I canât stop laughing! đ
check this out…
http://theuglydance.com/?v=ymlmlxsqtp
Thatâs so hilarious!! đ
(xantena)
I canât stop laughing! đ
check this out…
http://theuglydance.com/?v=ymlmlxsqtp
Thatâs so hilarious!! đ
(xantena)
We can’t change the fact that we are all aging. It’s a fact of life that most of us hate dealing with. It probably bothers us because we understand that not everything is under our control. And once we realise that, we must also confront our own mortality.
As people reach their 40s and 50s, they start to ask themselves what they’ve done so far and what will lie ahead. It’s more commonly known as a ‘mid-life crisis’. ‘Am I having a mid-life crisis?’ is a question many people fret about when they reach their middle years. This is the time when we tend to reflect on what we haven’t been, who we haven’t met and, in general, what we haven’t done.
These days, even people in their 20s and 30s have problems with the aging process. Many people at this stage of life experience what is known as ‘a quarter-life crisis’, when they worry about whether they have chosen the right career, if they are earning enough money, and wheather or not to get married and have children.
While some experts attribute these experiences to physical changes in the body, others say it’s more emotional. Whether it’s caused by realizing there are more years behind than there are ahead or by hormone levels shifting, these are still difficult stages in anyone’s life. Although not everyone will be affected, it’s not uncommon for both women and men to go through some kind of age-related crisis.
We all know the clichĂ©s about people impulsively quitting their jobs, buying red sports cars and trading in older spouses for younger and ‘newer’ partners. We also know how some people can fall into a period depression. But that doesn’t necessarily need to be the case. Mid-life doesn’t have to be a crisis, and nor does approaching your thirtieth birthday. These should be times to take stock and examine your life, to revisit old dreams and plan new ways to fulfill personal goals.
These article from : Education First (EF) , Intermediate English book, page 27.
(xantena)
Kemarin, 9 Agustus 2010, 1.47 pm, Jalan Achmad Yani Surabaya, sesuatu yang tidak diinginkan oleh seluruh manusia didunia terjadi padaku (halah… berlebihan deh aku :P).
***
“Bismillahirohmanirohim…”, ujarku. “Gimana Ber siap? ini adalah hari terakhir kita muter Digischool lho…, kita harus menyelesaikannya” kataku pada berta. “Sip Sar, aku siap! Semangat! Semangat!” Kata Berta. Hari itu adalah hari terakhirku Monitoring Digischool, kurang lebih sudah 3 minggu aku dan temanku Berta Sihite menjalankan tugas ini, kamu tau bagaimana rasanya? benar-benar capek :(, bayangkan 52 sekolah aku kunjungi satu persatu dengan mengendarai motor kesayanganku MIO BIRU. Lokasi antar 1 sekolah dengan sekolah lain berjauh-jauhan, ada yang di Surabaya Utara, Surabaya Barat, Surabaya Selatan, Surabaya Timur, dan Surabaya Tengah, tetapi ada juga beberapa sekolah yang 1 alamat 3 sekolah. Waktu mencari lokasi itu lebih banyak nyasarnya lho, maklum saja lah, lha wong saya lahir di Surabaya, tapi dibesarkan di Sidoarjo… hehee.
Motorku melaju dengan tidak terlalu kencang melewati gerbang Asrama, tetapi saat aku akan melewati gerbang ITS yang dekat dengan Asrama aku terhenti karena melintas dua buah mobil jenazah dengan mobil-mobil para sanak keluarga yang mengantarnya, sekitar 10 menit dua mobil jenazah itu selesai melintas semua. Kembali ku jalankan lagi motorku, saat aku mengegas motorku, ban belakangku tiba-tiba berbunyi gluduk, padahal ban belakangku nggak kurang angin lho, mulai saat itu firasatku tidak enak pertanda apa itu… jeng.. jeng.. jeng.. jeng..
Paul Coudamy is an architect working and living in Paris. His work is a mash up of brilliance and inventiveness that creates an unbelievable end product such as office called the Bears Cave. The âBears Cave’ is emphasized by Parisian rock and brick walls creating a solid and mineral atmosphere. The cavern walls are created using wood waste pieces collected in dumpsters, sidewalks and wastelands. (Link)
Wall graphics are more and more popular in these days, and here is an interesting example. Designed by Zek this cool wall graphic gives another meaning to geeky Interior Design living rooms and grants another vision even when watching the regular tube. (Link)
A German company called Surrealien customizes your wallpaper to look like its warping around your paintings and decoration. Must be hard to randomly rearrange after this. (Link)
The dark circles under the eyes usually appear due to sleeplessness or a decrease in the levels of vitamin K. Almost everybody will go through having dark circles around the eyes sometime in their life. Dark circles can be frustrating for those who are concerned for their looks because it makes a person appear much older.
Figure. dark circlesDark circles can be caused by a variety of reasons. For most people its hereditary and is caused by the blood vessels under the thin skin round the eyes. Other reasons include allergies, medication, anemia, fatigue, sleeplessness.
Below are some home remedies to diffuse the dark color around the eyes.
Repost from Here !
(xantena)
i just want to share this lyric for you all. enjoy this! :
Kelly Clarkson – Breakaway
Figure 1. Kelly Clarkson
” Bengawan SoloRiwayatmu iniSedari dulu jadi…Perhatian insani “
Kata-kata diatas merupakan sepenggal dari lirik lagu salah satu karya ciptaan sang Maestro Keroncong Gesang Martohartono yang berjudul ‘Bengawan solo‘. Lagu ini telah membuat sang Maestro Keroncong terkenal di Asia, terutama di Indonesia dan Jepang. Setidaknya lagu ciptaannya tersebut telah diterjemahkan kedalam 13 bahasa (termasuk bahasa Inggris, bahasa Tionghoa, dan bahasa Jepang). Lagu ini diciptakannya pada tahun 1940, ketika beliau sedang duduk di tepi Bengawan Solo. Beliau terinspirasi untuk menciptakan lagu Bengawan Solo karena beliau selalu kagum dengan sungai tersebut. Proses penciptaan lagu ini memakan waktu sekitar 6 bulan. Lagu ini juga memiliki popularitas tersendiri di luar negeri, terutama di Jepang, dan sempat digunakan dalam salah satu film layar lebar di negeri matahari terbit itu. Lagu-lagu ciptaan Gesang yang populer antara lain Bengawan Solo; Jembatan Merah; Pamitan (versi bahasa Indonesia dipopulerkan oleh Broery Pesulima); Caping Gunung; dan Aja Lamis.
Mungkin diantara kalian sudah banyak yang telah membaca note ini. Note ini aku copas (baca: copy paste) dari note salah satu temanku di friend list facebookku, dan mungkin ada baiknya jika aku kembali membagikannya kepada teman-teman ku yang lain. Saat pertama kali membacanya hingga selesai, seketika itu pula aku menangis. Terbayanglah wajah ayahku, dan pengorbanannya untuk aku dan adikku. I Love U, Ayah. Aku akan selalu mencintaimu dan menyayangimu untuk selama-lamanya (amin).
Figure 1. my young sister, me, and my father ℠℠â„
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?
Semakin hari dunia tekhnologi semakin canggih, maju dan berkembang begitu pesatnya. Mau tidak mau kita harus mengikuti kemajuan tekhnologi tersebut. Yang pada inti dasarnya, setidaknya kita mengenal komputer dan bisa mengoprasikannya. Dalam mengoperasikan komputer, khususnya untuk pengetikan, masih banyak menggunakan 11 jari. Menurut aku, seseorang yang sudah mahir mengetik dengan 11 jari kalo dibandingkan dengan orang yang memakai 10 jari (belum terlalu mahir), hasilnya jauh lebih baik orang yang kedua.

Mengetik dengan 10 (sepuluh) jari pastinya dambaan setiap orang, karena selain mempercepat kinerja kita, ngetik 10 (sepuluh) jari juga sangat efektif, karena tidak harus fokus melihat keyboard. kita bisa ngetik sambil ngobrol misalnya, enjoy sambil dengerin musik sambil bantuin atau ikutan nyanyi, de-el-el.
Dalam pengetikan 10 (sepuluh) jari, secara otomatis kita akan mengetahui kalo jari-jari kita melakukan kesalahan âmenekan tombol bukan jatahnyaâ meskipun kita tidak melihat pada keyboard dan bahkan layar monitor. ini dikarenakan tangan, hati, pikiran, dan keyboard telah menyatu. nah trus gimana untuk melakukan hal tersebut?
Terkadang bagi orang yang memiliki pengelihatan kurang (mata bermasalah), untuk mengatasi masalah, mereka akan menggunakan alat bantu, salah satunya adalah kacamata. Pemilihan kacamata sangat berpengaruh bagi mereka, mulai dari pemilihan lensa, ketebalan lensa, hingga frame kacamata.
Dan berikut ini adalah sedikit masukan cara memilih frame kacamata yang sesuai dengan bentuk wajah…
wajah oval
Dapat menggunakan hampir semua bentuk frame asalkan tidak terlalu besar ataupun kecil dibandingkan dengan besar kecilnya muka mereka.
wajah bulat
frame yang sesuai untuk wajah bulat adalah bentuk persegi atau kotak agar wajah terlihat lebih panjang dan kusus hindari pemakaian frame bulat.
You must be logged in to post a comment.