Sebelum lanjut bacanya, ane mau bilang bahwa ane bukan anti-MLM (Multi-Level Marketing), justru ane adalah MLMmania. Dan saat ini ane sendiri sedang menjalankan bisnis Network Marketing di salah satu perusahaan Multi-Nasional.
Ok, Masuk ke bahasan. Ane nulis artikel ini bukan untuk menyanggah atau memberi perlawanan bagi yang anti-MLM, bukan, bukan itu.
Justru ane sebagai pelaku bisnis MLM, mohon maaf bila ada cara ane dalam mempresentasikan produk atau bisnis kepada teman-teman justru membuat teman-teman terganggu dan membenci bisnis ini.
Ane akan memulai bahasan dari “Alasan mengapa MLM dibenci”. Dari pengalaman ane ada beberapa alasan yang membuat MLM dibenci. Dan justru alasan-alasan ini bersumber dari kekecewaan yang dibuat sendiri oleh para member MLM, dan tidak mereka sadari. Continue reading
Suatu pagi… saya ngopi sama mentor saya di depan teras rumahnya. Pagi itu saya memang sengaja datang pagi-pagi ke rumahnya untuk mengajak beliau makan soto ayam surabaya di daerah Babarsari. Tapi sayang… sungguh sayang Metor saya sudah sarapan bubur ayam, beli di warung di sebelah rumahnya. Ya sudah ngopi aja deh, masih jam setengah 6 pagi, masih dapat ditahan lapernya. hehehehe….
Iya, secara tidak sadar saya membandingkan antara perusahaan MLM yang satu dengan yang lain.
Tulisan ini saya buat karena akhir-akhir ini memang saya sering berhubungan dengan yang namanya “MLM” atau Multi-Level Marketing, ada juga yang menyebut dengan Network Marketing atau Pemasaran Jaringan.