Archive for the ‘fanfiction’ Category

Because You Sting Part II (Hug Day)

Posted: Juli 8, 2013 by Qhaa Chibum in fanfiction

Image

 

Seandainya saja dia tahu. Kalau cinta itu memang pedih. Awalnya ada rasa dekap bersama,tapi berakhir dengan keputusan sepihak yang mampu membuatku hancur di saat itu juga. Sungguh .. Baru aku rasa itu sangat pedih.

 

Kim  (pov)

Satu pun lukisanku tidak ada yang bisa membuatku senang. Semuanya berantakan. Ini semua karena gadis itu. Kenapa bayangnya tidak mau hilang ? Apa dia mau membuatku terus tersiksa ? Sedangkan dia .. Mengingatku saja tidak. Tidak ada lagi cinta dalam hatinya. Aku sendiri masih heran sampai sekarang. Kami putus karena masalah apa ? Hanya keputusan sepihak yang kuingat. Sisanya, tak ada satu pun yang mampu aku ingat lagi. Hanya ada rasa kesal. Tapi, tetap saja rasa rindu ini masih terus mengikat. Bahkan terlalu kuat. Bagaimana caranya agar bisa kulepaskan ? (lebih…)

POSSIBILITY (KEMUNGKINAN KAU DAN AKU BERSAMA HANYA SEDIKIT)

Posted: September 5, 2012 by Qhaa Chibum in fanfiction

Saat kau coba untuk meraihku, aku malah berpaling dan berbalik agar kau tak bisa meraihku. Tapi, saat aku berbalik lagi , kau tidak lagi ada di situ. Kau malah pergi disaat aku ingin mencoba untuk dekatimu. Aku ingin berbalik lagi dan pergi, tapi aku takut jika nanti aku pergi , kau malah kembali lagi untuk meraihku.

 

Kini kita saling menatap disisi jendela yang berbeda. (lebih…)

KYUHYUN’S PROJECT BIRTHDAY OPEN!!

Posted: Januari 11, 2010 by iceQream— ♪ in fanfiction
Tag:

Karena dorongan dan permintaan teman-teman, akhirnya menyimpulkan untuk membuka project ini^^. Project Birthday Kyuhyun,  disini kami hanya membantu mengirimkan^^ isi dari hadiah kalian tetap atas NAMA KALIAN SENDIRI^^

GIFT,

Hadiah di kelompokkan dibagi dua bentuk, (lebih…)

Oppa part 18

Posted: Januari 11, 2010 by kelteuk 'sangmi' in fanfiction
Tag:

Setelah Wookie sadar, dia lebih banyak diam dan hanya melihat keluar jendela tanpa megatakan apa-apa. Sangmi dan Hanna hanya bisa memandangnya, mereka tidak mau mengganggunya. Kemudian Hanna keluar dan pulang ke rumah untuk mengambil pakaian ganti buat Wookie.

“oppa…” Sangmi memanggil oppanya yang sedang duduk sambil membaca buku. Hari sudah semakin siang dan terpaksa mereka membatalkan semua kegiatan rutin setiap harinya.
“ada apa? Bagaimana dengan Wookie-mu itu?” tanya Teukie yang kelihatan sangat cemburu. Tapi Sangmi tidak sadar akan hal itu. Dia malah duduk di samping Oppany dan tiduran di pangkuan Teukie.
“dasar anak manja.” Ujar Teukie pelan dan tersenyum.
“aku capek dan ngantuk oppa..Hyukie oppa juga sudah pulang” kata Sangmi pelan sambil memejamkan matanya.
“kau ini kalau sudah begini saja datang mencari oppa. Bla bla bla …..” Teukie berbicara dan mengomel tapi tidak ada respon dari Sangmi, ternyata Sangmi sudah tertidur. Teukie hanya menghela nafas dan membelai rambut Sangmi dengan lembut. Dia teringat akan masa kecil dulu, Sangmi yang selalu manja dan bergantung padanya, sekarang ternyata juga masih seperti itu. Senyumnya mengembang, rasa lega dihatinya dapat terlukiskan dari wajahnya.

Bibi Jung yang melihat Teukie dari dapur terlihat mengerutkan dahinya, terasa aneh baginya. Teukie menjadi terlalu berlebihan terhadap Sangmi. mungki bibi Jung tau kalau Teukie menyayangi Sangmi bukan sebatas Oppa dan dongsaeng tapi lebih dari itu.

Bibi Jung kemudian ke kamar Teukie yang sekarang digunakan oleh Wookie.
“Wookie aku menemukan ini.” Bibi Jung memberikan sebuah kotak dan foto.
Wookie mengambilnya dan mengucapkan terimah kasih pada Bibi Jung.
“ini ibumu?” tanya bibi Jung dengan menunjuk ke foto yang di pandang oleh Wookie.
“iya…dia ibuku, tapi aku kecewa padanya. Dia membuatku menjadi anak haram hasil selingkuhan” jawab Wookie dengan wajah yang sangat sedih.
“kau bepikiran begitu?” tanya bibi Jung dengan wajah tak kalah sedihnya, tapi Wookie hanya diam.
“lalu kotak ini apa?” tanya bibi Jung lagi untuk memancing Wookie bercerita lebih banyak.
“aku ga tau, aku tak pernah membuka kotak itu.” Jawab Wookie datar.
“kenapa? Jadinya kau tidak tau apa isinya?” tanya bibi Jung bingung.
“ehm…bibi bisa Bantu aku membukanya?” Wookie menyerahkan kotak itu ke bibi Jung dan perlahan bibi Jung membukakan kotak itu.
Bibi Jung begitu kaget melihatnya dan matanya mulai mengeluarkan airmata.
“bibi Kenapa?” tanya Wookie sedikit berteriak yang membuat Teukie sedikit terkejut di ruang tamu karena kamar dan ruang tamunya yang berdekatan.
Teukie segera berlari masuk kekamar dan juga membuat Sangmi terbangun, “ada apa?” tanya Teukie setibanya di kamar.
Bibi Jung perlahan membuka isi kotak itu, yang isinya adalah beberapa lembar foto.
“ini….ini…Hankyung dan Vie Ing. Ini ibumu Kheynie.” Kata bibi Jung terbata-bata.
“bibi Jung…itu kan appa dan omma, kok…?” Teukie terlihat sangat bingung.
Sangmi juga benar-benar bingung dan bertanya-tanya begitupun dengan Wookie.
“mungkin sekarang saatnya aku memberitahukan pada kalian, sekarang kalian sudah dewasa. Sudah saatnya kalian tau kebenaran yang tersimpan selama ini.” Kemudian bibi Jung mulai bercerita tentang masa lalu orang tua mereka. “Hankyung, Vie dan Kheynie sangat dekat. Mereka adalah sahabat baik. Tapi persahabatan itu berubah sejak mereka saling jatuh cinta, Hankyung mencintai keduanya. Tapi lebih memilih Vie menjadi istrinya karena keluarga lebih menyetujui kalau Hankyung berpasangan dengan Vie. Awalnya mereka hidup bahagia dan tetap menjalin hubungan dengan baik. Tapi begitu Kheynie di paksa menikah dengan Kangin semua berubah, Kheynie tidak mau dan lebih memilih sendiri seumur hidupnya. Waktu itu orangtua Kheynie mempunyai utang yang begitu banyak kepada Kangin dan terpaksa Kheynie pasrah dan mengikuti kehendak orangtuanya.
Beberapa bulan kemudian, Kheynie hamil, begitu juga Vie. Mereka tampak bahagia, Kheynie juga karena itu adalah anak Hankyung. Aku tidak tau pasti kejadian persisnya. Yang pasti Vie juga tau kalau anak yang di kandung Kheynie adalah anak Hankyung. Mungkin rasa persahabatan Vie yang rela berbagi suami dan rasa simpati melihat Kheynie yang menderita menikah dengan orang yang sama sekali tidak di cintainya.” Bibi Jung menjelaskan semua pada mereka bertiga dengan airmata yang mengalir, hatinya begitu sakit mengingat semua kejadian itu. Yang paling membuatnya sedih adalah anak-anak mereka kini berkumpul juga dalam kesedihan.

“bibi Jung…jadi aku, Sangmi dan Wookie adalah saudara?” tanya Teukie sambil menghapus airmatanya. Teukie kemudian memandang Sangmi dan Wookie, dia tidak mengira sama sekali kalau kehidupan yang mereka lalui sangat rumit dan begitu membingungkan.
“tidak Teukie….” Jawab bibi Jung kemudian diam tak bersuara dan makin membuat mereka bertiga semakin bingung dan makin bertanya-tanya.
“bibi Jung apa maksudnya….???” tanya Sangmi yang mulai kelihatan tak bertenaga.
“Sangmi ah….maaf, tapi kau harus kuat mendengarnya.” Jawab bibi Jung yang membuat Sangmi makin menangis.
Bibi Jung melihat kearah Teukie dan mengatakan “Teukie bukan Oppa-mu.”
“GEOJIMAL…” teriak Sangmi sekuat tenaganya.
“Sangmi ah….benar bibi tidak bohong.” Bibi Jung mendekap Sangmi tapi Sangmi berusaha melepaskan dirinya dan berdiri menjauh dari mereka.
Teukie tampak hanya tertegun dan mukanya terlihat pucat dan dia hanya diam dengan pandangan kosong.
Wookie yang pada saat itu mendengar hanya mengkerutkan dahinya. “jadi….? Kepalaku makin sakit.” Tanya Wookie sambil memegang kepalanya.
“Teukie anak yang di asuh oleh Hankyung dan Vie karena, orangtua Teukie telah meninggal. Teukie ah….ibumu meniggal karena tertabrak oleh Hankyung pada saat membawa Vie kerumah sakit untuk melahirkan Sangmi. Hanya itu yang aku tau, karena ibumu tidak mempunyai tanda pengenal apapun dan hanya membawamu waktu menyebrangi jalan.” Jelas bibi Jung yang membuat Teukie benar-benar tidak dapat menahan airmatanya dan dia menangis memukul dinding kamarnya.
“oppaaa….” Panggil Sangmi dan memegang tangan Teukie tapi Teukie menepis tangannya dengan kuat.
“oppaaaa….mian..” Sangmi menangis dan keluar dari kamar, dia berlari dan keluar dari rumah. Wookie yang sedang sangat lemas tidak bisa mengejarnya. Sedangkan bibi Jung juga hanya duduk menangis tanpa bisa berbuat apapun.

Hanna yang membuka pintu rumah, dia baru pulang dari belanja keperluan untuk makan malam dan beberapa pakaian untuk Wookie sangat terkejut melihat Sangmi menerobosnya dan berlari sambil menangis.
“apa yang terjadi? Sangmi pergi sambil menangis.” Kata Hanna tergesa-gesa pada semuanya.
“kalian kenapa?” tanyanya lagi yang sangat bingung melihat semua orang begitu sedih.
“tida apa-apa Hanna, bisa toplong bibi menyiapkan sayuran untuk nanti malam?” kata bibi Jung agar Hanna tidak mendengar kisah menyedihkan keluarga ini.
Hanna pun langsung menuju ke dapur dengan begitu banyak pertanyaan di benaknya.
Teukie langsung keluar dan dia berlari, Teukie mencari Sangmi. Dia tidak mau Sangmi terus bersedih, bagaimanapun dia dan Sangmi sudah bersama sejak kecil.
“Sangmi….Sangmi…” panggilnya ketika melihat Sangmi berjalan di jalan dekat rumah mereka.
“Sangmi ah…” Teukie langsung menarik tangannya dan memeluk Sangmi dengan erat, Sangmi hanya menagis sekuat tenaganya. Dia menangis dan terus menangis dalam pelukan Teukie.
“aku tak tau harus bilang apa, tapi oppa tetap sayang kamu Sangmi. jangan menangis itu membuatku makin sedih.”
“oppa….aku salah, kami…appa semuanya telah bersalah padamu.” Kata Sangmi dalam isak tangisnya.
“tidak apa-apa, appa juga tidak sengaja. Sekarang kita pulang, jangan menangis…ibuku meninggal tapi dia di gantikan oleh mu yang lahir ke dunia ini. Benarkan??” kata Teukie menenangkan Sangmi. dan Sangmi hanya mengangguk pelan dan berjalan di belakang Teukie yang menggandeng tanganya.

“ Aku tidak bisa .. “ jawab gadis itu singkat. Ia masih saja melihat ke arah hujan turun.

“ Wae ? Bukankah sudah hampir 7 tahun ini kita selalu bersama ? “ tanya laki-laki itu dengan mata yang memerah. Air matanya hampir keluar.

“ Aku tidak mencintaimu .. “ lagi-lagi jawaban gadis itu hanya sebuah kalimat yang singkat.

“ Shin Sung Young ! Lihat aku ! Tatap mataku ! Aku sama sekali tidak suka dengan sikapmu hari ini ! “ ujar laki-laki itu dengan nada yang agak keras. Gadis yang bernama Shin Sung Young itu sama sekali tidak menuruti perintah laki-laki yang sedari tadi berbicara dengannya.

“ Vie ! Kau tidak tuli bukan ? Sekarang lihat aku ! Lihat aku ! Kenapa kau berani mengatakan bahwa kau tidak mencintaiku ? KENAPA ? “ tanyanya lagi dengan lantang seraya mengarahkan wajah gadis itu tepat di depan wajahnya.

“ Lepaskan aku ! “ pinta gadis itu yang sedang berusaha melepaskan wajahnya dari tangan laki-laki yang sedang tidak ingin di lihatnya sekarang ini. (lebih…)

7 Years of Love – Part 5- ENDING

Posted: Januari 6, 2010 by iceQream— ♪ in fanfiction
Tag:, ,

yeung-kyuhyun

Mereka menyiapkan dua meja makan untuk tamu-tamu mereka. Meja pertama, di khususkan untuk Ayah dan Ibu Ran beserta Ayah dan Ibu Kyuhyun. Sedangkan meja kedua, untuk anak-anak ini.

Mereka hanya terdiam dan belum berkata apa pun. Yesung melihat tingkah Geurim yang sedikit aneh, yang dari tadi tak luput melihatnya sejak kedatanganya. Ran hanya melihat Geurim dan Yesung bergantian. Ia takut terjadi sesuatu. Sedangkan Kyuhyun melihat kejanggalan dari mereka semua. Sedangkan Minmi hanya cuek.

“Emm.. Nama temanmu siapa?” Kyuhyun memulai percakapan sambil mengarah ke Geurim.

Ran melihat ke arah Geurim. Geurim hanya menatap Yesung tanpa berkedip.

“Eh,… Kim Geurim” Ran menutupi kejanggalan ini.

“Oh…” Kyuhyun masih melihat Geurim aneh.

“Sebentar, toiletnya dimana yah??” Ran bertanya pada Kyuhyun.

“Oh, di sebelah sana” Kyuhyun menujukkan ke arah toilet berada. (lebih…)

“choi siwon,,,?” seorang gadis menyapaku, gadis bermata indah kesan pertamaku ketika melihatnya.

“ne,,”, jawabku dengan ragu, karena  dengan penyamaranku ini membuatku heran masih ada yang bisa mengenaliku.

“uh syukurlah, aku tidak salah mengenali orang”, katanya berkata dengan lega sambil menarik kursi di depanku dan duduk disana tanpa aku persilahkan. Aku hanya menatapnya dengan diam.

“ops sorry,,i think you feel confused,,”, katanya lagi dengan tersenyum

“Park ri rin,,masih ingat?”dia menyebutkan namanya dan bertanya padaku, aku masih saja diam dan menatapnya

“jangan takut aku bukan wartawan”, kembali dia berkata tanpaku tanya dan seperti melihat pikiranku, kucoba teliti wajahnya,hhmm sepertinya aku tidak asing dengan wajah ini.

“baiklah sepertinya kau harus aku ingatkan deh, Park ri rin teman satu sekolahmu, uhmm masih ingat bagaimana keheboan ketika hari kelulusan sekolah?”, jelasnya dan sebelum aku bersuara dia kembali berbicara

“seharusnya kau tidak lupa,bagaimana dirimu dan beberapa member suju membuat para siswa disekolah kita berteriak histeris khususnya para siswi, dengan keberadaanmu saja sudah cukup bagiku harus menunggu lama biar bisa foto bersama,,hihi, eh ditambah member suju yang lainnya aku harus berada diurutan yang benar2 terakkkkkkkkkkhir.hihi”, ceritanya sambil tertawa kecil (lebih…)