Why they don’t see You

Ya Allah, mataku diberikan kenikmatan untuk melihat ayat-ayat-Mu di belahan bumi yang lain…
Bayangan muslim Sarajevo, muslim Maroko, muslim Afganistan dalam pengungsian,
Pertanyaan tentang Islam yang tak terbendung oleh para pemuda-pemudi pintar,
Profesor dan ilmuan pintar yang tak percaya dengan kekuasaan-Mu,
Semuanya membuatku ingin kembali untuk berkata,
Kembali untuk  berbuat sesuatu,
Kembali untuk menyebarkan seruan-Mu….
Kembali untuk menegakan Dien-Mu..Ada Ar-Rahman di sana,
Ada Al-‘Aliim di sana,Ada Al-Mushowwir di sana,Ada As-Salaam di sana,
Ada Al-Mutakkabbir di sana,Ada Ar-Rosyiid di sana,Ada nama-nama Mu, Ya Allah …..
Ada Sifat-Mu…..Ada Engkau Ya Allah,Tapi mengapa mereka tidak melihatnya…
Kenapa hati mereka tak melihat-Mu….Ya Fattaah,
Engkau Yang Maha Membukakan hati-hati manusia,
Bukakanlah pintu hidayah,
Ampunilah kami yang belum dapat berbuat apa-apa untuk saudara kami…
Padahal Rasul-Mu Muhammad, menyuruh kami untuk menyampaikan walaupun hanya dengan satu ayat….
Rasul-Mu Muhammad, menyuruh kami untuk meneruskan perjuangannya menyadarkan ummatnya…..
Saat ini dia pasti sedih bila mengetahui keadaan ummatnya…
Maafkan kami Ya Rasululluah..Ampuni kami Ya Allah..
Berikanlah kekuatan kepada para penerus risalah di muka bumi ini Ya Allah, di mana pun mereka berada…Amien….

15 Juni 2007 at 5:01 pm Tinggalkan komentar

Beautiful Paris, 23-27 July 2003

Kereta Thalys membawa kita menuju Paris kurang lebih 1,5 jam dari Brussels. Sesampainya di stasion, kami membeli kartu Paris visite untuk mendapatkan gratis naek metro, RER  (keduanya adalah sejenis kereta bawah tanah), dan bus selama 3 hari. Tak lupa pula mencari peta. Dari stasion kita menuju tempat penginapan International Youth Hostel, 6 Rue de Facounnier dengan taxi merci canggih yang dilengkapi sistem GPS. Kali ini dalam 1 kamar hanya kita berempat dan Alhamdulillah kamar mandinya juga di dalam. Kamar kami ada di lantai tiga sama seperti di Rotterdam yang tak ber-lift. Kita sudah cukup ditraining untuk mengangkat barang naik tangga yang tinggi-tinggi beronde-ronde. This time, tangganya meliuk-liuk dan miring….Subhanallah! Keletihan kita lenyap seketika ketika kita melihat pemandangan kota Paris yang sangat indah. Subhanallah… this is the most beautiful place that I have ever seen. Tak heran mengapa banyak turis datang ke kota ini. Kiri-kanan sungai Seine penuh dengan istana-istana seperti dalam dongeng dengan pasir putihnya menambah cantik kota Paris. (lebih…)

15 Juni 2007 at 4:58 pm 1 komentar

Brussels-Belgia, 22 July 2003

Penuh syukur Ya Allah, sampai saat ini kami masih diberikan keselamatan. Jika bukan dengan pertolongan dan rahmat-Mu, mungkin kita telah banyak menemukan kesulitan. Bayangkan saja, setelah minggu terakhir di Groningen kita tak tau akan ke mana yang jelas pesawat yang akan membawa kami pulang adalah dari Charles de Goulle Paris tanggal 27 Agustus 2003. Padahal pada musim summer, semua orang dari segala penjuru dunia berekreasi membuat penginapan-penginapan penuh dan harga-harga tiket naik. Alhamdulillah, Conner, pemuda Irish yang pandai berbahasa Prancis dapat membantu kita membookingkan hostel di Paris. Alhamdulillah, dalam tiga kali sms dengan Ayu, kita bisa bernaung di Amsterdam. Alhamdulillah, dengan gambling booking via internet kita menemukan hostel Stay Oke di Rotterdam. Alhamdulillah, hanya dengan satu kali menelepon di depan central station Rotterdam, kita mendapatkan penginapan murah di Brussels. Alhamdulillah, petugas stasion Rotterdam yang ramah dapat mencarikan tiket terusan murah Rotterdam-Brussel, Brussel Paris yang selalu full book dari hari ke hari. (lebih…)

15 Juni 2007 at 4:55 pm Tinggalkan komentar

Petualangan di Amsterdam & Rotterdam

Keesokan harinya kita meninggalkan asrama. Mulailah episode petualangan ke belahan bumi Allah yang lain…. Rombongan kami terpecah, Astri dan ibu Helia akan pulang terlebiih dahulu menuju Paris dan langsung ke Indonesia. Tinggallah 4 cewek jagoan (Maya, Shanti, Lanny dan Yuliana) yang siap berpetualang!   (lebih…)

15 Juni 2007 at 4:54 pm Tinggalkan komentar

The Second Week of Summer School on Biomedical Science and Technology

Kepergian kelompok Pediatrics dari asrama membawa suasana yang menyenangkan. Mereka telah menyelesaikan summer schoolnya. Alhamdulillah, tidak ada lagi party-party dan bau-bau aneh di lorong. Tapi mereka meninggalkan oleh-oleh sampah dan dapur yang kotor. Kali ini kita beraksi J ! Dalam beberapa jam saja dapur menjadi kinclong kembali. Itulah indahnya kebersamaan bersama gadis spanyol. Topik perkuliahan semakin seru saja dari hari ke hari, mulai dari bedah jantung sapi, masuk laboratorium animal experiment sampai kerja tim membuat suatu alat. Setiap kelompok terdiri dari mahasiswa teknik dan kedokteran (dokter). Kebetulan aku sekelompok dengan mahasiswa kedokteran tingkat 5 dari Irlandia. Subhanallah pintar sekali, namanya Furgus. You know what… setiap malamnya dia mabuk, datang selalu terlambat tapi kenapa di kepalanya selalu muncul ide-ide kreatif yang brilliant dengan gaya Rap-nya. Allahu ‘alam bishawwab… , malu aku jadinya.  (lebih…)

15 Juni 2007 at 4:51 pm Tinggalkan komentar

The First week of Summer School on Biomedical Science and Technology

Belajar di negeri orang ternyata tidak mudah. Minggu pertama rasanya berat sekali. Mungkin masih penyesuaian waktu dan jam biologis karena efek jet lag dan juga belajar untuk mengerti gaya hidup mereka. Hari pertama kita ditunjukkan jalan menuju tempat kuliah yaitu di “Academisch Ziekenhuis Groningen (University Hospital)”. Jarak dari asrama ke AZG kurang lebih 3 km kalau jalan kaki. Di sini orang jalan kaki seperti naek sepeda, orang naek sepeda seperti naek motor. So… we have to walk very quickly with a long pace jika kita gak mau ketinggalan. Hari kedua kita diajari naek bus ke kampus. Menunggu dan berhenti harus di halte. Bus akan datang sesuai jadwal yang ada di halte dan gak pake acara ngetem. Lucunya dengan jalan yang kecil ini, bus bisa ngebut dan berbelok 45 derajat padahal sopirnya terkadang ibu-ibu. Untuk hari selanjutnya kita dibebaskan dengan bermodalkan peta dan sebuah strippenkaart untuk beberapa kali naek bus. (lebih…)

15 Juni 2007 at 4:40 pm Tinggalkan komentar

Groningen – I am Comming !

Groningen, 6 July 2003

 “Groningen central station, Groningen central station….”, suara itu terdengar di ikuti dengan kata-kata lain yang tidak kumengerti. Kereta pun berhenti. Yap, angkat barang lagi!! Alhamdulillah banyak orang yang membantu, mereka bener-bener kuat!  “ Abis ini kita ke mana dan naek apa yah?” pada bertanya bingung sambil menggigil kedinginan. Meskipun katanya summer tapi menurut buku panduanku suhu tertinggi hanya berkisar 22 derajat celcius karena berangin. Entah berapa derajat celcius saat ini.  Tanpa berfikir panjang langsung saja kita mencari taxi karena gak mungkin mampu naek bus dengan bawaan koper-koper berat seperti ini. Di depan telah menanti sederetan merci dengan sopirnya yang memakai jas. Hehe cakep-cakep sekali taxi dan sopirnya yah! Ternyata memang mahasiswa-mahasiswa di sini giat sekali bekerja dan menghargai pekerjaannya, gak heran kalo sopirnya muda-muda.   Kota kecil ini sangat indah. Kebersihannya membuat hati terasa damai. Taman-taman ada di mana-mana. Terlihat orang tua berjalan kaki memegang tali yang diikatkan pada anjingnya, anak-anak berlari di taman dan orang-orang bersepeda. Subhanallah….   (lebih…)

15 Juni 2007 at 4:32 pm Tinggalkan komentar

Europe Trip 2003

Schipol Airport, Amsterdam 6 July 2003 

Semua tersenyum, aku tersenyum, Shanti, Lanny, Astri, Yuliana, ibu Helia sampai petugas-petugas imigrasi pun tersenyum menyambut kedatangan kita. Rasa takut hilang karena melihat kebaikan orang-orang di sini. “Where do you want to go and what are you going to do in Netherlands miss?” kata petugas imigrasi padaku. “To Groningen, Sir! We have been invited by Rijks Universiteit Groningen to join Summer school on Biomedical Science and Technology.” sambil melempar senyum, padahal hati deg-deg kan. “OK, welcome to Netherlands!”  Subhanallah, cepat sekali gak ditanya dan diperiksa macam-macam, tidak seperti imigrasi di Indonesia. (lebih…)

15 Juni 2007 at 4:31 pm Tinggalkan komentar

Europe Trip 2003 – To the Netherlands

Singapore Airlines, 5 July 2003

 Alhamdulillah, akhirnya  aku dan teman-teman sudah berada di atas pesawat meskipun sempat terjadi kejadian menegangkan. Bisa-bisanya tiketku disembunyikan orang imigrasi. Ada apa dengan tampangku yah. Mungkin disangka TKW kali yee J ! Hmm, mungkin juga karena rombongan enam perempuan yang membawa gembolan banyak ini bebas dari pajak. Padahal semuanya telah kuurus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selera makanku hilang kalo memikirkannya. Tapi pada saat ada makanan bertanda MOM di hadapanku tetap saja kusikat sampe habis. Iya dong… Maya harus makan banyak biar sehat, bagaimanapun suasana hatiku, karena perjalanan petualangan akan segera dimulai. Oh ya, MOM itu artinya Moslem Meal. Sebelumnya kita sudah memesan fasilitas itu ke Singapore Airlines karena kita gak mau makan makanan haram tentunya. Allhamdulillah, they serve us well.    (lebih…)

15 Juni 2007 at 4:29 pm Tinggalkan komentar

Baraakallah

Mengapa ucapan doa pengantin berbunyi: “ Baarakallahulaka wa baarakallahu ‘alaika, wa jama’a bainakuma fii khoir. Semoga Allah karuniakan barakah kepadamu dan semoga Ia limpahkan barakah atasmu dan semoga Ia himpun kalian berdua dalam kebaikan.”  Ternyata arti Kepadamu adalah Barakah meliputi hal yang kita sukai dan Atasmu adalah Barakah meliputi hal yang tidak disukai. Arti Barakah : Bertambahnya kebaikan dalam setiap kejadian yang kita alami waktu demi waktu.

Barakah dalam bahasa Aa’Gym adalah kepekaan untuk bersikap benar menghadapi masalah, dalam kekata Ibul Qayyim semakin dekat dengan Allah, dalam umpama Umar Ibnu Al Khattab : 2 kendaraan yang ia tidak peduli harus menunggang yang mana Sabr & Syukr. Barakah dalam pujian Nabi adalah keajaiban yang menakjubkan. Barakah itu membawakan senyum meski air mata menitik-nitik. Barakah itu menyergapkan rindu di tengah kejengkelan. Barakah itu menyediakan rengkuhan dan belaian lembut di saat dada kita sesak oleh masalah. 

Barakah adalah keajaiban, keajaiban yang hanya terjadi pada orang-orang beriman. Barakah baginya dalam syukur dan sabar. Ia menapaki jalan-jalan Sulaiman, sekaligus juga menyusuri pematang-pematang Ayyub ‘alaihissalam.

Begitulah kira-kira ilmu cahaya hati yang kudapat dari sebuah buku hadiah pernikahanku dari Teh Yusi, Teh Nuri dan Teh Yayuk, Bahagia Merayakan Cinta, Salim A. Fillah. Aku hanya bisa berdoa semoga pernikahanku, dan pernikahan orang-orang yang kucintai, sanak saudaraku, ibu ayahku dan shabat karibku semuanya dikaruniai barakah sampai akhir hayat dan setelah itu. Amien.

Tentunya kita semua harus bersama-sama berupaya untuk medapatkan dan menjaganya !

Keep Fight ! Chayooo !

16 Maret 2007 at 3:40 pm Tinggalkan komentar

Older Posts



Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai