Merayu rindu

Hari ini terwujud niatan yg beberapa kali tertunda. Alhamdulilla. Semoga bukan saat-saat sulit saja lebih mau mendekat dan merayu rindu pada Allah.

Begitu banyak nikmat yang kulupakan dan disaat yg sama aku bertambah jauh dari rahmat Allah. Padahal nikmat dan keberkahan akan ditambahkan bila kita bersyukur.

Semoga diri ini bisa punya kekuatan lebih untuk bisa belajar lebih banyak dan tetap menapaki jalan kebaikan yg pasti banyak onak duri. Dan pasti kekuatan dan kemampuan itu tak kan ada tanpa kasih sayang Allah.

Deklarasi IGI Riau Tersengat Tawon 48 Juta

 

 

Baru sempat menulis sekarang, Padahal IGI Riau sudah dideklarasikan Ahad, 3 April 2011. Judul tulisan ini terinspirasi dari Sutardji Calzoum Bachri dan tentu saja tulisan Pak Hernowo di Milis IGI. Ini adalah peristiwa berbeda yang berkait tapi tidak secara langsung.

Pagi itu melongok ke samping rumah mencari tahu apa gerangan yang menyumbat saluran pembuangan kamar mandi. Pipa salurannya memang pecah sudah sejak lama, saya mencoba menggali ulang parit selokan agar air yang tergenang bisa lancar kembali. Tak sengaja menggoyang pohon lengkeng yang di tanam dekat selokan, rupanya di sana ada sarang tawon. Hal ini membuat para tawon merasa terganggu dan attack mode: on.

Tidak pasti jumlahnya mungkin sekitar 3 ekor menyerang saya dan saya buru-buru mencoba menepis serangan sambil berlari masuk rumah dan segera menutup pintu dan jendela, alhamdulillah serangan hanya sampai di situ. Saya mendapat 3 sengatan di 3 titik, 2 serius, Terasa perih. Saya berhenti bekerja siap-siap untuk berangkat menghadiri deklarasi IGI Riau.

Saat berselancar di dunia maya mencari info tentang tawon, ternyata Tawon merupakan salah satu Mobnas yang sudah mulai diproduksi oleh PT. Super Gasindo Indonesia Jaya. Tawon yang mulai dikembangkan sejak tahun 2007, dan diproduksi sejak tahun 2008 lalu, di targetkan produksinya sebanyak 600 unit per bulan. Mobil nasional yang sudah mengandung 90% kandungan lokal ini pun, dijual dengan harga Rp 48 juta On The Road. Teringat saya pernah posting mengenai mobnas lainnya yaitu GEA besutan PT. INKA

Alhamdulillah meski terlambat dari rumah, masih bisa ikut acara dari awal, tepatnya saat anak-anak dari sekolah cerdas melantunkan nasyid. Setelah acara protokoler, Kata sambutan dari Pak Rasyad Zein, Ketua panitia Pak Anis Murzil, Deklarasi sekaligus Pelantikan Pengurus IGI Riau oleh Ketua Umum IGI Pusat Pak Satria Dharma, ketua IGI Riau adalah bapak Rasyad Zein, liputan Tribun Pekanbaru

Setelah pelantikan Ketua Umum mengucapkan selamat semoga bisa menjalankan amanah dengan baik dan memberikan kata sambutan. Dilanjutkan dengan seminar pemanfaatan ICT dalam pembelajaran oleh Pak Mampuono yang juga ketua IGI Jateng. Sangat menarik dan inspiratif, hanya saja sedikit kendala teknis, portable mousenya mandek.

Saya merasakan semangat IGI yang luar biasa! Semoga hadirnya IGI di Riau membawa perubahan yang signifikan terhadap kompetensi guru, IGI bukan saingan organisasi guru lainnya seperti PGRI ataupun PGSPR, tapi adalah mitra. Ternyata ada IGI lain yang berupa STIE dan juga Game Project IGI (I’m Going In) baru tahu nih…

Pengemis

Hari itu, saat makan malam bareng anak dan istriku di meja oval dengan duduk lesehan. Istriku bercerita tentang liputan televisi tentang pengemis yang punya kompleks perumahan sendiri lengkap dengan satuan pengamannya, rumah mereka bisa masuk dalam kategori bagus kalau tidak bisa dibilang elite atau mewah. Penghasilan perbulannya rata-rata mencapai 4 juta rupiah bahkan lebih.

Kemudian ia juga bercerita bahwa tadi ada seorang ibu separuh baya yang membawa karung beras mengetuk pintu rumah dan meminta sumbangan ala kadarnya untuk dimakan sendiri olehnya dan keluarganya. Pada awalnya menurut aku dan istriku hal seperti ini lebih baik dari pada meminta sumbangan mengatas-namakan lembaga (biasanya panti asuhan yatim miskin/masjid/ponpes dll) tapi kami ragu apakah lembaga tersebut nyata atau fiktif dan apakah sumbangan yang diberikan sampai kepada yang berhak menerimanya.

Si ibu tadi meminta diberi sumbangan ala kadarnya boleh berupa beras ataupun uang yang akan digunakan sendiri oleh keluarganya, tinimbang orang yang meminta sumbangan atas nama lembaga yang biasanya menyodorkan sebentuk daftar penyumbang dengan nominal tertentu yang membuat kita merasa risih kalau menyumbang lebih kecil dari pada nilai minimal yang tertera di sana. Lembaganya pun biasanya berada di daerah yang jauh dari sekitaran rumah kami. Biasanya lagi yang meminta sumbangan terkesan agak memaksa dan menunjukkan wajah masam kalau tidak diberi.

Itu pada awalnya tapi begitu laporan istriku bahwa hal seperti itu seoral menjadi tren sekarang, karena selain rumah kami pernah didatangi oleh ‘ibu-ibu’ ini, saat kami sowan ke rumah orang tua juga mendapati hal yang sama. Bahkan di hari yang sama sampai dua kali (dengan selang waktu beberapa jama saja) didatangi oleh ibu-ibu paruh baya yang membawa kantong beras dan meminta sumbangan ala kadarnya, orang yang meminta adalah orang yang berbeda. Apakah ini modus baru pengemis?

Akan bagaimana jadinya rasa kasihan, iba, prihatin, empati orang yang pada awalnya dengan ikhlas tanpa pamrih, tanpa syak wasangak, tanpa niat menyakiti hati kalau mendapati kondisi ini atau kondisi seperti yang dilaporkan salah satu stasiun televisi di awal tulisan ini tadi? Bagaimana semestinya kita bersikap dan mensikapi ini?

 

5th pernikahanku

Dayank, istriku sayang
Ibu dari anak-anakku
baru 5 tahun bahtera ini dijalankan
beragam kejadian,hendak mendewasakan
angin sejuk sepoi, prahara yang mungkin membadai
halang rintang gelombang,atau riak kecil tepi pantai yang tenang
keindahan dan kepedihan, asam garam kehidupan

semoga haluan kita arahkan ke arah yang benar
ke arah ridhoa Allah jadi tujuan
bila ku goyah menjaga kemudi, ingatkan
membina kelurga sakinah, mawaddah wa rohmah
tak semudah di ucap tuliskan

dan amanah yang Allah titipkan
anak-anak yang dinasabkan pada ayahnya
dengan ibu mulia sebagai sebagai sekolahan pertamanya
menikmati setiap fase tumbuh kembang mereka
disela mengurusi kerjaan dan urusan rumahtangga
sungguh butuh banyak belajar, dan bersabar

baru 5 tahun dan entah sampai kapan
karena waktu Allah yang menggenggam

===

Lembur, nyelesein kerjaan yang sebenarnya bukan kapabilitasku, tapi live must go on.
Banyak harapan dan impian, menoleh ke belakang untuk ambil ibroh i’tibar bahwa dengan kesyukuran hidup ke depan bisa terus berjalan dengan indah, meski tak selalu indah, karena dinamika hidup itu sendiri adalah keindahan
alhamdu lillah, dan hanya milik engkau ya Rabb semesta Alam
assyukru laka, a’la kulli ni’am. ala kulli haal.

Spiderman 4

Judul: Untitled Spider-Man Reboot
Andrew Garfield didapuk sebagai manusia laba-laba di Spiderman 4
Columbia Pictures merilis gambar pertama Andrew Garfield sebagai Spider-Man. 13 January 2011
Spiderman 4
Apakah musuhnya adalah Vulture atau Balck Cat? Just wait and see

berat walaupun sudah dimulai, tapi seola

berat walaupun sudah dimulai, tapi seolah tak ada akhir

Gegas di Sebelas

…Sungguh

teramat banyak yang harus dibenahi,

banyak yang harus digesa,

mimpi-mimpi menunggu realisasi,

semakin besar mimpi

…maka, semakin keras usaha yang diperlukan tuk menggapainya

Subuh menjelang, Ied Mubarak, semoga sem…

Subuh menjelang, Ied Mubarak, semoga semangat pengorbanan, ketaatan, dan keharmonisan keluarga yang dicontohkan Nabiyullah Ibrohim dan Ismail alaihissalam dan Hajar dapat kita teladani.

Saya Pemakai dan Pengedar

Mohon untuk berpikiran positif dulu, gunakan asas praduga tak bersalah dan hukum positif yang dipakai di Negara kita tercinta ini. Meski sudah menjadi pemakai sejak lama tapi saya belum berhasil menjadi pengedar yang baik. Ada masa-masa saat orang di sekeliling sudah mulai teracuni untuk ikut menjadi pemakai eh karena cara dan marketing yang keliru malah membuat semua jadi buyar.

Sekitar 3 tahun yang lalu saya berkenalan dengan salah satu turunan pinguin dari peranakan Debian yaitu si Ubuntu. Saat memohon dikirimkan cakram padat oleh shipit saya bertekad menjajal OS baru yg dukungan komunitasnya cukup besar. Kenapa akhirnya saya tertarik ke distro ini bukan ke yang lain yang sudah lebih dulu tenar seperti Red Hat ataupun Fedora, atau si Debian yang nenek moyangnya ubuntu dan juga OpenSuse atau Mandriva atau yang lebih keren lagi untuk airhacking seperti Backtrack? Tidak ada alasan yang kuat. Yang saya tahu waktu itu Ubuntu menduduki urutan pertama di distrowacth dan dukungan komunitasnya banyak. Harapannya tentu saja mudah bila menemukan kesulitan. Benar-benar bukan bermaksud untuk menuliskan bahwa Distro linux lain tidak hebat karena tidak pada posisi pertama di distrowacth atau komunitas distro lain tidak sebanyak ubuntu. TIDAK. Saya tidak bermaksud membanding-bandingkan. Waktu itu saya hanya tau Ubuntu dan berpikir biarlah saya dalami yg satu ini dulu, toh nanti tidak kagok mengenal distro lain.

Setelah menginstal ubuntu kemudian sedikit bereksplorasi saya sedikit demi sedikit bisa menyesuaikan diri meski tidak ngerti kalo sudah harus bermain di dunia hitam alis masuk terminal. Saat menekan tombol Alt+F2, tiba-tiba saya berada di dunia hitam tersebut dan tersesat karena tidak bisa kembali ke dunia normal. coba ketik exit gak bisa ketik reboot pun tak bisa, komputer saya matikan paksa dan masuk lagi coba browsing ternyata solusi keluar dari dunia hitam itu adalah Alt+F7 hehe nampak banget gak ngarti apa-apa.

Kemudian hampir semua PC yang ada di Labkom saya instal Dualaboot Jendela dengan bermacam-macam distro untuk merasakan nuansa berbeda, OpenSuse, Mandriva, dan Debian, tapi tetep nggak mudheng lha wong dasar-dasarnya aja memang gak mudheng. Malah jadi gak fokus belajar linuxnya. Tapi anak2 cukup senang dengan game-gamenya yang edukatif karena ada juga saya install edubuntu. Kemudian saya diamanahkan sebagai wali kelas, say selamat tinggal to dunia pinguin. Semua komputer kembali ke satu sistem si Jendela

Tahun ajaran baru ini saya lagi-lagi terikhlas memaksa diri untuk melepas kecanduan dan ketergantungan saya terhadap OS ‘Jendela’ dan mulai membiasakan diri menghirup nikmatnya kebebasan OS Sabily Manarat. Mencoba terus merasa fly dengan kepahitan-kepahitan yang berujung manis. Dan tak hanya sekedar membiasakan diri memakai, saya juga bermaksud menjadi pengedar OS ini. Silahkan yang bermaksud mencicipi dan menghirup Sabily Manarat -64 ISOnya ada di saya.

Meski saya juga bukanlah pemakai yg baik, saya tetap bersedia mencoba jadi pengedar, biar makin rame yang teracuni dan makin enak belajar…semoga

Thinkpad x100e dan Sabily Manarat

Setelah kira-kira satu tahunan tidak lagi berhubungan intens dengan si ‘pinguin’ awal tahun ajaran baru ini ingin kembali lebih dekat dengan si penguin dari keturunan debian-ubuntu ini. Dia adalah Sabily code name Manarat 64-bit, berbasis ubuntu 10.04 Lucid Lynx-si kucing gesit.

ISO sudah diunduh, UFD 4 GB hasil pinjaman sudah di tangan (cuma punya yang 2 GB). Thinkpad x100e sudah siap bersanding, acara protokoler ‘pernikahan’ juga sudah disiapkan. Petunjuk dari bang Adi sudah dipahami -thank a bunch bang, nah tinggal disahkan aja nih.

Beberapa saat kemudian akad berlangsung, sempat diulang baru dinggap sah -Alhamdulillah. Saat ini mereka lagi honeymoon. Mohon bimbingan dan saran yak agar bisa produktif :p