Masturbasi, antara boleh dan tidak…

Posted in Uncategorized on April 11, 2008 by careforce

Masturbasi, antara boleh dan tidak…

 

 

Masturbasi adalah rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ genital / kelamin untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual yang biasanya sampai pada tahap orgasme. Menurut situs infokespro, hal ini sekali-sekali dilakukan oleh sebagian besar pria maupun wanita. Pada sebuah penelitian terungkap bahwa 95 persen pria dan 89 persen wanita dilaporkan pernah melakukan masturbasi.

Remaja tentunya termasuk ke dalam kelompok umur yang rentan untuk melakukan ini. Masa remaja adalah masa dimana banyak orang mulai mencoba bereksprimen dengan seksualitas mereka, salah satunya dengan melakukan masturbasi. Namun, secara umum, masturbasi yang biasa juga disebut, onani, coli, seks swalayan atau ngocok lebih sering dipersepsikan sebagai sesuatu yang jelek.

Banyak mitos yang tidak benar tentang mastubasi, seperti mastubasi bisa mengakibatkan kebutaan, gila, tempurung lutut kering, bahkan kematian dan lain-lain. Mitos-mitos tersebut tidaklah benar. Beberapa sumber justru menyebutkan bahwa masturbasi adalah cara yang aman untuk menyalurkan hasrat seksual, sepanjang dilakukan dengan perlengkapan yang steril.

Lalu bagaimana CARE FORCE memandang masturbasi? Pertama, masturbasi terkait dengan hasrat seksual. Hasrat seksual adalah sebuah anugerah yang pada umumnya dimiliki oleh semua orang dan semestinya disyukuri. Namun apakah hasrat tersebut harus selalu disalurkan pada setiap kali ia terpicu? CARE FORCE sepakat bahwa hasrat seksual dapat dikontrol. Artinya melakukan masturbasi bukan sebuah keharusan, karena keinginan tersebut dapat dialihkan dengan pikiran dan kegiatan lain.

Secara pribadi masing-masing orang mestinya mengenali apa yang dapat memicu hasrat seksual mereka. Untuk itu saatnya bijak dengan tidak memamerkan atau mendekati objek-objek yang dapat merangsang hasrat seksual jika masturbasi dinilai tidak tepat dilakukan pada saat tersebut.

CARE FORCE sepakat bahwa masturbasi tidak berpengaruh jelek terhadap kesehatan sepanjang dilakukan dengan benda atau perlengkapan yang steril. Hal yang perlu diingat adalah melakukannya pada kondisi yang tepat. Efek dari masturbasi biasanya hanyalah kelelahan. Untuk itu perlu ada pertimbangan sebelum melakukannya. Seperti saat musim ujian, apakah tepat untuk melakukan masturbasi?  

CARE FORCE menyadari keputusan untuk melakukan masturbasi ada ditangan masing-masing individu. Memutuskan untuk tidak ingin melakukan masturbasi bukanlah keputusan yang aneh, apalagi salah, dan sebaliknya. Semuanya ada ditangan kita. Namun kekayaan informasi, baik dari aspek medis, social, dan juga keagamaan biasanya akan mempengaruhi keputusan seseorang. CARE FORCE mendorong teman-teman remaja untuk mencari sebanyak mungkin informasi yang benar seputar masturbasi hingga kemudian membuat keputusan yang tepat bagi dirinya. (Gama)   

KEPERAWANAN

Posted in Uncategorized on April 11, 2008 by careforce

 

Faktanya, kebanyakan teman-teman setuju bahwa keperawanan dan keperjakaan dari pasangan mereka penting. By the way, keperawanan itu apa seh???

Sebagian besar dari kita ternyata masih banyak yang mengidentikkan keperawanan dengan keluarnya darah pada vagina perempuan saat pertama kali berhubungan seks intercourse. Alasannya, karena pada saat pertama kali berhubungan selaput dara perempuan akan pecah itu. Padahal faktanya secara medis, robeknya selaput dara tidak harus diikuti dengan keluarnya bercak darah. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya :

1. Terlalu rapuh

Bisa jadi selaput dara itu sudah robek sebelumnya karena terlalu rapuh. Beberapa jenis olahraga seperti berkuda, bela diri, bersepeda dan sebagainya bisa menjadi penyebab robeknya selaput dara. Apalagi kalau selaput darahnya termasuk jenis yang rapuh.

2. Kelewat elastis

Tidak adanya bercak darah di malam pertama mungkin saja disebabkan belum robeknya selaput dara karena sifatnya sangat elastis. Harap diketahui, membran ini sangat fleksibel. Pada beberapa kasus ditemukan bahwa elastisitas selaput dara memungkinkannya tidak robek pada waktu pertama kali berhubungan seksual. Bahkan ada yang baru koyak setelah wanita tersebut melahirkan!

3. Darahnya tidak banyak

Atau bisa saja sebenarnya keluar bercak darah, tapi karena sangat sedikit sehingga tidak mudah terlihat oleh mata. Banyak orang yang mengira kalau selaput dara robek akan keluar banyak darah. Padahal karena sedemikian tipisnya, selaput darah yang robek tidak selalu menyebabkan keluar darah dalam jumlah banyak.

4. Tidak punya selaput darah

Perkembangan teknologi memungkinkan dilakukannya penelitian tentang selaput darah secara mendalam. Hasilnya ternyata sangat mengejutkan karena dalam penelitian yang dilakukan para seksolog ditemukan beberapa perempuan yang sejak lahir memang tidak memiliki membran ini. Pada kasus ini keberadaan selaput dara tidak selalu membuktikan bahwa perempuan belum pernah melakukan hubungan seksual masih teruji kegadisannya.

Well, untuk itu CARE FORCE menolak segala bentuk mitos yang berkembang selama ini yang jelas tidak adil bagi perempuan. Termasuk soal status keperawanan yang bisa dilihat dari penampilan fisik. Menurut CARE FORCE, masih perawanan atau  perjaka  adalah keadaan dimana seseorang belum pernah melakukan kegiatan seksual (seperti ciuman yang dalam, petting, necking) dan hubungan seksual (intercourse) dengan lawan jenis ataupun sesama jenis secara sengaja dan sadar. 

So, keperawanan (dan keperjakaan) kita lebih ditentukan dari perilaku! Yeah… cuma yang kita dan Tuhan yang tahu bahwa kita masih perawan atau perjaka. Untuk itu, si cowok dan cewek sama-sama bertanggung jawab untuk menjaga keperawanan dan keperjakaan pasangannya. Setujukan?!

 

 

CANTIK, HAK SIAPA AJA

Posted in Uncategorized on March 29, 2008 by careforce

Ngomong-ngomong soal cantik, ada ngga sih cewek di dunia ini yang ngga senang dibilang cantik? Mmmm… kayaknya ngga ada deh. Ngga peduli gimanapun bentuk, rupa, dan warna kulitnya, semua cewek ingin dipuji bahwa mereka cantik. Untuk itu, cewek-cewek biasanya sengaja buat ngabisin waktu lebih lama mematut diri di depan kaca, sembari bertanya, “Dah cantik belum ya?” Wah, naga-naganya keinginan untuk cantik sudah jadi kodrat cewek kale??? Setuju?

Tapi o oww… ada masalah! Saat konsep kecantikan tidak dapat menampung kenyataan bahwa cewek-cewek –dan cowok juga- tercipta dengan keberagaman bentuk, ukuran dan warna kulit, maka banyak cewek yang dilanda krisis perasaan tidak cantik. Pasalnya, konsep tunggal bahwa cantik itu harus tinggi, harus langsing, harus putih, harus berhidung mancung, bulu mata harus lentik, dan rambut harus lurus panjang adalah adalah oleh konsep yang dibuat oleh koran, majalah, film, dan iklan TV yang sebenarnya amat KEJAM. Konsep ini tidak bisa menempatkan cewek pada posisi menjadi diri sendiri, dan bangga pada apa yang mereka miliki. Akhirnya, banyak cewek-cewek yang berlomba mandi pemutih, ke salon buat meluruskan rambut dan memasang bulu mata palsu. Dan diet mati-matian serta menarik dan meregang tubuh mereka biar bisa lebih tinggi. Wah…. kasian ngga? Banget! Itulah jadinya kalau sudah termakan iklan. GAWAT!!!!

So, CARE FORCE dengan kritis menangkis telak salah persepsi ini. Cantik itu bukan soal ukuran panjang pendek, kurus atau buncit. Cantik itu perkara PD. Percaya Diri guys!!! Meski ada orang yang tinggi semampai bak pohon pinang, tapi kalau dia ngga pede and jalannya jadi malu-jalu malah nyaris bongkok… huh, capek deh? Ayo PeDe! Kalau sudah PD, maka kita bisa hidup dengan lebih nyaman karena kita bisa menerima dan mensyukuri diri kita apa adanya. Nggak usah menyiksa diri dengan pogram ini itu jika ujung-ujungnya penolakan pada apa yang kita miliki. Terima dan bersyukur….
Setiap cewek itu unik dan konsep kecantikan harusnya ngga picik dengan hanya mempertuan agungkan satu tipe aja. Emang kita cetakan pabrik?

Rekomendasi selanjutnya adalah SEHAT. Cantik itu mesti SEHAT. Meski tinggi rendah, kurus atau gemuk, yang penting harus SEHAT. Karena dengan KESEHATAN kita bisa beraktivitas maksimal. Untuk SEHAT, kita kudu punya pengetahuan akan pola dan gaya hidup yang baik. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah salah satu ciri SEHAT.

Selanjutnya soal sikap nih! Cantik itu identik dengan SENYUM. Meski dandan kayak artis, kalau wajahnya selalu cemberut mengkerut, cantiknya di mana coba? Maka tersenyumlah dengan tulus. Senyum merupakan bentuk penghargaan yang paling mudah dan bebas ongkos. Hargai siapa saja, jika kita juga ingin dihargai oleh orang lain. Senyum kita akan membuat yang ngeliat jadi ikutan senang dan membalas senyum itu. Sehingga hari-hari pun bisa dijalanin dengan hati senang. Hore!!!

PD sudah, SEHAT sudah, dan SENYUM juga sudah…. Maka yang terakhir, TERAMPIL. Saatnya kita mulai pintar memilih potongan baju, dan gaya rambut yang sesuai dengan bentuk wajah, dan tubuh, yeah sesuai dengan kebutuhan kita. Jangan jadi korban MODE!!! Jangan asal tabrak-tabrak warna, ntar jadi kayak ondel-ondel! Untuk itu coba deh tanya ke temen atau saudara yang cukup ngerti soal mix and match ini. Intinya, bukan mengubah diri atau fisik kita, tapi menyesuaikan apa yang sudah kita miliki dengan apa yang harusnya bisa membuat kita lebih nyaman.

Yup! Kalau sudah begitu, pas deh cantiknya…. Semua kita bisa belajar buat jadi cantik kan. Dan semua cewek di dunia berhak jadi cantik!!!

CEWEK MATRE?! Ngga dong!

Posted in Uncategorized on March 29, 2008 by careforce

stilah cewek matre udah sering kita denger. Biasanya ini diartikan dengan sifat cewek yang suka milih cowok-cowok tajir. Alasan para cewek itu sih, “Emang ada yang mau nolak pacaran ama orang kaya? Anak orang kaya maksud gue! Ada? Ha? Ngga aadaaa!!! Catet!”

Itu jawaban cewek yang berani, sekaligus jujur dan MATRE abiezzzz…. Uhh…. Parah! Tapi ngga semua cewek kak kayak gitu. Betul nggak? Dan jangan salah, cowok juga ada yang matre lho! Yang dilem ke dokumen transaksi, dan harganya 6.000 kan? Eh sorry… itu materai.

‘Matre’ berasal dari kata materialistik. Sifat materialistik lebih dari sekedar siapa yang morotin siapa. Tapi matre itu perkara gaya hidup dan pola pikir! Yaitu, soal bagaimana kita menghargai kebahagiaan. Apa sebatas materi doang, atau lebih! Sifat matre kemudian berkembang menjadi sebuah motif ekonomi yang membuat banyak orang menjadi terobsesi untuk memiliki barang hasil produksi.

Nah, oleh para pemilik modal besar, pola pikir bahwa memiliki barang tertentu adalah sebuah konsep kebahagiaan dikukuhkan. Lihat iklan! Semuanya, mulai dari sabun sirih, perut six pack sampai mobil mersi dibahasakan sebagai happy maker. Seolah kalau dapat itu kita bakal bahagia, bakal senang. Nah, kalau ngga punya? Kita dikondisikan jadi orang minder, tidak PEDE dan merasa kurang bahagia.

So…. Ngga heran kalau kemudian ada teman yang maksa ortu buat beliin sepeda motor. Pagi hari pakai parfum ini, ntar pergi les tukar lagi, buat tidur ganti lagi, bangun tidur baunya…. Ondeh baa lo tu? Mandi harus pakai produk ini itu, kalau ngga ngerasa ngga perfect, ngerasa ngga kayak artis, dan ngga kayak orkay (orang kaya). Buat cowok, harus merokok kalau ngga, ngga macho! Rokokpun ditentukan, harus yang menyebabkan impotensi dan kanker paru-paru…. Saking kuatnya sugesti-sugesti sesat di sekitar kita, kadang banyak orang yang tidak lagi bisa berfikir jernih. Harus yang mereknya itu, harus yang mahal, harus yang diiklanin si Anu! Capek deh…..

Maka, terlepas dari keadaan apa kita orang kaya, ekonomi menengah atau lemah, saat kita merasa bahwa materi adalah sumber kebahagiaan yang utama, sehingga kita cenderung melihatnya lebih bersinar, maka kita udah jadi ikutan matre!

Nah, yang nggak matre gimana dong? Emang apa jadi kaya, otomatis matre? Ya ngga adil juga kan! So, untuk itu, pembedanya adalah bagaimana kita menghargai hal-hal yang bukan materi di sekitar kita. Perhatian, kejujuran, ketulusan, prestasi, pertemanan, kekeluargaan dan cinta adalah hal-hal non materi yang harusnya terlihat lebih MAHAL di mata hati kita.

Selain itu, mari jadi konsumen cerdas! Kita kudu terampil menimbang antara kebutuhan dan keinginan. Jangan terjebak dalam prilaku MATRE. Kalau punya cukup uang, tidak perlu juga merasa rendah diri, karena kebahagian non materi ngga mesti dibeli pake duit. Menjadi pribadi yang baik, hangat, tulus, bersemangat dan selalu positif akan menghadiahkan kita rasa bahagia paling hebat di dunia. Apa lagi kalau bukan pergaulan yang sehat, optimisme, prestasi, serta cinta yang lebih tulus. Amin!!!

CARE FOCE optimis untuk belajar melawan arus matre mulai dari diri sendiri, keluarga, dan teman-teman. Salah satunya adalah dengan menjadi konsumen yang selektif, cerdas dan bijak serta menghargai orang lain bukan dari penampilan atau tongkrongan dan duitnya, tapi dari sikap, niat tulus, prestasi dan semangatnya.

FENOMENA CIUMAN DALAM PACARAN

Posted in Uncategorized on March 29, 2008 by careforce

Faktanya, kebanyakan teman-teman pernah mendengar bahwa teman mereka telah melakukan ciuman dalam pacaran. Saat pertanyaan, “Perlukah ciuman dalam pacaran?” Sebagian menjawab dengan jujur, “Tergantung! Kalau sekarang belum butuh. Tapi kalau nanti, ya…. Bisa jadi.”

Pada dasarnya semua remaja mengetahui bahwa ciuman itu haram karena dilakukan oleh yang bukan mukhrim dan mengundang perzinaan. Selain itu, mereka juga tahu bahwa ciuman dalam pacaran bukan budaya kita sebagai orang timur, apalagi orang Minangkabau yang menganut prinsip adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah.

Adanya tekanan dari teman sebaya bahwa ciuman merupakan pembuktian cinta adalah salah satu alasan ciuman dalam pacaran di kalangan remaja. Sering si pacar memaksa karena teman-temannya yang lain sudah pernah ciuman. Alasan lain, juga ada karena ingin tahu rasanya, nafsu, dan longgarnya control social. Nah, ada juga teman-teman yang berpendapat, bahwa ciuman pipi itu boleh-boleh saja.

CARE FORCE menghargai keterbukaan teman-teman remaja. Kejujuran dalam atmosfir kekeluargaan dan perasaan saling percaya adalah sebuah titik terang untuk menentukan sikap CARE FORCE terhadap fenomena ini. Pencerahan itu muncul saat kami sampai pada pertanyaan, tahu nggak, kalau ciuman bisa menularkan penyakit kelamin, HIV dan beberapa penyakit menular lainnya? “Nggak!” Demikian jawab sebagian besar teman-teman.

Ciuman yang menyebabkan pertukaran air liur sebenarnya menjadi peluang penularan beberapa penyakit. Air liur mengandung bakteri dan kuman-kuman yang bisa menularkan penyakit seperti bau mulut, TBC, Hepatitis, bahkan penyakit kelamin seperti Kencing Nanah. Pada kasus dimana terjadinya luka atau sariawan dan gusi berdarah, HIV bisa memanfaatkan media luka sebagai penularan virus.

Faktanya, kita ataupun si pacar tidak benar-benar tahu apakah kita sama-sama bersih dari penyakit tersebut. Karena beberapa penyakit, membutuhkan waktu untuk memperlihatkan gejalanya, meski sementara itu ia sudah dapat menularkan pada orang lain. Maka untuk melindungi diri sendiri ataupun si pacar, CARE FORCE menolak ciuman dalam pacaran. Pun jika nanti akan menikah, perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh agar kedua belah pihak sama-sama siap secara jasmani.

CARE FORCE berpendapat bahwa pacaran yang tidak melibatkan hubungan seksual (termasuk ciuman) adalah potensi untuk mengatur hasrat seksual yang ada pada diri remaja. Kepercayaan dan saling pengertian untuk sama-sama menjaga sikap agar tidak mengekspresikan perasaan sayang dan cinta itu pada kegiatan seksual adalah ciri pacaran sehat yang mengajarkan kita untuk bertanggung jawab pada diri, pacar, dan hasrat seksual yang kita miliki.

CARE FORCE melihat, bahwa selama ini, kita kurang mendapatkan referensi yang asyik soal pacaran yang keren. Sehingga kita selalu mencocokkan diri dengan orang-orang di TV atau majalah, seolah jika bisa melakukan seperti mereka, kita merasa sudah keren. Untuk itu, perlu dibuat sebuah konsep pacaran yang keren namun sehat tanpa harus melibatkan hubungan seksual seperti yang banyak didikte oleh media. Ini jelas butuh kreativitas kita!!!

CARE FORCE, mulai dari diri sendiri, akan sama-sama mengajak teman, saudara atau siapa saja untuk tidak melakukan ciuman dalam pacaran salah satunya karena alasan kesehatan.

PADA FENOMENA KEPERAWANAN DAN KEPERJAKAAN?

Posted in Uncategorized on March 29, 2008 by careforce

Faktanya, kebanyakan teman-teman setuju bahwa keperawanan dan keperjakaan dari pasangan mereka penting. By the way, keperawanan itu apa seh???

Sebagian besar dari kita ternyata masih banyak yang mengidentikkan keperawanan dengan keluarnya darah pada vagina perempuan saat pertama kali berhubungan seks intercourse. Alasannya, karena pada saat pertama kali berhubungan selaput dara perempuan akan pecah itu. Padahal faktanya secara medis, robeknya selaput dara tidak harus diikuti dengan keluarnya bercak darah. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya :

1. Terlalu rapuh

Bisa jadi selaput dara itu sudah robek sebelumnya karena terlalu rapuh. Beberapa jenis olahraga seperti berkuda, bela diri, bersepeda dan sebagainya bisa menjadi penyebab robeknya selaput dara. Apalagi kalau selaput darahnya termasuk jenis yang rapuh.

2. Kelewat elastis

Tidak adanya bercak darah di malam pertama mungkin saja disebabkan belum robeknya selaput dara karena sifatnya sangat elastis. Harap diketahui, membran ini sangat fleksibel. Pada beberapa kasus ditemukan bahwa elastisitas selaput dara memungkinkannya tidak robek pada waktu pertama kali berhubungan seksual. Bahkan ada yang baru koyak setelah wanita tersebut melahirkan!

3. Darahnya tidak banyak

Atau bisa saja sebenarnya keluar bercak darah, tapi karena sangat sedikit sehingga tidak mudah terlihat oleh mata. Banyak orang yang mengira kalau selaput dara robek akan keluar banyak darah. Padahal karena sedemikian tipisnya, selaput darah yang robek tidak selalu menyebabkan keluar darah dalam jumlah banyak.

4. Tidak punya selaput darah

Perkembangan teknologi memungkinkan dilakukannya penelitian tentang selaput darah secara mendalam. Hasilnya ternyata sangat mengejutkan karena dalam penelitian yang dilakukan para seksolog ditemukan beberapa perempuan yang sejak lahir memang tidak memiliki membran ini. Pada kasus ini keberadaan selaput dara tidak selalu membuktikan bahwa perempuan belum pernah melakukan hubungan seksual masih teruji kegadisannya.

Well, untuk itu CARE FORCE menolak segala bentuk mitos yang berkembang selama ini yang jelas tidak adil bagi perempuan. Termasuk soal status keperawanan yang bisa dilihat dari penampilan fisik. Menurut CARE FORCE, masih perawanan atau perjaka adalah keadaan dimana seseorang belum pernah melakukan kegiatan seksual (seperti ciuman yang dalam, petting, necking) dan hubungan seksual (intercourse) dengan lawan jenis ataupun sesama jenis secara sengaja dan sadar.

So, keperawanan (dan keperjakaan) kita lebih ditentukan dari perilaku! Yeah… cuma yang kita dan Tuhan yang tahu bahwa kita masih perawan atau perjaka. Untuk itu, si cowok dan cewek sama-sama bertanggung jawab untuk menjaga keperawanan dan keperjakaan pasangannya. Setujukan?!

VIDEO PORNO, antara pelaku dan korban

Posted in Uncategorized on March 29, 2008 by careforce

Kalau dengar soal video porno alias bokep, mungkin udah nggak aneh. Tapi kalau bokepnya bikinan teman-teman pelajar seumuran kita, trus satu sekolahan lagi, wah… kedengarannya pasti luar biasa, (atau sudah bisasa? Separah itukah?).

Nah, diantara kita, bisa jadi ada yang menyayangkan. Ada yang berfikir, kenapa mereka ngga jadi artis aja sekalian, biar bisa mancogok di infotainment setiap hari. Tapi  banyak juga yang barangkali miris. Kok tega ya (teganya teganya…. ndang dut!) ngejelekin sekolahnya ndiri, plus diri dan keluarganya juga.

Well, …. Ngga cuma kita lho yang heboh soal ini! Banyak pihak yang juga ikut pusing, ya orang tua, sekolah, dan pemerintah. Namun, seringnya kita-kitalah para remaja yang disalahkan, distempel NAKAL! Wah…. Adil nggak sih? Nah, untuk menjawabnya, CARE FORCE, sebagai sebuah gerakan remaja di Sumatera Barat merasa perlu buat membahas ini.

CARE FORCE sepakat bahwa maraknya VIDEO PORNO buatan pelajar di Sumatera Barat membuktikan sebuah kegagalan yang menyeluruh dari sistem pendidikan yang ada (dimulai dari keluarga, sekolah, lingkungan, media, hingga pada kebijakan pemerintah). Remaja yang terlibat sebenarnya korban dari kegagalan keseluruhan sistem tersebut, seperti ortu yang tidak cukup perhatian ke anaknya, sekolah yang lebih menekankan pada olah otak aja, kebijakan pemerintah yang tidak menyentuh kebutuhan remaja, ditambah dengan pengaruh media yang tidak mempertimbangkan dampak tayangan dan pemberitaanya yang berbau pornografi, termasuk juga lingkungan pertemanan yang tidak mau tahu.

Nah karenanya, semua pihak harus berani bersikap ksatria untuk bertanggung jawab atas perbuatan teman-teman tersebut. Bukan kemudian lari dari masalah. CATET! Mengeluarkan siswa dari sekolah bukanlah sebuah tindakan yang bijak. Sekolah mestinya melakukan tindakan yang lebih signifikan ke dalam dengan memikirkan sebuah program khusus dan melihat akar persoalan yang lebih mendasar dari fenomena ini. Sekolah mesti memikirkan asupan apa yang selama ini terlewatkan dari setumpuk beban kurikulum siswanya. Faktanya, fenomena pembuatan video porno ini selalu menjadi kasus klasik yang berulang setiap tahun, dan sekolah selalu mengambil tindakan ‘tak mau tahu’ dengan mengeluarkan siswa dan menganggap masalahnya beres res res res….

Teman-teman remaja yang terlibat sepatutnya mendapatkan penanganan yang ‘ramah’, dengan tidak mengabaikan hak-hak tumbuh kembangnya sebagai remaja dan kesempatannya mendapatkan masa depan yang diinginkan. Mereka seharusnya tidak dikucilkan atau dianggap sebagai anak muda yang ‘gagal’ karena jika ingin dibahasakan ‘gagal’, kita sebagai teman sebenarnya juga gagal dalam tanggung jawab sosial untuk mengajak mereka pada pergaulan positif dan melakukan kontrol sosial.

CARE FORCE merasa perlu ada sebuah program bimbingan khusus yang ramah remaja terhadap teman-teman pelaku (baik si pembuat maupun yang menyebarkan) tanpa melupakan materi penting seperti pengetahuan konsep diri dan kesehatan reproduksi serta keterampilan untuk menolak pengaruh negatif dalam pergaulan.

By the way…. Bukan cuma pelaku aja lho, semua remaja seperti kita mestinya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tersebut. Gimana kalau kita semua mendorong pihak sekolah agar menfasilitasi pelatihan yang menekankan pengetahuan konsep diri dan kesehatan reproduksi serta keterampilan untuk menolak pengaruh negatif dalam pergaulan. Setujukan?! (Gama)

Hello world!

Posted in Uncategorized on March 28, 2008 by careforce

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Design a site like this with WordPress.com
Get started