Tema 1 Kelas Sampiung (nama kelas 7 anak pertama kami, Alfie) ini sangat menarik, di mana anak-anak diajak untuk menyelami diri. Neuleuman Kana Diri, nama temanya.
Lebih dalam lagi, selain menyelami ke dalam diri, juga diajak menyelami untuk lebih dekat bersama keluarga dengan adanya Proyek Kesenian Keluarga.
Di proyek ini, masing-masing anak diminta untuk mengajak kolaborasi anggota keluarga dekat untuk membuat suatu karya kesenian. Persiapannya dilakukan selama 2 minggu.
Jenis keseniannya boleh apa saja.
Ada yang membuat seni lukis bersama Ayahnya.
Ada yang berkolaborasi dengan Uti-nya (Nenek) untuk membuat karya jahitan.
Ada yang menampilkan time travel fotografi Bandung Tempo Doeloe dibandingkan dengan kondisi saat ini.
Ada yang bernyanyi bersama Ayahnya diiringi dengan alat musik drum elektrik yang dibawa ke dalam kelas. Seru..
Apalagi membawakan lagu “Creep”-nya Radiohead. Lagu tahun 90-an euy..
Berasa ingat jaman waktu muda dulu hahaha..
Iya, kami para orangtua ternyata sudah tua.. Anak-anak yang sudah beranjak dewasa hehee..
Lalu, ada juga yang membuat sebuah lagu bertemakan keluarga.. dan karya-karya ciamik lainnya dengan nara sumber beragam.
Di tulisan ini, saya akan menceritakan bagaimana Alfie melakukan kolaborasi bersama nara sumber dari keluarga, seorang Vocal Coach, Etnomusicologist-orang yang mempelajari musik-musik etnik dan juga seorang pengajar di Unpar, namanya Rayhan Sudrajat. Akun ig-nya @rayhansudrajat.
Follow ya, suaranya kereen hehhee..
Kami bertiga.. saya, Fera (Ibunya Alfie) dan Alfie, mulai berdiskusi kira-kira siapa yang akan menjadi kolaborator di proyek ini.
Dari beberapa pilihan, pilihan jatuh kepada Om Rayhan-panggilan Alfie ke nara sumber, karena Beliau tinggal di Bandung, dan istrinya Om Rayhan sering berkomunikasi dengan Fera.
Janji pertama kami buat untuk bertemu melalui Zoom terlebih dahulu antara Alfie dan Om Rayhan. Kami hanya curi-curi dengar saja di belakang.
Kami sengaja meminta Alfie yang berkomunikasi langsung dengan Om Rayhan supaya dia belajar bagaimana menyampaikan maksud dan tujuan proyek itu ada. Di sini ilmu komunikasi diasah.
Setelah Alfie menjelaskan latar belakang kenapa proyek ini ada, Om Rayhan meresponnya dengan baik.
Di pertemuan itu, mereka berdua sepakat untuk membuat sebuah lagu bertemakan keluarga. Alfie akan bermain recorder dan Om Rayhan akan mengiringinya dengan gitar. Kenapa recorder? Karena sejak dapat pelajaran bermain recorder di kelas 6, Alfie memang jadi hobby memainkannya setiap hari sehabis mandi pagi.
Janji kedua, melalui zoom lagi karena Alfie dan Om Rayhan sama-sama ada kegiatan, jadi sulit untuk mengatur janji temu secara langsung.
Di sinilah proses pembuatan lirik dan lagunya.
Alfie diminta untuk memainkan recorder dengan nada yang acak secara berulang-ulang. Dari nada acak yang berulang-ulang itu, diambil lah musik yang sekiranya catchy, sambil direkam oleh ponsel agar bisa diulang kembali untuk latihan.
Nah, di sini Alfie sempat lupa untuk mengcopy paste liriknya. Jadi lupa untuk menangkap apa aja ya lirik lagunya itu. Untung setelah diingat-ingat, nyambung lagi, dan masuk ke lagunya.
Di proses pembuatan lagu dan lirik itu, kreatifitas muncul. Kebebasan berekspresi juga terfasilitasi.
.
.
H-1 penampilan, akhirnya Alfie dan Om Rayhan bisa bertemu tatap muka untuk latihan bersama dan rekaman. Kami sekeluarga berkunjung ke rumahnya Om Rayhan dan Alfie masuk ke ruang studionya untuk rekaman di sana. Alat-alatnya lengkap untuk mengambil rekaman musik dan vokal.
.
Hari H penampilan pun tiba.
Sebelum giliran Alfie tampil, narasumber sudah datang lebih dulu dan sempat melihat beberapa penampil lainnya.
Sambil menonton, Om Rayhan nanya-nanya ke saya,
“Mas, itu anak-anak megang kertas kecil dan nulis apa?”
“Oh itu lembar apresiasi dan saran pengembangan”, jawab saya.
Om Rayhan pun tersenyum mendengar jawaban saya.
Memang menarik, anak-anak sudah terbiasa untuk melakukan apresiasi dan saran pengembangan sejak jenjang SD.. ketika menjadi Kapten Kelas, yang berubah tiap minggunya, juga saat presentasi sesuatu.
Ini bagus menurut saya. Anak-anak jadi sudah terbiasa memberikan pujian akan apa hal yang bagus, juga memberikan saran agar penampilan temannya bisa lebih berkembang.
Yang menarik lagi, ada pertanyan lain dari Om Rayhan ke saya, “Mas, apa hal menarik menurut Mas Wibi dari sekolah ini, yang tidak ada di sekolah lain?”.
Saya bilang, “Pendidikan di Sekolah ini, Holistik. Metode pembelajarannya dinamis. Lihat saja, anak-anak di kelas pada nyeker. Belajar di kelasnya pun bisa berubah-ubah posisi duduk. Kadang melingkar, kadang letter U, kadang pake meja, kadang di luar ruang, ngundang nara sumber, nonton film dan lain-lain. Kalau di sekolah pada umumnya, anak-anak hanya duduk di belakang meja mendengarkan guru menjelaskan materi di depan. Dan di sini, anak-anak dibantu untuk bisa memunculkan masing-masing bintangnya, yang berbeda-beda dan unik. Jadi keluar dari Sekolah ini, sudah tahu bintangnya apa.. tidak seperti mesin fotokopi, keluarnya sama semua.”
Om Rayhan pun mengangguk-angguk tersenyum. Oh iya, Om Rayhan ini juga ada rencana menyekolahkan anaknya di Sekolah ini nanti ketika kelas 1 SD.
.
.
Tibalah giliran Alfie ke depan untuk menampilkan karya kolabirasinya.
Dari nyanyian yang ditampilkan, ada kesan mendalam yang diberikan oleh Kak Hanif-pengajar matematika anak-anak. “Lagunya bagus, vibes keluarganya kerasa banget”, katanya.
Kami sebagai orang tua, ikut terharu juga. Karena memang demikianlah adanya. Kami selalu bersama. Ke mana-mana ya bareng. Kebersamaan itu tergambar sangat pas di dalam lagu itu.
Jadi di proyek ini, ternyata kami dapat bonus, lagu keluarga yang bisa diputar berulang-ulang sebagai anchoring-kalau dalam bahasa NLP- untuk kita selalu bersama, dalam suka maupun duka.
Di kertas apresiasinya, saya pun membaca semua tulisan teman-temannya Alfie. Ada yang menarik komennya. “Gak nyangka, ternyata kamu jago”. Entah jago apa, jago nyanyikah, jago main sulingkah, atau jago bikin lagu. Yang pasti, melalui Proyek Kesenian Keluarga ini, anak-anak diberikan kesempatan untuk memunculkan bakat-bakat lain yang mungkin selama ini belum terfasilitas secara utuh.
Terima kasih banyak untuk sekolahnya anak-anak, yang sudah membuat program pendidikan holistik seperti ini..
Salam super.
Oh ya, dibawah ini saya lampirkan link lagunya. Silahkan didengarkan bersama keluarga ya.. Di mobil seru nyanyi bareng-bareng. Cobain deh.. Hehee..







Recent Comments