Pengalaman Naik Kereta Bandara di Jakarta
Assalamu’alaikum. Halo semua.
Tgl 4 Oktober 2022 kemarin saya melakukan perjalanan dinas dari Pekanbaru ke Jakarta. Perjalanan dinas kali ini diwarnai dengan sedikit drama, rencana penerbangan jam 17.40 dari Pekanbaru. Saya bersiap berangkat dari rumah jam 16.15, ternyata di jalan diponegoro menuju bundaran keris terjadi kemacetan lumayan panjang. Sepertinya berbarengan dengan jam pulang anak sekolah. Jarak dari Rumah ke Bandara SSK II sekitar 8.8 km atau perjalanan normal sekitar 20 menit. Harusnya aman. Tapi ternyata dengan kemacetan tadi, bisa telat tiba di bandara. Akhirnya bang Hendri cari jalan alternatif via jalan sumatera, ternyata kemacetan di diponegoro sampai bundaran keris berimbas sampai jalan sumatera, makin dag dig dug. Udah jam 16.30 masih belum gerak keluar jalan utama di Sudirman. Akhirnya maju pelan – pelan, keluar dari kemacetan jam 16.40. Dari jalan sudirman sampai ke bandara sekitar jam 17.00. Aman.
Saat perjalanan dinas saya jarang menitip koper ke bagasi, khawatir lama keluar. biasanya masuk kabin saja. Untuk perjalanan dinas ke Jakarta kali ini juga, saya sudah merencanakan naik kereta bandara menuju pusat kota. Dari estimasi kedatangan, pesawat akan landing sekitar jam 19.30, kereta bandara jam 19.40. Saya pikir masih ada waktu untuk menuju stasiun bandara walau tentu sangat mepet.
Skip skip. akhirnya landing lebih cepat sekitar jam 19.15, saya rasa masih ada cukup waktu untuk menuju stasiun bandara. saya bergegas menuju stasiun bandara, ini pengalaman pertama, saya tanya beberapa petugas rute dari terminal 3 menuju stasiun bandara. Ternyata harus naik skytrain dulu kemudian turun di stasiun bandara, saat di stasiun skytrain saya tanyakan lagi ke petugas rute menuju stasiun bandara dan dia bertanya “apakah saya sudah membeli tiket?”, saya jawab “belum”. Petugas bilang “Bapak nanti bisa beli di sana”, “oke dan terima kasih infonya” kata saya
Ternyata waktu yang saya tiba di stasiun bandara cukup mepet. Rute sky train : Terminal 3 – Terminal 2 – Stasiun Bandara – Terminal Satu. Dari pintu turun sky train menuju counter pembelian tiket stasiun bandara sudah sangat mepet, saya tiba sudah pukul 19.40. dan jadwal pembelian tiket utk perjalanan jam 19.40 tutup 5 menit sebelum keberangkatan kereta. Next trip jam 20.40, sejam lagi.
Saya ragu apakah akan membeli tiket jam 20.40 atau langsung saja naik taksi dari bandara ke hotel. Namun untuk naik taksi saya harus ke terminal 2 atau 1 karena di stasiun bandara tidak terdapat angkutan taksi. Saya menghubungi ibunya Gembi, meminta pendapat. Ibu Gembi kasih saran untuk naik taksi saja karena sudah malam. Namun saya cek di gmaps kondisi lalin cukup padat dan saat hari itu habis hujan. Sepertinya terjadi kemacetan karna ada titik – titik banjir di pusat kota.
Akhirnya saya putuskan untuk lanjut saja beli tiket jadwal jam 20.40 Bandara menuju Stasiun Manggarai. Untuk harga tiket jam 20.40 ini sebesar Rp. 30rb (kelas premium), berbeda dengan harga tiket jam 19.40 yang dibandrol sebesar Rp. 70rb (kelas eksekutif). Pembayaran non tunai, bisa debit, linkaja dan sejenisnya.
Saya tidak melihat perbedaan sarana dari kelas premium dan kelas eksekutif, mungkin dari jadwal jam saja, kelas eksekutif intensitas lebih sering, karena saat penerbangan kembali dari pusat kota ke bandara, saya juga menggunakan kereta kelas eksekutif, naik dari Stasiun BNI menuju Bandara.
Selama sejam menunggu saya habiskan untuk nonton video di youtube, telp ibunya gembi, beli cemilan. Tips : untuk kamu yang mau menggunakan kereta bandara, bisa beli via online di apps ka bandara atau via website railink. Jadi kalo kamu tiba di stasiun just in time maka bisa langsung scan barcode dan masuk ke kereta.
Akhirnya menuju jam 20.40 para penumpang yang akan menuju pusat kota sudah bersiap2 memenuhi jalur antrian untuk masuk ke kereta. Ternyata masih banyak juga penumpang dari bandara menuju ke pusat kota ataupun sebaliknya.
Perjalanan dari Bandara menuju stasiun manggarai menempuh waktu kurang lebih 56 menit. Di dalam kereta suhu cukup dingin. sekitar jam 21.36 tiba di Stasiun Manggarai. Dari Manggarai saya order gocar, perjalanan sekitar 4.1 km dengan biaya 20rb menuju hotel di jalan HR Rasuna Said
Setibanya di Hotel, sekitar jam 21.50 ternyata sudah ada beberapa teman yang tiba dan sedang ngobrol di lobby. Saya sapa sebentar dan langsung menuju resepsionis untuk cek in. Kelar cek in, lanjut ke lobby untuk ngobrol2 dengan teman – teman. Sekitar jam 22.15 semua bersiap kembali ke kamar untuk lanjut nonton dialog interaktif direksi di TV mengenai program nasional perusahaan.
Itu cerita pengalaman perdana saya naik kereta dari Bandara menuju Pusat Kota. Kalo kalian punya tips naik kereta monggo share ya di kolom komen. Terima kasih.
Lampu lalu lintas dan kesadaran Berkendara
220531
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Halo Semua…
Sekitar 3 bulan terakhir lampu lalu lintas atau sering disingkat Lampu APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) di persimpangan rumah dinas jalan teuku umar mati. Kendaraan harus memperlambat kecepatan saat melintas di persimpangan tersebut. Jumlah kendaraan yang melintas terkadang ramai saat jam pagi hari kerja/sekolah dan pulang kerja.
sekitar 50 meter ke arah timur persimpangan juga ada cafe di mana kendaraan pengunjung cafe banyak parkir di sisi pinggir jalan. Jika terjadi kemacetan di persimpangan lalu lintas maka akan menambah panjang antrian. Hal ini terjadi kemarin sore saat saya pulang kerja.
Sore itu kendaraan sangat ramai ditambah kendaraan pengunjung cafe yang parkir di sisi jalan, kemacetan terjadi sampai depan rumah dinas. Selang beberapa menit kemudian, polisi patroli akhirnya turun ke persimpangan dan mengatur lalu lintas dan pada akhirnya kemacetan dapat terurai
Anggapan lampu APILL tidak terlalu penting namun ternyata dikondisi persimpangan sudah selayaknya wajib ada dan berfungsi. Ya berfungsi. Sering terjadi di kota – kota kendaraan banyak namun APILL tidak berfungsi dengan baik, dan kerusakan tersebut dibiarkan beberapa lama tanpa ada perbaikan. Setau saya APILL merupakan tanggung jawab dari Dinas Perhubungan.
Di kota kelahiranku, Medan. Lampu APILL yang berfungsi saja sering dilanggar apalagi yang tidak berfungsi. Pemahaman masyarakat dan kesadaran berkendara masyarakat perlu terus ditingkatkan. Seringnya pelanggaran lalin yang dianggap biasa menyebabkan semakin banyaknya pengendaraan yang melanggar aturan, contohnya ya berhenti di depan garis berhenti, melanggar lampu merah, tidak pakai helm.
Akumulasi dari pelanggaran ini ditambah tidak berfungsinya APILL semakin menambah resiko kecelakaan berkendara. Kesadaran berkendaraan tidak hanya untuk kendaraan bermotor seperti mobil maupun motor, tapi juga sepeda. Beberapa dari kita mungkin pernah melihat sepeda yang menerobos lampu merah karena beranggapan bukan kendaraan bermotor sehingga berhak untuk dapat melintas tanpa ikut aturan APILL, namun perlu disadari bahwa berjalan kakipun ada aturannya saat menyebrang utamanya di persimpangan yang ada lamput APILL, sehingga tidak ada alasan sepeda berhak untuk tidak taat pada peraturan APILL.
Saya sebagai ayah selalu mencoba menjelaskan dan memberi contoh kepada anak maupun saudara mengenai kesadaran berkendara. Naik motor wajib pakai helm, baik itu jarak pendek ataupun jarak jauh. Tidak hanya naik motor, naik sepeda pun wajib hukumnya menggunakan helm.
Semoga masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas.
Langkah kecil dan konsisten
Assalamu’alaikum Warahmatullahi wa barakatuh…
Halo semua….
Kemarin saya liat video NasDaily tentang video creator bernama Khaby Lame. Saya mengikut NasDaily karena dari beberapa videonya bisa menjadi inspirasi, sebagai contoh video mengenai pengelolaan sampah menjadi sumber energi di Singapore dan masih banyak lagi video menarik lainnya. Namun tentu tidak semua video yang aku setuju tentang pandangan dari NasDaily. NasDaily merupakan seorang video creator dimana content videonya berisikan cerita – cerita inspirasi dari orang, perusahaan, negara dan lagi.
Kembali ke Khaby Lame, kalian mungkin sudah pernah liat beberapa video dari Khaby, ya dia seorang content creator warga negara Itali, imigran asal Senegal.
Khaby dikenal banyak orang karena content videonya yang membuat segala sesuatu life hack yang rumit dari content creator lain menjadi lebih simple. Sebagai contoh video tentang orang yang pakaiannya tersangkut dipintu mobil yang kemudian dia menggunting pakaiannya agar terlepas dari pintu mobil, Khaby membuat video life hack yang simple dengan cara membuka pintu mobil tanpa harus menggunting baju yang tersangkut tersebut. kemudian diakhiri dengan gestur tangan dan senyumnya yang iconic.
Video – video awal dari Khaby dulu hanya diikuti oleh 2 orang saja yaitu ayahnya dan satu orang tetangganya, hanya dua subscriber. Khaby secara konsisten membuat video untuk merespon life hack rumit dan terkadang tidak masuk akal yang banyak bertebaran di sosial media oleh content creator lainnya menjadi lebih mudah dan simple. Dia tidak peduli berapa banyak orang yang tonton dan berapa banya yang suka. Dia melakukannya karna dia suka. Dan ternyata, jeger… banyak orang yang suka dengan video – video dari Khaby dan khaby semakin terkenal.
Saat ini Khaby telah memiliki total 200 jt followers dari IG dan Tiktok. Ia menjadi sosok fenomenal, menjadi content creator profesial saat ini, telah memiliki manager dan tim creative.
Apa yang menjadi pembelajaran dari sosok Khaby kali ini yaitu lakukan hal – hal yang kalian suka, tanpa peduli apakah akan banyak yang subscribe, kasih jempol, komentar dsb. Lakukan dari langkah kecil dan konsisten (istiqomah).
Sebenarnya banyak orang – orang diluar sana seperti khaby. Orang yang secara konsisten tetap menulis, foto, menggambar dan lain sebagainya. Hanya saja memang butuh konsistensi, dan juga terkadang butuh pujian ataupun apresiasi. karena sebuah apresiasi dapat membuat seseorang lebih semangat untuk berkarya. Namun demikian saya yakin, yang lebih penting dari itu adalah bahagia melakukannya dan konsisten.
Pagi, Sarapan, Cerita
04 Januari 2022
Assalamu’alaikum. Halo Semua.
Aktivitas pagi ini saya mulai dengan berlari ringan (jogging) dengan pace 9 HR rata 140 bpm selama 50 menit dengan jarak 5.56 km. Pagi ini udara Pekanbaru terasa sejuk, mungkin karena dari kemarin sore malam dan pagi ada beberap kali turun hujan, sehingga suhu udara rendah, Pekanbaru pagi ini terasa sejuk dan berkabut. Saya rutin jogging 6 bulan terakhir ini. Nanti di tulisan berikutnya saya bahas lebih detail awal mula olahraga lari saya yang sekarang saya jadikan gaya hidup.
Pagi ini agendanya menemani tamu dari Jogja (Pak Jo) dan Medan (Pak Dan) untuk sarapan bareng di tempat sarapan khas di Pekanbaru yaitu Kimteng. Kalau kalian nanti ke Pekanbaru mampirlah ke kimteng sebagai tanda sudah resmi ke Pekanbaru. Kimteng ini berupa tempat makan / foodcourt yang menyediakan banyak tenant makanan dan minuman. Kimteng sendiri brand dari owner yang punya tempat, mereka menyediakan minuman yang terkenal yaitu kopi, kopi susunya. Untuk makanan mereka menyediakan roti kukus/roti bakar. Klo saya biasanya memesan minuman berupa es lidah buaya ditambahkan jeruk nipis. Saya bukan peminum kopi harian, saya minum kopi jika pengen.
Balik lagi ke makanan yang di sediakan di Kimteng. Tenant di Kimteng cukup banyak, menyediakan berbagai jenis makanan ada Bubur Ayam, Mie Ayam, Mie Pangsit, Sate, Dinsum dsb. Untuk makanan saya biasanya memilih yang ringan – ringan seperti dinsum, namun pagi ini saya pesan Bubur Ayam. Alhamdulillah. Selain kimteng ada beberapa tempat sarapan yang rutin kami jadikan tempat untuk menjamu tamu ataupun rakor pagi agar lebih santai antara lain : savasana dan coffee too
Suasana pagi ini di Kimteng cukup ramai, saya tiba sekitar jam 07.40. Banyak yang kami obrolin tentang Kerjaan, Perusahaan, Ekonomi, Sosial, Politik bahkan Agama. Ya beberapa tamu yang data saat ini memang spesial ada Pak Dan mantan bos saya saat berdinas di Gorontalo, beliau waktu itu menjabatan sebagai Kepala Cabang Sulut Gorontalo. Saat ini beliau sudah pensiun menikmati masa pensiun dengan bahagia. Beliau datang ke Pekanbaru untuk mengunjungi anak beliau yang saat ini bertugas di Pekanbaru. Saat ini kegiatan beliau mengurus usaha dan kos-kostan. Saya berencana belajar dengan beliau untuk mencari tahu bagaimana memulai usaha kos-kostan ekslusif seperti beliau. InsyaAllah saya juga tuliskan mengenai apa yang saya pelajari dari Pak Dan.
Tamu kedua Pak Jo. Saya tidak pernah secara langsung jadi anak buah beliau, namun beberapa kali interaksi terkait kerjaan atau ketemu saat rapat di Medan saat beliau menjabat Manager di kantor unit periode 2014. Cerita apapun dengan beliau mengasyikan. Pandangan beliau terhadap sesuatu hal menarik untuk disimak. Ya, saya tipe orang yang pengen tau pandangan orang lain terhadap segala hal yang saya pikirkan, lebih mencari informasi apa yang saya bisa pelajari dari pemikiran orang lain. Jadi setiap ada tamu yang datang saya ingin selalu mendapatkan informasi, pembelajaran, insight, cara berfikir dsb. Jika ada tamu, saya tidak hanya ingin sekedar menemani makan, haha hihi, namun juga ingin belajar sesuatu.
Kami selesai sarapan dan ngobrol sekitar jam 10.00 dilanjut diskusi di Kantor Cabang. Membahas topik – topik hangat terkait proses bisnis perusahaan kedepan, energi listrik dsb.
Bekerja di fungsi saya erat kaitannya dengan handle management, stakeholder, tamu internal maupun eksternal. Saya selalu berusaha mendapatkan informasi, pembelajaran dari tamu yang saya temani sehingga kita bisa menambah value diri ataupun punya banyak dapat informasi, sudut pandang terhadap hal – hal yang ingin kita ketahui.
Ya itu saja coretan hari ini. Sampai jumpa di cerita selanjutnya….
Sikat Gigi dan Sikat Alat Cukur
03 Januari 2021, 21:17
Assalamu’alaikum Halo Semua…
Ya malam – malam ngetik mumpung ingat masih anget. Jadi tadi sebelum tidur saya udah persiapan mau sikat gigi tiba di depan wastafel kamar mandi, baru awal sikat gigi tersadar… eh ini sikat gigi atau sikat gigi bekas yg dipakai utk bersihkan alat cukur ya ? Kok warnanya tidak lebih cerah dari sikat yang satu lagi…
Sebagai orang yang memanfaatkan alat bekas utk digunakan kembali jika masih layak, mungkin sebagian dari kalian juga melakukan hal yang sama. Saya terbiasa menggunakan kembali sikat gigi bekas utk dipake jadi sikat utk alat cukur, sikat utk sepatu, sikat untuk benda2 di dapur dsb. Untuk sikat alat cukur biasa saya letakkan di dekat wastafel namun biasanya terpisah dengan sikat gigi, karena sikat gigi saya letakkan di satu gelas yang sama dengan pasta gigi. Namun tadi ini posisi keduanya bersebelahan, saya lupa kenapa saya tidak letakkan sikat gigi di gelas biasanya. hehehe.
Kembali ke persoalan sikat gigi atau sikat bekas tadi, setelah sadar saya buru2 cek, ini mana sikat gigi yg sebenarnya ya. dicek2 kok kayaknya sikat merk oral b yg sikat utk gigi karena lebih bersih keliatannya. Sedangkan sikat merk pepsodent sepertinya sikat untuk alat cukur. Saya coba cium aroma bulu sikat utk memastikan mana yang masih tersisa aroma pasta gigi. Tapi nihil. Ga kerasa dua2nya.
Akhirnya diputuskan mengganti sikat gigi baru… hehehe… setelah cek di kotak sikat gigi, ternyata sikat gigi yg sebenernya harusnya yg merk pepsodent, tapi berhubung sikatnya juga udah tidak bagus lagi saya putuskan ganti dengan yang baru. Akhirnya bisa sikat gigi dengan tenang dan nyaman.
Berdasarkan artikel yg saya baca, sikat gigi layak diganti setelah pemakaian 3 atau 4 bulan. Berarti setahun mengganti sampai 3 atau 4 sikat gigi trus limbahnya mau dikemanakan ya ? Mari kita pikirikan bersama agar sikat gigi bekas dapat digunakan kembali dan bermanfaat jangka panjang. Kalo kalian tau limbah sikat gigi digunakan kembali sebagai apa saja, silakan tulis di kolom komen ya….
Oke sekian dulu. Selamat malam semuanya dan ingat ya untuk sikat gigi sebelum tidur…
Hak Berserikat dan Mengeluarkan Pendapat
03 Januari 2022
Assalamu’alaikum… Halo Semuanya…
Kali ini mau nulis tentang hak berserikat. Seperti kita ketahui hak berserikat individu/kelompok dilindungi di UUD 1945 Pasal 28.
Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 (“UUD 1945”) Berbunyi:
“Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.”
untuk pengaturannya dilanjut di UU No 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia (detail penjelasannya bisa diliat di link berikut)
Saya menulis tentang hak beserikat dan menyampaikan pendapat karena saya adalah bagian pekerja di perusahaan yang mengikuti Serikat Pekerja (SP). Setiap pekerja mempunyai pilihan untuk ikut serta atau tidak, bagi pekerja yang ikutserta di SP maka akan didaftarkan secara resmi dan setiap bulannya upah dipotong untuk iuran SP. SP ini diakui oleh perusahaan salah satu bentuk pengakuanya karena perusahaan menyetujui pemotongan upah setiap bulan bagi anggota SP. Selain itu, setiap periode dilakukan update Perjanjian Kerja Bersama antara Perusahaan dan Pekerja yang diwakili oleh SP.
Menurut pendapat pribadi saya, menjadi bagian dari SP merupakan hal yang baik, karena kita sebagai pekerja punya ruang diskusi dengan top management yang diwakili oleh SP. Mungkin jika kita sebagai pekerja secara pribadi agak sulit menyampaikan pendapat atau masukan langsung ke top management, namun melalui SP hal – hal yang ingin kita sampaikan bisa diwakili oleh SP sebagai bahan diskusi dengan Top Management saat dilakukan perundingan. Walaupun memang selama ini diskusi atau masukan bisa kita sampaikan ke fungsi Human Capital namun posisi Human Capital yang juga merupakan bagian organisasi perusahaan membuat masukan yang disampaikan difilter terbatas, karena memposisikan bagian dari Perusahaan, sedangkan di SP memposisikan sebagai Pekerja.
Beberapa kali saya secara langsung ataupun tidak langsung ikut serta menyuarakan pendapat mengenai hal – hal yang sedang terjadi di Perusahaan. Turun langsung ikut aksi atau aksi lainnya berupa pemasangan spanduk di area kantor atau status WA. Beberapa aksi yang pernah saya ikuti antara lain : Pengambilalihan Blok Kelola, Reorganisasi perusahaan, Tidak dijalankan PKB oleh Perusahaan. Yang terakhir saya ikut serta mengenai tidak dijalankannya PKB secara konsisten oleh Perusahaan dalam hal ini Top Management.
Tentunya bentuk dukungan atau aksi saya menyuarakan pendapat berupa pemasangan Spanduk, status WA sesuai dengan arahan dari Serikat Pekerja. Saya menilai hal – hal yang disampaikan oleh SP merupakan suara hati dari para pekerja namun memang tidak semua menyampaikan secara terbuka dukungan dengan pemasangan spanduk ataupun status wa karena alasan pribadi.
Selama ini saya mengikuti aksi berupa pemasangan spanduk maupun status WA sebagai jalan menginformasikan kepada pihak eksternal ataupun internal ada hal sedang tidak baik – baik saja, hal ini bukan berarti membuka aib perusahaan namun lebih ke cara saya untuk menyampaikan informasi. Beberapa mitra ataupun teman juga bertanya apa yang sedang terjadi, sehingga saya menjelaskan kepada mereka secara pribadi juga. Karena posisi saat ini informasi – informasi yang muncul di media kadang tidak sesuai dengan kondisi aslinya atau ada informasi yang ditutupi. Penting bagi saya untuk menginformasikan hal yang sebenarnya.
Selama ini aksi yang saya lakukan berupa pemasangan status WA saat menyampaikan pendapat sesuai arahan dari SP tidak ada teguran langsung dari management ataupun top management yang mereka mempunyai contact saya. Pada dasarnya saya menyampaikan apa yang saya yakini. Jika ada yang tidak setuju mari kita berdiskusi.
Oke semua, itu dulu tulisan kali ini. Sampai jumpa dicoretan berikutnya…
Semangat 2022
03 Januari 2022,
Assalamu’alaikum. Hallo Semuanya…
Pagi ini dimulai dengan seragam, parfum yang sama dengan tahun sebelumnya namun dengan semangat baru untuk menulis.
Pagi tadi sampai kantor tersadar lupa nyisir pagi, pas lewat depan cermin di kantor sekilas keliatan ga rapi, untung punya rambut yang pendek jadi mudah dirapihkan. basahi rambut sedikit, sisir pake tangan, set.. set.. set.. selesai rapih.
Pagi ini jam 08.00 dimulai dengan rakor online senasional dengan Bos Besar. Evaluasi 2021 dan Rencana kerja 2022. Semoga semakin baik ke depannya. Aaammmiinn.
2022 ini berkomitmen untuk mencoba menulis apapun itu. Cerita tentang 10 tahun masa dinas, perjalanan liburan, memulai usaha, cerita olahraga dan sebagiannya. Me-recall memory tersebut dengan membuka lagi foto – foto yang ada di hp, hardisk.
Semoga dengan menulis semakin meningkatkan kerja otak agar lebih fresh setiap hari. Banyak qoute – qoute tentang menulis salah satunya dari Imam Al Ghazali “Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis”. – Imam Al-Ghazali
Salah satu alasan menulis juga didukung dengan nasab atau garis keturunan. Dari garis keturunan Ayah. Almarhum Atok (semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala meridhoinya) merupakan seorangan wartawan salah satu pendiri koran mimbar umum di kota Medan yang juga seorang pengacara. Almarhum Om Dian (semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala meridhoinya) seorang penulis aktif selama hidupnya dan telah menghasilkan beberapa buku terkait marketing, self development salah satu buku tentang marketing yaitu Kacamata Kuda.
Saya pernah mendengar ceramah dari Ustad Khalid Basalamah (Ustad KHB), jalur nasab ternyata mempunyai peran bagi keturunan – keturunan selanjutnya. Jika seseorang terlahir sebagai anak seorang Pedagang maka anak keturunannya akan mudah diajarkan tentang berdagang walaupun pada pekerjaan utamanya dia seorang pekerja kantoran. Tinggal disentuh sedikit ilmu atau pemahaman terkait berdagang maka ia akan mudah memahami. Kira – kira begitu…
Semoga semangat menulis di tahun 2022 ini semakin menggebu semakin istiqomah untuk menulis apapun itu di setiap harinya. Doakan ya.
Sampai jumpa lagi dicoretan berikutnya….
Menyambut Semangat Baru
03 Januari 2022,
Assalamu’alaikum. Hallo Semua…
Hari ini mulai dengan seragam kerja yang sama seperti tahun sebelumnya, parfum sama dengan tahun sebelumnya tapi semangat baru untuk menulis.
Tadi pagi sampe kantor dimulai dengan kesadaran ternyata lupa sisir rambut, namun tidak masalah karna model rambut yang pendek, tinggal basah2 air sikit, sisir pakai tangan. tadaaa…. jadi rapih.
Jam 08.00 dimulai rapat koordinasi online senasional dengan Top Management, evaluasi kinerja 2021 dan semangat kerja tahun 2022. Insyaallah lebih dimudahkan di tahun ini dan seterusnya. Aaammiinnn.
Banyak hal yang direncanakan untuk ditulis tahun 2022 ini dengan mengingat kembali perjalanan 10 tahun terakhir selama berkarir, memulai usaha, memulai rajin jogging dan sebagainya.
Doakan semoga istiqomah
Intro…
“Bapak jangan macam – macam di sini, Bapak cuma pendatang !!! ”
itulah kalimat ancaman yang disampaikan oleh beberapa orang yang malam – malam datang ke kostan saat tugas di Gorontalo. Kejadian tersebut beberapa bulan setelah aku menjalankan tugas dinas di sana. Itu cuma sedikit dari banyak cerita yang dialami selama berdinas. Banyak pelajar baru, pengalaman seru, bahagia, tantangan, kisah sedih endebre… endebre… endebre…
Banyak kejadian dialami memang bagian dari resiko pekerjaan, bagian dari komponen gaji istilahnya. Bagaimana bisa sampai ada ancaman dari terhadap tugas yang aku laksanakan ? bagaimana rasanya berpindah – pindah lokasi kerja, dinas ke daerah – daerah ? Bagaimana melakukan social engineering walo aku sendiri lulusan mechanincal engineering 😀 ? Bagaimana rasanya menginjakkan kaki pertama kali di beberapa wilayah Indonesia yang indah ini ? dan banyak bagaimana lainnya.
Mari kita merewind kembali jalan cerita kerja karya aku selama berdinas di Perusahaan ini.
Semua berawal di 1 Juni 2010, but wait mari kita mundur ke 17 Januari 2010 saat awal mendaftar ke BPS PT Pertamina (Persero). Cekidot di blog berikutnya.