Fundamentals of Biology focuses on the basic principles of biochemistry, molecular biology, genetics, and recombinant DNA. These principles are necessary to understanding the basic mechanisms of life and anchor the biological knowledge that is required to understand many of the challenges in everyday life, from human health and disease to loss of biodiversity and environmental quality.
The word Nanoscience refers to the study, manipulation and engineering of matter, particles and structures on the nanometer scale (one millionth of a millimeter, the scale of atoms and molecules). Important properties of materials, such as the electrical, optical, thermal and mechanical properties, are determined by the way molecules and atoms assemble on the nanoscale into larger structures. Moreover, in nanometer size structures these properties are often different from on macroscale, because quantum mechanical effects become important.
Nanotechnology or NanoEngineering is the application of nanoscience leading to the use of new nanomaterials and nanosize components in useful products. Nanotechnology will eventually provide us with the ability to design custom-made materials and products with new enhanced properties, new nanoelectronics components, new types of “smart” medicines and sensors, and even interfaces between electronics and biological systems …
These newborn scientific disciplines are situated at the interface between physics, chemistry, materials science, microelectronics, biochemistry, and biotechnology. Control of these disciplines therefore requires an academic and multidisciplinary scientific education.
Wah, ada metode injeksi tanpa jarum. Para penderita penyakit diabetes maupun penyakit lain yang harus menggunakan suntikan setiap hari, kini tak perlu lagi khawatir dengan sensasi sakit pengunaan jarum suntik.
Belum lama ini, sejumlah ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat, telah menemukan alat untuk menyuntik tanpa menggunakan jarum. alat ini dirancang oleh departemen Teknik Mesin – MIT.
Seperti ditulis Genius Beauty, metode suntik tanpa jarum itu dilakukan dengan gaya Lorentz. Yakni, gaya yang bekerja pada sebuah gerakan muatan partikel dalam medan elektromagnetik.
Nah, untuk menggunakan gaya tersebut, diperlu perangkat yang terdiri dari sebuah botol obat dan magnet kecil berkekuatan besar yang dibuat melingkar dengan kawat yang terbuka. Dengan perangkat tersebut, magnet yang digerakkan bekerja mendorong piston pada alat suntik, lalu menyuntikkan obat dengan kecepatan dan tekanan tinggi.
Tingkat pelepasan obat dari lubang kecil pada ampul tercatat hampir sama dengan kecepatan cahaya. Bahkan, hanya lubang kecil yang terlihat di kulit bekas pengunaan metode tersebut, yang tak menimbulkan rasa sakit sedikit pun.
Hebatnya, jarum suntik untuk menyalurkan obat itu dapat diprogram. Mulai dari penyesuaian dosis untuk obat hingga kedalaman penggunaan obat pada tubuh.
Alat injeksi tanpa jarum ini bukanlah yang pertama bagi dunia medis. Sebelumnya alat seperti itu telah diciptakan, namun kecepatan dan kedalaman injeksi obatnya belum bisa dikendalikan.
Setelah sukses menciptakan alat injeksi untuk obat berbahan cair, para ilmuwan tersebut berencana menciptakan alat injeksi untuk obat bubuk. Dengan kehadiran metode tersebut, anak-anak yang takut akan jarum suntik maupun pengguna jarum suntik harian tak akan lagi merasa tersiksa menggunakannya.
sumber : Liputan6



