catatan penting seorang tyas

Setiap pagi dalam perjalanan menuju kantor saya selalu melihat tulisan itu

“Mohon doa restu, Akan dibangun jalan layang non tol ruas antasari-prapanca”

hmmm….

tiba-tiba saya tergugah untuk berkomentar. apa tujuannya? mengatasi kemacetankah? bagaimana dampaknya terhadap lingkungan sekitar? apakah pembangunan itu akan mengatasi permasalahan yang ada? atau nantinya hanya akan membawa dampak yang lebih buruk?

Kalau yang terbayang dalam pikiran saya nantinya di ruas jalan itu akan terdapat dua susun jalan. Atas dan bawah. Pohon-pohon di kiri-kanan jalan Antasari-Prapanca sebentar lagi akan jadi almarhum. Gersang. Panas. Polusi. Mungkin 3 bulan pertama jalan itu bisa mengatasi kemacetan, namun dalam waktu 1 tahun kemudian saya kira jalanan tersebut tetap akan penuh dengan kendaraan.

Saya teringat dengan Jalan Margonda Raya di kota Depok, kota dimana saya menghabiskan masa kecil hingga SMA.  Dulu, di kiri-kanan jalan margonda banyak pepohonan, membuat jalan utama di kota depok itu cukup teduh. Lalu baru-baru ini jalan tersebut dilebarkan. Dari yang tadinya hanya 4 jalur, sekarang menjadi 6 jalur!! pepohonan dan trotoar yang dulu bisa digunakan untuk pejalan kaki, sekarang sudah tidak ada, yang ada hanyalah jalanan dengan  6 jalur yang gersang, panas, terik, dan TETAP PADAT oleh kendaraan.

so?

Apakah pembangunan itu akan mengatasi masalah kemacetan yg semakin parah di Jakarta ini? saya kurang yakin.  Solusi dari bertambah parahnya kemacetan bukanlah menambah jalanan.

Tidak adakah cara lain untuk mengatasi fenomena kemacetan yang terjadi di kota Jakarta dan sekitarnya ini?

Ruas Antaasari-Prapanca adalah salah satu ruas di kota Jakarta yang masih hijau, karena masih banyak pepohonan besar di kiri-kanan jalan ini.  Jika nanti pembangunan tersebut jadi dilaksanakan, makin berkuranglah “ruas hijau” di Jakarta Selatan ini. Padahal dibanding dengan area Jakarta lainnya, Jakarta Selatan masih dibilang relatif hijau. Jangan sampai Jakarta Selatan pun ikut “gersang” karena pembangunan jalan yang terus menerus yang menurut saya kurang tepat sasaran.

Kita harus memikirkan alternatif lain untuk kota Jakarta agar lebih “manusiawi” bagi para penduduknya. Perbanyak ruang terbuka hijau, perbaiki fasilitas transportasi umum, cari transportasi alternatif selain kendaraan bermotor,  kendalikan pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, mungkin itu yang bisa dilakukan oleh pemerintah. Tapi jangan tambah lagi jalanan di kota ini.

 

 

barusan baca blog lama punya seseorang.

hmmmh..yeah..this is it..sama seperti film itu.

ingin rasanya menyalahkan keadaan dan semua perubahan yang terjadi. but, that will be useless..

jadi gw cuma bisa terima aja apa yang terjadi..

whatever deh..

tiba2 kepikiran ngeliat blog,,
kayaknya udah lama gak di-update, gak ditengokin..yaudah deh,,coba diliat sebentar..
eh, ternyata sudah lama sekali ya sejak postingan terakhir..

hmmm…

baru inget, terakhir nulis tuh pas awal-awal baru masuk studio Tugas Akhir. setelah itu, gw menghilang dalam waktu yang panjang…maklum, TA,,ternyata efeknya besar juga..hahaha..jadi ga bisa ngapa2in selain TA, TA dan TA,,

Padahal laptop selalu tersambung dengan internet..cuma ga pernah bisa untuk nambah sesuatu di blog,,hehehe… paling kadang2 yang bisa kebuka cuma fesbuk dan plurk, serta situs2 arsitektur…

alhamdulillah TA sekarang sudah selesai,,pengen mulai ngeblog lagi,,

ya, semoga bisa berbagi cerita dan pengalaman di blog ini..hehehe..

Tadi disuruh nyoba ngisi tes kepribadian sama pacar,,

coba klik disini

silahkan dicoba,, dan silahkan dinilai sendiri kesesuiannya..hehehe…

kalo saya, hasilnya kira2 seperti ini…

Your view on yourself:

You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.

The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:

You like serious, smart and determined people. You don’t judge a book by its cover, so good-looking people aren’t necessarily your style. This makes you an attractive person in many people’s eyes.

Your readiness to commit to a relationship:

You are ready to commit as soon as you meet the right person. And you believe you will pretty much know as soon as you might that person.

The seriousness of your love:

You are very serious about relationships and aren’t interested in wasting time with people you don’t really like. If you meet the right person, you will fall deeply and beautifully in love.

Your views on education

Education is very important in life. You want to study hard and learn as much as you can.

The right job for you:

You’re a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you’ll be set for life.

How do you view success:

You are confident that you will be successful in your chosen career and nothing will stop you from trying.

What are you most afraid of:

You are concerned about your image and the way others see you. This means that you try very hard to be accepted by other people. It’s time for you to believe in who you are, not what you wear.

Who is your true self:

You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues. Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.

Studio TA…

here I come…

Doakan saya yah….

DagDigDug nih…

jadi ragu,,,

apakah gw udah siap??huhu…

harus siap!!!!!!

Alhamdulillah

Terima Kasih Tuhan…

Terima Kasih Ya Allah…

Aku bisa lulus Studio AR 4000..

“to, anterin teteh kesini”

“to, tolongin papi buat ini”

“to anterin mami kesana”

“to tolong bantuin mami bikin ini”

“to tolong bantuin tante ngangkat itu”

Dan lain-lain…

Semua permintaan tolong serta suruhan orang-orang itu selalu dijawab dengan kata iya dan dikerjakan dengan tulus.

Nggak pernah gw melihat Ato, sepupu gw itu menolak semua permintaan tolong yang dilontarkan oleh keluarganya, atau bahkan dari tante/omnya. Dia selalu ngerjain dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Padahal mungkin dia punya urusan pribadi juga, punya rasa lelah juga,, namun dia tetap mau untuk dimintai tolong. Sehingga banyak orang yang percaya kalau dia bisa diandalkan untuk dimintai tolong berbagai macam hal (entah dia merasa beruntung ato rugi ya..hehe)

Kalo gw?

“de anterin gw kesini”, kata kakak gw

“de, temenin mama ke centro”

“……………..”

Pasti jawaban gw tergantung mood gw saat itu. Kalo lagi baek ya gw anter, kalo udah keseringan gw suka ngedumel, cemberut, ogah-ogahan.

Ya ampun…

Beda banget kan…

Akhirnya gw mulai menyadari sifat jelek gw itu,, gw mencari tahu,,koq gw ky gini, tapi sepupu gw bisa kaya’ gitu?

Sewaktu lamaran kakak gw kemarin, gw sempet ngobrol sama Ato di mobil, sewaktu mau beli kue buat acara. Ya ngobrolnya bukan tentang disuruh dan dimintain tolong oleh orang2 itu sih,, ngobrol hal lain, tapi bisa menyadarkan gw. Gw jadi tau kenapa Ato bisa dengan mudah bilang “iya” ketika diminta tolong, dan dia bisa mengerjakan permintaan tolong itu dengan penuh tanggung jawab dan sungguh2..

Kenapa?

Karena dia selalu berusaha menikmati setiap pekerjaan yang dilakukan olehnya. Apapun itu, dari siapapun permintaan itu datang. Dia selalu enjoy. Hmmmh…

Gw jadi berfikir, kenapa gw gak bisa kaya gitu? Kenapa gw sering (ga selalu loh) ngedumel kalo dimintai tolong sama kakak gw sendiri? padahal harusnya gw hormat sama dia, harusnya gw berterima kasih sama dia, selama ini dia udah banyak ngebantu gw…

Tapi beda kalau suruhan itu datangnya dari papa. Permintaan/ suruhan yang gak mungkin gw tolak adalah dari papa. Entah kenapa, gw gak akan pernah tega nolak suruhan papa. Mungkin karena papa adalah orang yang gw segani dan gw ngerasa banyak bgt berhutang sama beliau.

Hmmh…

Tapi gw salah,, karena toh ternyata gw memang banyak berhutang dengan 3 orang anggota keluarga gw itu, ya Papa, ya Mama, ya Mba Ani, kakak gw. Gw seharusnya ga boleh pilih kasih gitu…gw sadar, dan gw pengen merubah semua itu.

Semenjak gw ngobrol sama Ato itu, gw jadi punya keinginan untuk merubah kebiasaan jelek gw itu.. ingin mencoba menjadi seperti Ato, yang bisa selalu menikmati setiap pekerjaan yang dititahkan untuknya. Dari siapapun itu, khusunya dari keluarga yang lebih tua.

Seperti kata dendy juga…hehehe… “coba dipikir, berapa banyak bantuan mereka disaat kamu butuh bantuan?apa yang mereka minta darimu itu tidak seberapa dibanding apa yang mereka berikan untukmu selama ini.”

“bersyukurlah kamu masih dipercaya sama orang-orang itu untuk dimintai tolong…”

Thx to Ato n Dendy yang sudah membuka mata gw…

Gw akan mencoba untuk memperbaiki diri…

Gw akan berusaha mencoba menikmati semua pekerjaan…

Draft lama yang baru kesampean di posting sekarang…

tulisan ini menyadarkan gw lagi, yang senpat lupa akan niat untuk memperbaiki diri..

Nilai PTA alias persiapan tugas akhir udah keluar…

tadi asistensi sama dosen PTA gw, Bu Hima. .

Beliau gak banyak komentar, dengan nilai gw yang udah keluar yang hasilnya cukup baik,,beliau cuma minta dilengkapi aja data tentang kapasitas dan luasan ruang..

oh iya,,judul yang gw ajukan untuk tugas akhir gw itu adalah Sekolah TK-SD Nasional Plus dengan Metode Active-Learning

Intinya Proposal TA gw udah layak untuk diajukan ke studio TA…

katanya sudah terlihat jelas bayangan kasus proyeknya seperti apa…

ya, gw cukup senang dengan hasil nilai proposal gw itu. hanya tinggal menambahkan sedikit data, dan proposal gw bisa diajukan.

itu berarti gw bisa TA semester depan…

Amiiiiiin…..

Tapi…

ada sesuatu hal yang bikin gw khawatir..

apa gw bisa TA semester depan??

kenapa yas? kan proposal lu udah layak??

ya,,mungkin proposal udah layak,,

tapi apalah artinya proposal yang layak kalau gw gak lulus Studio AR 4000 kemarin.

seperti posting gw sebelumnya,,

gw takut banget gak lulus AR 4000…

entah kenapa,,selama 3,5 tahun gw kuliah di arsitektur ITB, baru kali ini gw ngerasa paling takut gak lulus studio yang isinya 8 sks itu…

apa jadinya kalo gw gak lulus studio itu?

gw pasti harus ngulang studio itu sebelum TA karena studio itu adalah syarat buat masuk studio TA..

berarti rencana gw TA semester besok, KP juni-agustus, dan Wisuda Oktober gak bisa terlaksana…

berarti gw harus TA semester berikutnya lagi dan baru bisa lulus Maret…huff….

yang bikin gw berat adalah, karena bokap gw berharap sangat besar dari gw, supaya gw lulus cepet…

sekarang gw udah gak bisa ngapa-ngapain..cuma bisa berdoa,,dan berharap semua akan baik-baik saja…

doakan saya ya kawan…..

akhirnya….selesai juga ujian studio itu…

huff….

tapi gw ragu dengan hasilnya…

sebenernya gw juga agak gak setuju dengan cara ujian studio itu.

kita diharuskan mendesain sebuah asrama mahasiswa dalam waktu 5 hari..

5 hari???

mendesain sebuah asrama itu tugas yang gak bisa dibuat hanya dalam waktu 5 hari…. biasanya itu tugas 2 bulan!!

dan semua dijadikan 5 hari dengan setiap hari ada target keluaran…

mendesain bukan proses yang linier,, kita pasti bolak-balik,,,ngerjain site plan, trus denah, begitu ada yang gak pas, denah berubah, pasti site plan juga ikut berubah, lanjut ke potongan, ternyata konstruksinya gak pas, balik lagi ke denah, dan berarti balik lagi juga ke site plan,,begitu seterusnya…

apa jadinya kalau setiap hari ada satu target keluaran??

yap,,,semua berantakan,,

banyak perubahan yang memang pasti terjadi dan seharusnya bisa dirubah, kemarin gak bisa

gw merasa semua yang gw kerjakan kemarin berantakan…

programming n konsep gak beres,,

site planning buru2,,

setelah masuk ke denah,,ada yang berubah,,dan mengharuskan gambar site plan gw juga berubah,,tapi gak bisa,,lha wong udah selesai, itu keluaran hari sebelumnya.,,bisa sih kalo mau ngerubah,,berarti ngulang dari awal, tapi kan waktu terus berjalan…

masuk ke potongan, ada lagi perubahan., bisa dirubah lagi di gambar sebelumnya??ya nggaklah..masa di tip-ex???

akhirnya banyak kesalahan di gambar itu…

udah gitu karena emang gambarnya manual,, (karena manual itulah jadi gak mungkin mau ngerubah) gw ngegambarnya lama, harus pake pensil dulu,,,trus baru ditebelin pake drawing pen…

akhirnya,,,gak selesai,,gambar gw gak lengkap…

ooh God….

apa gw bisa lulus dengan hasil kaya’ kemarin??

apa yang harus gw bilang sama bokap yang udah berharap banyak sekali dari gw?? beliau yang berharap gw bisa lulus secepatnya,,bisa TA semester depan…

kalau gw gak lulus studio ini, brarti gw gak bisa TA semester depan,,brarti gw ga bisa lulus tepat waktu…

sekarang cuma bisa berdoa, semoga hasilnya tidak seburuk yang gw bayangkan..


dsc00036

Jika kita berjalan menelusuri jalan Asia-Afrika kearah barat, maka kita akan menemukan sebuah ruang terbuka yang cukup luas yang dikenal orang dengan nama alun-alun Bandung. Menyatu dengan alun-alun, di depannya berdiri sebuah Mesjid yang begitu besarnya dengan dua menara tinggi di kiri-kanannya.

Mesjid Agung Kota Bandung namanya.

Apabila kita mendengar sebuah Mesjid Agung, pastilah kita akan membayangkan sebuah mesjid besar dengan segala kemegahannya, serta menjadi pusat ibadah masyarakat di kota tersebut. Apakah demikian halnya dengan Masjid Agung Kota Bandung?

Awalnya Masjid ini terletak persis di depan alun-alun, berbagai perubahan telah terjadi sejak abad ke-19. Sudah cukup lama memang, ndsc000511amun, Mesjid Agung selalu mengalami perubahan. Mulai dari bangunan sederhana yang terbuat dari bambu dan beratap rumbia, sampai saat ini, bangunan dengan kubah besar dan dua menara di sampingnya.

Namun, seperti ada yang tidak lazim dengan letak Masjid Agung sekarang ini. Kalau kita melihat Bentuk Mesjid Agung di tahun 1980-an, maka yang akan kita lihat adalah bangunan Mesjid beratap Joglo dengan dinding granit di depannya, dan terletak di depan alun-alun, dipisahkan oleh sebuah jalan yang menghubungkan Jalan Dewi sartika dengan Jalan Asia Afrika. Namun apabila kita mengunjungi Masjid Agung yang sekarang, ternyata Masjid ini sudah menyatu dengan alun-alun dan, jalan yang tadinya memisahkan Masjid Agung dengan alun-alun telah hilang, tertutup oleh sebuah bangunan massif dengan kubah besar dan dua menara. Kini alun-alun menjadi sekedar halaman bagi sang Masjid Agung.

Darimana kita harus memasuki Masjid Agung? Membingungkan memang, karena pintu utama Masjid terletak persis di tengah-tengah dan menghadap ke alun-alun, namun tempat penitipan sandal/sepatu serta area wudhu berada jauh di ujung kiri dan kanan masjid. Selain itu area wudhu yang berada di basement, dengan tangga yang curam, sepertinya mengesankan bahwa yang boleh beribadah di Masjid ini hanyalah orang yang sehat dan muda. Kakek dan nenek sepertinya tidak diperbolehkdsc000441an untuk sholat di Mesjid ini. Padahal ini Masjid Agung?

Dari area wudhu setelah kita menaiki tangga curam itu tentunya, kita akan berjalan menyusuri selasar yang mengelilingi masjid. Selasar berlantai marmer, dan kolom-kolom putih, seharusnya bisa memberikan kesan yang sangat mewah dan nyaman layaknya sebuah Masjid Agung, namun apa yang saya lihat dan rasakan sama sekali berbeda dari apa yang saya bayangkan. Kesan kumuh justru yang terlihat disana. Di pinggir lantai-lantai marmer tersebut, berbagai pedagang menjual dagangannya, ditambah orang-orang yang duduk di selasar, menyender ke dinding di sepanjang selasar itu. Sangat ramai dan semrawut, serta kotor. Berbeda sekali dengan bayangan saya akan sebuah masjid yang penuh kesakralan, bersih, dan tidak semrawut.

Memasuki bagian dalam Masjid kita akan melewati pintu utama yang terbuat dari kayu berukir motif dekoratif khas Islam dan kaligrafi pada bagian atasnya, setelah memasuki ruangan, kita kemudian diterima oleh 3 kubah. Satu kubah besar ditengah-tengah, dan 2 kubah kecil di kiri-kanannya. membuat bagian dalam mesjid seolah-olah menjadi ruang yang berbeda-beda. Besar memang, seperti layaknya Masjid “Agung”, besar. Namun tidak ada kemegahan di dalamnya. di tengah-tengah masjid tersebut terlihat sebuah “innercourt”. Awalnya saya pikir hal itu unik, ada sebuah innercourt ditengah-tengahnya. Sehingga bagian dalam masjid tidak menjadi gelap. Namun saya bertanya-tanya, dimana letak mihrabnya? Mengapa masjid ini menghadap ke area innercourt tersebut? Ternyata jika kita masuk lebih dalam dan melewati innercourt yang ternyata adalah tempat wudhu itu, terdapat satu buah ruangan dengan satu kubah lagi. Tidak sebesar kubah di area depan tadi, namun disana saya lebih merasakan kemegahan sebuah Masjid. Dan disan

alah barulah saya melihat mihrab yang juga terbuat dari marmer dengan kaligrafi emas yang seolah-olah membingkai mihrab tersebut. Ternyata bagian tersebut adalah bagian masjid lama yang letaknya di depan alun-alun, sedangkan bangunan baru masjid ini adalah bangunan besar dengan 3 kubah dan 2 menara yang letaknya jika dilihat persis di jalan yang dulu ada.dsc00060

Masjid ini seolah-olah menjadi 2 bagian. Adanya innercourt di tengahnya ternyata menjadi sebuah pemisah antara bangunan lama dan bangunan baru. sehingga umat yang baru datang dan memasuki area depan masjid tidak dapat merasakan kemegahan sebuah masjid, karena kemegahan itu justru terletak di bagian belakang yang saya yakin banyak orang tidak mengetahuinya.

Masjid ini sepertinya telah kehilangan jiwanya. Suasana di dalam dan di luar masjid sangat berbeda. Walaupun banyak sekali orang yang duduk di selasar masjid, namun sepertinya sangat sedikit yang masuk dan beribadah di dalamnya. Masjid ini seolah-olah hanyalah sebuah saung besar yang terletak di alun-alun.

Masjid Agung tidak lagi menunjukkan keagungannya, melainkan hanya kemasifan bangunan saja yang dihiasi dengan kumuhnya pedagang-pedagang kaki lima di sepanjang selasarnya. Lalu apakah Masjid ini masih pantas dinamakan Masjid Agung Kota Bandung?

Design a site like this with WordPress.com
Get started