
Pernahkah dalam hidup kalian merasakan sesuatu yang unik?
Sesuatu yang membuat kita merasa bahwa dunia tiba-tiba menjadi begitu ramah, hingga terasa angkuh jika tak membalasnya dengan terus tersenyum.
Lalu seperti ada seekor kupu-kupu di dalam perutmu yang seakan ingin mengajakmu terbang.
Begitu pun dengan degup jantung yang berirama seolah membuat ingin menari.
Apapun bisa saja dirasakan ketika jatuh cinta bukan? Dan semua orang pasti punya pendeskripsian yang berbeda-berbeda tentang itu
Cinta bisa saja menjadi hal yang sederhana, namun bisa pula menjadi sesuatu yang begitu rumit. Cinta tak hanya tentang cerita indah saja, bahagia dan menderita adalah hasil dari proses jatuh cinta. Jika tak bahagia, maka bersiaplah untuk menderita.
Salah satu cara untuk meminimalisir seseorang agar tidak menderita adalah dengan mencintai secara wajar yang tentunya tidak melebihi porsi cinta kepada sang Pencipta. Jangan pernah membuat Tuhanmu cemburu, karena Ia lah yang akan selalu ada dalam segala apapun kondisimu, senantiasa memaafkan kesalahanmu dan menuntunmu ke arah yang benar, sedangkan manusia belum tentu begitu.
Tak terhitung sudah berapa kali kita membuat Allah kecewa. Datang hanya di saat butuh dan merayu ketika ingin meminta sesuatu saja, kemudian kita lupakan Allah ketika kita dapatkan apa yang kita inginkan.
Sebegitu jahatnya kita, namun Allah tak pernah berhenti memberikan maafnya. Tak perlu kita membujuk rayu meminta agar Ia sudi mencintai kita lagi, sebab kasih sayang Allah kepada hambanya tak perlu diragukan.
Sebenarnya Allah selalu memberi petunjuk ketika kita berada dalam situasi yang salah, namun dengan angkuhnya kita malah mengabaikannya tanpa berpikir. Kita hanya protes dengan segala do’a kita yang belum terkabul dan sibuk dengan segala keluhan-keluhan kita tanpa mau bersyukur.
Allah tau apa yang terbaik. Kita hanya perlu berusaha dan berdo’a, bukan memaksa. Apa yang kita inginkan belum tentu itu yang dibutuhkan dan yang diidamkan belum tentu itu yang terbaik. Kerahkan segala usaha serta do’a, selanjutnya biarkan Allah yang menunjukkan jalan.
Namun siapa yang sanggup menghindar dari jatuh cinta? Siapa yang mampu menentukan pada siapa dia akan jatuh cinta?
Ini adalah masalah hati sehingga akal seolah tak punya andil dalam situasi ini. Dengan demikian perasaan akan lebih banyak berbicara daripada nalar, sementara cinta tak bisa hanya mengandalkan rasa tanpa berpikir.
Berhentilah menggantungkan harapan kepada manusia sebab ketidakpastian itu pasti. Ingatlah Allah sang maha pembolak balik hati. Jika hari ini kau sedang dicintai, bukan berarti kau tak punya kemungkinan untuk tidak dicintai suatu saat nanti, begitu pun sebaliknya.
Ini adalah tentang kesiapan. Apapun yang akan kau jalani, apapun yang akan kau mulai, bersiaplah untuk segala kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi. Jangan ditunggu jangan dinanti, jalani sewajarnya. Ini hidupmu, kaulah penentu langkah untuk tetap maju atau berhenti.