

4 02 2009

TRIZ adalah sebuah akronim berbahasa Rusia yaitu Teoriya Resheniya Izobretatelskikh Zadach yang dalam bahasa inggris berarti Theory of Inventive Problem Solving atau dalam bahasa Indonesia berarti Teori pemecahan masalah berdaya cipta.

Penemu TRIZ adalah Genrikh Altshuller.

Salah satu konsep TRIZ adalah “Someone somewhere has already solve a problem like yours” yaitu seseorang di suatu tempat telah memecahkan masalah seperti masalahmu.








Design a site like this with WordPress.com
Get started