


Filed under curhat

Filed under curhat
Currently Listening : Relish – It’s You I’m Thinking Of
Jangan ngaku” penonton cerdas kalo belum pernah liat program Snapshot!hehe. Kalo kata saya sih, program ini sebuah oase diantara gurun program yang gak bermutu di tipi” kita hihi. Dan hebatnya, ini acara bisa bikin saya ketawa monyet sampai lemas-selemasnya. But in different way hihi,tapi efek ketawanya sama seperti ketika saya menertawakan statement para artis ABG kita di acara gosip yang berjamur itu hihi..
Nah minggu ini tema snapshot-nya adalah tentang bagaimana menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Kesalahan pengejaan seperti Vermak Jeans, Cetak Fhoto, plus mengkomentari kebiasaan kaum” metropolitan jaman sekarang, yang doyan menyelipkan sedikit bahasa Inggris di sela pernyataan, baik secara verbal maupun tertulis.. Kaya gini nih ” kita harus ber-positive thinking dalam menghadapi suatu masalah”, atau “my pop punya mowbil empat, tjapi gawrasinya gak chukup, tjadi my pop juwal ke client”nya, yah but it’s okay for me, global warming is cool *cinta lawra mode on*” hehe
Saya sendiri? jujur aja deh, sering-nya sih tidak menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Yah bo’,wajarlah, kalo sehari” berbahasa dengan baik pasti akan terdengar aneh. Tapi saya sangat menghargai ajakan untuk menghargai bahasa Indonesia sebagai sebuah identitas bangsa 🙂
Nah, saya mau berterima kasih sama Bapak Anton.M Moeliono(pakar Bahasa) yang tadi menjadi narasumber di program ini. Karena tadi saya diberitahukan beberapa kosakata serapan yang sudah sering kita dengar, apalagi manusia setengah maya seperti saya.. Jadi ternyata
Mouse = Tetikus
Download = Mengunduh
Upload = Memunggah
Dan jangan heran suatu saat saya akan berkata seperti ini:
” Duh tetikus saya rusak nih, padahal sebelumnya bisa saya pakai buat mengunduh. Apalagi malam ini saya harus banyak memunggah file ke situs itu. Boleh saya pinjem tetikus kamu?” cit cit cit
hahahahaha 🙂
Filed under curhat
currently listening : Imogen Heap – Hide and Seek
Hari sabtu ( 10-05-2008 ) kemarin, saya dan mas Edi pergi ke daerah Pantai Pandansari-Pantai Samas, Bantul. Jadi ceritanya kami berdua melakukan survey dan riset kecil”an, untuk melengkapi sebuah proposal dalam rangka mengikuti sebuah kompetisi , yang masih belum bisa saya beritahu detailnya hehe.. Tapi clue-nya sih, proyek ini bertema lingkungan hidup dan kalo kami bisa bertahan sampai tahap berikutnya, karya kami ini bisa dinikmati semua orang di Indonesia 🙂
Narasumber kami bernama pak Jaiman ,beliau yang memakai baju merah :

Pak Jaiman ini berjasa dalam rangka menghijaukan kawasan pantai Pandansari (daerah Wonoroto), dari yang tadinya gersang dan dipenuhi pasir, sampai sekarang sudah menjadi daerah hijau, yang otomatis juga menjadi daerah untuk pencegah erosi/abrasi.. Dulu pada tahun 1986-1988, beliau mengolah pasir di daerah itu, dan mencampurnya dengan pupuk. Setelah itu, di sebarkan-lah benih akasia dan cemara laut. Waktu itu beliau sempat mendapat cap “orang gila” karena tindakan nekatnya itu. Karena warga sekitar menganggap mencoba bercocok tanam di daerah seperti itu merupakan hal yang sia-sia.. Tapi lihat hasilnya sekarang


Ada beberapa hal yang membuat saya kagum akan sosok pak Jaiman. Selain sosoknya yang sederhana dan tidak neko-neko, dia sempet bilang ke kami seperti ini
adek” sekalian, jangan pernah menganggap saya pintar, wong saya ini orang bodoh. saya cuma modal nekat saja, dan meyakini bahwa semua yang saya lakukan ini atas dasar Alloh SWT. jadi sebenernya saya ini gak ada apa-apa-nya
damn! gak sadar yah, bahwa sebenernya si bapak ini sudah melakukan hal yang besar! oh iya FYI: gara” ide nekat pak Jaiman yang ternyata membuahkan hasil, pemerintah mengelola dengan serius saluran irigasi untuk memperlancar kegiatan pak Jaiman dan warga setempat… selain itu ada pesan yang bikin saya hampir nangis,inget loh! hampir nangis 🙂
dek, saya yakin adek” ini semuanya pada pinter, lah wong kuliahnya saja di UGM. saya cuma nitip pesen aja, kalau bisa gunakan kepinteran itu buat orang banyak. semoga itu jadi manfaat buat orang lain . karena kalau sudah begitu, nikmat-nya itu akan terasa lebih lo!
Duuuh gusti, saya gak bisa ngomong apa” lagi. Sekarang ini kan kebanyakan orang (termasuk saya), lebih mementingkan kepentingan diri sendiri, dan menomor sekian-kan kepentingan orang banyak. Tapi mulai sekarang saya akan berusaha untuk mulai merubahnya. Langkah pertama, dengan mengerjakan proyek ini tentunya hehe. Semoga bisa lolos sampai langkah berikutnya, dan pada akhrinya karya kami ini mampu memberikan inspirasi orang banyak.. bahwa: Untuk melakukan sebuah perubahan yang besar, bisa dimulai dengan sesuatu yang kecil heehehe.. Mohon doanya ya 🙂
Filed under curhat
Currently Listening : India Arie – The Heart of The Matter
Sudah menjadi sifat alami bahwa didunia yang sekecil ini, manusia satu dengan manusia yang lainnya harus saling berkompetisi untuk bisa bertahan. Nah, kadang ketika seseorang lahir menjadi jiwa kompetitif dengan kadar yang berlebihan, cara yang kurang terpuji justru timbul dengan alih2 meraih kemenangan. HOMO HOMINI LUPUS : manusia merupakan serigala bagi sesamanya!.. Main belakang, saling mengkhianati, dan cara2 kotor justru dijadikan pilihan utama.

gambar diambil dari sini
Siapapun dari kita pasti pernah mengalami kejadian2 diatas. Saya sendiri? Pernah, justru terjadi dari lingkungan teman terdekat saya! Sering ketika semua kebaikan yang dengan tulus disajikan, justru malah dibalas dengan hal yang di luar dugaan. Mungkin sepele, tapi jika dirunut justru dari hal2 sepele itulah, permasalahan akan timbul dan menggunung, dan pada akhirnya menjadi sebuah pengkhianatan.
Sempat beberapa kali bertanya-tanya, sebenarnya ini timbul karena kesalahan saya juga apa enggak. Tapi setelah dipikir-pikir, namanya juga manusia, pasti maunya selalu berada setingkat di atas kompetitornya, dengan elakan/alasan apapun hal ini tidak bisa disangkal.. dan oleh karena itu, cara yang aman adalah : Menjadi Jiwa yang Independent! yang bisa berdiri di atas kemampuan sendiri, tapi juga gak menutup mata untuk membantu orang lain, tapi inget itu bukan harga yang Murah! Sekiranya hal yang kita bantu itu bisa menimbulkan benefit buat saya,sini saya bantu, kalo enggak CORET .
Tapi jangan salah tafsir dulu, bahwa didunia yang kecil ini masih tersisa sebagian kecil manusia-manusia tulus, yang melakukan apa saja dengan ikhlas, dan hanya mengandalkan balasan kebaikan dari sang-Khalik. Namun sayangnya itu hanya sebagian kecil, sangat kecil malahan.
Kenapa tulisan saya ini kok kesannya kejam? bukan, bukan kejam, cuma ya, sekedar mengingatkan, sekarang2 ini kalo mau hidup dengan jadi orang yang terlalu baik & tulus, sorry to say, bakal ditinggal kereta. Karena gak jarang, kebaikan itu justru malah dijadikan senjata untuk membunuh apa yang kita punya!
Killing for a living? Sah-sah aja, tapi dengan cara yang sehat lo 🙂
Filed under curhat