ah.. tampa ada masa lalu, masa kini tidak akan terbentuk, kan? dan hal yang dialami seorang manusia di awal kehidupannya akan sangat berpengaruh pada kehidupannya mendatang.. lemme tell ya my story.. story abut sapi, papercraft, dan gambar
semuanya bermula saat aku masih berumur dua-tiga tahunan.. ya, bahkan aku sudah hampir tidak ingat msa2 itu.. aku tahu dari cerita ibuku, saat itu ayahku suka membuatkanku mainan kertas berbentuk sapi, ya, sapi, mungkin karena saat itu ayahku memang bekerja sebagai dosen peternakan, hehehe.. dan aku dulu sering diajak ke kandang sapi, di bagian belakang kampus tempat ayahku mengajar 😀 bentuk mainannya pun sederhana, hanya selembar kertas yang dilipat menjadi dua, lalu digunting sesuai bentuk sapi seperti ini kira2 bentuknya
tapi gambar diatas hanya ilustrasi, yang asli bikinan ayahku jauh lebih sederhana, dan tidak diberi warna, hanya putih 😀 entah kenapa si fiki kecil (di rumah, aku dipanggil fiki :D) sangat senang dengan mainan ini, sampai sekarang aku masih ingat sensasinya..
itulah yang menyebabkan diriku sangat senang dengan binatang, dan seni melipat kertas, dan satu hal lagi, mengguting !! entah mengapa aku sangat menyukai sensasi saat memotong2 kertas dengan gunting.. dan saking senangnya aku dengan binatang dulu aku bercita2 menjadi dokter hewan seperti ayahku, tapi ibuku bilang “nanti kalo jadi dokter hewan, harus berani nyuntik gajah lho” saat itu aku takut, tapi pengen juga jadi dokter hewan, hahaha..
satu hal lagi, Mbak Ratna, seorang teman kuliah ibuku (tapi sepertinya beda angkatan) dulu suka mengajakku bermain, dan suka membuat gambar sapi untukku (lagi2 sapi) dan aku sangat suka !! ini dia biang kerok pembentuk watakku di kemudian hari yang suka menggambar..
cerita kita skip.. langsung ke masa ku sekolah eSDe:
ya, aku masih doyan menggambar, dan selama enam tahun diriku sekolah, aku selalu masuk extrakurikuler menggambar (pernah juga sih.. satu periode masuk bulutangkis, hehehe..) saat ditanya cita2 ku, aku ingin menjadi wiraswasta, karena aku memang tidak suka bekerja di sektor formal, seperti guru, pegawai atau karyawan, aku lebih suka hidupku bebas, tidak memiliki jadwal yang tetap sama setiap harinya, dan tahu apa yang aku bayangkan saat itu mengenai masa depan? dulu aku membayangkan diriku memiliki galeri seni, aku membuat patung batu, pahatan kayu, atau lukisan, yang aku jual kepada orang luar negeri, atau wisatawan, atau kolektor seni. Yang menjadi inspirasiku saat itu adalah setelah aku mengunjungi bali dan jogja, untuk berekreasi bersama keluarga tentunya.. disana aku melihat sepertinya menyenangkan sekali memiliki galeri seni, dan memajang hasil karyamu disana
(dan baru akhir2 ini kusadari, ternyata impianku di saat SD dulu sekarang telah menjadi kenyataan.. sekarang aku pematung !! pemahat !! tapi dalam bentuk digital, aku adalah seniman patung zaman modern 😀 )
oya, aku juga sangat suka film kartun di televisi, aku lebih suka film kartun daripada film live action, film seperti popeye, tom & jerry, flintstones, hahaha.. masa2 film kartun jadul.. dulu fantastis sekali rasanya, bahkan aku menganggap mereka nyata, tapi berbeda dimensi dengan kita, inilah dunia yang lain, alam lain, universe lain, aku sangat tertarik dengan alam yang berbeda dengan alam yang kudiami sekarang, bisa dibilang aku bosan dengn alam nyata 😛
lanjut ke masa kelas dua eSeMPe :
ada apa dengan kelas dua SMP ? karena saat itu aku sangat menyukai komik naruto, yang pertama kali kubaca adalah komik milik adikku yang disembunyikan didalam tas nya, karena takut dimarahi orangtua kami karena beli komik, hahaha
malam itu.. saat kubaca komik naruto volume 17, dan yang kurasakan komik ini adalah komik yag berbeda dari komik biasanya !! gaya gambarnya sedikit realis dan lineartnya tipis, sehinga menghasilkan detail yang bagus, lain dari komik2 yang biasanya kubaca, yang karakternya manga banget, dan lineart yang cenderung lebih tebal, di segi cerita pun lumayan berat, bercerita tentang kecerdasan otak karakter shikamaru dalam taktik psikologis dan taktik perang, dan rela berkorban untuk teman, walaupun bukan teman yang begitu dikenal. Saat itulah terjadi ledakan hebat di otakku, aku ingin menjadi komikus !! mulai saat itulah aku mulai mengumpulkan berbagai macam komik untuk kupelajari, dari gaya gambarnya, jenis humor yang dimasukkan, hingga ceritanya, untung saja di depan sekolahku ada seorang pedagang yang membuka lapak majalah dan komik, jadi sepulang sekolah tak perlu jauh2 ke toko buku untuk mencari komik 😀 dan dalam sekejap aku menjadi langganannya, dan hapal kalo komik naruto terbit tiap hari jumat 😀 aku pun mulai menggambar karena aku tahu tujuanku, dan mulai menggambar secara intens, bahkan setiap halaman belakang buku catatan pelajaran pun tak ada yang bersih dari gambarku, dan hal ini terus berlanjut hingga kelas tiga.. saat aku menemukan rival dalam menggambar, seorang “Taufan Fadhlil” !! setiap hari, setiap jam mata pelajaran, kami berdua selalu duduk di bangku sebelah pojok belakang, anda tahu apa yang kami lakukan ?? memangnya apa lagi kalo bukan menggambar? hahaha..
kelas tiga, saatnya para siswa membicarakan mau kemana mereka setelah ini, dan membicarakan SMA favorit masing2, kalo aku sih, tentu saja pengen masuk ke manga school, krena aku sudah tahu tujuanku adalah menjadi komikus, dan rupanya saat itu aku masih naif, yang kupikir adalah manga school itu sama seperti sekolah lainnya, tapi mata pelajarannya hanyalah membuat komik, dan tidak ada pelajaran membosankan lainnya seperti matematika, fisika, kimia, kewarganegaraan dan sebangsanya.. hahaha.. dan sayangnya tidak ada manga school di kota Malang, yang kutahu ada di Jogja, wah, rasanya aku masih terlalu muda untuk merantau, dan tidak mungkin orang tuaku mengijinkan. Okelah, masuk ke manga schoolnya nanti saja setelah lulus SMA, eh, apa? SMA? otidak! aku tidak mau mengulangi lagi pelajaran2 yang membosankan !! SMP saja cukup !! yang kuinginkan adalah skill menggambar !!
maka aku pikir.. SMK, ya, SMK !! sekolah dimana kita bisa belajar selain pelajaran standart, saat kuutarakan hal ini ke Fadhlil, rupanya dia sependapat denganku, dan kamipun mulai mencari jurusan SMK yang sesuai dengan keinginan kami.. hingga JURUSAN ANIMASI adalah jawabannya, karena tentu saja masih sekeluarga dengan media komik, dan kami bisa menggambar sepuasnya 😀
…ah… cukup disini dulu ya.. capek nih ngetik segini banyak… lain kali ane terusin di part 2 😛