Secara umum proses tidur diawali dengan tahap mengantuk, yaitu keadaan saat kesadaran dengan lingkungan berkurang. Pada saat mengantuk ini, rangsangan-rangsangan dari luar masih dapat diterima dengan mudah dan membuat terbangun atau tersadar kembali. Kemudian, jika proses tidur berlanjut, maka kesadaran semakin berkurang dan timbullah suatu tahap yang disebut sebagai tidur ayam. Pada tahap ini, rangasangan indrawi masih sedikit dapat diterima (sayup-sayup), namun tidak mengganggu kesadaran. Tahap berikutnya merupakan tahap yang terakhir, yaitu tahap tidur nyenyak.
Sejak adanya alat EEG (Electro Encephalo Graph), maka aktivitas-aktivitas dalam otak dapat direkam dalam suatu grafik. Penelitian mengenai mekanisme tidur mengalami kemajuan yang pesat dalam 10 tahun terakhir, dan bahkan sekarang para ahli telah berhasil menemukan adanya dua pola tidur, yaitu pola tidur biasa (Non REM) dan pola tidur paradoksal (REM).[1]
a. Tidur-tenang yang disebut pula tidur non-REM atau Slow Wave Sleep atas
dasar registrasi aktivitas listrik otak (EEG = elektro-encefalogram). Ciri-
cirinya ialah denyutan jantung, tekanan darah dan pernafasan yang teratur,
serta relaksasi otot tanpa gerakan-gerakan otot muka atau mata. SWS ini lebih
kurang satu jam lamanya. Stadium ini disusul dengan stadium b.
b. Tidur-paradoksal atau tidur REM (Rapid Eye Movement) dengan aktivitas
EEG yang mirip keadaan sadar dan aktif serta berciri gerakan-gerakan mata
cepat, jantung, tekanan darah dan pernafasan turun-naik, aliran darah ke otak
bertambah dan otot-otot sangat mengendor. Selama tidur REM yang semula berlangsung 15-20 menit terjadi banyak impian, maka disebut pula tidur
mimpi
( Tjay dan Rahardja, 2002)[2]
Dalam tidur malam yang berlangsung selama 6 – 8 jam, kedua pola tersebut (REM dan Non-REM) terjadi secara bergantian sebanyak 4 – 6 siklus. Read the rest of this entry »

Posisi tidur itu ada banyak. Ada mlumah, mengkurep, miring, maupun lainnya (lho, lainnya ki njuk piye ??). dari berbagai macam posisi tersebut ternyata ada posisi yang baik dan yang tidak baik.
Seperti yang sudah kita ketahui, tidur yang cukup memang penting bagi kesehatan dan kehidupan kita. Namun, tidur yang berlebihan juga tidak baik bagi manusia. Berapakah durasi tidur yang baik ?
