4

Saya dan bumil saya pindah semenjak 1 Juni lalu ke Apartemen Baru. Ya jadilah kami berdua sibuk-sibuk menata rumah, beli2 barang dan perabotan, barang elektronik, ada kulkas, lemari, matras, tipi, menyenangkan… memang aktivitas menata rumah itu paling seru walau harus keluar banyak uang. Setelah melihat ruang yang tadinya kosong jadi ada isinya.. wih rasanya gimanaaa gitu.

Ketika melihat dari luar jendela, saya itung lantai saya. Loh kok kurang??? jawabannya ternyata saya temukan di lift. lantai 4,13,14, 24 lenyaaaaap. sama kejadiannya ketika saya kerja di menara asia Lippo dulu, semua lantai yang ada 4 nya lenyap!

Kenapa ? setau saya Koh ama Cik yang kebanyakan membangun, dan menggunakan gedung-gedung ini percaya bahwa angka 4 itu membawa sial, yah daripada gak laku lantai itu ya diilangin aja, tul ndak ? sekalian aja angka 13 yang bawa sial dari kalangan barat juga dihilangkan.

Tapi kalo dipikir-pikir kamar yang saya tempati ini jadi lantai berapa ya ? hiiii

Tapi ngomong-ngomong…. Minggu lalu, saya pertama kalinya lihat tangkapan gambar buah hati saya yang sedang dijaga dengan hati-hati oleh bumil saya (yang sekarang sedang melungker disebelah hihihi). Sudah ada bentuk kepala, badan, karena usianya sudah mulai berinjak ke 4 bulan kehamilah… weee gemeteran juga lihatnya. Walau sejujurnya saya kadang masih berpikir-pikir bahwa masih banyak pe er saya agar siap menjadi seorang ayah… tanggung jawab, kemampuan untuk berkorban ….

Yah yang penting bumil nya tetap sehat ya, mohon maaf kalo gak bisa nemenin banyak-banyak, demi mencari receh buat bayar kontrakan T_T

Arema Campione Indonesia 2010 !!!

Saya sebenarnya benar tidak telrlalu berharap, ketika di awal musim malah terbentur masalah sponsor, bahkan sempat beredar rumor klub ini malah akan berpindah markas ke luar malang…. oh tidak..

Namun dengan kedatangan sang pelatih, Rene Albert ternyata membawa berkah tersendiri. Dengan materi pemain yang tidak bertabur bintang kecuali bahwa diperkuat pemain nasional singapura Along dan Ridhuan, ada juga Roman dan Esteban yang baru bergabung di tengah musim… dan ketika di awal musim menunjukkan trend positif menang di kandang lawan, hal yang susah dilakukan arema di musim-musim sebelumnya, saya mulai berpikir … apakah memang tiba waktunya ?

ya Arema memang kalah dengan klub-klub besar lain bahkan dengan tetangganya sendiri seperti Persebaya, Persik (malah udah menang dua kali) kalau bicara prestasi di liga. Suliiit sekali rasanya menjadi juara Liga Indonesia.. dulu.

AREMANIA, we are the champions

Sekarang …. Arema sudah terbukti menjadi JUARA LIGA SUPER INDONESIA 2010!!! YIPPPIIIIIEEEEEE!!!!!! Bahkan dilengkapi dengan kemenangan terakhir di Gelora Bung Karno melawan Persija dengan skor 5-1. Dan juga yang tidak kalah membanggakan, berita tentang aremania di headline berita sama sekali tidak dinodai oleh tingkah tidak terpuji oknum seperti klub lain yang bahkan saya hina-hina sebegitu nista nya mereka merampas hak-hak orang kecil….

SELAMAT KER, kita berhak buat merayakan, juga buat kounterpart saya, Hafiz di Malang yang sering kali mengupdate berita tentang arema di mana saya terjebak dengan pekerjaan, juga buat website ongisnade yang rasanya begitu gagah menjadi corong informasi untuk Arema dan bahkan sempat dinobatkan menjadi website klub bola terbaik se Asia Tenggara … kita JUARA!!!!!

Salam Satu Jiwa!!!

PS :
– saya memang bukan tipe penonton yang ramai2 nonton di stadion, tapi hati saya tetaplah AREMA hehehehe,
– gambar diambil dari sudhew.wordpress.com, nuwus yo sam!

Anonimous

Barusan baca dari koran tentang Polisi yang berhasil menggagalkan penyerangan oleh gang motor di Bandung. Dari dulu memang gang motor Bandung sering kali bikin onar, bahkan sempat menyerang circle K. Gak kepikir alasan mereka bisa senorak dan senekat itu ?

Tapi baca sebuah ulasan menarik dari Intisari, ada sebuah dorongan yang menyebabkan tindakan-tindakan mereka dalam gerombolan : Anonymity. Mereka bertindak secara bergerombol karena orang-orang yang terlibat di dalamnya akan kehilangan identitas masing-masing, yang dikenal hanyalah identitas gerombolan dimana dia berada. Misalnya saja suporter sepak bola yang menjadi headline berita, mana ada yang ditulis si Anu, si Itu, tapi pastilah bendera atau panji-panji klub sepakbola : Bonek, Viking, Jakmania, Aremania…. Makanya sebenarnya sulit juga mencari pertanggung jawaban aksi-aksi yang dilakukan para suporter. Bisa-bisa yang kena dimintai pertanggung jawaban malah klub bolanya sendiri.

Jadi ABG-ABG yang tergabung di klub motor itu akan menjadi lebih berani ketika mereka melakukannya secara bergerombol. Coba tebak apa mereka berani melakukannya kalo sudah diidentifikasi nama masing-masing ?

Mungkin sekolah-sekolah harus menekankan perlunya channel-channel untuk menyalurkan prestasi masing-masing, dimana nama individual dihargai akan prestasi yang dibawa, bukannya memaksa mereka untuk bergerombol untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.

Terima Kasih ?

Suatu hari saya dipaksa berhenti di perempatan lampu merah, berdiri menahan motor saya tetap tegak sambil menunggu bergantinya lampu menjadi hijau. Dan dimulailah kehidupan lampu merah yang seringkali menarik perhatian saya. Ibu-ibu pedagang koran mulai bergerilya, pengamen setengah laki setengah perempuan mulai menampilkan genitnya ke tiap supir, dan anak-anak kecil bersenjatakan kemoceng menghampiri kaca-kaca mobil yang berdebu…

Seorang anak kecil 4 tahunan menghampiri pick up hitam yang dikendarai seorang kakek yang terlihat sumringah. Anak itu mulai menyibak-nyibakkan kemoceng nya ke kaca depan sang kakek. Sang kakek pun buru-buru mencari sesuatu di dashboard untuk diberikan ke anak kecil itu. Saya pikir uang, ternyata sepotong kue. Diserahkannya ke anak kecil yang mengadahkan tangannya.

Yang membuat saya sedih, anak kecil itu hanya bermuka datar saja, diam tanpa sepotong kata dan berlalu dari sang kakek. Sedih? ya karena di bayangan saya jika saya menjadi anak kecil itu, saya akan ber “terima kasih” atas pemberian yang merupakan bukti kebaikan hati orang lain.

Saya berpikir sedemikian kakukah hati mereka menghadapi kerasnya hidup ini ? apakah orang lain mengasihini mereka merupakan sebuah kewajiban yang harus dijalankan jadi hak untuk mendapat kan ucapan “terima kasih” itu patut diabaikan, hanya sebuah basa basi yang kosong tanpa makna ? Mungkin yang ada di pikiran mereka hanya uang, sehingga ketika harus digantikan dengan barang lain akan menjadi tanpa arti ?

Saya tidak tahu yang ada di pikiran mereka. Istri saya sempat bilang bahwa ya itulah bukti kerasnya kehidupan jalanan, mana mungkin kita bisa berharap mereka mengetahui etika ketika benar salah juga masih menjadi pertanyaan buat mereka.

Namun di kemudian hari, ketika saya sudah tak terpikir tentang hal ini. Saya coba mencontoh kebiasaan isteri yang suka memberikan makanan, bukan uang ke anak jalanan. Saya belikan saja minuman kemasan. Ketika saya berikan, saya kembali tertegun. Anak itu hanya memasang muka datar dan menerima bagai itu sebuah kewajiban yang harus saya lakukan : memberi dan mereka berhak menerima.

Ssaya sendiri tidak setuju akan konsep mengemis. Tidak ada pendidikan yang bisa diambil dari mengemis. Kta tentunya tidak ingin menjadi bangsa meminta-minta, otak tumpul dalam usaha mencari solusi. Anak-anak yang merupakan modal bangsa malah di jalanan meminta dan terus meminta. Saya lebih mengapresiasi ketika mereka bekerja apapun bentuknya : jualan koran, minuman, pemulung……., ketika saya bersentuhan dengan mereka yang bekerja saya biasanya lebih mau bergerak untuk membantu mereka/

Kembali lagi, saya tidak mengiba-iba ucapan terima kasih. Hanya saja tidak bisa saya pungkiri bahwa saya sedih dan prihatin dengan kondisi hidup yang harus menggerus usia dan tenaga mereka di jalan……

How technology (companies) change our world … (2)

Persaingan ketiga perusahaan teknologi ini akhirnya menjadi semacam permutasi : Apple vs Microsoft, Microsoft vs Google, Apple vs Google. Hal ini tentunya karena masing-masing perusahaan berusaha untuk masuk ke wilayah yang baru, yang sudah ditempati oleh perusahaan besar lain. Entah karena memang tujuan mulia dari AD ART perusahaan itu dari awal, atau memang sudah tidak jenak duduknya melihat perusahaan lawan mengambil keuntungan dari lahan yang dikuasai.

Apple vs Microsoft

Anda pernah melihat iklannya Mac vs PC ? dimana di iklan digambarkan PC adalah seorang yang selalu mengeluh dengan kenyataan bahwa komputer yang dimilikinya selalu bermasalah (diperankan oleh John Hodgman – namanya susah amir), sedangkan Mac digambarkan oleh seorang pemuda yang ringan langkahnya, cool, percaya diri (diperankan oleh Justin Long).  Yup, persaingan Microsoft dan Apple dimulai dari persaingan penjualan personal computer. Microsoft mengusung IBM-PC + Windows sedangkan Apple dengan Mac OS nya.

Microsoft me”nguasai dunia” dengan kemudahan user interface yang ditawarkan oleh Windows dan fleksibilitas IBM-PC. Windows selalu unggul dengan tampilan Graphic Interface (walau bukan pencetus pertama) yang canitk, dengan usabilitas yang menarik dan mudah dipahami. Windows jalan di atas IBM PC Compatible Hardware. IBM PC adalah model komputer ciptaan IBM tapi kemudian menjadi sebuah “grand design” yang  bisa di plot oleh perusahaan hardware lain manapun, karena itu sering disebut dengan IBM PC Compatible. Hal ini bisa dikatakan kesalahan terbesar IBM dalam bisnis personal computer, tapi akhirnya menjadi keuntungan tersendiri bagi para pengguna personal computer. Dengan model yang ada, perangkat-perangkat lain secara cepat berkembang maju pesat asalkan memenuhi unsur compatibility tadi, tidak terkukung dengan perangkat-perangkat ciptaan IBM saja. Microsoft yang pada awalnya adalah sebuah perusahaan software kecil (ya namanya aja Micro hehehe) ternyata menjadi pihak yang ketiban durian runtuh, karena seperti kata iklan teh botol “apapun hardwarenya, yang penting OS nya windows”. Tentunya tidak langsung Windows, tapi dimulai dengan DOS , kemudian windows NT, windows 95, 98, 2000, XP, Vista (yang lumayan gagal) dan terbaru ini adalah windows 7.

Apple adalah termasuk pionir dari personal PC. Perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak ini memakai desain hardware tersendiri mulai dengan Apple I pada tahun 1976, dan kemudian diikuti sukses oleh Apple II, yang menggunakan sistem operasi Built In BASIC Interpreter di dalam ROM. Apple sempat mengalami masa-masa suram (1986-1993) setelah Apple II ini, mengikuti mundurnya Steve Jobs dari Apple (setelah perselisihan dengan CEO Apple Jhon Scully), namun berhasil bangkit kembali di tahun 1997 setelah Steve Jobs bersedia mengisi posisi CEO Apple. Dengan senjata andalan komputer built in IMac yang didesain dengan cantik, Apple berhasil mencuri perhatian kembali di dunia personal computer yang pada waktu itu benar-benar dikuasai oleh Windows.

Apple berbeda dengan Microsoft, Apple memulai bisnisnya dari penjualan hardware atau perangkat. Apple awalnya selalu mengusung produk perangkat keras yang terintegrasi dengan operating system, dengan kecil kemungkinan untuk mengotak-atik perangkat kerasnya (masih menjadi ciri apple hingga sekarang). Beda dengan IBM PC yang tiap komponennya cukup fleksibel dipasang-pasangkan dengan komponen lain. Namun Apple selalu datang dengan ciri “highly engineered but expensive experience”. Dengan mengusung antar muka dan perangkat yang elegan, sayangnya Apple harus membandrol harga yang cukup tinggi untuk produknya.

Di lain sisi Microsoft sama sekali tidak menguasai pembuatan hardware dari awal, kasarnya dia datang sebagai software support untuk personal computer yang berbasiskan IBM PC tadi. Namun dengan senjata Windows yang cukup handal untuk digunakan dalam pekerjaan-pekerjaan kantor dan perangkat yang relatif lebih terjangkau daripada yang ditawarkan oleh Apple, Microsoft berhasil mencengkramkan kukunya di dunia personal computer.

Menurut saya, semuanya berubah ketika Apple kembali dibawah kepemimpinan Steve Jobs yang perfectionist tapi penuh style, Mac OS, sistem operasi baru dari apple yang diambil dari perusahaan pengasingan Steve Jobes (NeXT), itu digabungkan dengan desain perangkat keras yang tetap penuh gaya dan kalo boleh dibilang berjiwa sangat muda. Dengan filosofi itu, Apple menelurkan IMac untuk mencoba mengambil porsi pasar Windows + PC.

Itulah alasan di dalam program iklan PC vs Mac, Mac digambarkan sebagai pemuda yang cool, sementara PC digambarkan sebagai pria dewasa yang kaku, menggambarkan realita bahwa PC sedang berada di posisi nyaman dan sedang tidak ingin bergeming dari status quo nya untuk berubah mengikuti perkembangan jaman, hanya cocok untuk pekerjaan membosankan seperti pekerjaan kantoran, sedangkan Mac cocok untuk digunakan dalam pekerjaan-pekerjaan keren seperti desainer, artist dan sebagainya.

Pemenangnya ? Windows masih merajalela. Apple menjadi sebuah alternatif sendiri bagi orang-orang yang mulai meninggalkan windows karena ketidak mauan untuk berubah, namun harus diakui banyak kalangan masih membutuhkan Windows untuk menjalankan pekerjaan sehari-hari. Didukung oleh bejibun aplikasi yang tidak bisa ditandingi oleh Operating System manapun, Windows masih meneruskan dominasinya di dunia Personal Computer

How technology (companies) change our world … (1)

Akhir pekan kemaren saya mendiskusikan banyak hal tentang teknologi dengan kawan lama saya Hafiz. Bermula dari diskuri tentang Pingback nya wordpress ( yang benere pengen saya bahas juga di blog ini ), terus nggelambrah (red: melebar) ke desain interface baru nya Facebook, extensions nya Google Chrome, persaingan Google dan Apple, dan macem-macem. akhirnya sampailah kami pada kesimpulan-kesimpulan berikut.

Dunia sudah dikuasai tiga perusahaan teknologi besar, terutama di pasar konsumen luas (bukan enterprise atau perusahaan),  yang masing – masing memiliki karakteristik khusus di  lahan yang di kuasai :

1. Apple

Perusaahan ini bergerak di bidang  Hardware awalnya dan kemudian merambah Software. Apple selalu meluncurkan produk hardware nya dengan software propietary yang khas menjadi kekuatan Apple sendiri. MacOS yang tangguh menemani produk PC  dan notebook keluaran Apple, termasuk browser yang diusungnya Safari. Sedangkan di hardware, Apple merajalela dengan IMac, Ipod, Iphone, dan akan diluncurkan IPad.

2. Microsoft

Perusahaan ini bergerak di bidang Software dan kemudian merambah ke Internet, dan baru akhir-akhir ini merambah dunia hardware. Di bidang Software, kekuatan perusahaan ini benar-benar tak tertandingi, tentu dengan produk nya Windows yang terinstal di produk PC di seluruh dunia, browser IE yang menguasai pangsa pasar setelah memenangi perang browser di jaman 1990-an dengan Netscape.  Dia kemudian masuk ke Internet dengan MSN, Hotmail. dan akhir-akhir ini mengupdate jajaran portfolionya dengan layanan Live dan Bing nya. Hardware ? masih gres juga Microsoft meluncurkan XBox dan Zune.

3. Google

Perusahaan ini siapa sih yang ndak kenal? rasanya pencarian di internet sudah identik dengan nama perusahaan ini, meng”google” sesuatu identik dengan mencari informasi sesuatu di website. Perusahaan ini awalnya bergerak di Internet dengan layanan mesin pencari google, namun akhir-akhir ini semakin agresif dengan merambah layanan software offline seperti Chrome bahkan mulai berani mengotak-atik Operating System sendiri baik mobile dan desktop (ya netbook bisa lah diitung-itung sebagai desktop) melalui Android dan Chrome OS. Yang mengejutkan (walau sebenarnya sudah ditunggu) akhirnya Google merambah dunia hardware dengan Nexus One, smartphone keluaran Google.

Google social search?

Another nice feature from Google. So if you have a contact book saved in your google account, Google will try  to relate the content that your friends have had, e.g  blog, website (facebook note perhaps ? hehe), with your search keyword. Maybe you want to search “baby sleep patterns” and one of your friend already have written a nice article for it, Google will present that article in your “social research result”.

This is still beta though, what do you think ?

Sumber :

http://googleblog.blogspot.com/2010/01/search-is-getting-more-social.html

Selamat Ulang Tahun Garuda Indonesia!

Siapa sih warga negara Indonesia yang gak kenal Garuda? kenal sih kenal, tapi mungkin gak pernah naek ya, saya aja belu. Malah pernah naiknya maskapai negara tetangga (ndak nasionalis huuuu).

Seulawah

61 tahun yang lalu, tepat pada tanggal ini, 26 Januari 1949, Garuda Indonesia didirikan, dulu namanya Garuda Indonesian Airways. Pesawat pertama yang dimilikinya adalah sebuah Douglas (sekarang sudah diakuisisi oleh Boeing) DC-3 yang diberi nama Seulawah. Hebatnya pesawat ini disumbangkan oleh masyarakat Aceh (ironisnya pemerintahan jakarta malah lupa. Aceh dulu dimasukkan ke propinsi Sumatera Utara, bahkan menjadi Daerah Operasi Militer).

Garuda  ber”pangkalan” di Soekarno Hatta dan mempunya hub bandara di I Gusti Ngurah Rai Denpasar, dan melayani jalur Domestik, kota-kota di Australia, Asia, Timur Tengah, bahkan sempat memiliki jalur ke Eropa, Amerika Utara, namun dua jalur ini ditutup, diperparah dengan larangan terbang seluruh maskapai Indonesia ke Eropa pada tahun 2007 yang untungnya sudah dicabut terhitung Juli 2009. Sebenarnya tidak heran larangan terbang ini dikeluarkan, track record penerbangan Indonesia cukup buruk, bahkan ada beberapa kecelakaan besar melibatkan maskapai resmi Indonesia ini. Untungnya setelah beberapa perbaikan menyeluruh untuk peningkatan keselamatan kerja, Eropa mau mencabut larangan terbang terhadap Garuda Indonesia pada Juli 2009 walaupun sempat menolak pengajuan pencabutan sebelumnya.

Dan dimasa awal reformasi, ternyata Garuda goyah, sebagaimana BUMN lainnya yang dikelola secara buruk dan tidak efisien. Ini juga disebabkan oleh beberapa even yaang sangat tidak mendukung industri penerbangan dan turisme Indonesia seperti peristiwa 11 September 2001, Pengeboman Bali, Tsunami Aceh 2004. Tercatat  pada  tahun 2004 Garuda Indonesia mencatat kerugian tahunan sebesar 600 M Rupiah atau  yang disebabkan juga antara lain oleh rute-rute yang tidak produktif dan utang yang membengkak.

Emirsyah Satar

Emirsyah Satar ditunjuk menjadi CEO Garuda Indonesia tahun 2005. Beliau sempat mengajukan syarat kepada pemerintah yang menunjuknya, untuk diberi wewenang penuh dalam mengambil keputusan di Garuda Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan menutup rute-rute yang merugi.

Dimulai dari kepemimpinannya, Garuda mulai berhasil menapakkan kaki maju ke depan. Kerugian tahunan berhasil dikurangi. hal ini tidak lepas dari strategi Garuda Indonesia dalam menghadapi persaingan yang begitu kencang di masa tahun 2000 an. Banyak maskapai bermunculan dengan memberikan tarif yang rendah (low fare aircost) untuk melayani rute dosmetik Indonesia, rute yang selama ini dikuasai Garuda. Namun ternyata Garuda tidak mau untuk ikut terjun di perang harga yang dijalankan oleh maskapai lainnya. Dengan tarif yang normal, Garuda mengedepankan pelayanan kelas tinggi, termasuk di pre-journey, past journey dan inflight servicenya.   Emirsyah menggambarkan bahwa Garuda bukan sebagai “Transport Company”, tapi “Travel Company”, untuk itu penting bagi Garuda memberikan pelayanan yang prima bagi para penumpangnya. Beberapa cerita dari penumpang  (contohnya Hermawan Kertajaya dari MarketPlus bercerita di majalah Marketer) menyatakan kepuasannya atas perbaikan layanan Garuda Indonesia ini, termasuk ketika menggunakan Garuda Frequent Flyer dan Business Lounge yang memanjakan penggunannya. Menu yang begitu Indonesia (ada Nasi Kebuli, Mini Nasi Tumpeng. dan Nasi-nasi lainnya yang tidak akan ditemui di maskapai lainnya), berbagai macam kopi khas Indonesia disediakan di pesawat, mengIndonesiakan Garuda.

Seiring dengan dicabutnya larangan terbang ke Eropa, Garuda juga berusaha untuk memperbaiki diri. Maskapai-maskapai baru akan didatangkan termasuk pesawat Airbus A330-243, Boeing B737-800NG, Boeing B777-300 ER, dengan menggunakan logo baru, corak warna baru, termasuk yang disematkan di ekor armadanya. Akhir-akhir ini juga telah disoft-launching seragam pramugari yang lebih selaras dengan warna interior pesawat, lebih mem”bumi” kata para perancangnya.

Hasilnya? Garuda Indonesia berhasil menjadi salah satu maskapai dunia yang bertahan, bahkan mencatat pertumbuhan positif akhir-akhir ini, bahkan ketika krisis 2008-2009 sempat melanda secara global yang berakibat memburuknya industri penerbangan global. Garuda juga sedang bersiap membuka kembali rute ke Eropa dan Los Angeles. Garuda Indonesia telah berhasil menggapai bintang 4 Skytrax Indonesia dan berjalan terus menuju bintang 5, puncak rating yang diberikan oleh lembaga penilai penerbangan internasional ini, sebagai tanda kinerja pelayanan yang memuaskan.

Selamat ulang tahun Garuda Indonesia yang ke-61. Semoga di usiamu yang semakin tua ini, engkau terus berjalan menjadi perusahaan ikon, kebanggaan bangsa Indonesia!

Laut(ku)?

laut atau gunung ?
Tampaknya manusia terbagi menjadi dua kelompok ini, entah kenapa, jika dia suka laut dia akan tidak terlalu tergila-gila dengan gunung, dan sebaliknya ketika hatinya sudah tertancap di gunung, laut baginya tampak biasa saja.
Aku ? seringkali aku membayangkan menjadi pelaut yang melampui ombak dan menantang langit, tak tertanam di benak bayangan sebagai penakluk tebing dan jurang gunung
Kaki diterpa ombak dan membayangkan aku berputar bergerak mengikuti bumi ini, walau kusadari ini hanyalah keterharuanku, tapi begitulah rasanya rasa yang kubayang-bayang
Birunya langit cerminan birunya laut, ataulah birunya langit mengaca birunya laut, bagaimanapun kusimak birunya warnanya begitu padan dengan warna pantai yang merekah putih krem sisa kehidupan laut yang sekarang retak diterpa matahari
Jika kau bertanya apakah laut itu tempat menyepi? deburan ombaknya memberikan suara yang tak pernah aku dengar di tempat lainnya namun harus kusetujui perasaan ketersendirian selalu ada di balik gemuruh gelombang itu
Mungkin karena kusadar tak ada pemukiman di ambang laut sana, tak ada manusia yang menapakkan kakinya, tak ada jalan yang berliku padat di permukaan biru yang kuceritakan tadi
Aromanya selalu khas dengan garam kering menyengat tak ada pohon yang menghalangi angin itu datang dari laut menerpa wajah
Jika aku duduk di dalam bayang, angin itu selalu mampu membawaku ke alam tidur terlelap-lelap
Dan tiba-tiba aku ingin melihat biru itu lagi, mendengar suara itu dan menghirup angin itu
Aku ingin ke laut

Google VS Beijing

Menarik sekali membaca sumber dari google bahwa akhir-akhir ini google sedang mendalami pendekatan baru tentang bisnisnya di Cina. Hal ini bermula dari Desember lalu, ketika Google berhasil mendeteksi adanya serangan keamanan yang begitu canggih, yang dipercaya berasal dari Cina.

Serangan ini setelah ditelusuri bertujuan untuk mengakses akun-akun gmail milik aktivis hak asasi manusia yang berasal dari Cina, walau hanya berhasil mengakses informasi tentang akun tersebut seperti tanggal pembuatan, nama pengguna dan semacamnya.  Namun setelah ditelusuri lebih jauh lagi, akun-akun aktivis HAM dari US, Eropa dan Cina yang aktif melakukan advokasi di Cina juga secara rutin diakses oleh pihak ketiga, melalui mallware yang terinstall di komputer pengguna, bukan melalui serangan frontal ke google.

Cina sebagai negara yang merangkak cepat naik ke negara maju, juga mengalami kemajuan pesat di bidang teknologi informasi, termasuk berkembangnya pasukan-pasukan cyber dari negara tirai bambu tersebut. Pasukan cyber ini ditengarai sering melakukan serangan-serangan ke perusahaan-perusahan IT terkemuka yang notabene berasal dari Amerika Serikat seperti Google. Dan serangan terakhir ke Google ini membawa Google kepada keputusan pendekatan baru dalam bisnisnya di Cina.

Google Cina

Google membuka google.cn pada tahun 2006 bukannya tanpa hambatan. Pemerintah China yang terkenal cukup tertutup, ciri khas negara komunis, memberi syarat bahwa pemerintah China atau Beijing berhak untuk menentukan sensor akan hasil-hasil pencarian google. Awalnya Google menyetujui, namun akhir-akhir semakin sering terjadi perselisihan akan hasil pensesoran dari beijing, puncaknya pada bulan Juni 2009 dimana pemerintah Cina menghukum dengan pemblokiran akses ke google dan gmail karena keengganan Google untuk menuruti kemauan Beijing. Tentu karena pada dasarnya Google menganut kebebasan informasi termasuk dalam hasil pencariaan.

Serangan yang ditengarai begitu canggih pada bulan Desember 2009 lalu diselidiki berasal dari Cina. Pada kasus ini pemerintah Cina tidak begitu saja bisa langsung disalahkan karena akan sulit menarik rantai bahwa pelaku digaji dan dipekerjakan oleh Beijing untuk melakukan serangan-serangan terhadap objek fital, terutama yang dimiliki oleh perusahaan terkemuka US dan pemerintah US sendiri. Bisa saja pelaku serangan adalah warga Cina biasa yang tersengat rasa nasionalisme, sangat sulit dibuktikan bahwa serangan tersebut terafiliasi dengan pemerintahan Beijing. Namun pada akhirnya ini memaksa (atau malah membuka pikiran) Google untuk mengubah strateginya di Cina.

Google memutuskan untuk tidak lagi melakukan pensesoran hasil pencarian di Cina, sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh Beijing. Dan kemudian mereka akan mendiskusikan dengan pemerintah Cina bagaimana keterbukaan ini tetap berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku, dan jika pada akhirnya tidak ditemukan titik temu, Google mempertimbangkan untuk mematikan Google.cn dan menutup kantor Google Cina.

Microsoft & Yahoo ?

Cina tetap saja merupakan pangsa yang besar, besarnya penduduk dan meningkatnya taraf hidup masyarakat di sana bagaikan madu yang menarik banyak perusahaan untuk memanfaatkan pasar raksasa tersebut. Jika Google memutuskan untuk “menarik diri” dari sana apa yang dilakukan oleh Microsoft dan Yahoo? Perusahaan tersebut bisa saja menjadi anak baik yang menuruti keinginan Beijing dan mengisi pasar yang lowong yang ditinggalkan oleh Google. Namun hal tersebut akan menjadi semacam “Bad Publicity” atau publikasi yang buruk bagi perusahaan-perusahaan tersebut, apalagi di era dimana keterbukaan begitu diagung-agungkan di hampir seluruh belahan bumi yang lain.

Jadi kita lihat saja kelangsungan perang ini 😀

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai