a common radar
Just another WordPress.com weblogSang Pengharap
Ini merupakan sebuah catatan seorang pengharap
Catatan yang ditulis dengan perasaan yang putus asa
Catatan yang ditulis dengan raut muka yang kosong
Catatan yang ditulis dengan bibir yang selalu mengucap doa
Catatan yang ditulis dengan air mata yang tertahan
Mungkin catatan ini akan dikenang
Mungkin catatan ini akan dilupakan
Mungkin catatan ini hanya sebuah tulisan yang terperangkap dalam roda waktu
Senyumku tetap menyala
Mataku tak kunjung lepas darinya
Ingin rasanya terus berada di sampingnya
Ingin rasanya melihat terus senyumnya
Walau mungkin aku bukan pemilik senyum sejatinya
Ingin rasanya mendengar terus suaranya
Walau mungkin aku tidak pantas memintanya
Ingin rasanya memberikan semua keinginannya
Walau mungkin hatinya tidak pernah meminta
Sebuah kemenangankah ini?
Entah mengapa air mataku menunjukkan kekalahan
Aku tahu senyum sejatiku tidak pernah terbalas olehnya
Aku tahu mataku tidak berani menatap matanya
Aku tahu pemberianku tidak berarti banyak baginya
Aku tahu keinginanku hanya angan belaka
Aku tahu impianku tidak akan pernah menjadi nyata
Aku tahu aku tidak akan bisa membangun kembali tembok yang dulu pernah kudirikan
Aku tahu aku tidak akan bisa memutar roda waktu kembali
Aku tahu aku tidak akan bisa mencairkan esnya yang beku untukku
Yang ada kini hanyalah kekalahan
Yang ada kini hanya seorang pengharap
Yang telah hanya bisa terus mengembara dalam mimpi
Sehingga membuat keadaan menjadi seperti ini
Akupun seakan dapat menulis buku tentang cara menjadi pengharap
Akupun seakan dapat terus menciptakan lagu impianku
Lagu-lagu bualan yang akan selalu menemani tidurku
Angan mimpiku serasa membual tanpa arah
Akalku serasa membuat pembenaran akan segalanya
Jantungku serasa memompa darah palsu
Menyaksikan sebuah film kepengharapan yang dibintangi oleh diriku
Takdirku membuatku menjauh dari Tuhan
Aku terus mempertanyakan cobaanku
Aku terus menantikan mukjizat yang tak kunjung tiba
Aku terus berdoa putus asa
Semua itu hanya dapat membuatku sedikit lebih tenang
Namun diriku telah putus asa
Sebuah api yang telah padam
Sebuah pensil yang telah tumpul
Sebuah kertas yang telah buram
Aku tak pernah membayangkan sebelumnya
Aku sekarang telah menjadi orang yang terus mengharap tanpa melihat realita
Aku menjadi orang yang tidak bisa keluar dari dunia mimpi karena tak sanggup melihat realita
Lihat aku
Dengar aku
Rasakan aku
Inilah aku
Sang Pengharap
Sang Penipu
Ini merupakan sebuah catatan seorang penipu
Catatan yang ditulis dengan perasaan yang ditutup dengan paksa
Catatan yang ditulis dengan raut muka yang tebal
Catatan yang ditulis dengan bibir yang dipaksa melebar
Catatan yang ditulis dengan air mata yang tidak pernah keluar
Mungkin catatan ini akan dikenang
Mungkin catatan ini akan dilupakan
Mungkin catatan ini hanya sebuah tulisan yang terperangkap dalam roda waktu
Senyumku tampak mempesona
Tawaku membuat semua merasa tidak perlu bertanya
Tingkah lakuku mencerminkan penyelesaian sempurna
Kehidupanku menjadi terlihat baik adanya
Sebuah kemenangankah ini?
Entah mengapa air mataku menunjukkan kekalahan
Aku tahu senyumku bukanlah kebahagiaan
Aku tahu tawaku hanya berasal dari kesakitan
Aku tahu tingkah lakuku merupakan permintaan
Aku tahu kehidupanku sebetulnya hanyalah pengorbanan
Aku tahun semua perjalananku telah rentan
Aku tahu aku tidak akan bisa membangun kembali tembok yang dulu pernah kudirikan
Aku tahu aku tidak akan bisa memutar roda waktu kembali
Aku tahu aku tidak akan bisa mencairkan esnya yang beku untukku
Yang ada kini hanyalah kekalahan
Yang ada kini hanya seorang penipu
Yang telah tidak bisa mengeluarkan perasaan dan egonya
Sehingga membuat keadaan menjadi seperti ini
Akupun seakan dapat menulis buku tentang cara menjadi penipu
Akupun seakan dapat terus menciptakan lagu kebohonganku
Lagu-lagu bualan yang akan selalu tertutup oleh pemaksaanku
Angan mimpiku serasa tertutup
Akalku serasa tidak menjadi asli
Jantungku serasa berdetak tidak pada frekuensinya
Menyaksikan sebuah film kepenipuan yang dibintangi oleh diriku
Takdirku membuatku menjauh dari Tuhan
Aku terus mempertanyakan cobaanku
Aku terus menantikan mukjizat yang tak kunjung tiba
Aku terus berdoa putus asa
Semua itu hanya dapat membuatku sedikit lebih tenang
Namun diriku telah tertutup
Sebuah tampang buruk rupa yang diselimuti topeng
Sebuah mata merah menyala yang diselimuti kacamata
Sebuah gendang telinga bengkak yang disumbat dengan kapas
Aku tak pernah membayangkan sebelumnya
Aku sekarang telah dibungkus sedemikian bagusnya dari luar
Aku menjadi orang yang selalu menampilkan sosok yang baik di luar keburukannya
Lihat aku
Dengar aku
Rasakan aku
Inilah aku
Sang Penipu
Sang Pecundang
Sang Pecundang
Ini merupakan sebuah catatan seorang pecundang
Catatan yang ditulis dengan perasaan yang sulit terungkap
Catatan yang ditulis dengan raut muka yang letih
Catatan yang ditulis dengan bibir yang tak lagi sanggup memberikan senyum
Catatan yang ditulis dengan air mata yang mungkin sudah tak tertampung
Mungkin catatan ini akan dikenang
Mungkin catatan ini akan dilupakan
Mungkin catatan ini hanya sebuah tulisan yang terperangkap dalam roda waktu
Senyumnya terlihat
Terkadang terlihat bingung
Namun seiring mendekat, senyumnya seperti terlihat melebar
Percakapan berjalan begitu baik
Walau inisiatif selalu berada pada tangannya
Semua tampak baik
Semua tampak menyenangkan
Semua menyimpulkan segalanya telah terselesaikan
Pihak-pihak luar, atau mungkin dari satu pihak yang terlibat langsung setidaknya menyimpulkan seperti itu
Sedangkan aku terus menampilkan senyumku,
di samping air mataku yang deras di tempat yang tak terlihat
Sebuah kemenangankah ini?
Entah mengapa air mataku menunjukkan kekalahan
Aku tahu semua senyumnya bukanlah senyum yang kuharapkan
Aku tahu senyum sejatinya bukan milikku
Aku tahu perhatiannya bukanlah perhatian yang kuasumsikan
Aku tahu aku bukan seseorang yang hatinya tunggu
Aku tahu aku tidak pantas untuk dirinya
Aku tahu aku tidak sama dengan dirinya
Aku tahu aku tidak dapat memenangkannya
Aku tahu aku bukan orang pilihannya
Aku tahu aku bukan bintang harapannya
Aku tahu aku tidak akan pernah dapat menjamahnya
Aku tahu aku tidak bisa menghapus air matanya
Aku tahu semua perjalananku sia-sia
Air mataku tidak akan pernah berhenti untuknya
Aku hanya bisa menyembunyikannya
Aku hanya bisa memberikan senyum palsuku padanya
Aku hanya bisa mengikuti keinginannya
Aku hanya bisa berusaha tidak menyakitinya
Semuanya sudah habis
Waktuku telah habis
Air mataku telah habis
Tawaku telah habis
Kekuatanku telah habis
Aku tahu aku tidak akan bisa membangun kembali tembok yang dulu pernah kudirikan
Aku tahu aku tidak akan bisa memutar roda waktu kembali
Aku tahu aku tidak akan bisa mencairkan esnya yang beku untukku
Yang ada kini hanya kekalahan
Yang ada kini hanya seorang pecundang
Yang telah tidak bisa mempertahankan perasaan dan egonya
Sehingga membuat keadaan menjadi seperti ini
Akupun seakan dapat menulis buku tentang cara menjadi pecundang
Akupun seakan dapat terus menciptakan lagu kepecundanganku
Lagu-lagu bualan yang tidak akan pernah menjadi nyata
Angan mimpiku serasa terampas
Akalku serasa hampir runtuh
Jantungku serasa hampir berhenti berdetak
Menyaksikan sebuah film kepecundangan yang dibintangi oleh diriku
Takdirku membuatku menjauh dari Tuhan
Aku terus mempertanyakan cobaanku
Aku terus menantikan mukjizat yang tak kunjung tiba
Aku terus berdoa putus asa
Semua itu hanya dapat membuatku sedikit lebih tenang
Namun diriku telah rapuh
Sebuah cangkang keras yang isinya telah keropos
Sebuah lagu merdu tanpa nada
Sebuah mobil mewah yang akinya telah soak
Sebuah rumah megah dengan pondasi yang telah rusak
Aku tak pernah membayangkan sebelumnya
Aku sekarang telah dihancurkan sedemikian rupa dari dalam
Aku menjadi orang yang tidak dapat menampilkan sosok aslinya
Lihat aku
Dengar aku
Rasakan aku
Inilah aku
Sang Pecundang
Maaf
maaf karena aku tidak kuat..
maaf karena aku memang bodoh..
maaf karena aku memang tidak tahu apa-apa..
maaf karena aku tidak sanggup berdiri..
maaf karena aku bersikap layaknya pecundang..
maaf karena aku egois..
maaf karena aku masih berharap..
maaf karena semuanya..
Berat
berat ya..
cuma utk meninggalkan satu hal aja..
akhirnya harus meninggalkan hampir semua hal di sekitar hal tsb..
yg artinya hampir semua hal yg dimiliki..
berat ya,.
cuma utk melupakan satu hal aja..
akhirnya harus mencoba melupakan cara2 yang dulu,..
sekarang harus berjuang sendiri..
dgn kekuatan sendiri..
karena sudah tidak ada yg bisa diandalkan..
berat ya..
cuma utk melepas satu hal yg sudah tertanam..
akhirnya harus melepas banyak hal lain..
Tuhan kuatkan aku utk bisa berjuang sendiri..
Hanya Dirimu
roda waktu
seakan membeku
buat jalanku terpaku
bibirku beku
kutak pernah mampu
mengatakan padamu
hanya dirimulah pilihanku
jawabanku hanya dirimu
sekalipun kau bukan milikku
kutak bisa melupakanmu
hanya dirimulah yang kumau
tapi kau tak pernah sadariku
ingin slalu ada di sampingmu
menemanimu
hanya dirimu
Lelah Kupahami
Lelah kupahami
semua rasa yang menghuni jiwaku
begitu banyak tercipta
lagu yang terlahir untukmu
aku hampir tak percaya
kau tlah membeli smua angan dan mimpiku
dan mencoba menitih langkahku yg tlah terbaca
untuk mengejar bayangmu..
di penghujung jalan…
kau tlah menutup matamu,
dan meruntuhkan akalku
dan kau pun menjawab
harapan itu tlah kosong
dalam jiwaku terpanah
angan-angan tuk bertanya
karunia atau kutukan
jika kuslalu sebut namamu
di penghujung jalan…
kau tlah menutup matamu,
dan meruntuhkan akalku
dan kaupun menjawab
harapan itu tlah kosong
saat kau sebut namamu
yakinkan semua bintang kan tersenyum
melihat tubuhku yg tak dpt bersandar
berharap mencoba menikmati indahmu
dan biarkan kubernyanyi untukmu
tuk lepaskan smua beban yg kutumpu
dan jangan kau hiraukan perasaanku
karna kutahu impian itu takkan pernah nyata
Aku Tak Bisa
Aku tak bisa lepaskanmu dari mataku
Aku tak bisa membunuhmu
Dan aku tak bisa bohongi diriku butuh kamu
Aku tak bisa melupakanmu
Mencoba lupakan semua yang terjadi
Namunku semakin tersiksa sendiri
Mencoba akhiri perasaan yang ada
Namun dirimu semakin mendekatiku
T’lahku coba melupakan dirimu
Namun hanya kau yang slalu ada di hatiku
Cuma Ikut Bahagia
cuma mau ikut bahagia aja nih,
bwt org2 yg punya kelebihan di segala bidang..
bwt org2 yg diberkati kemampuan maksimal di bbrp bidang..
bwt org2 yg bs meraih impiannya..
bwt org2 yg mungkin selalu menjadi panutan org lain..
bwt org2 yg hidupnya selalu dilihat org lain..
bwt org2 yg perjalanan hidupnya baik..
bwt org2 yg bs percaya diri akan kemampuannya..
bwt org2 yg slalu diterima di setiap elemen komunitas..
bwt org2 yg bs dgn mudah memberikan nasihat..
bwt org2 yg bs menjaga teman2na..
bwt org2 yg bs bergaul dgn mudahnya..
bwt org2 yg selalu dipuji dgn rendah hati..
bwt org2 yg tidak pernah dipecundangi..
bwt org2 yg bs tdk menulis seperti ini..
bwt org2 yg bs tdk cm ikt bahagia..
gw gbs kasi ap2 bwt kalian kcuali satu rasa ini aja..
org2 seperti kalian tidak boleh sampai merasa seperti ini..
Beban di Punggung
masalah kian hadir dlm kehidupan. baik berupa kesulitan, perselisihan, dsb.. nyatanya hidup ini tidaklah merupakan sebuah roda yg bs diputar2 seenaknya berulang kali..
perselisihan membuat yg bersangkutan satu sama lain saling menjauh.. rasa2nya sulit utk diatasi..
di satu sisi lain, pemaksaan selalu ada mewarnai kehidupan ini.. sebagian besar dari paksaan yg ada memang berguna dan baik untuk kita masing-masing.. namun rasa2nya sulit utk diatasi..
mslh lain lg, banyak harapan2 yg mungkin dititipkan sehingga kita sulit menolaknya.. rasa2nya sulit utk dihentikan..
semua itu merupakan beban di punggung yg mungkin terasa berat.. rasa2nya berat sekali sampai tidak sanggup.. padahal kita tahu Yesus sendiri tidak pernah mengeluh atas semua derita yg Dia alami.. Marilah kita kembali merenungkan beban2 yg ada dan diberikan pada kita.. Mungkin maksud dan tujuannya berguna..
Hidup ini pastilah penuh dengan pengalaman2 dan beban2 yg berat dan sulit.. namun ketika itu semua digabungkan, maka hidup kita akan menjadi indah.. sama halnya dengan kue, kita tidak akan pernah bisa menganggap tepung terigu itu enak, mentega itu enak, susu bubuk itu enak, telur mentah itu enak, tp ketika semua itu dicampur dan diolah menjadi kue, rasanya akan enak.. Hidup ini adalah proses.. jangan kita lihat satu per satu masalah yg ada..