Sudah sekitar 3 tahunan ini ingatan Mama mulai memudar. Sepertinya sejak kesehatan beliau drop dan terpaksa mengonsumsi banyak obat. Mulai dari sekedar lupa nama hari, sampai lupa nama sodara sendiri. semakin ke sini jadi tambah parah, Mama sudah sulit mengikuti percakapan panjang, percakapan yang dilakukan lebih dari 2 orang, dan time span Mama untuk kembali mengulang pertanyaan yang sama berkisar 5-10 menit. Jadi cukup sering mengulang pertanyaan karena sudah lupa bahwa pertanyaannya sudah dibahas sebelumnya.
Sebenarnya belum pernah diperiksa secara intensif jenis penyakit memory loss seperti apa yang terjadi pada Mama. Tapi kurasa kalau baca di sini, jenis yang paling mendekati adalah vascular dementia.
Gejalanya termasuk:
- Memory problems that disrupt your loved one’s daily life
- Trouble speaking or understanding speech
- Problems recognizing sights and sounds that used to be familiar
- Being confused or agitated
- Changes in personality and mood
- Problems walking and having frequent falls
Dengan kondisi seperti ini harusnya Mama punya caregiver yang bisa selalu dampingi Mama. Kuperhatikan kalau kebanyakan bengong/ ngga berinteraksi, ingatan Mama kayak kembali di reset. Kunjungan anak-anaknya berkala ke rumah ortu sangat membantu, karena kalau cuma ngobrol ama Papa yang ada berdebat kusir melulu atau malah perang dingin, hahaha…cape deh, memang.
Sayangnya aku sendiri sudah repot ngurus 1 bayi dan 1 balita, waktuku buat ngurus Mama cuma sedikit, paling pas bantu mandikan atau menemani makan. Sisanya Mama lebih suka ngadem di kamar buat nonton teve dan karena sering sesak, hanya di kamarnya yang ada tabung oksigen.
Aku sadar justru waktu nonton teve harusnya aku selalu ada menemani Mama. Bukan ga pernah coba sih, tahun lalu sebelum punya bayi sesekali pernah juga memaksakan diri menemani Mama nonton kalau lagi nginep. Kok terpaksa? Iya, terpaksa. Soalnya Mama sudah ga bisa nonton film dan ngikutin cerita. Kalau nonton channel berita juga suka capek sendiri penasaran sama nama-nama yang kembali ngga familiar untuknya (misalnya ada inisial, bisa bolak balik nanya itu kepanjangan apa, begitu dijawab udah lupa lagi sedang bahas kasus apa, alhasil pertanyaannya muter terus). Jadi tontonan teve Mama sekarang yang ringan dan memang sinetron atau reality show tayangan yang ga pake mikir. Ini yang bikin males, sih. Mau ga mau kan mata Mama simak teve, boro-boro ngobrol bener. Mau dimatikan juga serba salah, bisa-bisa Mama marah.
Kadang sedih dipikir-pikir, kalau di rumah tinggal aku dan Mama, sementara aku lagi menyusui di kamarku (ini maksudnya di rumah ortu ya), Mama suka ke kamarku sambil tertatih pakai tongkatnya. “Aku kesepian, pada ke mana, sih?”
Aku biasa menjawab seperlunya, (misalnya “Papa lagi ke bank,” ) karena hapal akan ditanya lagi, agak percuma kasih penjelasan panjang. Kalau jawabanku dirasa sudah memuaskan, biasanya Mama kembali ke aktivitasnya, maen rubik atau nonton teve lagi. Tapi lalu pernah juga dua-tiga kali kembali muncul di kamarku, “..tadi aku mimpi atau apa ya, Papa lagi pergi ya?”
Demikianlah, sebenarnya yang sedang diuji kesabarannya oleh Tuhan bukan cuma Mama, kurasa ini adalah cobaan yang sesungguhnya pun ditujukan pada suami dan anak-cucunya. Semoga kami selalu diberikan kesabaran untuk selalu mendampingi orangtua kami, terutama Mama dengan sisa ingatannya, sampai akhir hidupnya.



