Yheniariny's Blog











Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia”[1] melalui efek rumah kaca.
Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air maupun penyebaran penyakit melalui vektor . Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.

Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

Penyebab pemanasan global

Efek rumah kaca
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.

Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F)dari temperaturnya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.

Pemansan global terjadi ketika ada konsentrasi gas-gas tertentu yang dikenal dengan gas rumah kaca, yg terus bertambah di udara, Hal tersebut disebabkan oleh tindakan manusia, kegiatan industri, khususnya CO2 dan chlorofluorocarbon. Yang terutama adalah karbon dioksida, yang umumnya dihasilkan oleh penggunaan batubara, minyak bumi, gas dan penggundulan hutan serta pembakaran hutan. Asam nitrat dihasilkan oleh kendaraan dan emisi industri, sedangkan emisi metan disebabkan oleh aktivitas industri dan pertanian. Chlorofluorocarbon CFCs merusak lapisan ozon seperti juga gas rumah kaca menyebabkan pemanasan global, tetapi sekarang dihapus dalam Protokol Montreal. Karbon dioksida, chlorofluorocarbon, metan, asam nitrat adalah gas-gas polutif yang terakumulasi di udara dan menyaring banyak panas dari matahari. Sementara lautan dan vegetasi menangkap banyak CO2, kemampuannya untuk menjadi “atap” sekarang berlebihan akibatemisi. Ini berarti bahwa setiap tahun, jumlah akumulatif dari gas rumah kaca yang berada di udara bertambah dan itu berarti mempercepat pemanasan global. Sepanjang seratus tahun ini konsumsi energi dunia bertambah secara spektakuler. Sekitar 70% energi dipakai oleh negara-negara maju; dan 78% dari energi tersebut berasal dari bahan baker fosil. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan yang mengakibatkan sejumlah wilayah terkuras habis dan yang lainnya mereguk keuntungan. Sementara itu, jumlah dana untuk pemanfaatan energi yang tak dapat habis (matahari, angin, biogas, air, khususnya hidro mini dan makro), yang dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, baik di negara maju maupun miskin tetaplah rendah, dalam perbandingan dengan bantuan keuangan dan investasi yang dialokasikan untuk bahan baker fosil dan energi nuklir. Penggundulan hutan yang mengurangi penyerapan karbon oleh pohon, menyebabkan emisi karbon bertambah sebesar 20%, dan mengubah iklim mikro lokal dan siklus hidrologis, sehingga mempengaruhi kesuburan tanah. Pencegahan perubahan iklim yang merusak membutuhkan tindakan nyata untuk menstabilkan tingkat gas rumah kaca sekarang di udara sesegera mungkin; dengan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 50%, demikian Panel Inter Pemerintah.



Akhir-akhir ini banyak artis yang berbondong-bondong terjun kedunia politik. Banyak masyarakat yang meragukan kemampuan artis di bidang politik karena tidak semua artis sekolah di bidang politik. Masyarakat meragukan artis masuk ke dunia politik karena banyak para artis yang gaya hidupnya glamour atau berfoya-foya. Apakah pemimpin bangsa yang gaya hidupnya bermewah-mewahan bias menjadikan bangsa Indonesia lebih baik. Apakah para artis yang menjadi caleg benar-benar ingin membawa perubahan Indonesia atau semata-mata ingin popularitas dank arena pamornya dalam dunia keartisan sudah meredup. Kita sendiri tidak tahu. Mudahan saja semua itu salah, kita berharap saja para artis yang terjun ke dunia politik. Benar-benar jujur, mengayomi masyarakat dan membuat Indonesia jauh lebih baik.
Politik dapat diartikan bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau Negara yang menyangkut proses menetukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan. (Miriam Budiardjo. 1997 :8). Pengertian yang lebih komprehensif tentang politik ialah interaksi antara pemerintah dan masyarakat, dalam rangka proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu (Ramlan Surbakti, 1992:10-11).
Ramlan Surbakti, mengajukan enam pendekatan untuk memahami arti politik sebagai berikut ini :
1. Pendekatan kekuasaan
Menurut pendekatan kekuasaan, yang dimaksud politik adalah cara-cara untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan. Dalam pendekatan ini politik dipersepsikan sebagai sesuatu yang kotor. Dikatakan sesuatu yang kotor, karena usaha untuk memperoleh kekuasaan dan mempertahankannya sering dilaksanakan dengan cara-cara yang tidak legal dan tidak bermoral.
2. Pendekatan institusional
Menurut pendekatan ini, politik adalah negara dengan institusi-institusinya. Jadi yang dipelajari tentang politik adalah mengenai tugas dan kewenangan atau apa yang harus dilakukan oleh lembaga-lembaga negara.
3. Pendekatan moral
Pendekatan ini, memandang politik bukanlah sesuatu yang kotor, tetap mulia. Dikatakan politik sebagai sesuatu yang mulia. Karena politik merupakan kegiatan untuk mendifinisikan dan merumuskan “good society atau “the best regime”. The best regime merupakan preskripsi tentang negara, masyarakat dan warga (individu) yang baik dan dicita-citakan. Visi dan misi politik tidak lepas dari moral. Dalam pendekatan moral, maka yang diutamakan dalam politik adalah yang baik, bukan yang efisien. Karena yang efisien, tidak selalu baik.
4. Pendekatan Konflik
Politik menurut pendekatan ini adalah kegiatan untuk memperoleh dan mempertahankan kepentingan. Kepentingan yang dinaksudkan mencakup kepentingan material maupun non material.
5. Pendekatan Fungsional
Menurut pendekatan ini politik adalah kegiatan yang menyangkut alokasi nilai-nilai kepentingan yang dirumuskan dalam kebijaksanaan publik.
6. Pendekatan analisis wacana politik
Menurut pendekatan ini, bahwa politik adalah kegiatan mendiskusikan atau mendefinisikan situasi dari suatu fenomena politik.

Unsur-unsur pokok politik (Miriam Budiardjo)
1. Negara.
2. Pemerintah.
3. Kekuasaan.
4. Fakta Sosial
5. Organisasi Masyarakat.
6. Kegiatan Politik.
7. Pengambilan Keputusan.
8. Kebijakan Umum.
9. Pembagian atau alokasi.



Akhir-akhir ini bunuh diri sangat banyak. Bahkan di tempat-tempat umum pun bunuh diri dapat dilakukan seperti di mall, parkiran, hotel dan dipohon. Peningkatan bunuh diri di Indonesia membuat pemerintah turut prihatin. Bunuh diri dapat terjadi disebabkan karena beberapa faktor seperti ekonomi, tidak punya teman, iman tidak kuat dan lain sebagainya. Dalam hal ini saya akan mencontohkan kasus bunuh diri sebagai berikut :
Bunuh diri merupakan gejala sosial yang sering terjadi di lingkungan masyarakat. Peristiwa ini terjadi di Wonosari, Yogyakarta. Korban melakukan gantung diri di “pohon jambu monyet” diduga lantaran terjerat banyak utang. Korban ini berusia 55 tahun warga Kecamatan Semin, Gunung Kidul ditemukan tewas gantung diri, di pohon jambu monyet. Selain karena terjerat utang, korban juga mengalami goncangan jiwa hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Dari hasil pemeriksaan dokter tak ditemukan adanya unsur penganiayaan. Korban diduga nekat mengakhiri hidup karena mengalami goncangan jiwa. Usai diperiksa tim dokter puskesmas setempat jenazahnya langsung diserahkan pihak keluarganya untuk dimakamkan. Keluarga korban tidak menyangka kalau lelaki separuh baya tersebut mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Bunuh Diri merupakan fenomena yang yang sering terjadi dan sudah tidak asing lagi terjadi dan di dengar oleh masyarakat di Indonesia. Dari tahun ke tahun tingkat bunuh diri di Indonesia semakin bertambah banyak. Bunuh Diri yang saya buat yang berjudul “Gara-gara terlilit utang seorang Bapak nekat gantung diri” merupakan bunuh diri egoistis karena bunuh diri untuk kepentingan diri sendiri. Adanya kasus bunuh diri yang berulang kali terjadi membuat pemerintah dan semua masyarakat Indonesia prihatin. Menurut ahli sosiologi , Emile Durkheim Bunuh diri dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah psikopatologi individu, alkoholisme, ras, keturunan, dan iklim. Durkheim berkesimpulan bahwa faktor lain yang berperan dalam penyebab fenomena bunuh diri yaitu faktor sosial.

Ada Empat Jenis Bunuh Diri
1. Bunuh diri Egoistis
Bunuh diri egoistis adalah sikap seseorang yang tidak berinteraksi dengan grupnya yaitu keluarga, kelompok rekan-rekan, kumpulan agama dan sebagainya. Hidupnya tidak terbuka dengan orang lain, mereka mengutamakan memikirin dan mengusahakan kebutuhan sendiri dan tidak memperhatikan kebutuhan orang lain atau masyarakat. Apabila mereka mengalami krisis ia tidak akan menerima bantuan moral dari grupnya. Keadaan tersudut ini yang disebabkan oleh egoisme yang berlebihan mengakibatkan bahwa yang bersangkutan membunuh diri. Tingginya angka bunuh diri egoistis dapat ditemukan dalam masyarakat atau kelompok dimana individu tidak berinteraksi dengan baik dalam unit sosial yang luas. Lemahnya integrasi ini melahirkan perasaan bahwa individu bukan bagian dari masyarakat dan masyarakat bukan pula bagian dari individu. Durkheim percaya bahwa bagian paling baik dari manusia yaitu moralitas, nilai dan tujuan. Moralitas, nilai dan tujuan kita berasal dari masyarakat. Sebuah masyarakat yang padu akam memberi kita semua ini, dan dukungan moral umum bagi kita agar kuat melalui keterpurukan dan kekecewaan kecil sehari-hari.

2. Bunuh Diri Altruistis
Bunuh diri altruistis adalah kebalikannya, yang bersangkutan menyatukan diri dengan nilai-nilai grupnya dan berintegrasi sehingga diluar itu ia tidak mempunyai identitas. Pengintegrasian yang menyangkut seluruh hidup seseorang, memandang hidup diluar grup atau bertentangan dengan grup tidak berharga. Maka etiknya grupnya menuntut agar ia merelakan nyawanya untuk suatu kenyakinan atau kepentingan bersama. Durkheim membawa dalam teorinya makin besar pengintegrasian seeorang dengan grupnya makin besar pula kecenderungannya ke arah bunuh diri dan makin tinggi prosentas kasus bunuh diri. Apabila integrasi seseorang mengendur seseorang akan melakukan bunuh diri karena tidak ada lagi kebaikan yang dapat dipakai untuk meneruskan hidupnya. Sebaliknya ketika integrasi menguat mereka melakukan bunuh diri justru demi kebaikan yang lebih besar. Grup semacam ini adalah tentara. Salah satu contoh paling tepat bunuh diri altruistis adalah bunuh diri massal dari pengikut Pendeta Jim Jones di Jonestown, pada tahun 1978. Mereka memperoleh racun secara sembunyi-sembunyi lalu meminumnya kemudian diikuti oleh anak-anak mereka. Mereka dengan terang-terangan melakukan bunuh diri karena memiliki integrasi yang sangat erat dalam sebuah kelompok sebagai pengikut fanatik dari Jones.

3. Bunuh Diri Anomik (Bunuh diri akibat anomi)
Bunuh diri anomi adalah bunuh diri yang terjadi karena keadaan moral dimana orang yang bersangkutan kehilangan cita-cita, tujuan, dan norma dalam hidupnya atau terjadi ketika kekuatan regulasi masyarakt terganggu. Nilai-nilai yang dulu memberi motivasi dan arah perilakunya tidak berpengaruh lagi. Musibah yang menimpa orang hingga semuanya yang pemain menyemangati dan menertibkian dia musnah dapat mengakibatkan suatu perubahan suatu perubahan yang radikal. Keadan anomi dapat melanda seluruh masyarakat juga terjadinya perubahan sosial yang cepat. Nilai-nilai tradisional yang pernah menyatukan dan membina rakyat dibawah naungan pemerintah feodal dirasa tidak cocok lagi di zaman yang bercorak lebih individualisme karena tiap-tiap orang harus memperjuangkan nasibnya sendiri dan orang dinilai menurut bakat dan prestasi individual mereka. Nilai-nilai lama kurang oleh masyarakat padahal nilai-nilai baru belum jelas. Menurut data statistic presentasi kejadian bunuh diri lebih tinggi diantara orang kehilangan teman hidup atau anak mereka. Orang merasa diikat oleh norma dan tujuan tertentu dan ikatan itu membantu dia untuk mengatasi kelemahan moral pribadi.

4. Bunuh Diri Fatalistis
Bunuh diri fatalistis adalah bunuh diri dimana orang tersebut pasrah pada nasib. Emile Durkheim menggambarkan seseorang yang melakukan bunuh diri seperti “seseorang yang masa depannya telah tertutup dan nafsu yang tertahan oleh disiplin yang menindas. Contoh klasik dari bunuh diri ini adalah budak yang menghabisi hidupnya karena putus asa karena regulasi yang menekan setiap tindakannya. Regulasi tekanan yang terlalu banyak akan melepaskan arus kesedihan, yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan angka bunuh diri fatalistis.
Emile Durkheim berpendapat bahwa arus sosial dapat mempengaruhi angka bunuh diri. Bunuh diri individual dilandasi oleh arus egoisme, altruisme, anomi da fatalisme ini. Bagi Durkheim, hal ini membuktikan bahwa arus-arus tersebut lebih dari sekedar kumpulan arus-arus individual, akan tetapi paksaan sui generis, karena menguasai keputusan individu. Tanpa asumsi ini, angka bunuh diri dalam suatu masyarakat tidak akan bisa dijelaskan.



Buku adalah gudang ilmu.” Demikian nasihat lama yang sering kita dengar. Entah dari mana asal kata-kata bijak itu, tapi yang jelas kata-kata itu sudah turun-temurun kita dengar. Memang benar, dengan membaca kita bisa memperoleh pengetahuan yang berasal dari mana saja dan kita bisa tahu keadaan atau peristiwa di mana saja. Jadi tepat bila buku adalah jendela dunia. Buku juga merupakan sumber harta yang tak ternilai harganya. Uang bisa habis, harta milik bisa lenyap, tapi pengetahuan tidak bisa dicuri. Buku dibaca oleh semua kalangan masyarakat seperti buku pengetahuan, buku memasak, dan lain sebagainya. Buku mempunyai manfaat yang sangat berguna buat manusia. Kebanyakan buku mempunyai manfaat yang positif. Jarang ada buku yang mempunyai manfaat negatif.
Akhir-akhir ini aksi pembredelan buku sangat sering terjadi belakangan ini. Padahal pembredelan buku tidak harus dilakukan karena tidak semua buku merusak moral atau menyinggung nila-nilai pancasila. Saya sangat tidak setuju dilakukannya pembredelan buku karena pembredelan buku menurut saya adalah tindak kejahatan yang hanya merusak kebodohan saja. Kalau buku-buku ditolak untuk beredar, bagaimanakah nasib penerus bangsa itu sendiri. Tidak seharusnya buku dilarang untuk beredar, apabila ada buku yang tidak layak untuk dibaca. Itu semua tergantung pada para pembaca. Para pembaca juga bisa mengetahui buku mana yang layak dibaca atau tidak. Para pembaca biasanya memilih buku tergantung selera masing-masing.



Sosiologi bagi manusia dapat membentuk jati diri atau kepribadian yang baik. Sosiologi sangat penting di dalam suatu masyarakat karena sosiologi selalu dikaitkan dengan interaksi. Sebaiknya interaksi di dalam suatu masyarakat harus sering-sering dilakukan karena untuk menjaga komunikasi sesama masyarakat untuk menjaga silaturrahmi dan kerukunan antar masyarakat.
Faktor pembentuk kepribadian sebagai berikut ini :
1. Faktor biologis. Contohnya seseorang yang kurang percaya diri, pemalu dan sukar bergaul akan mempengaruhi pembentukan kepribadiannya.
2. Faktor psikologis. Contohnya unsur temperamen seperti agresivitas, pemarah dan lain sebagainya.
3. Faktor sosiologi atau lingkungan. Contohnya, orang yang lahir di daerah pedesaan cenderung memiliki kepribadian yang ramah, memiliki solidaritas dan kolektivitas yang tinggi serta keterikatan dengan lingkungan alam yang kuat.
Secara etimologis (asal kata) sosiologi berasal dari kata socius dan logos. Socius dari bahasa latin yang artinya teman, sedangkan logos dari bahasa Yunani yang artinya kata, perkataan, atau pembicaraan. Arti harfiah sosiologi adalah membicarakan, memperbincangkan pergaulan teman pergaulan.
Beberapa pengertian sosiologi dari para ahli sosiologi sebagai berikut :
1. Roucek dan Warren berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan manusia dalam kelompok.
2. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial.
3. Aguste Comte (Bapak Sosiologi) berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya.
Sebagai ilmu sosial yang obyeknya masyarakat, sosiologi mempunyai ciri-ciri utama sebagai berikut ini :
a. Sosiologi bersifat empiris karena didasarkan pada pengamatan (observasi) terhadap kenyataan sosial dan hasilnya tidak bersifat spekulatif.
b. Sosiologi bersifat teoritis artinya sosiologi selalu berusaha untuk menyusun kesimpulan dari hasil-hasil observasi untuk menghasilkan teori keilmuan.
c. Sosiologi bersifat kumulatif yang berarti bahwa teori-teori dalam sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada sebelumnya yang diperbaiki, diperluas, serta diperdalam.
d. Sosiologi bersifat non-etis artinya sosiologi tidak mempersoalkan baik-buruknya fakta, tetapi yang lebih penting adalah memperdalam fakta tersebut secara analitis dan apa adanya.



Transportasi telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat modern. Apalagi jika menyangkut transportasi publik. Ketersediaan transportasi publik yang komperhensif akan sangat mempengaruhi mobilitas sebuah kota. Di kebanyakan kota besar di seantero dunia, transportasi publik menjadi permasalahan serius. Kota-kota besar di Indonesia juga mengalami hal serupa. Bahkan di beberapa kota masalah transportasi telah menjadi sedemikian akut. Kemacetan lalu lintas, kecelakaan dan kesemrawutan jalan telah menjadi hal yang rutin di kota-kota besar. Kondisi ini secara umum memang disebabakan oleh ledakan jumlah kendaraan pribadi serta kecilnya daya dukung inprastruktur dan suprastruktur jalan. Namun, secara spesifik masih terdapat faktor-faktor lain. Termasuk di dalamnya sensitifitas kebijakan publik yang dikeluarkan oleh pemerintah. Pemerintah sudah menambah transportasi publik yang baruseperti bus way. Akan tetapi bus way hanya ada di beberapa provinsi saja. Tidak semua propinsi yang ada di Indonesia memiliki bus way.
Faktor khusus permasalahan sebagai berikut :
1. Faktor Mentalis Pengguna Jalan.
Mentalitas pengguna jalan di Indonesia secara umum cukup memprihatinkan. Hal ini terlihat dari pola penggunaan jalan yang semena-mena dan sering kali mengbaikan faktor keselamatan. Hal ini disadari atau tidak telah berkontribusi menambah masalah di jalan raya. Jalanan menjadi macet dan kondisi jalan menjadi tidak terkendali.
Setiap saat kita dapat dengan mudah mendapati pengguna kendaraan kol kecil naik dan turun kol di tempat yang tak semestinya. Daerah lampu lalu lintas (perempatan, pertigaan) dan tikungan jadi tempat favorit untuk naik dan turun. Kesadaran yang rendah ini ditambah pula dengan minimnya sarana berupa tempat pemberhentian dan penantian angkutan kota (halte) yang memadai. Hingga semakin malaslah pengguna angkutan umum naik dan turun di tempat yang semestinya. Banyak contoh lainnya yang menunjukkan lemahnya kesadaran kita pengguna jalan.

2. Pola Penegakan Hukum
Aturan hukum kadangkala berlaku secara tidak tegas dan berkecendrungan bersifat kompromistis, terutama dalam menyangkut pelanggaran penggunaan jalan. Jadilah kemudian wibawa hukum dipandang sebelah mata oleh pengguna jalan. Kurangnya ketidaktegasan hukum dalam mengatur jalanan. Aparat hukumseperti polisi kurang tegas. Contohnya kalau ada pengguna jalan yang melanggar sering ada tindakan tegas dan kalau ada pengguna jalan seperti sopir dan pengendara kendaraan yang lain yang tidak membawa SIM, STNK, helm dan KTP tetapi polisi tidak menangkap.

3. Daya Dukung Lingkungan Sosial
Di sisi lain daya dukung lingkungan sosial juga cukup lemah, seperti kesadaran untuk memelihara kelestarian jalan secara swadaya atau upaya meningkatkan kenyamanan jalan melalui penghijauan jalan secara swadaya juga terbilang belum cukup memadai. Masyarakat masih sangat tergantung pemerintah. Padahal daya dukung lingkungan sosial ini akan sangat berarti dalam upaya mengatasi beragam permasalahan transportasi jalan.



Sejarah internet bermula ketika beroperasinya jaringan ARPANET pada tahun 1969. Jaringan ARPANET pertama tersebut hanya menghubungkan empat host komputer dan besar bandwitdh-nya hanya 50kbps. Internet merupakan jaringan rangkaian komputer [networking] dengan rangkaian komputer lain di seluruh dunia. Internet berguna untuk kita berkomunikasi dan bertukar informasi, file, data, suara, gambar dan sebagainya antara individu dan manusia diseluruh dunia. Di Internet tangan-tangan sering bermunculan seperti hacker. Hacker sering merusak internet seumpama Facebook. Banyak artis yang sering kena kasus karena foto bugilnya beredar di internet.

Manfaat Internet
a.Berkomunikasi koresponden surat-menyurat dengan menggunakan e-mail
b.Memperoleh informasi dengan menerusi World Wide Web(WWW)
c.Memindah file dengan menerusi File Transfer Protocol (FTP)
d.Video streaming yaitu dengan fasilitas ini kita dapat nonton file video, radio online dan sebagainya di computer.
e.Akses dan control komputer jarak jauh (remote login) menerusi Telnet
f.Berkomunikasi online/langsung seperti sms di handphone hanya di sini bedanya kita dapat bercakap langsung dengan beberapa orang sekaligus dengan menggunakan Internet Relay Chat (IRC) .
Kemudian terdapat chating lain yang baru yang memungkinkan kita chatting dengan langsung dapat melihat gambar orang yang sedang chat juga (technologi video streaming) yaitu dapat kita gunakan MSN ( yahoo messenger / hotmail messenger )
Kelompok yang menggunakan Newsgroup sebagai wadah pemberitaan
Mengadakan forum elektronik, sebuah forum yang dapat di baca umum dan dapat kita komentari
Untuk perusahaan dapat dipergunakan untuk central transaction controller, seperti ATM, credit card dan sebagainya langsung connect ke server perusahaan tersebut dengan bantuan jalur internet
Dan technology yang terbaru adalah VOIP yaitu dapat bertelepon dengan kemana saja dengan bantuan jalur internet [ sehingga telepon pun menjadi lebih murah ]

Dampak Positif:
1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
4. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
5. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.
6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
Dampak Negatif
1.Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Banyak oknum-oknum yang dengan sengaja menyebarkan foto-foto bugil atau telanjang dan lain sebagainya.
2.Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
3.Carding
Karena sifatnya langsung, cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
4.Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.1. Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face). 2. Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi. 3. Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).



{December 31, 2009}   Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!



et cetera
Design a site like this with WordPress.com
Get started