Sebenarnya udah lama (hampir 3 bulan) tour ke Belitung. Awalnya ikut tour karena ada harpitnas dan kebingungan mau pergi kemana. Iseng2 liat internet

Ketika aku merasa nyaman berada di dekatmu.

Ketika aku merasa bebas berbicara denganmu.

Ketika aku merasa tak berdaya bila jauh darimu.

Ketika aku merasa menjadi diri sendiri ketika bersamamu.

Ketika senyummu terasa menyejukkan hati.

Ketika suaramu terasa begitu merdu membelai telinga.

Ketika waktu terasa begitu cepat berputar bila kita bersama.

Ketika jantungku berdesir cepat disaat kita bersentuhan.

Ketika aku selalu ingin menyebut namamu.

Is that you, the one I have been waiting for?

Luar Biasa, satu lagi karya dari kang Abik yang fenomenal setelah Ayat Ayat Cinta. Menurutku Ketika Cinta Bertasbih lebih down to earth, lebih mendekati dunia nyata dari pada Ayat Ayat Cinta. Begitu agungnya cinta sehingga kemanapun dia pergi dan sembunyi, apabila Tuhan sudah berkehendak, semuanya pasti terjadi meskipun dengan berbagai rintangan.

Diceritakan tentang seorang pemuda Indonesia bernama Azzam yang kuliah di Mesir dan terpaksa juga harus mencari uang dengan membuat dan berjualan tempe dan bakso untuk menghidupi ibu dan adik2nya di Solo setelah meninggalnya ayah tercinta. Cinta pada pandangan pertama dengan Anna di Mesir dan dengan berliku2 jalannya dimana Anna sempat menjadi janda dan Azzam sempat hampir menikah dengan orang lain, tetapi akhirnya mereka berjodoh juga di Indonesia. Itulah kebesaran Tuhan, siapapun tidak bisa menolak apabila Dia sudah berkehendak.

Semoga nanti filmnya bisa sebagus novelnya dan tidak seperti film Ayat Ayat Cinta yang ceritanya kurang detail dan alurnya dibelokkan sehingga tidak sesuai dengan pesan asli dari novelnya.

I hate my self for for being so fool.

When I receive your sms and waste so much time just for thinking every word I type.

When I look at my cell phone every minute just hoping you call me.

When I am speechless and my heart beat faster if you are around me.

I hate myself for being so crazy.

When my heart jump if someone says your name.

When I am so happy just looking at you around me.

When my heart beat stop if you touch me.

I hate the fact that I am falling in love with you.

Buat yang suka cerita silat seperti karangannya SH Mintarja, sekarang saatnya berimajinasi lagi dengan dilatar belakangi sejarah Singosari terutama Ken Arok. Pada buku Candi Murca ini LKH lebih garang karena tidak banyak lagi dibatasi dengan fakta sejarah seperti pada bukunya Gajah Mada 1 sampai 5. Sungguh saya menemukan lagi sesuatu yang sempat hilang bertahun tahun yaitu cerita silat yang bermutu.

Apa yang terjadi bila di tahun 2011 ditemukan jejak bayangan sebuah candi dengan ukuran jauh lebih besar dari Borobudur ? Berpikir macam itu identik dengan ide tentang apa yang terjadi jika bumi ini didatangi sebuah pesawat angkasa luar yang besarnya jauh lebih besar dari sebuah kota (Film The Independent Day) Demikianlah candi itu dibuat pada zaman Mataram tepatnya di masa pemerintahan Rakai Walaing Pu Kumbhayoni. Candi yang sangat besar itu terpaksa dihilangkan dari pandangan mata karena ada pihak-pihak tertentu yang berupaya menghancurkannya, tak ada pilihan lain untuk melindunginya maka ia harus dimurcakan dan hanya dalam bulan purnama tertentu tampak bayangannya, yang hanya lamat-lamat berada di antara ada dan tiada.

Sebuah buku tentang kisah nyata seorang anak untuk bisa survive di tengah segala kesulitan dan hinaan yang diterima dari ibunya sendiri. “Child Abuse” itulah latar belakang dari buku ini yang ditulis oleh korban sendiri.

Gak bisa bayangin kok bisa ada orang tua terutama seorang ibu yang tega berbuat itu, memperlakukan anaknya seperti seorang binatang.

Buku yang menginspirasi kita untuk terus termotivasi dalam keadaan apapun, bahkan kesulitan yang kelihatan tidak ada ujungnya.

Buku ini disambung dengan “The lost boy” yang menceritakan bagaimana Dave bisa survive setelah bebas dari ibunya dimana traumatic tentang “child abuse” masih terus membayanginya.

Karena kesalahan dalam Perang Bubat yang menyebabkan rombongan pengantin dari Sunda Galuh terbunuh semua maka Gajah Mada dilengserkan dari jabatan Mahapatih. Selama lengser satu tahun, Gajah Mada menyepi ke suatu tempat di Tongas dan hidup sebagai petani biasa. Di lain pihak rakyat Sunda Galuh ada yang tidak terima sehingga mereka menyiapkan strategi untuk membunuh penyebab terjadinya perang Bubat yaitu Gajah Mada.

Menurutku serial kelima Gajah Mada ini lebih bagus daripada serial kedua atau ketiga. Paling bagus adalah serial pertama. Dalam kedua serial tersebut ada cerita lengkap tentang sejarah, intrik, strategi, perang dan percintaan.

 Sepeninggal Gajah Mada, Majapahit dilanda berbagai persoalan . Tanpa Gajah Mada Negara-negara yang dinaungi oleh payung kerajaan Majapahit itu tak lagi takut memeperjuangkan kemerdekaan. Sehingga intrik antara kekuasaan dan politik sepeninggal Gajah Mada merubah haluan kerajaan yang selama ini tak terbendung laju oleh sang waktu. Gajah Mada mungkin bisa merubah semua ini..atau berhenti karena kodratinya. Buku ini coba menggali kembali puncak kejayaan yang pernah ada, dari tiada menjadi ada, lalu kembali menjadi tiada.

Begitulah yang bakal terus terjadi. Gajah Mada dengan segala romantika dan figurnya merefleksikan betapa tidak ada manusia yang sempurna, walau seorang Gajah Mada sekalipun. Kehidupan tidak berhenti pada suatu titik tetapi berputar dibawah kendali dan kerendahan hati. 

Cerita yang tragis, dimana Gajah Mada yang sudah berada pada posisi puncak karena telah berhasil menyatukan seluruh Nusantara bahkan termasuk Tumasek (Singapore), tiba2 langsung jatuh terjerembab karena ulah beberapa orang yang suka mengail di air keruh dan didukung dengan kelakuan Gajah Mada yang terlalu berambisi memenuhi sumpah palapa nya.

Tapi bagaimanapun cara pandang dan berpikir Gajah Mada patut diteladani terutama oleh para pemimpin bangsa saat ini. Bagaimana Gajah Mada mengorbankan semua kesenangan pribadinya hanya untuk pengabdian kepada negara. Andaikan ada 25% saja pejabat negara yang berperilaku seperti Gajah Mada, pasti Indonesia bakal menjadi negara makmur, murah sandang pangan, gemah ripah loh jinawi. Mungkin buku ini dijadikan bacaan wajib para caleg aja ya, buat tuntunan kalau mereka benar2 terpilih duduk di kursi legislatif.

“Aku tetap bersikukuh pada permintaanku yang telah kukirim berulang kali. Aku tetap meminta agar Sunda segera menyatakan diri bergabung dengan Majapahit karena masalah yang akan dihadapi Sunda Galuh sama dengan yang harus dihadapi Majapahit. Sampaikan kepada rajamu, hari inilah saatnya untuk menentukan sikap, akan tetap berdiri sendiri atau tunduk pada kehendak kelompok yang lebih besar. Tidak ada tawar-menawar lagi. Kehadiran temanten dari Sunda Galuh kali ini sekaligus merupakan pernyataan bahwa Sunda Galuh bersedia tunduk menjadi bagian dari Majapahit”.

Pengulangan ucapan Gajah Mada yang disampaikan Temenggung Larang Agung itu memaksa udara ikut berhenti bergerak dan menyihir orang-orang Sunda Galuh untuk terjerembab dalam kubangan perasaan sewarna, marah! Serentak para pengiring Maharaja Linggabuana mengambil sikap. Semua menyingsingkan kain wiron dan mengubah letak kujang ke pinggang masing-masing serta melepas tali pengikat pedang untuk memudahkan ketika melolos pedang itu dari sarungnya.

Mungkin kalau Gajah Mada hidup saat ini dan mencalonkan diri jadi caleg, pasti aku contreng deh, karena diceritakan dalam buku ini Gajah Mada adalah orang yang sangat loyal kepada negara, sangat berani mengenyampingkan kepentingan pribadi demi terwujudnya kesatuan dan kejayaan negara.

“Untuk Mewujudkan keinginanku atas Majapahit yang besar.” ucap Gajah Mada dengan suara amat lantang. “Untuk mewujudkan mimpi kita semua, aku bersumpah akan menjauhi hamukti wiwaha sebelum cita-citaku dan cita-cita kita bersama itu terwujud. Aku tidak akan bersenang-senang dahulu. Aku akan tetap berprihatin dalam puasa tanpa ujung semata-mata demi kebesaran Majapahit. Aku bersumpah untuk tidak beristirahat. Lamun huwus kalah Nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjugpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasek, samana ingsun amukti palapa.”

Senyap pendapa Bale Manguntur mendengar sumpah yang disaksikan matahari yang panas menggila. Semua orang masih terpesona pada jejak sumpah mengerikan yang diucapkan Gajah Mada. Sumpah itu memang layak disebut mengerikan. Entah dengan cara bagaimana Gajah Mada bisa menanggungnya. Sumpah itu terlampau mengerikan bagi sahabat Gajah Mada karena betapa keras kerja yang harus dilakukan untuk mewujudkannya.

Bagaskara Manjer Kawuryan? Siapakah orang yang mencoba bermain-main denganku menggunakan nama yang semestinya terkubur bersama kematian Ra Tanca?” Gajah Mada meletupkan rasa penasarannya dalam hati.

Sembilan tahun sejak pemberontakan Ra Kuti, baru diketahui orang yang berada di balik nama itu adalah Ra Tanca. Setelah Ra Tanca mati, kini tiba-tiba ada orang lain yang menggunakan nama itu. Pemahaman terhadap kata sandi Bagaskara Manjer Kawuryan sangat terbatas dan nyaris terkubur oleh waktu yang telah bergerak sembilan tahun lamanya. Namun, ternyata di luar sana, entah siapa, setidaknya ada orang yang tahu makna kata sandi itu. Di balik penampilannya yang aneh, menunggang kuda putih, mengenakan jubah berwarna putih, dan menyembunyikan wajah di balik topeng, orang itu mengetahui banyak hal, mengetahui adanya kata sandi Bagaskara Manjer Kawuryan.

Novel yang penuh intrik dan siasat dengan segala keterbatasan teknologi di masa lalu. Sayangnya pada serial kedua dari novel Gajah Mada ini Langit Kresna Hariadi terlalu berhati2 dengan lebih banyak menunjukkan kronologi dan bukti2 sejarah dari masa lalu. Mungkin karena pada novel pertamanya LKH  terpeleset dengan menceritakan Prabu Sri Jayanegara yang meninggal beberapa bulan setelah pemberontakan Ra Kuti, padahal dalam beberapa bukti sejarah Prabu Sri Jayanegara baru meninggal 9 tahun setelah pemberontakan Ra Kuti.

Apapun itu, novel ini sangat layak untuk dibaca karena kita bisa sekaligus belajar sejarah dan pemikiran beberapa nama besar di jaman dahulu.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai