Banyak pihak yang pesimis KTT Perubahan Iklim ini bisa menghasilkan sesuatu terkait pencegahan pemanasan global. Terus bagaimana Indonesia menikapi hal ini? Presiden SBY yang hadir dalam konferensi itu optimis dapat menghasilkan sesuatu terkait pemanasan global.
Sikap Indonesi sendiri yaitu dengan Formula 5+1. Formula 5+1 ini adalah:
Pertama, Indonesia tidak akan melakukan kompromi untuk mencegah pemanasan global melebih 2 derajat Celcius. Kedua, Indonesia berpendapat agar betul-betul ada pengurangan emisi karbondioksida (CO2) yang tajam. Ketiga, bantuan negara maju kepada negara berkembangan yang mengelola hutan harus dijamin cukup. Selama ini, kata SBY, bantuan negara maju belumlah cukup, belum memadai. Keempat, seiring dengan Kyoto Protokol, Indonesia telah menetapkan pengurangan emisi 26 persen sampai 2020. Kelima, harus dilakukan monitoring, reporting, dan verification (MRV). Lantas plus 1 yang dimaksud adalah pengelolaan hutan terkait target pengurangan emisi 26% persen pada 2020.
Semoga hal yang diungkapkan Presiden SBY tersebut dapat terlaksana, bukan hanya janji. Indonesia tidak hanya dituntut sebagai negara yang diharapkan dapat menjembatani berbagai kepentingan dan memecah kebuntuan dalam konferensi internasional tentang lingkungan, namun juga harus benar-benar memegang komitmennya dalam mengurangi emisi.