
Plant warehouse belum berezzz..
Posted in Tugas Besar Sisdin on June 18, 2009 by triokwek
PLANT WAREHOUSE BELUM BEREZZ…. TAPI UDAH BISA DIRUN
Akhirnya,,, udah mulai bertambah.
Tapi plant warehouse belum bisa, bwt rencana produksinya gimana. Baru hubungan keluar yang merupakan penjumlahan dari kuantitas pemesanan ketiga warehouse DC.
Bwt rencana produksi diasumsikan selalu bisa memenuhi demand. jadi jumlah produksinya merupakan rata2 dari order. Belum dirumuskan.
Langsung dikasih angka.
Lha bingung og’.
Standar deviasinya dimasukin keman, blm tw juga. Setelah bertanya dengan beberapa orang, mereka juga masih ragu2.
Katanya st.dev diambil yang paling besar dari ketiganya, tapi masih “katanya”.
Sementara, berikut gambar vensim terakhir.ada di atas.
Kasus kelompok triokwek
Posted in Tugas Besar Sisdin on June 2, 2009 by triokwekKASUS
Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur makanan ringan memproduksi berbagai jenis snack, baik yang memiliki rasa manis ataupun asin. Makanan ringan ini dapat dinikmati oleh seluruh konsumen yang ingin menikmati. Dalam proses produksinya, selain raw material yang dibutuhkan, agar menjadi finish goods dibutuhkan komponen pengemas dan komponen pendukung lainnya. Setiap raw material dan komponen penyusun finished goods diterima dari beberapa supplier.
Akibat dari berbagai jenis produk makanan ringan yang diproduksi, maka perusahaan memiliki tiga warehouse sebagai tempat penyimpanannya. Warehouse I khusus untuk meletakkan raw material, seperti gula, tepung, susu, cokelat, dan lain-lain. Sedangkan warehouse II untuk menyimpan komponen pengemas dan komponen pendukung lainnya, dan untuk warehouse III diperuntukkan bagi finish goods yang telah keluar dari bagian produksi (manufaktur) dan siap untuk diluncurkan ke pasar. Untuk warehouse III terdapat di beberapa kota sebagai gudang distribusi, yang selanjutkan akan diteruskan ke konsumen lain.
Warehouse ini telah dibangun dengan berbagai pertimbangan dan fasilitas yang sesuai dengan karakteristik barang yang akan disimpan. Berdasarkan luas warehouse, gaji pegawai, dan pemeliharaan fasilitas pendukungnya dengan jumlah maksimum barang yang dapat disimpan dalam warehouse, untuk finish goods membutuhkan biaya sebesar Rp. 375 untuk biaya penyimpanan finish goods. Leadtime untuk pengiriman finish goods selama 4 hari. Perusahaan ini memiliki demand yang bervariasi tiap bulannya, namun memiliki leadtime yang konstan.
Berdasarkan kebutuhan di tahun 2008, perusahaan memiliki rata-rata demand pertahunnya sebesar 740.000 unit untuk salah satu produk snack ringannya . Dimana, biaya pesan adalah biaya yang dikeluarkan warehouse untuk setiap kali meminta finish goods dari plant manufaktur sejumlah permintaan konsumen di setiap kota (daerah). untuk salah satu warehouse III terhadap finish goods menanggung biaya transportasi, bongkar muat, administrasi, telepon, fax, internet, dan lain-lain. Untuk biaya ini dibutuhkan sebesar Rp 16.800,-. Warehouse III ini memiliki manajemen yang mengatur dan mengendalikan persediaan seoptimal mungkin. Hari kerja untuk satu tahun sejumlah 250 hari kerja. Perusahaan ini ingin mengurangi persediaan finish goods di setiap warehouse distribusi akibat dari umur finish goods yang tidak terlalu lama dan mudah rusak, sehingga perusahaan menggunakan kebijakan optional replenishment system. Dimana, replenishment system ini merupakan kebijakan inventory campuran antara continous review dan periodic review.
Dalam optional replenishment system terdapat parameter penting yang digunakan, yaitu reorder point, inventory maksimum, periode pemesanan, dan kuantitas pemesanan. Untuk menentukan parameter ini, maka dari data perusahaan di atas dapat dipertimbangkan manajemen persediaan perusahaan tersebut. Kebijakan dari perusahaan ialah ingin melayani konsumen sebaik mungkin, sehingga dalam pemunuhan permintaan perusahaan ini sebaik mungkin dapat memenuhi seluruh permintaan konsumen atau dapat ditentukan service level sebesar 99% untuk semua produk. Perusahaan makanan ringan ini berusaha untuk cepat merespon dari setiap permintaan konsumen, dimana permintaan untuk tiap kota berbeda, sehingga perlu adanya pengaturan dan pemantauan terhadap finish goods yang dikirim ke warehouse III tiap kota, jumlah finish goods yang telah keluar dari warehouse III, dan jumlah sisa finish goods yang masih disimpan dalam warehouse III.
Hello world!
Posted in Uncategorized on May 31, 2009 by triokwekWelcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


