Madu sudah lama dikenal sebagai produk alam yang mempunyai banyak manfaat. Namun perlu diketahui tidak semua madu diproses dengan baik, bisa jadi madu yang kita konsumsi kandungan nutrisinya lebih sedikit daripada yang kita butuhkan, bahkan bisa jadi rasa manisnya adalah manis buatan. Lalu bagaimana memilih madu yang tepat untuk kita?
Ini adalah sebuah flashback ke bulan September 2012.
Ceritanya memang mau berangkat menyusuri Gunung Salak, lokasi jatuhnya Sukhoi Superjet 100 yang pernah menabrak tebing Gunung Salak. Akan tetapi ntah kenapa Pemimpin Regu (Pinru) Om Jenggot tiba-tiba mengubah haluan rute para anggota komunitas Jarang Piknik ini. Trip dadakan pun dibuat yang dipersiapkan selama 3 hari, dengan 5 orang yg siap berangkat dengan tujuan awal Pantai Ujung Genteng, Curug Cikaso dan Curug Cigangsa.
Ceritanya dimulai Jumat Malam, selesai jam kantor, packing menuju lokasi meeting poin di terminal Pasar rebo, rencananya disana kami akan berangkat bersama untuk menuju terminal Baranangsiang, Bogor. Akan tetapi sob, sepertinya saya selalu menjadi anak yang paling soleh dan rajin datang tanpa ngaret. Saya memutuskan makan malam di warung tongseng pinggir jalan dekat terminal sambil menunggu kedatangan manusia karet. Entah berapa lamanya saya menunggu, singkatnya kami sudah berada dalam bus menuju Bogor. Sampai di Bogor, kami menuju cafe dekat Botani Square untuk ngopi-ngopi nikmat dulu sambil menunggu kedatangan mobil carteran yang akan kita bawa ke Ujung Genteng.Baca lebih lanjut →
Sobat sekalian, saya memang suka sama suara musisi-musisi wanita sob, seperti yang telah di ulas sebelumnya seperti Momo Geisha, Tantri Kotak, Ayu Ratna Garasi sampai ke Sabrina Orial. Nah baru-baru ini radar musik saya menangkap sinyal yang asalnya cukup jauh, tepatnya di negeri Ratu Elisabeth. Tersana di sana ada musisi wanita yang suaranya cocok sekali sob sama kuping saya, doski bernama Jasmine Thompson. Pasti sobat jarang yang tau, karena nama doski masih sangat awal dan asing di blantika musik tanah air sob, di negeri asalnya juga doski belum begitu mentereng, justru dia lebih mentereng di dunia maya, khususnya yutub sob. Saya kenal dia waktu nyari lagunya “Everybody Hurts” nya R.E.M, yang ternyata dicover doski dengan mantap sekali sob. Juara sekali suaranya, tenan sob, ora ngapusi. Baca lebih lanjut →
Semenjak nonton tayangan National Geographic Cosmos: A Spacetime Odyssey, saya menjadi tertarik dengan hal-hal yang terkait dalam sejarah masa lampau hingga terbentuk peradaban yang masih eksis sampai saat ini sob. Jadi suka cari-cari artikel menarik buat dibaca, dan ditulis ulang seperti Artikel tentang Suku Ainu di sini. Suatu saat, saya menemukan sebuah artikel berjudul Japan’s Javanese Connection yang ditulis oleh Prof. Ann Kumar ( professor in the Faculty of Asian Studies, Australian National University, and concurrently Director of the International Centre of Excellence for Asia and the Pacific Studies Professor and Associate Director, Centre for Research on Language Change). terbit sebagai newsletter di International Institute of Asian Studies IIAS #34 yang berbasis di Leiden, Belanda. Intinya sob, sebenarnya ada hubungan yang cukup dekat antara peradaban masa lampau di Jepang dan di Jawa. Tertarik memahaminya saya mengambil sebuah penelusuran sedikit dalam artikel terkait dan akan coba saya tulis kembali disini dengan gaya yuiword.com tanpa mengurangi kedalaman artikel sob.
Japan’s Javanese Connection
Pertama, hubungan yang dimaksud bukan terbangun sejak Perang Dunia II dan terkait dengan Penjajahan jepang di bumi nusantara, kita harus masuk dalam lorong waktu untuk kembali ke era 2000-an tahun silam, dalam rentang waktu 300 SM hingga 300M. Rentang waktu itulah yang diselami oleh Ann Kumar dalam melakukan penelitian. Walaupun ada sinyalemen bahwa jauh sebelum era tersebut, sekitar zaman es terakhir pada 15.000 tahun yang lalu, Jepang terhubung ke benua yang menghubungkan Kepulauan Ryukyu ke Taiwan dan Kyushu, salah satu yang menghubungkan Kyushu ke semenanjung Korea, dan satu lagi yang menghubungkan Hokkaido ke Sakhalin dan daratan Siberia. Bahkan sob, Filipina dan Indonesia juga terhubung ke daratan Asia. Hal ini memungkinkan migrasi dari Cina dan Austronesia terhadap Jepang seperti yang pernah dibahas ditayangkan NHK (Salah satu Perusahaan Penyiaran di Jepang), tetapi karena memakai bahasa Jepang, saya masih sulit mencernanya.Baca lebih lanjut →
Sob, ini adalah salah satu pengalaman menarik yang belum sempat saya tulis di blog, sebenernya kalo saya ceritakan sekarang ini sob, sama saja saya sedang menceritakan sejarah yang jejak-jejaknya masih terabadikan dalam kumpulan foto yang di tag teman maupun uploadan sendiri di halaman facebook saya. Yah daripada hilang tak berbekas dimakan usia sob, biarkan saya simpan menjadi sebuah tulisan yang dapat dibaca-baca kembali saat santai kayak di pantai.
Intro
Alkisah (masuk lorong waktu kembali ke tahun 2012) rutinitas kerjaan memang bikin bosen, apalagi kalo iramanya terlalu monoton, jadi memang perlu sesuatu yang baru untuk me refresh diri, jalan-jalan jadi pilihan, tapi tidak tau kemana kaki ingin melangkah. Sampai akhirnya saya lihat-lihat di forum barangkali ada yang bisa menginspirasi. Ternyata di forum lagi ada open trip yang masih buka pendaftaran peserta sob, mantaaap. Geotrek Proto Dieng, Gunung Rogo Jembangan (2117 mdpl) tanggal 6-8 Juli 2012. Tertarik untuk tahu lebih lanjut akhirnya saya telusuri, ternyata gunungnya ada di sekitaran perbatasan Pekalongan dan Banjarnegara sob. Baru ini saya mendengar disana ada gunung namanya Rogo Jembangan sob. Makin penasaran saya sob, akhirnya setelah saya pertimbangkan jika gunung ga terlalu tinggi jadi ga perlu persiapan khusus dan menarik nih sob karena tempatnya juga belum ketahuan. Singkat kata sob, saya mendaftarkan diri kedalam rombongan dengan orang orang yang belum saya kenal sebelumnya sob. Tapi biasalah sob, walaupun ga kenal biasanya manusia seperti yang suka jalan-jalan itu kan setipe, jadi ya bakal gayeng sob. Iyo ora sob?? Baca lebih lanjut →