KTT Perubahan Iklim, sikap Indonesia

17 01 2010

Banyak pihak yang pesimis KTT Perubahan Iklim ini bisa menghasilkan sesuatu terkait pencegahan pemanasan global. Terus bagaimana Indonesia menikapi hal ini? Presiden SBY yang hadir dalam konferensi itu optimis dapat menghasilkan sesuatu terkait pemanasan global.

Sikap Indonesi sendiri yaitu dengan Formula 5+1. Formula 5+1 ini adalah:
Pertama, Indonesia tidak akan melakukan kompromi untuk mencegah pemanasan global melebih 2 derajat Celcius. Kedua, Indonesia berpendapat agar betul-betul ada pengurangan emisi karbondioksida (CO2) yang tajam. Ketiga, bantuan negara maju kepada negara berkembangan yang mengelola hutan harus dijamin cukup. Selama ini, kata SBY, bantuan negara maju belumlah cukup, belum memadai. Keempat, seiring dengan Kyoto Protokol, Indonesia telah menetapkan pengurangan emisi 26 persen sampai 2020. Kelima, harus dilakukan monitoring, reporting, dan verification (MRV). Lantas plus 1 yang dimaksud adalah pengelolaan hutan terkait target pengurangan emisi 26% persen pada 2020.

Semoga hal yang diungkapkan Presiden SBY tersebut dapat terlaksana, bukan hanya janji. Indonesia tidak hanya dituntut sebagai negara yang diharapkan dapat menjembatani berbagai kepentingan dan memecah kebuntuan dalam konferensi internasional tentang lingkungan, namun juga harus benar-benar memegang komitmennya dalam mengurangi emisi.





Global Warming dan sikap kita

17 01 2010

Global warming (pemanasan global) merupakan sebuah fenomena meningkatnya temperature di seluruh permukaan bumi. Peningkatan ini terus terjadi setiap hari dari tahun ke tahun. Seperti yang kita rasakan sekarang setiap hari semakin panas. Ketika siang hari ketika matahari berada di atas kepala sungguh terasa panas sekali. Hal ini disebabkan karena efek rumah kaca karena meningkatnya kadar karbondioksida, dan gas-gas lain di udara. Juga disebabkan karena polusi udara.

Pemanasan global mengakibatkan banyak dampak, baik dampak bagi lingkungan hidup maupun bagi kehidupan manusia. Pemanasan dapat mengakibatkan mencairnya es di kutub, perubahan iklim, meningkatnya permukaan air laut sehingga terjadi banjir, merusak ekosistem. Juga dapat menyebabkan resiko penyakit kanker seperti kanker kulit dan berbagai penyakit.

Sebagian orang berpendapat bahwa pemansan global disebabkan oleh keadaan alam, sebagian lagi beranggapan bahwa pemanasan global disebabkan oleh ulah manusia sendiri. Aktifitas manusia yang selalu mengeksploitasi alam, penebangan hutan, dan penggunaan bahan-bahan kimia yang dapat mencemari udara, mengakibatkan meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.

Banyak hal yang membuat hal-hal tersebut di atas terjadi. Dalam kehidupannya, manusia selalu menggunakan parfum, pewanig ruangan, pendingin ruangan, kulkas, yang mengakibatkan kadar CFC meningkat. Pengunaan listrik yang tidak bijaksana, aktifitas manusia yang selalu menggunakan kendaraan bermotor. Juga industri baik rmah tangga maupun industry besar yang mengakibatkan polusi udara.

Apakah kita pernah berpikir bahwa bumi kita akan rusak jika kita tidak mengolah dan mengaturnya secara bijaksana. Padahal kita adalah khalifah di muka bumi ini. Kewajiban kita adalah menjaga dan merawat bumi ini. Bukan malah merusaknya.

Bisa kita lihat di kota-kota besar seperti Jakarta, yang masyarakatnya tidak menghargai lingkungan. Suka membuang sampah di sungai, dan membakar sampah yang menimbulkan banyak asap sehingga menyebabkan polusi. Sungguh ironis sekali. Bagaimana temperature bumi tidak meningkat?

Marilah kita bersifat dewasa dan bijaksana untuk mengolah bumi kita. Masalah pemanasan global harus kita atasi agar bisa seminimal mungkin. Dan memperpanjang umur bumi kasihan anak cucu kita, mereka juga ingin menikmati dunia yang indah ini.

Terimakasih.





SAAT INI KASUS BUNUH DIRI MENJADI TREN

16 01 2010

Saat ini kasus bunuh diri sering kita temukan di berbagai media, baik itu di media elektronik ataupun media cetak. Seperti yang sering kita temui dalam berita-berita tentang kasus bunuh diri yang dilakukan dengan terjun dari lantai atas sebuah mal-mal besar, ataupun bom bunuh diri yang dilakukan oleh para teroris. Saat mengetahui berita tersebut kita sering merasa ngeri, dan bertanya-tanya mengapa mereka sampai nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Sebenarnya bunuh diri bukan masalah yang tepat untuk menyelesaikan masalah.

Bunuh diri adalah gejala sosial pada masyarakat modern. Pluralisme (keberagaman) dan pembagian kerja pada masyarakat modern ini mau tidak mau ternyata mengakibatkan melemahnya kesadaran kolektif. Individualisme muncul ke permukaaan karena kekangan dan paksaan masyarakat atas individu berkurang. Ketika individu tidak siap untuk tampil dengan individualisme maka bisa saja ia menjadi linglung, individu kehilangan pegangan (anomi atau normlessness). Ketika kehilangan pegangan, ia lantas terbongkar keasliannya. Meski demikian, ada banyak faktor dari bunuh diri yang sering kali diabaikan. Seperti apa yang telah di kemukakan oleh durkheim. Teorinya menyebutkan bahwa ada macam-macam tipe bunuh diri. Adapun teorinya sebagai berikut:

  • Bunuh diri Egoistik. Bunuh diri dimana individu mengupayakan ‘penyelamatan serius’ terhadap dirinya. Orang yang egoismenya tinggi begini ketika mengalami krisis tidak bisa menerima bantuan moral dari grupnya. Ia memikirkan dan mengusahakan kebutuhannya sendiri.  Misalnya ingin menghindari permasalahan hutang atau percintaan.
  • Bunuh diri Fatalistik. Dilakukan oleh sekelompok orang yang mana dibelakangnya ada kontrol berlebihan, seperti dalam masyarakat budak.
  • Bunuh diri Altruistik. Terjadi dalam masyarakat yang mempunyai ikatan sosial yang kuat. Bunuh diri altruistis dipahami sebagai kebalikan dari bunuh diri egoistis.Bunuh diri ini dilakukan demi kelompok, seperti yang dilakukan oleh kaum samurai di Jepang mereka melakukan kegiatan HARAKIRI (menusukan samurai kearah perut sendiri) sebagai cara untuk mempertahankan harga diri.
  • Bunuh diri Anomik. Hal ini terkait dengan apa yang disebut ‘Anomie’ atau keadaan dimana anda tidak tahu tempat yang tepat bagi seseorang, seperti menjadi tunawisma atau yatim piatu. Orang tersebut merasa tidak punya apa-apa dan ini berarti berada dalam keadaan tanpa norma dan peraturan yang membimbing dalam kehidupan sosial sehari-hari. Pada kontek inilah, di Indonesia kasus bunuh diri meningkat tajam sehingga orang rela bunuh diri dengan membakar diri, gantung diri, minum racun dan sebagainya. Banyak orang kehilangan cita-cita, tujuan dan norma dalam hidupnya.




UU ITE akankah menjadi ancaman kebebasan berpendapat?

8 01 2010

Banyak yang bilang UU ITE akan menjadi ancaman kebebasan berpendapat dan memiliki pasal-pasal karet yang implementasinya dapat ditafsirkan bermacam-macam.

Apakah UU ini akan mengekang kebebasan dalam berpendapat? Biasanya dalam forum diskusi banyak mengkritisi yang mungkin bisa diartikan sebagai penghinaan atau pencemaran nama baik. Tapi hal tersebut juga tergantung dari interpretasi siapa. Mungkin pemerintah harus lebih menjelaskan apa yang dimaksud dengan penghinaan atau pencemaran nama baik.

Contohnya kasus yang terjadi pada Prita Mulyasari yang hanya mengeluhkan pelayanan rumah sakit tersebut lewat (e-mail) yang kemudian menyebar ke berbagai mailing list di dunia maya. Akibatnya, pihak  RS marah dan merasa dicemarkan. Sehingga Prita dijerat dengan menggunakan UU ITE. Banyak pihak yang menyayangkan penahanan Prita yang dijerat pasal 27 ayat 3 UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang mengancam kebebasan berekspresi. Pasal tersebut menyebutkan :

Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Menurut beberapa aliansi bahwa rumusan pasal tersebut sangatlah lentur. Dan kasus ini juga akan menbawa dampak buruk dan membuat masyarakat menjadi takut dalam menyampaikan pendapat atau komentarnya di dunia maya.





Artis yang menjadi anggota dewan, mampukah???

8 01 2010

Akhir-akhir ini banyak dari kalangan artis yang memilih untuk terjun ke dunua politik. Dan tak sedikit yang akhirnya menduduki kursi dewan. Pertanyaan yang sering muncul dari public, apakah artis yang menjabat menjadi anggota dewan apakah mampu menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat dengan baik. Padahal profesi mereka dahulu adalah seorang artis(entertainer) yang konon berkecimpungnya di ranah dunia hiburan. Mungkin awalnya para artis menggaet public dengan kharismanya sebagai entertainer, tapi apakah itu bias dijadikan sebagai acuan untuk memilih wakil rakyat yang benar-benar mengabdi untuk rakyat? Ataukah mungkin mereka hanya ikut tren saja?

Sebagai rakyat kita harus cermat dalam memilih wakil rakyat yang benar-benar dapat mengabdi kepada rakyat, yang bertanggung jawab, dan dapat menjadi tauladan bagi rakyat Indonesia. Tidak hanya memilih berdasarkan artis yang kita idilakan. Maka dari itu, mungkin perlu diadakan pengujian kepada artis-artis tersebut melalui berbagai debat kandidat yang diselenggarakan oleh beberapa stasiun televisi, agar mengetahui seberapa potensi mereka mengemban tugas sebagai wakil rakyat. Tidak hanya penggedhe-penggedhe parpol saja yang ikut dalam debat tersebut, namun artis yang mencalonkan diri menjadi anggota dewan juga sangat perlu ikut dalam acara tersebut. Atau mungkin ada cara lain yang lebih efektif untuk membuktikan potensi mereka?

Yaaaa…semoga saja artis yang mencalonkan diri tidak hanya untuk kepentingan didinya saja, tapi juga bertanggung jawab. Karena yang ditakutkan oleh rakyat, melihat kehidupan artis yang suka berfoya-foya dan cenderung senang menghambur-hamburkan uang seperti yang kita sering lihat di acara infotaintmen. Artis yang senang dengan gaya hidup yang mewah. Sebenarnya bagi rakyat tidak mempermasalahkan bagaimana basic dari wakil rakyat tapi yang terpenting adalah para wakil rakyat yang mampu bertanggung jawab, jujur, dan dapat menjalankan amanah. Kuncinya positive thingking tapi juga harus ada yang membuktikan kemampuan mereka, dan semoga yang terpilih menjadi wakil rakyat adalah yang terbaik. Tidak hanya obral janji semata, sebab rakyat sudah bosan dengan janji-janji kosong para anggota dewan yang akhirnya mereka hanya mengingkari janji.





Hello world!

23 12 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!








Design a site like this with WordPress.com
Get started