Resume Ekologi Laut Tropis
Ekologi adalah sebuah ilmu yang mempelajari interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya,karena yang dipelajari adalah ekologi laut tropis maka resume ini menjelaskan tentang interaksi antara makhluk hidup yang berada di laut tropis dengan lingkungannya.
Karakteristik laut tropis adalah sinar matahari terus menerus sepanjang tahun(hanya ada 2 musim,hujan dan kemarau) adalah kondisi yang optimal bagi produksi fitoplankton dan konstan sepanjang tahun.
Ekosistem yang terdapat di laut tropis ada tiga,yaitu :
- Ekosistem Terumbu Karang
Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanthellae. Terumbu karang termasuk dalam jenis filum cnidaria yang memiliki tentakel. Terumbu karang tersusun atas polip-polip yang hidup berkoloni. Hewan ini memiliki bentuk unik dan warna beraneka rupa serta dapat menghasilkan CaCO3. Terumbu karang merupakan habitat bagi berbagai spesies tumbuhan laut, hewan laut, dan mikroorganisme laut lainnya yang belum diketahui. Di dalam terumbu karang, koral adalah kerangka ekosistemnya. Sebagai hewan yang menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya, koral merupakan komponen yang terpenting dari ekosistem tersebut. Baik buruknya kondisi suatu ekosistem terumbu karang dilihat dari komunitas karangnya. Kehadiran karang di terumbu akan diikuti oleh kehadiran ratusan biota lainnya (ikan, invertebrata, algae), sebaliknya hilangnya karang akan diikuti oleh perginya ratusan biota penghuni terumbu karang.
Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem dengan efisiensi yang sangat tinggi. Lokasinya yang dekat pantai mengakibatkan pertemuan berbagai komponen biotik yang memberikan banyak masukan dan menghasilkan energi yang besar.
Disamping menghasilkan sedimen kapur pembentuk terumbu, karang juga meningkatkan kompleksitas dan produktivitas ekosistem. Karang kadangkala disebut juga sebagai karang batu (karang yang keras seperti batu) atau karang terumbu (karang yang menghasilkan kapur pembentuk terumbu). Hal ini untuk membedakannya dengan karang lunak. Jika istilah karang digunakan secara sendiri maka itu mengacu pada karang batu atau karang terumbu, bukan karang lunak. Karang mendapatkan makanan sebagian besar (>70%)dari algae zooxanthellae yang terdapat di dalam tubuhnya sedangkan sisanya ia dapat memakan plankton atau bahkan sedimen.
- Ekosistem Mangrove
Merupakan Hutan yang terutama tumbuh pada tanah lumpur aluvial di daerah pantai dan muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut. Luas hutan mangrove di Indonesia merupakan yang terluas di dunia (2,5-3,5 juta Ha,18-23 % luas mangrove di dunia dan lebih luas dari Brasil)
Mangrove sendiri mempunyai beberapa fungsi dari segi ekonomi,sebagai nursery dan ekologis yaitu:
- Sebagai peredam gelombang dan angin, pelindung dari abrasi dan pengikisan pantai oleh air laut, penahan intrusi air laut ke darat, penahan lumpur dan perangkap sedimen.
- Sebagai penghasil sejumlah besar detritus bagi plankton yang merupakan sumber makanan utama biota laut.
- Sebagai habitat bagi beberapa satwa liar, seperti burung, reptilia (biawak, ular), dan mamalia (monyet).
- Sebagai daerah asuhan (nursery grounds), tempat mencari makan (feeding grounds), dan daerah pemijahan (spawning grounds) berbagai jenis ikan, udang dan biota laut lainnya.
- Sebagai penghasil kayu konstruksi, kayu bakar, bahan baku arang, dan bahan baku kertas.
- Ekosistem Lamun
Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidupnya terbenam di dalam laut.Padang lamun ini merupakan ekosistem yang mempunyai produktivitas organik yang tinggi.fungsinya sebagai feeding ground, spawning ground dan nursery ground beberapa jenis hewan yaitu udang dan ikan baranong, sebagai peredam arus sehingga perairan dan sekitarnya menjadi tenang. ada dua cara untuk penentuan status keadan padang lamun yaitu Metode Transek Garis atau Line Intercept Transect (LIT) dan Petak contoh (Transect plot).
NICHE
Niche atau nicia atau ecological niche, tidak hanya meliputi ruang/tempat yang ditinggali organisme, tetapi juga peranannya dalam komunitas, dan posisinya pada gradient lingkungan: temperatur, kelembaban, pH, tanah dan kondisi lain.
Di dalam ekologi ada keterkaitan dengan energy,hal yang berkaitan dengan energy adalah siklus biogeokimia.Siklus biogeokimia atau siklus organikanorganik adalah siklus unsure atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik lalu kembali lagi ke abiotik. Ada 4 cara untuk nutrient masuk ke ekosistem,yaitu :
- Weathering
- Atmospheric Input
- Biological Nitrogen Fixation
- Immigration
Bila ada cara masuk tentu ada cara keluarnya juga,yaitu :
- Erosion
- Leaching, intrusi
- Gaseous Losses
- Emigration and Harvesting
Siklus biogeokimia juga berhubungan dengan siklus fosfor,siklus nitrogen dan siklus karbon dan oksigen.
- Siklus Karbon dan Oksigen
Siklus ini merupakan siklus biogekimia terbesar.3 hal yang terjadi pada karbon adalah tinggal di dalam tubuh,direspirasi oleh hewan dan sampah/sisa.karbon masuk ke perairan melalui difusi.
- Siklus Nitrogen
Jumlah yang terdapat di atmosfer 80%,nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hydrogen atau oksigen dengan bantuan kilat atau petir.
- Siklus Fosfor
Senyawa fosfor di alam terbagi dalam dua yaitu, senyawa fosfat organik (pada hewan dan tumbuhan) dan senyawa fosfat anorgani (pada air dan tanah). fosfat organik yang terdapat dalam hewan dan tumbuhan yang mati akan di uraikan oleh decomposer dan menjadi fosfat anorganik. Lalu fosfat yang terlarut di air tanah atau di air laut akan mengendap di di sedimen laut. Setelah itu fosfat yang dari batuan itu akan terkikis lalu akan terserap lagi oleh tumbuhan.
Ditulis oleh : Debi Suhadaprawira
NPM : 230210080015







