Analisis Kritis 2026: Mengapa Saya Belum Mau Pindah ke Motor Listrik

08/01/2026

Halo pembaca setia ulidblog! Sudah lama ya kita nggak bahas isu yang agak “panas” begini.

Belakangan ini di jalanan , suara nguing halus dari motor listrik (molis) makin sering terdengar. Iklannya pun makin masif, janji-janjinya manis: bebas polusi, nggak perlu antre Pertalite, dan biaya operasional murah meriah.

Tapi, sebagai orang yang sudah bertahun-tahun berkecimpung di dunia roda dua—dari zaman karburator sampai injeksi—saya merasa perlu menarik napas dalam-dalam dulu. Di tahun 2026 ini, meski teknologi makin canggih, saya pribadi memutuskan: Saya belum mau pindah ke motor listrik.

Kenapa? Yuk, kita bedah secara kritis tapi tetap santai.

Baca entri selengkapnya »

Jangan Cuma Asal Kerja! Yuk, Temukan “Peta Rahasia” Kariermu Lewat Interest Taxonomy

07/01/2026

Pernah nggak sih kamu merasa bingung mau belajar skill apa lagi tahun ini? Di era sekarang, pilihan itu banyak banget. Ada coding, data science, digital marketing, sampai manajemen proyek. Saking banyaknya, kita sering terjebak burnout karena belajar semuanya tapi nggak ada yang benar-benar “nyangkut” di hati.

Nah, di sinilah pentingnya kita mengenal konsep Discovery Interest Taxonomy. Kedengarannya memang teknis banget ya? Tapi sebenarnya simpel: ini adalah cara kita mengelompokkan minat agar perjalanan karier kita nggak cuma sekadar “yang penting kerja”, tapi benar-benar sejalan dengan siapa diri kita.

Bukan Cuma Hobi, Tapi Fondasi Karier

Baca entri selengkapnya »

Anti-Panic! 4 Hal Wajib Guru Siapkan Sebelum Bel Semester Genap Berbunyi

04/01/2026

Halo rekan-rekan pendidik!

Nggak terasa ya, liburan dua minggu sudah di ujung jalan. Besok pagi, bunyi bel sekolah bakal kembali menggantikan suara alarm santai kita. Jujur deh, siapa yang malam ini sudah mulai bongkar-pasang perangkat ajar tapi sesekali masih teringat empuknya kasur di rumah? Hehe.

Secara teknis, mungkin kita sudah “aman”. RPP sudah di tangan, asesmen awal sudah rapi di file, dan materi sudah siap tayang. Tapi, berdasarkan pengalaman saya, memulai semester genap itu bukan cuma soal memindahkan isi buku ke otak siswa. Ada hal-hal “tak kasat mata” yang justru menentukan vibe kelas kita selama enam bulan ke depan.

Nah, selain urusan administrasi, inilah beberapa hal yang saya siapkan untuk menyambut mereka besok:

Baca entri selengkapnya »

Mungkinkah K3 Masuk Pelajaran Sejarah?

18/12/2025

Pernahkah terbayang di benak kita, saat sedang asyik menceritakan megahnya Candi Borobudur atau sibuknya pelabuhan di era Kolonial, tiba-tiba ada siswa yang bertanya: “Pak/Bu, itu pekerja zaman dulu pakai helm proyek tidak ya? Bagaimana kalau mereka jatuh?”

Webinar Fundamental K3 oleh HMTL ITS

Mungkin pertanyaan itu terdengar lucu. Namun, jujur saja, pertanyaan itulah yang menjadi titik awal keresahan saya. Ide ini muncul setelah saya mengikuti webinar “Fundamental K3: Menguatkan Budaya Keselamatan di Era Modern” yang diselenggarakan oleh teman-teman dari Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITS. Webinar itu menyadarkan saya bahwa K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) bukan sekadar aturan perusahaan, melainkan sebuah budaya.

Baca entri selengkapnya »

Dari Pesisir ke Pedalaman: Mengapa Pusat Karesidenan Besuki Berpindah ke Bondowoso?

17/12/2025

Sejarah kawasan ujung timur Pulau Jawa, atau yang pada masa kolonial dikenal sebagai Oosthoek, menyimpan dinamika tata ruang yang menarik untuk ditelisik. Salah satu peristiwa pivotal dalam sejarah administrasi wilayah ini adalah perpindahan pusat kekuasaan Karesidenan Besuki. Pada awalnya, pusat pemerintahan berada di pesisir utara, tepatnya di Kecamatan Besuki (sekarang bagian dari Kabupaten Situbondo). Namun, dalam perjalanannya, pusat gravitasi politik dan ekonomi ini bergeser ke pedalaman, yakni ke Bondowoso.

Perpindahan ini bukan sekadar rotasi administratif semata, melainkan sebuah strategi besar kolonial yang melibatkan rekayasa ekonomi, demografi, dan teknologi. Mengapa Belanda memilih Bondowoso yang dulunya hutan belantara sebagai pusat baru? Apa yang mendorong pergeseran dari orientasi maritim ke agraris ini?

Baca entri selengkapnya »

Seri 4 dari 4: Merancang Tugas Kebal AI

16/12/2025

Sampailah pad seri penutup. Kita telah membahas masalah utama (Seri 1), strategi Sourcing (Seri 2), dan kekuatan Contextualization (Seri 3). Kini, kita sampai pada kesimpulan: bagaimana kita merancang tugas yang tidak bisa di-“copy-paste” dari Generative AI (GenAI)?

Baca entri selengkapnya »

Seri 3 dari 4: Jebakan Konteks AI, Zeitgeist dan Kontekstualisasi.

11/12/2025

Selamat datang kembali dalam seri kita tentang bagaimana menguji sejarah kritis siswa di era GenAI. Setelah kita menguasai Sourcing (menilai siapa yang bicara), sekarang kita beralih ke senjata kedua: Contextualization (kontekstualisasi).

Baca entri selengkapnya »

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai