Archive | November 2023

Lapang Dada


Di antara kezhaliman,

Di lembayung malam kezhaliman bersembunyi, Lapangkan dadamu, oh pejuang yang tulus hati. Dalam rembulan keberanian, kau berdiri teguh, Menentang gelombang ketidakadilan yang berlalu.

Dada yang luas bagai padang yang tak terhingga, Tempat perjuangan mekar, kau terangi dengan cahaya. Dalam gelapnya dunia, kau bawa sinar harapan, Menyemai keberanian, mengusir ketakutan.

Kezhaliman datang, mencoba merenggut kedamaian, Namun lapangkan dadamu, biarkan hati berkumandang. Teriakan keadilan menggema di relung kalbu, Sebagai melodi keberanian, menari di kisah hidupmu.

Dalam serangan kezhaliman yang bergelombang, Lapangkan dadamu, tempat perlawanan tumbuh. Kau tak sendiri, bersama mereka yang tegar, Bersatu melawan kezhaliman, menang bersama-sama.

Jelang Malam


Ada kebiasaan baru izzan jelang tidurnya. Sudah 1 bulan terakhir ini ia selalu membawa buku Shirah Nabawiyah ketika akan tidur. Biasanya ia baca sendiri, dan kadang minta dibacakan dengan keras.

Tak jarang, di tengah-tengah membacakan buku untuknya, ia langsung tertidur. Dan malam tadi, saya tak sempat membacakan buku untuknya karena ada upa online. Selesai kegiatan, ia sudah tertidur di samping buku yang dibaca.

Suatu ketika, saya menawarkan padanya untuk diputarkan dongeng, namun ia menolak. Lebih menarik membaca atau mendengarkan shirah dibandingkan dengan dongeng. Buku-buku shirah yang ia bacapun beragam, mulai dari kisa Rasulullah, Sahabat, Nabi-nabi terdahulu sampai beberapa para pejuang Muslim.

Kabar untuk Zhalimiin


Kami kabarkan untuk zhalimiin, “Kami baik-baik saja, dan bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya”.

Ada yang terbaik telah disiapkan untukmu


Mengapa manusia sering gelisah? Tak pernah tenang menghadapi perjalanan hidup yang sedang ia jalani?
Mengapa manusia tak pernah bersyukur atas segala keputusan dan peristiwa yang mewarnai garis kehidupannya?
Mengapa, ia yang katanya makhluk paling sempurna tak juga mengerti bahwa ada begitu banyak sekali hikmah yang diturunkanNya bersama beragam bentuk skenarioNya?

Mungkin, ada satu penghalang mereka seperti itu. Mereka?? Ah jangan-jangan aku juga. Aku yang sering tidak bersyukur, aku yang sering mengeluh, aku yang sering tidak puas, aku….. yang dhaif dan banyak dosa ini…… Seringkali tak mampu membaca makna di setiap tanda-tanda kekuasaanNya.

Dulu…. Dulu… sekali. Ada seorang remaja yang sangat memimpikan melanjutkan sekolah di SMA terbaik di kota seberang. Nilai ujiannya sudah sangat cukup. Uang? Meski tak mampu membiayai sendiri, ada orang yang berbaik hati menawarkan, “sudah daftar dulu saja, nanti masalah biaya kami yang mencarikan.” Namun, takdir berbicara lain… akhirnya remaja itu ‘hanya’ bisa melanjutkan SMA di ‘sekolah kampung’.

Hati kecilnya bertanya, “Mengapa aku tak diizinkan untuk sekolah di sana?”

Dalam keheningan ada sayup-sayup suara menyentuh bilik hati, “ada yang terbaik yang telah disiapkan untukmu.”
Benarkah?? Entahlah… Hari demi hari berlalu. Melewati beragam peristiwa yang mewarnai perjalanan hidupnya. Selang satu tahun kemudian, pertanyaan pertama itu terjawab. Oh… rupanya benar apa yang ia dengar sayup-sayup di bilik hati kala itu, “ada yang terbaik yang telah disiapkan untukmu.”

Ia tak hanya diberikan sekolah terbaik di kota itu, tapi Madrasah terbaik negeri ini. Madrasah peringkat pertama di negeri ini. Madrasah kebanggaan umat dan bangsa yang konon katanya didirikan oleh bapak presiden yang jenius itu.

Ah, rupanya ia masih belum sadar. Ia masih melamun. Mencerna. Apakah ini jalan yang sudah ditetapkan baginya. Jalan yang mengantarkannya pada sebuah takdir lain yang menjadi jawaban atas kegelisahannya kala gagal masuk SMA impian. Ia menyadari, bahwa kegagalannya dulu merupakan penundaan atas jalan hidup yang lebih baik dariNya.

Jalan Allah memang yang terbaik. Skenario Allah merupakan yang sempurna. Manusia sering tidak bersyukur dan mengambil hikmah di setiap jalan hidup yang dialami. Padahal, di setiap guguran daun dan tetes hujan pun mengandung pesan-pesan tersirat yang menjadi pelajaran manusia. Saat kita gagal meraih mimpi, saat kita gagal menggapai cita, yakinlah bahwa kegagalan itu merupakan keberhasilan kita melewati proses dengan baik, justru ketika kita tak mau berusaha, ketika kita tak mau berproses, itulah kegagalan yang sebenarnya.

Ada banyak pertanyaan-pertanyaan yang baru akan kita temui jawabannya suatu saat nanti. Entah sebulan, setahun, dua tahun, bahkan bertahun-tahun….. Sikap kita sebagai hambaNya diuji saat mendapati takdir yang menurut kita kurang baik. Gagal masuk SMA impian, Gagal masuk PTN impian, Gagal diterima Perusahaan impian, Gagal mendapat Beasiswa, Gagal menang lomba, Gagal lulus tepat waktu dan kegagalan-kegagalan lainnya. Lagi-lagi… mungkin itu definisi kegagalan yang kita artikan sendiri. Allah Maha Mengetahui atas semua masa depan kita. Dia yang telah mengatur jalan hidup ini. Berbuatlah yang terbaik, maka kita pun akan diberikan yang terbaik pula.

Di setiap ‘kegagalan-kegagalan’ itu selalu tersimpan makna “ada yang terbaik yang telah disiapkan untukmu.”
Saat kamu gagal masuk SMA Impian, ada yang terbaik yang telah disiapkan untukmu.
Saat kamu gagal masuk PTN Impian, ada yang terbaik yang telah disiapkan untukmu.
Saat kamu gagal diterima kerja di perusahaan impian, ada yang terbaik yang telah disiapkan untukmu.
Saat kamu gagal mendapat beasiswa studi lanjut, ada yang terbaik yang telah disiapkan untukmu.
Saat kelulusanmu tertunda hingga berbulan-bulan, ada yang terbaik yang telah disiapkan untukmu.
Saat amanahmu membuatmu harus berbagi pikiran antara kampus dan oganisasi, ada yang terbaik yang telah disiapkan untukmu.
Saat… Saat setiap peristiwa yang menyapamu tak sesuai keinginan, ada yang terbaik yang telah disiapkan untukmu.
Pun… saya berpesan pada hati ini bahwa ada yang terbaik yang telah disiapkan untukmu.

Hati-hati ya Pak


“Hati-hati ya Pak”

Suara lirih itu terdengar dari kejauhan saat ia hendak menaiki tangga. Aku yang sudah bersiap untuk berangkatpun tiba-tiba terenyuh. terharu.

Ucapan tulus nan lembut ini terdengar dari anak kecil berusia 7 tahun yang tiba-tiba mengalir dari bibirnya, Suara yang belum pernah terbayangkan keluar dari anak kecil ini. Ia yang kini sudah beranjak besar. Ia yang kin sudah mulai mandiri mengerjakan aktivitas apapun tanpa bantuan orang tuanya.

Sehat-sehat selalu ya nak.

aneka dukungan untuk Palestina


ada kepala negara yang lantang bersuara untuk kemerdekaan Palestina.

ada artis, public figure dengan jutaaan follower juga tak ragu membagikan momen dukungannya terhadapa Palestina.

ada pengusaha, dengan omset milyaran tak takut bisnisnya terpengaruh karena menujukkan keberpihakan pada Palestina.

ada politisi, tak takut partainya dicap radikal karena mendukung perjuangan Palestina.

ada tokoh agama, yang memang sudah seharusnya berdiri paling depan menyadarkan ummat untuk menolong Palestina.

ada pejabat pemerintahan, karyawan, buruh, professional yang tak takut media sosialnya dipenuhi berita tentang Palestina.

ada rakyat biasa yang tak punya pengaruh apa-apa, juga tak henti-hentinya memberi dukungan dengan share via media sosial.

ada rakyat biasa yang tak punya ide apapun, tak sekreatif yang lain, namun ia masih minimal me-like postingan-postingan tentang dukungan terhadap Palestina.

namun, dan juga ada rakyat yang biasa, merasa luar biasa, tak tersentuh hatinya untuk sekedar memberi dukungan dengan minimalis, bahkan justru sebaliknya, mencibir dalam hati, “buat apa orang-orang fanatik ini sok-sokan bersuara tentang Palestina?”.

tak sepatahpun dukungan terucap via lisannya.

tak secuplik story-nya membagikan dukungan hanya karena takut dianggap fanatik oleh teman circlenya.

tak sedetikpun reels dukungan melintas di feedsnya hanya karena takut tak estetik lagi, lebih baik dan lebih indah membanjiri feedsnya dengan pencapaian pribadi.

bahkan, tak satupun postingan di media sosial yang di-like.

berat… sungguh teramat berat menggerakkan jemarinya.

gengsi… tak mau dianggap sebarisan dengan orang-orang yang dianggapnya fanatik dan kampungan.

mungkin di IG nya? tidak. justru penuh dengan foto estetis dengan pencapaian kehidupannya.

di twitter/X? juga tak ada, hanya retweet dukungan untuk klub bola kesayangan.

di tik tok? tidak juga. isinya penuh dengan tingkah gemas anak kesayangan dan keluarga harmonisnya.

hmm… barangkali di tempat lain?

atau mungkin di dalam hati mereka mendukung Palestina? mungkin,…. semoga saja.


Ya Rabb, jauhkan kami dari kebebalan dan kesombongan. Tempatkan kami di barisan hamba-hambaMu yang Engkau Kasihi.

Jauhkan kami dari ketakutan hilangnya penghargaan, pujian dan nikmat dunia hingga tak berani bersikap mendukung Palestina.

5/11/2023