Setelah Wookie sadar, dia lebih banyak diam dan hanya melihat keluar jendela tanpa megatakan apa-apa. Sangmi dan Hanna hanya bisa memandangnya, mereka tidak mau mengganggunya. Kemudian Hanna keluar dan pulang ke rumah untuk mengambil pakaian ganti buat Wookie.
“oppa…” Sangmi memanggil oppanya yang sedang duduk sambil membaca buku. Hari sudah semakin siang dan terpaksa mereka membatalkan semua kegiatan rutin setiap harinya.
“ada apa? Bagaimana dengan Wookie-mu itu?” tanya Teukie yang kelihatan sangat cemburu. Tapi Sangmi tidak sadar akan hal itu. Dia malah duduk di samping Oppany dan tiduran di pangkuan Teukie.
“dasar anak manja.” Ujar Teukie pelan dan tersenyum.
“aku capek dan ngantuk oppa..Hyukie oppa juga sudah pulang” kata Sangmi pelan sambil memejamkan matanya.
“kau ini kalau sudah begini saja datang mencari oppa. Bla bla bla …..” Teukie berbicara dan mengomel tapi tidak ada respon dari Sangmi, ternyata Sangmi sudah tertidur. Teukie hanya menghela nafas dan membelai rambut Sangmi dengan lembut. Dia teringat akan masa kecil dulu, Sangmi yang selalu manja dan bergantung padanya, sekarang ternyata juga masih seperti itu. Senyumnya mengembang, rasa lega dihatinya dapat terlukiskan dari wajahnya.
Bibi Jung yang melihat Teukie dari dapur terlihat mengerutkan dahinya, terasa aneh baginya. Teukie menjadi terlalu berlebihan terhadap Sangmi. mungki bibi Jung tau kalau Teukie menyayangi Sangmi bukan sebatas Oppa dan dongsaeng tapi lebih dari itu.
Bibi Jung kemudian ke kamar Teukie yang sekarang digunakan oleh Wookie.
“Wookie aku menemukan ini.” Bibi Jung memberikan sebuah kotak dan foto.
Wookie mengambilnya dan mengucapkan terimah kasih pada Bibi Jung.
“ini ibumu?” tanya bibi Jung dengan menunjuk ke foto yang di pandang oleh Wookie.
“iya…dia ibuku, tapi aku kecewa padanya. Dia membuatku menjadi anak haram hasil selingkuhan” jawab Wookie dengan wajah yang sangat sedih.
“kau bepikiran begitu?” tanya bibi Jung dengan wajah tak kalah sedihnya, tapi Wookie hanya diam.
“lalu kotak ini apa?” tanya bibi Jung lagi untuk memancing Wookie bercerita lebih banyak.
“aku ga tau, aku tak pernah membuka kotak itu.” Jawab Wookie datar.
“kenapa? Jadinya kau tidak tau apa isinya?” tanya bibi Jung bingung.
“ehm…bibi bisa Bantu aku membukanya?” Wookie menyerahkan kotak itu ke bibi Jung dan perlahan bibi Jung membukakan kotak itu.
Bibi Jung begitu kaget melihatnya dan matanya mulai mengeluarkan airmata.
“bibi Kenapa?” tanya Wookie sedikit berteriak yang membuat Teukie sedikit terkejut di ruang tamu karena kamar dan ruang tamunya yang berdekatan.
Teukie segera berlari masuk kekamar dan juga membuat Sangmi terbangun, “ada apa?” tanya Teukie setibanya di kamar.
Bibi Jung perlahan membuka isi kotak itu, yang isinya adalah beberapa lembar foto.
“ini….ini…Hankyung dan Vie Ing. Ini ibumu Kheynie.” Kata bibi Jung terbata-bata.
“bibi Jung…itu kan appa dan omma, kok…?” Teukie terlihat sangat bingung.
Sangmi juga benar-benar bingung dan bertanya-tanya begitupun dengan Wookie.
“mungkin sekarang saatnya aku memberitahukan pada kalian, sekarang kalian sudah dewasa. Sudah saatnya kalian tau kebenaran yang tersimpan selama ini.” Kemudian bibi Jung mulai bercerita tentang masa lalu orang tua mereka. “Hankyung, Vie dan Kheynie sangat dekat. Mereka adalah sahabat baik. Tapi persahabatan itu berubah sejak mereka saling jatuh cinta, Hankyung mencintai keduanya. Tapi lebih memilih Vie menjadi istrinya karena keluarga lebih menyetujui kalau Hankyung berpasangan dengan Vie. Awalnya mereka hidup bahagia dan tetap menjalin hubungan dengan baik. Tapi begitu Kheynie di paksa menikah dengan Kangin semua berubah, Kheynie tidak mau dan lebih memilih sendiri seumur hidupnya. Waktu itu orangtua Kheynie mempunyai utang yang begitu banyak kepada Kangin dan terpaksa Kheynie pasrah dan mengikuti kehendak orangtuanya.
Beberapa bulan kemudian, Kheynie hamil, begitu juga Vie. Mereka tampak bahagia, Kheynie juga karena itu adalah anak Hankyung. Aku tidak tau pasti kejadian persisnya. Yang pasti Vie juga tau kalau anak yang di kandung Kheynie adalah anak Hankyung. Mungkin rasa persahabatan Vie yang rela berbagi suami dan rasa simpati melihat Kheynie yang menderita menikah dengan orang yang sama sekali tidak di cintainya.” Bibi Jung menjelaskan semua pada mereka bertiga dengan airmata yang mengalir, hatinya begitu sakit mengingat semua kejadian itu. Yang paling membuatnya sedih adalah anak-anak mereka kini berkumpul juga dalam kesedihan.
“bibi Jung…jadi aku, Sangmi dan Wookie adalah saudara?” tanya Teukie sambil menghapus airmatanya. Teukie kemudian memandang Sangmi dan Wookie, dia tidak mengira sama sekali kalau kehidupan yang mereka lalui sangat rumit dan begitu membingungkan.
“tidak Teukie….” Jawab bibi Jung kemudian diam tak bersuara dan makin membuat mereka bertiga semakin bingung dan makin bertanya-tanya.
“bibi Jung apa maksudnya….???” tanya Sangmi yang mulai kelihatan tak bertenaga.
“Sangmi ah….maaf, tapi kau harus kuat mendengarnya.” Jawab bibi Jung yang membuat Sangmi makin menangis.
Bibi Jung melihat kearah Teukie dan mengatakan “Teukie bukan Oppa-mu.”
“GEOJIMAL…” teriak Sangmi sekuat tenaganya.
“Sangmi ah….benar bibi tidak bohong.” Bibi Jung mendekap Sangmi tapi Sangmi berusaha melepaskan dirinya dan berdiri menjauh dari mereka.
Teukie tampak hanya tertegun dan mukanya terlihat pucat dan dia hanya diam dengan pandangan kosong.
Wookie yang pada saat itu mendengar hanya mengkerutkan dahinya. “jadi….? Kepalaku makin sakit.” Tanya Wookie sambil memegang kepalanya.
“Teukie anak yang di asuh oleh Hankyung dan Vie karena, orangtua Teukie telah meninggal. Teukie ah….ibumu meniggal karena tertabrak oleh Hankyung pada saat membawa Vie kerumah sakit untuk melahirkan Sangmi. Hanya itu yang aku tau, karena ibumu tidak mempunyai tanda pengenal apapun dan hanya membawamu waktu menyebrangi jalan.” Jelas bibi Jung yang membuat Teukie benar-benar tidak dapat menahan airmatanya dan dia menangis memukul dinding kamarnya.
“oppaaa….” Panggil Sangmi dan memegang tangan Teukie tapi Teukie menepis tangannya dengan kuat.
“oppaaaa….mian..” Sangmi menangis dan keluar dari kamar, dia berlari dan keluar dari rumah. Wookie yang sedang sangat lemas tidak bisa mengejarnya. Sedangkan bibi Jung juga hanya duduk menangis tanpa bisa berbuat apapun.
Hanna yang membuka pintu rumah, dia baru pulang dari belanja keperluan untuk makan malam dan beberapa pakaian untuk Wookie sangat terkejut melihat Sangmi menerobosnya dan berlari sambil menangis.
“apa yang terjadi? Sangmi pergi sambil menangis.” Kata Hanna tergesa-gesa pada semuanya.
“kalian kenapa?” tanyanya lagi yang sangat bingung melihat semua orang begitu sedih.
“tida apa-apa Hanna, bisa toplong bibi menyiapkan sayuran untuk nanti malam?” kata bibi Jung agar Hanna tidak mendengar kisah menyedihkan keluarga ini.
Hanna pun langsung menuju ke dapur dengan begitu banyak pertanyaan di benaknya.
Teukie langsung keluar dan dia berlari, Teukie mencari Sangmi. Dia tidak mau Sangmi terus bersedih, bagaimanapun dia dan Sangmi sudah bersama sejak kecil.
“Sangmi….Sangmi…” panggilnya ketika melihat Sangmi berjalan di jalan dekat rumah mereka.
“Sangmi ah…” Teukie langsung menarik tangannya dan memeluk Sangmi dengan erat, Sangmi hanya menagis sekuat tenaganya. Dia menangis dan terus menangis dalam pelukan Teukie.
“aku tak tau harus bilang apa, tapi oppa tetap sayang kamu Sangmi. jangan menangis itu membuatku makin sedih.”
“oppa….aku salah, kami…appa semuanya telah bersalah padamu.” Kata Sangmi dalam isak tangisnya.
“tidak apa-apa, appa juga tidak sengaja. Sekarang kita pulang, jangan menangis…ibuku meninggal tapi dia di gantikan oleh mu yang lahir ke dunia ini. Benarkan??” kata Teukie menenangkan Sangmi. dan Sangmi hanya mengangguk pelan dan berjalan di belakang Teukie yang menggandeng tanganya.