This Spring – Summer 2009
Bad news untuk saya, secara pribadi! Skinny jeans nampaknya akan di-museum-kan sementara waktu. Time to flare jeans unjuk gigi kembali.
Tahun ini di pastikan celana berpipa lebar akan melenggang indah di atas catwalk dan trunk show arena. Entah dalam kemasan casual atau berpotongan maskulin.
Cemberut dari saya 😥
I’m a big fan of skinny jeans.
*Jangan terpengaruh dengan gambar saya..;p *
That jeans always makes me feel comfortable and simple.
Cuaca apapun, kondisi apapun dan acara apapun, skinny jeans always looks good on me. Tapi kalo sudah saatnya bergeser, well, berjiwa besarlah saya. Yes, meskipun saya bukan termasuk orang yang selalu mengikuti trend fashion yang sedang menjadi obrolan hangat, karena saya berprinsip ‘if it makes me feel comfortable, then I wore it, that will be my outfit’, tapi entahlah.. Kurang nyaman saja menurut saya.
Untuk sebagian wanita, flare jeans is back merupakan kabar baik. Karena skinny jeans sering dianggap kurang ‘ramah’ apalagi untuk yang berproporsi tubuh sedikit ‘plus’. Skinny jeans hanya akan membuat tubuh semakin tidak proposional. Terdengar seperti memiliki banyak musuh ya, skinnie..
Tapi, hal tersebut jugatidak bisa dipungkiri. Skinny jeans selalu terlihat bagus saat dipakai, oleh yang memiliki kaki panjang dan jenjang, sekaligus mempertegas hal-hal yang bagus itu. Untuk si mini, skinny jeans juga berbaik hati. Padanan tank top, bustier or tee cocok untuk casual performa. Formal, bisa dipadu padan dengan bolero, crop jacket atau long coat sepanjang paha. Baikkan?

Meski belum bisa dipastikan skinny jeans akan benar-benar berakhir di tahun ini, sejumlah rumah mode ternama sudah mengadakan welcome gathering pada flare jeans, palazzo juga bootcut yang menjadi alternatif saat fashion week beberapa waktu lalu.
“Pada akhir tahun, trend akan kembali pada busana bervolume, untuk kemeja, rok, celana maupun gaun,” ungkap Sang Godfather casual outfit, Marc Jacobs usai show koleksi terbarunya di Milan. Hal senada juga diungkapkan Gianfranco Ferre dalam rancangannya yang didominasi celana kain berpipa lebar yang dipadu dengan blazer atau kemeja feminin. 
Kate Moss, the supermodel yang belakangan ini terjun ke dunia bisnis fashion, menyajikan potongan yang lebih kasual dengan hadirnya denim berpotongan bootcut dalam koleksi TopShop-nya. H&M, Zara, Bebe juga Mango beramai-ramai memenuhi galeri mereka dengan flare denim dan celana kain dengan aksen masculine tailored. Menyedihkan……
Untuk warna, Mango memilih tidak dengan suasana gelap untuk koleksinya. Para designer dan label rupanya lebih memilih mengambil inspirasi kembali dari icon fashion legendaris, Katherine Hepburn dan Marlene Dietrich. Koleksi Etienne Aigner (Aigner) rupanya jatuh cinta pada celana palazzo yang di jahit dalam berbagai warna cerah dengan detail sempurna, yang sangat terlihat anggun saat dipadu dengan sweater, blus atau blazer.
Terdengar menarik, ya. seperti halnya saat skinny jeans entering the fashion world beberapa tahun silam. Ini itu, keuntungan dan kerugian menyeruak di sana-sini. Nyatanya, menembus nomor wahid dalam waktu singkat untuk penjulan jeans tersebut, baik pada retail besar maupun retail kecil.
So, ready or not, Like it or not, sebuah material fashion yang telah mencapai masa jayanya akan redup pula, dan mungkin akan bangkit kembali di tahun-tahun berikutnya..Mana pilihanmu?