Bulir-bulir embun masih lengket di dedaunan. Di ufuk timur, matahari baru saja memancarkan sinar keputihan ketika langkah Abdul Djalil berkelebat lincah di jalan setapak. Sesekali, warga Gampong Alue Peuno, Kecamatan Peusangan itu, menyibak ilalang yang menghalangi langkahnya. Baca lebih lanjut
Teror Aceh
Di Lhokseumawe dan Langsa, kantor Partai Aceh (PA) dibakar. Cara dan waktu pembakaran nyaris sama, baik terhadap kantor Dewan Pimpinan Gampong (DPG) PA di Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, maupun kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PA Langsa Timur. Baca lebih lanjut
Ringgit (Belum) Berhenti Mengalir
Nasib 24 ribu warga Aceh di Malaysia terjawab sudah. Mereka dipastikan masih bisa bertahan hingga 2010 di negeri jiran tersebut. Kabar yang menyejukkan itu diputuskan dalam pertemuan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dengan Perdana Menteri Malaysia, Dato Sri Moh Najib Bin Tun Haji Abdul Razak di Kuala Lumpur, kemarin. Baca lebih lanjut
Ketergantungan Listrik
Hidup kita sudah terlanjur mempunyai unsur ketergantungan pada listrik. Kelangkaan pasokan listrik atau terputusnya suplai arus listrik dapat melumpuhkan seluruh sendi kehidupan. Baca lebih lanjut
Senjata Ilegal
Senjata api, dalam sebuah negara hanya boleh disandang aparat keamanan, khususnya tentara dan polisi. Itu pun masih dalam seleksi (internal) yang—mestinya—ketat. Ada kalangan sipil yang diberi izin menyimpan senjata, dengan kriteria dan syarat tertentu yang amat ketat. Negara, melalui aparat kepolisian pula yang menentukan. Baca lebih lanjut
Duh, Teganya (Pejabat) BRR
Setelah biaya komunikasi (yang biasa biasa saja), kini giliran angka perjalanan dinas di kantor Pusat BRR Aceh-Nias di Banda Aceh yang menelorkan angka mencengangkan. Selama delapan bulan, BRR menghabiskan Rp11,5 M untuk perjalanan dinas, termasuk carter pesawat komersial. Baca lebih lanjut
Lelaki tanpa Matahari (Tamat)
Sejak itu, aku berusaha melupakan Amelia. Tapi, cinta yang pernah kudapatkan darinya telah membuatku hanya berpikir tentang perasaan orang lain. Cinta yang membuat aku selalu mendahulukan orang lain. Cinta yang kemudian menjadi bumerang, membelenggu proses kreativitasku dan membuat kualitas diriku mandul. Cinta yang membuat aku lupa bahwa aku masih punya banyak kesempatan untuk menguras segala keahlian dan keunggulan diri. Baca lebih lanjut
Lelaki tanpa Matahari (16)
Tanpa terasa matahari telah beranjak ke peraduan malam. Sementara azan magrib baru saja usai. Sesaat kemudian kejora hinggap di langit yang telah berwarna gelap. Aku masih saja terpaku menatap laut. Pikiranku mengembara, melintas hari-hari indah yang pernah kulalui bersama Amelia. Ya, di tempat ini aku sering menikmati matahari tenggelam bersama Amelia. Baca lebih lanjut
Lelaki tanpa Matahari (15)
Gerimis jatuh satu-satu seperti salju. Tapi langit tidak tertutup mendung. Matahari yang baru beranjak dari peraduannya juga nampak utuh. Sementara “kuda mesin” yang kutunggangi meluncur mulus ke arah barat. Tujuanku hanya satu, cepat sampai di Bireuen untuk menjemput kembali matahariku. Baca lebih lanjut
Lelaki tanpa Matahari (14)
Ketika mataku terkuak, kutemukan tubuhku terbaring di pinggir jalan. Astaghfirullaahal’adziim… Sorot mataku mengitari beberapa siswa calon polisi yang berdiri di sekelilingku. Ya, sepeda motor yang kukendarai ternyata terjatuh persis di depan gedung Sekolah Polisi Negara, di puncak Seulawah, Aceh Besar. Baca lebih lanjut
Lelaki tanpa Matahari (13)
“Gimana? Langsung berangkat?” tanyaku seraya menuntunnya ke sepeda motor.
Amelia mengangguk. Kustarter sepeda motor dan kami tancap gas. Membelakangi matahari yang mulai memancarkan terik yang menyengat tubuh. Baca lebih lanjut
Wartawan, Reformasi dan Kutu Busuk
Sungguh naas dan memalukan bagi kami, terlebih para kepala Puskesmas yang berhasil “diperas” oknum wartawan, yang membawa bawa nama Harian Aceh. Wartawan Saf, alias Iwan, berhasil menilep jutaan rupiah, dari kepala Puskesmas di Banda Aceh dan Aceh Besar, atau bahkan mungkin dari banyak fihak lain yang belum kita ketahui. Baca lebih lanjut
Payudara Abigail Clancy dan Mandi Shower
Payudara Abigail Clancy pernah jadi topik hangat di situs koran The Sun di Inggris belum lama ini. Diajukan pertanyaan kepada responden apakah milik Abbey (panggilan Abigail) asli atau sudah dioperasi. Ternyata hasilnya 80 persen memilih, itu hasil operasi. Abbey tentu saja bangga dengan angket itu, ia membantahnya, payudaranya asli! Baca lebih lanjut
Lelaki tanpa Matahari (12)
Setelah beberapa kali aku menekan redial, akhirnya ada juga yang mengangkat telepon itu. Dari ujung telepon seluler terdengar suara serak Amelia, seperti usai menguras tangis. “Maafkan adek, bang. Tadi teleponnya memang dipinjam Kak Wati.” Baca lebih lanjut
Lelaki tapa Matahari (11)
Kurasa malam belum begitu larut. Setidaknya, jarum jam belum menajukkan pukul 00.01 dini hari ketika aku terjaga dari tidur yang diselimuti kegelisahan. Dari balik jendela aku menyaksikan kunang-kunang meliuk di atas setangkai kembang. Malam melempar pesan lewat jemarinya yang dingin. Dan, tiba-tiba aku ingat pesan singkat dari Amelia yang mampir ke handphoneku tadi sore. Kuraih HP dan segera meneleponnya. Baca lebih lanjut
Moral Kita, Kiamat!
Kita saat ini tengah dilanda degradasi moral. Akibat agama kini hanya dijadikan simbol. Rasa bersalah dan malu telah dikalahkan oleh “kenikmatan” dunia, berupa materi, jabatan dengan segala kemewahannya.
Lihat saja penyelewengan terjadi di mana mana, tanpa merasa bersalah, tanpa malu. Kemarin di Aceh, Mantan Ketua Bappeda Agara diduga “sikat” setoran pajak negara, Dinas Perikanan Pidie dituding “tilep” dana rehab tambak, oknum anggota BRDA “sunat” bantuan korban konflik. Baca lebih lanjut
Lelaki tanpa Matahari (10)
Kubiarkan Wati tidur di kamar. Sedangkan aku memilih tidur di sofa. Namun, sepanjang malam aku terus gelisah. Pikiranku mengembara, ingin menembus dinding kamar, tempat Wati tertidur pulas. Bayangan gadis itu terus mengusik alam sadarku. Akh, kucoba mengusir pikiran itu jauh-jauh. Kubenamkan wajahku ke sofa. Aku berharap, cepat tertidur dan terbuai mimpi indah. Baca lebih lanjut
Lelaki tanpa Matahari (9)
Aku berjalan gontai kembali ke kamarku, setelah mengantar Amelia hingga ke depan mess, tempat sepeda motornya di parkir. Aku merasa seperti ada sebuah bahaya laten yang akan mengancam kehidupanku. Naluriku mengatakan, keluarga Amelia tidak mungkin menerimaku lagi. Lebih-lebih Wati, wanita yang pernah terperangkap ranjau cinta yang kutebarkan empat tahun lalu. Yang kemudian kuhempas setelah sebulan penuh menemani hari-hariku selama di negeri jiran. Baca lebih lanjut
Draf PP “Busuk” Jakarta untuk Aceh
Orang yang sudah menyentuh “bumi” Jakarta, katanya sukar melupakan gemerlapnya ibukota Republik Indonesia itu. “Susah mengatakan. Tapi jelas ada pesona di sini, yang tidak mungkin kita tinggalkan setelah tahu enaknya,” kata seorang warga Aceh yang kemudian betah di Jakarta. Baca lebih lanjut
Lelaki Tanpa Matahari (8)
Karena ada Amelia di kamarku, seusai mandi aku langsung menggantikan pakaian di kamar mandi. Begitu kembali ke kamar, kutemukan wajah bidadariku tidak seperti hari-hari sebelumnya. Biasanya, dia selalu membersihkan kamar tidurku sambil menunggu aku selesai mandi dan mengganti pakaian. Baca lebih lanjut
Lelaki Tanpa Matahari (7)
Hingga azan isya yang terdengar sayup dari mesjid di seberang sawah, hujan masih saja mengguyur lebat. Aku dan Amelia telah hanyut jauh dalam dunia masing-masing. Dia meringkuk dalam balutan pelukanku. Matanya masih menerawang, menerobos jalanan sunyi. Aku tahu apa yang ia lamunkan, apalagi setelah berkali-kali mendengar helaan nafasnya. Ya, seperti juga yang sedang aku pikirkan. Ingin kebersamaan ini bisa berlangsung selamanya. Baca lebih lanjut
Lelaki Tanpa Matahari (6)
Kurasa semburan udara penyejuk ruangan itu dipaskan pada posisi 16 derajad celsius. Namun, butiran keringat kulihat tetap saja mengalir di jidat Raja-01 yang lumayan licin. Ohya, Raja-01 itu panggilan kami untuk pemimpin redaksi. Maklum, Harian Pararaja memang dikelola oleh sejumlah raja dari beragam komunitas berbeda. Baca lebih lanjut
Kelelawar Hitam Serbu London!
Kelelawar hitam menyerbu London, Kamis dinihari WIB. Kepak sayap kelelawar akan memenuhi langit stadion Stamford Bridge, London. Ada Chlesea yang menantikan kedatangan mereka dan harus meluluhkan harapannya. Baca lebih lanjut
“Tulip Oranye” Kehilangan Warna Asli
Pasukan “Oranye” Belanda memang menang 1-0, berkat gol Giovanni Van Bronckhorst saat menghadapi Slovenia di Petrol Arena, Kamis (29/3) dalam kualifikasi Euro 2008. Namun penampilan tim Belanda sekarang, permainannya tidak seindah tim-tim asuhan pelatih terdahulu, seperti Rijkaard atau Guus Hiddink. Apalagi untuk disamakan dengan mahaguru sepakbola Belanda, Rinus Michels. Baca lebih lanjut
Warga Banda Aceh Dihebohkan Kue Berkaligrafi “Allah”
Masyarakat Desa Bait, Kecamatan Baitul Salam, Aceh Besar, dikejutkan dengan temuan kue berkaligrafi “Allah”. Kue yang telah berubah itu diketahui, Selasa malam, ketika salah seorang anggota keluarga ingin memakannya. Baca lebih lanjut
Polisi Temukan 20 Hektar Ladang Ganja
Jajaran Polres Bireuen, Aceh, menemukan 20 hektar ladang ganja dengan ketinggian berbeda di perbukitan Pinto Rimba Desa Jaba, Kecamatan Peudada, Bireuen. Pada operasi ANTIK 2007 di lima lokasi itu, polisi mengamankan barang bukti dua ribu batang ganja dan sekitar delapan ribu batang lainnya dimusnahkan di lokasi, Selasa (27/3). Baca lebih lanjut
Jagung Bakar di Balik Senyum Wanita Muda
PIYOOOH….piyoooh (mampir-mampir). Sapaan ramah seperti itu kerab terdengar saat pengendara mobil maupun sepeda motor melintas di Jalan Banda Aceh-Medan, tepatnya di areal persawahan Desa Pucok Alue Rheng, sekitar lima kilometer arah barat pusat kota Bireuen, NAD. Baca lebih lanjut
Lelaki Tanpa Matahari (5)
“Adek gak mau ikut campur dengan urusan abang di kantor. Tapi adek kan selalu mendukung segala sesuatu yang terbaik menurut abang.” Baca lebih lanjut
PSSB Berhentikan Zulkarnain Pasaribu
Setelah Persiraja Banda Aceh memecat pelatih Riono Asnan, akhir Februari lalu. Kini giliran PSSB Bireuen dalam rapat pengurus, Minggu (11/3) kemarin, sepakat untuk Baca lebih lanjut
Carut-Marut Hukum di Serambi Gubernur
Mata hari baru saja mendaki di puncak gedung megah milik Pemda Provinsi Nangore Aceh Darussalam. Di selisik daun-daun nyiur yang sengaja ditanam sebagai penghias halaman Baca lebih lanjut
Lelaki Tanpa Matahari (4)
Perjalanan cintaku dan Amelia berjalan tanpa hambatan yang berarti. Setiap saat terjalin komunikasi, meski sekedar sebuah pesan singkat. Baca lebih lanjut
Lelaki Tanpa Matahari (3)
Namun, setelah beberapa episode kehidupan kulalui. Aku mendadak berharap kegelapan malam cepat berlalu. Aku tiba-tiba ingin selamanya menikmati matahari pagi. Baca lebih lanjut
Lelaki Tanpa Matahari (2)
Bulan pertama di Jakarta. Hari-hari paling sulit dalam hidupku. Aku terlunta-lunta dari satu penerbitan ke penerbitan lainnya. Aku harus mencari pekerjaan. Baca lebih lanjut
Lelaki Tanpa Matahari (1)
Aku selalu tersesat di belantara sunyi. Sebuah dunia yang memberiku kenikmatan sekadar mengungkapkan kegelisahan. Aku mencintai malam. Baca lebih lanjut