Mencari Golongan Darah AB

Di zaman serba canggih seperti sekarang, banyak cara  menyebarluaskan informasi, termasuk meminta bantuan dari sesama.

Saat lagi asyik mengetik,  datang satu pesan dari Yahoo Messenger (YM).  “Bantu forward ya.. dan please dirantaikan… Dicari golongan darah AB, dan bersedia membantu seorang sahabat: Dian, kanker otak stadium 4. Hub: Ketut (081804167497). Tolong disebarkan…Thanks banget before…cuma copy paste doang udah ngebantu.”

Saya tak kenal dengan yang namanya Dian atau Ketut. Tapi membaca pesan itu saya jadi ikut prihatin karena Dian tengah menderita  kanker otak stadium 4. Ini penyakit serius yang  harus ditangani ekstra serius pula.

Semoga  Yang Mahakuasa  meringankan penderitaan Dian,  memanjangkan umurnya, dan menyembuhkan sakitnya.

Rekomendasi MER-C

merc

Rekomendasi di atas dimuat di Republika, Senin (15/12).

Yang perlu jadi  perhatian, MER-C berkesimpulan bahwa HIV/ AIDS bagian dari strategi menghancurkan bangsa. 

Meski  tidak disebutkan siapa / pihak mana yang melakukan “penghancuran” terhadap bangsa ini, rekomendasi di atas perlu jadi perhatian kita semua sebelum  korban bertambah banyak!

Terapi Refleksi Rendam

Usai jumatan di Masjid Al Muhajirin, Tebet, Jakarta Selatan,    para jemaah  bergerombol   menyaksikan sesuatu. “Pasti tukang obat,” kata saya dalam hati.

Ternyata benar.  Ada tukang obat  menawarkan obat tradisional  yang bisa  dipakai  untuk refleksi rendam. Untuk meyakinkan  calon pembeli,  tukang obat tersebut   menyediakan dua  buah baskom  berisi    ramuan   obat  dan bongkahan es batu.  Pengunjung yang penasaran dipersilakan  mencoba.  

“Habis direndam, kaki terasa  enteng  dan  ringan dibawa ke mana-mana,” katanya berpromosi.

Sebagai bagian dari marketing, tukang obat itu  membuat  brosur, dan dibagi-bagikan kepada pengunjung. Isinya  tentang  khasiat obat, serta  aturan pakainya. 

EV-71

Pulang jogging  saya membuka hp  dan menemukan ada  sms masuk. “Hati2 virus  EV71!!!,” demikian bunyi pesan pendek  tersebut.  Sebenarnya  masih  ada  kelanjutannya, tapi  tak pantas ditulis di sini karena  berbau SARA. 

Baru kali itu  saya mendengar ada penyakit  bernama EV-71.   Setelah membaca Kompas, Minggu (4/5),  saya mendapat gambaran  agak  lengkap menyangkut penyakit tersebut.

EV-71  (Enterovirus 71)  adalah  virus yang menyebabkan wabah penyakit tangan,  kuku,  dan mulut yang   berjangkit di Kota  Fuyang, Provinsi  Anhui, Cina bagian tengah.

Virus tersebut  biasanya  menyerang  anak-anak di bawah usia 10 tahun dan pada umumnya   merebak  antara musim    semi dan musim panas.

EV-71  biasanya   menyerang saraf, otak,  dan jantung dengan risiko  mematikan  jika terlambat diatasi. Pasien yang  selamat dari serangan   kemungkinan mengalami gangguan   mental dan perkembangan  saraf.

Gejala  orang yang terserang    EV-71  adalah badan demam,  mulut luka,  bagian badan  tertentu seperti melepuh, dan pikiran gelisah.

Menurut National  Center   for Infectious Diseases,  AS,  EV-71   tidak fatal jika cepat diantisipasi.  Penyebaran terjadi   lewat sentuhan dengan   cairan (lendir, getah,   ingus) dari orang yang terjangkit.

Virus ini tidak sama   dengan virus   penyebab penyakit mulut   dan kuku yang biasanya  menyerang ternak.

Hingga  Kamis malam  sebanyak 3.321 kasus EV-71  dilaporkan terjadi di Fuyang.  Dari kasus itu, sudah 22 orang tewas,    sebanyak 978   orang masih dirawat   di rumah sakit,  dan 58 orang   dalam kondisi kritis.

Belum ada  vaksin atau terapi   spesifik  untuk mencegah  EV-71. Menurut  WHO,   lingkungan yang sehat, bersih,  disinfektasi   lingkungan  merupakan cara terbaik  mencegah penyebaran EV-71.

Ada-ada saja penyakit jaman sekarang.  Dulu ada anthrax,  disusul flu burung, kini  sudah ada lagi  EV-71.   Moga-moga virus tersebut nggak  nyampe   ke Indonesia.  

  • Kalender

    • Januari 2026
      S S R K J S M
       1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      262728293031  
  • Cari

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai