Bukan sahaja sijil kelahiran yang hilang dapat ditemui walaupun tiada bernesan😅, tetapi sijil kematian yang berzaman ghoib juga bole ditemukan dalam proses yang serupa di mana-mana pejabat JPN di Malaysia ini.. in syaa Allah! Kadar kecepatan kedapatan maklumat banyak bergantung di lingkungan terlibat (daerah/negeri tempatan)… so, don’t worry, ye!🤓 jangan panic😅benda bole settle👻.. aameen🤗
Sesuatu yang disenangi tapi belum tentu memanfaatkan,
Sesuatu yang menyakitkan tetapi jelas diperlukanmu..
Sesuatu yang indah tapi penuh sandiwara,
Suatu gempita dibicara terus tulus & telus?
Jadilah engkau diri yang mendepan berbaik-sangka mengelak noda, menjauh dusta, berfikiran terbuka tidak mendabik dada; menghisab dosa, menokok pahala; berlapang dada – tentu pasti Allah suka & cinta😍
Merendah diri tidak aib sebagai hambaNya, memaafkan lebih mulia dari yang memohonnya; berlembut tidak salah pada tempatnya; memimpin luruslah ahli supaya terpelihara semua kita nanti!
Solat sunat Tasbih ini amat dianjurkan dilakukan pada setiap malam / minggu – Jumaat / bulan / tahun / atau paling kurang dan setidak2nya sekali seumur hidup!!
Masya Allah.. hebatkan pelawaan Allah buat kita semua bagi meraih keampunanNya?? terbuka pada setiap masa – terutamanya melalui solat sunat Tasbih yang dilakukan secara ikhlas …. SubhanAllah..
Dinamakan solat Sunat Tasbih kerana di dalam solat sunat biasa yang khusus ini diselangi bacaan tasbih sebanyak 300x / 4 rakaat ( 175x tasbih per rakaat!)
Tatacara perlaksanaan solat tasbih ini adalah seperti berikut:
Semua riwayat sepakat solat tasbih hanya 4 rokaat, jika pada siang hari dengan 1x salam (tanpa tasyahud awal) sebanyak 4 rakaat, sedang di malam hari dilakukan sebanyak 2 rokaat- 2 rakaat dengan 2x salam ( dengan tasbih sebanyak 75x tiap raka’atnya), jadi keseluruhan bacaan tasbih dalam shalat tasbih 4 rokaat tersebut 300x tasbih!
Niat Shalat Tasbih:
Niat untuk shalat tasbih yang dilakukan dengan dua kali salam (2 rakaat):
Lafadz ini diucapkan sebanyak 75 kali pada tiap raka’at dengan perincian sebagai berikut.
Sesudah membaca Al-Fatihah dan surah sebelum ruku sebanyak 15 kali,
Ketika ruku’ sesudah membaca do’a ruku’ dibaca lagi sebanyak 10 kali,
Ketika bangun dari ruku’ sesudah bacaan i’tidal dibaca 10 kali,
Ketika sujud pertama sesudah membaca do’a sujud dibaca 10 kali,
Ketika duduk di antara dua sujud sesudah membaca bacaan antara dua sujud dibaca 10 kali tasbih,
Ketika sujud yang kedua sesudah membaca do’a sujud dibaca lagi sebanyak 10 kali,
Ketika bangun dari sujud yang kedua sebelum bangkit (duduk istirahat) dibaca lagi sebanyak 10 kali. (kemudian bangun semula berdiri untuk rakaat yang kedua).
Solat Tasbih dilakukan sebanyak 4 raka’at dengan sekali tasyahud, yaitu pada raka’at yang keempat lalu salam (jika dilakukan di siang hari@ bukan pada waktu2 terlarang!)
Dilakukan pula dengan cara dua raka’at-dua raka’at di malam hari, berpandu kepada sabda Rasulullah SAW: “Shalat malam itu, dua-dua” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim) di mana setiap dua raka’at membaca tasyahud kemudian salam.
Waktu shalat tasbih yang paling utama adalah sesudah tenggelamnya matahari, sebagaimana dalam riwayat ‘Abdullah bin Amr.
Tetapi dalam riwayat Ikrimah yang mursal diterangkan bahwa boleh malam hari dan boleh siang hari. Wallâhu A’lam.
Dalil tentang solat tasbih ini sebagaimana yang disabdakan oleh Baginda Rasulullah SAW dalam sebuah hadist dari Ibnu ‘Abbas:
“Dari Ibnu ‘Abbâs, bahwasanya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada ‘Abbâs bin ‘Abdul Muththalib, ‘Wahai ‘Abbas, wahai pamanku, maukah kamu apabila aku beri? Bolehkah sekiranya aku beri petunjuk padamu? Tidakkah kau mau? Saya akan tunjukkan suatu perbuatan yang mengandung 10 keutamaan, yang jika kamu melakukannya maka diampuni dosamu, yaitu dari awalnya hingga akhirnya, yang lama maupun yang baru, yang tidak disengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang nampak.
Semuanya 10 macam. Kamu shalat 4 rakaat. Setiap rakaat kamu membaca Al-Fatihah dan satu surah. Jika telah selesai, maka bacalah Subhanallâhi wal hamdulillâhi wa lâ ilâha illallâh wallahu akbar sebelum ruku’ sebanyak 15 kali, kemudian kamu ruku’ lalu bacalah kalimat itu di dalamnya sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari ruku’ (I’tidal) baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud lagi dan baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud sebelum berdiri baca lagi sebanyak 10 kali, maka semuanya sebanyak 75 kali setiap rakaat. Lakukan yang demikian itu dalam empat rakaat. Lakukanlah setiap hari, kalau tidak mampu lakukan setiap pekan, kalau tidak mampu setiap bulan, kalau tidak mampu setiap tahun dan jika tidak mampu maka lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu.”
(HR. Abu Daud no. 1297)
Dari Anas bin Malik bahwasannya Ummu Sulaim pagi-pagi menemui Baginda Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, ajarilah saya beberapa kalimat yang saya ucapkan didalam shalatku, maka beliau bersabda:
“Bertakbirlah kepada Allah sebanyak sepuluh kali, bertasbihlah kepada Allah sepuluh kali dan bertahmidlah (mengucapkan Alhamdulillah) sepuluh kali, kemudian memohonlah (kepada Allah) apa yang kamu kehendaki, niscaya Dia akan menjawab: ya, ya, (Aku kabulkan permintaanmu).” (perawi) berkata, dalam bab ini (ada juga riwayat -pent) dari Ibnu Abbas, Abdullah bin Amru, Al Fadll bin Abbas dan Abu Rafi’. Abu Isa berkata, hadits anas adalah hadits hasan gharib, telah diriwayatkan dari Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam selain hadits ini mengenai shalat tasbih, yang kebanyakan (riwayatnya) tidak shahih. Ibnu Mubarrak dan beberapa ulama lainnya berpendapat akan adanya shalat tasbih, mereka juga menyebutkan keutamaan shalat tasbih. Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin ‘Abdah Telah mengabarkan kepada kami Abu Wahb dia berkata, saya bertanya kepada Abdullah bin Al Mubarak tentang shalat tasbih yang didalamnya terdapat bacaan tasbihnya, dia menjawab, ia bertakbir kemudian membaca Subhaanaka Allahumma Wa Bihamdika Wa Tabaarakasmuka Wa Ta’ala Jadduka Walaa Ilaaha Ghairuka kemudian dia membaca Subhaanallah Walhamdulillah Wa Laailaaha Illallah Wallahu Akbar sebanyak lima belas kali, kemudian ia berta’awudz dan membaca bismillah dilanjutkan dengan membaca surat Al fatihah dan surat yang lain, kemudian ia membaca Subhaanallah Walhamdulillah Wa Laailaaha Illallah Wallahu Akbar sebanyak sepuluh kali, kemudian ruku’ dan membaca kalimat itu sepuluh kali, lalu mengangkat kepala dari ruku’ dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, kemudian sujud dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, lalu mengangkat kepalanya dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, kemudian sujud yang kedua kali dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, ia melakukan seperti itu sebanyak empat raka’at, yang setiap satu raka’atnya membaca tasbih sebanyak tujuh puluh lima kali, disetiap raka’atnnya membaca lima belas kali tasbih, kemudian membaca Al Fatehah dan surat sesudahnya serta membaca tasbih sepuluh kali-sepuluh kali, jika ia shalat malam, maka yang lebih disenagi adalah salam pada setiap dua raka’atnya. Jika ia shalat disiang hari, maka ia boleh salam (di raka’at kedua) atau tidak. Abu Wahb berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Abdul ‘Aziz bin Abu Rizmah dari Abdullah bahwa dia berkata, sewaktu ruku’ hendaknya dimulai dengan bacaan Subhaana Rabbiyal ‘Adziimi, begitu juga waktu sujud hendaknya dimulai dengan bacaan Subhaana Rabbiyal A’la sebanyak tiga kali, kemudian membaca tasbih beberapa kali bacaan. Ahmad bin ‘Abdah berkata, Telah mengabarkan kepada kami Wahb bin Zam’ah dia berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Abdul ‘Aziz dia adalah Ibnu Abu Zirmah, dia berkata, saya bertanya kepada Abdullah bin Mubarak, jika seseorang lupa (waktu mengerjakan shalat tasbih) apakah ia harus membaca tasbih pada dua sujud sahwi sebanyak sepuluh kali-sepuluh kali? Dia menjawab, tidak, hanya saja (semua bacaan tasbih pada shalat tasbih) ada tiga ratus kali.
(HR. Tirmidzi no. 481)
Kedua hadits di atas adalah hadits yang menjelaskan tata cara shalat tasbih. Intinya, shalat tasbih dilakukan dengan 4 raka’at. Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa shalat tasbih jumlahnya empat raka’at dan tidak boleh lebih dari itu.
Para Ulama yang Menshahihkan Hadits Shalat Tasbih:
Abu Dâud As-Sijistâny. Beliau berkata, “Tidak ada, dalam masalah shalat Tasbih, hadits yang lebih shahih dari hadits ini.”
Ad-Dâraquthny. Beliau berkata, “Hadits yang paling shahih dalam masalah keutamaan Al-Qur`ân adalah (hadits tentang keutamaan) Qul Huwa Allâhu Ahad, dan yang paling shahih dalam masalah keutamaan shalat adalah hadits tentang shalat Tasbih.”
Al-Âjurry.
Ibnu Mandah.
Al-Baihaqy.
Ibnu As-Sakan.
Abu Sa’ad As-Sam’âny.
Abu Musa Al-Madiny.
Abu Al-Hasan bin Al-Mufadhdhal Al-Maqdasy.
Abu Muhammad ‘Abdurrahim Al-Mishry.
Al-Mundziry dalam At-Targhib Wa At-Tarhib dan Mukhtashar Sunan Abu Dâud .
Ibnush Shalâh. Beliau berkata, “Shalat Tasbih adalah sunnah, bukan bid’ah. Hadits-haditsnya dipakai beramal dengannya.”
An-Nawawy dalam At-Tahdzîb Al – Asma` Wa Al-Lughât .
Abu Manshur Ad Dailamy dalam Musnad Al-Firdaus .
Shalâhuddin Al-‘Alâi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih shahih atau hasan, dan harus (tidak boleh dha’if).”
Sirajuddîn Al-Bilqîny. Beliau berkata, “Hadits shalat tasbih shahih dan ia mempunyai jalan-jalan yang sebagian darinya menguatkan sebagian yang lainnya, maka ia adalah sunnah dan sepantasnya diamalkan.”
Az-Zarkasyi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih adalah shahih dan bukan dha’if apalagi maudhu’ (palsu).”
As-Subki.
Az-Zubaidy dalam Ithâf As-Sâdah Al-Muttaqîn 3/473.
Untuk melengkapi pembahasan yang singkat ini, maka saya sertakan juga penyimpangan-penyimpangan (bid’ah–bid’ah) yang banyak terjadi disekitar pelaksanaan shalat tasbih, di antaranya adalah:
Mengkhususkan pelaksanaannya pada malam Jum’at saja.
Dilakukan secara berjama’ah terus menerus.
Diiringi dengan bacaan-bacaan tertentu, baik sebelum maupun sesudah shalat.
Tidak mau shalat kecuali bersama imamnya, jamaahnya, atau tarekatnya.
Tidak mau shalat kecuali di masjid tertentu.
Keyakinan sebagian orang yang melakukannya bahwa rezekinya akan bertambah dengan shalat tasbih.
Membawa binatang-binatang tertentu untuk disembelih saat sebelum atau sesudah shalat tasbih, disertai dengan keyakinan-keyakinan tertentu.
Kesimpulan Hadits tentang shalat tasbih adalah hadits yang tsabit/sah dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, maka boleh diamalkan sesuai dengan tata cara yang telah disebutkan diatas.
Alhamdulillah… kita diiziniNya berada di bulan haram yang disucikan ini lagi..
mudah2an kita lebih bersemangat menambah ilmu di bulan2 barakah ini agar semakin bermakna amalan2 baik yang telah dimulai atau terus membaiki amalan2 lalu berpandukan ilmu yang benar!insyaAllah..
Masya Allah… alangkah kerdilnya diri bila berdepan dengan cabaran keimanan masakini..?? Hati sebagai wadah untuk selamat di sini, di sana! Apakah hati kita ini terjamin selamat untuk sisa-sisa hidup kita yang masih berbaki lagi? Ya Allah, padaMu kami memohon padaMu kami meminta, kerana Engkau Maha Pemberi kerana Engkau Maha Pengasih lagi Amat Pengasihani! irhamna, Ya Khaliq!!
Have u read this article before? I found it 3 years ago somewhere; and republished it here again in the event ofNUZUL QURAN!
May Allah bless us always ~ recite alQuran daily – it’s a sunnah!
An old American Muslim lived on a farm in the mountains of eastern Kentucky with his young grandson. Each morning Grandpa was up early sitting at the kitchen table reading his Quran. His grandson wanted to be just like him and tried to imitate him in every way he could.
One day the grandson asked,
“Grandpa! I try to read the Quran just like you but I don’t understand it, and what I do understand I forget as soon as I close the book.What good does reading the Qur’an do?”
The Grandfather quietly turned from putting coal in the stove and replied,
“Take this coal basket down to the river and bring me back a basket of water.”
The boy did as he was told, but all the water leaked out before he got back to the house. The grandfather laughed and said, “You’ll have to move a little faster next time,” and sent him back to the river with the basket to try again.
This time the boy ran faster, but again the basket was empty before he returned home. Out of breath, he told his grandfather that it was impossible to carry water in a basket, and he went to get a bucket instead.
The old man said, “I don’t want a bucket of water; I want a basket of water. You’re just not trying hard enough,” and he went out the door to watch the boy try in.
At this point, the boy knew it was impossible, but he wanted to show his grandfather that even if he ran as fast as he could, the water would leak out before he got back to the house. The boy again dipped the basket into river and ran hard, but when he reached his grandfather the basket was again empty. Out of breath, he said, “See Grandpa, it’s useless!”
The boy looked at the basket and for the first time realized that the basket was different. It had been transformed from a dirty old coal basket and was now clean, inside and out.
Son, that’s what happens when you read the Qur’an. You might not understand or remember everything, but when you read it, you will be changed, inside and out. That is the work of Allah in our lives.”
Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat&maghfirah~
Bulan yang paling mulia disisi Allah.
Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.
Inilah bulan ketika kalian diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.
Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat.
Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih;
Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.
Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.
Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.
(Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian?”
Rasulullah saw. meneruskan:
“Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”
Wahai manusia!
Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.
Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.
Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.
Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia!
Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.
Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tidak lagi pernah menguasaimu.
Kemudian Amirul mukminin Ali Bin Abu Thalib berdiri dan berkata:
“Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?”
Jawab Nabi SAW:
“Ya Abal Hasan! (Ali). Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.
tapi, saya baru saja tau hal ni bila taip ‘sttj_reunion’ @ google.. Alhamdulillah, dapatlah info sikit ‘tang ni..
koma dah lama tau pun xhabaq …sampai ati korang.. uwahhh…
( xmo datang! uhh2..)
nape le korang wat malam2 reunion ni… siang kan cerah & panjang kit nak pok-pek2… leceh tol r camni..
“ada ssapa ke geng s’gor nk p, bole numpang skaki x?”
naai, art, neem, lat, mariah abdullah, rahmah, missripah & semua p2sttjspm80 (nak tulis sume orang nye name ke kat sni..hee..) _ jom r join.. (tim jer x sohih di mana…)..
tentu grand kalu sume kelas lama kita mai kan jue, zee..? suh neil reserved 2/3/2013 ni tau..
zainab, geng2 melaka, n9, selangor, johor, perak,, penang and ALL 1Malaysia’ pun jemput ye… hehe..
saya harap dapat join sama di STTJ’s gathering kali ni.. nsyaAllah…
Kepada yang nak membuat pembayaran Mega Reunion STTJ 2013 samada bayar penuh atau partial payment boleh berhubung dengan Mansor Adam (AJK Proteem Mega Reunion STTJ 2013 di 017-3895082 / 019-3465394 untuk mendapatkan no akaun Maybank/CIMB Bank. Kos RM100/seorang atau RM150/couple.
Kos adalah termasuk kutipan dana untuk projek menaik taraf rumah lama HM untuk dijadikan Pejabat Alumni.
“Carilah hatimu sewaktu membaca al-Quran. Jika tidak kau temui, cari hatimu ketika mengerjakan solat. Jika tidak kau temui, cari hatimu ketika duduk tafakur..”
“Sesiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumaat, maka bersinarlah cahaya daripada bawah kakinya hingga ke langit. Untuknya cahaya di hari kiamat & diampunkannya antara dua Jumaat”
(HR. Ibnu Katsir)
Daripada Mandzur Ibnu Zaid, Ibnu Khalid Al Juhani dari Ibnu Al Hussein dari bapanya daripada Ali Marfu’an:
“Sesiapa membaca surah Al Kahfi pada hari Jumaat maka dia dihindari daripada segala fitnah selama lapan hari, dan jika Al-dajjal muncul, maka terhindar dia daripadanya”
(HR. Ibnu Katsir)
Rasulullah SAW selalu membaca surah Al-Kahfi pada malam Jumaat (sunnah nabi) dan kita digalakkan untuk mengamalkannya.
Pada kebiasaannya orang Melayu akan membaca Surah Yassin pada malam Jumaat sebagai adat. Perbuatan ini memang baik dan tidak salah. Sebagai seorang Islam kita mestilah berusaha meningkatkan amalan kita dari semasa ke semasa. Oleh itu cuba kita tukar bacaan dari surah Yassin kepada surah Al-Kahfi pada malam Jumaat. Kerana melakukan amalan sunnah nabi lebih utama daripada melakukan amalan sunat yang lain.
moga-moga perkongsian maklumat ini memanfaatkan kita.
Sebulan lepas diizini Ilahi bertemumu semula meski bukan dalam ria tawa seperti selalunya- di kala senyum ceriamu melebar suasana.. terkenang kenakalan dan gurau-senda bersama rakan2 sekelas, teman2 seasrama sejak ‘79/80 lagi..
Terkedu sungguh bila dipersila masuk ke rumahmu oleh saudaramu… Niim yg kujangkakan sedang bersembunyi di dapur rupanya terbaring di katil tanpa maya.. dgn tiub & wayar di tubuh.. Allahu Rabbi.. Masya Allahu lqwt illa billah.. x tersebut gurauan melihatmu sedemikian..
Cendawan mekar …. selepas hujan turun membumi: langit cerah menerang, mewangi alam Bertasbih semesta… memuja KebesaranMu, Ya Razaq Sang Pengurnia …
Cendawan mekar …. selepas …
14 Januari, 2021 @8:30am waktu Indonesia, kembalinya ke rahmatullah Syeikh Ali Jaber seorang pendakwah terkenal Indonesia kelahiran Madinah al Munawwarah di usia 44tahun.
Tergiang2 nada sopan suara beliau berdakwah di pelusuk Indonesia dalam loghat Indonnya yang fasih dalam tèlor Arab!
Tiada kata seindah rupa jika ingin diwajahkan bait-bait syurga yang mendamai sukma, melapang dada, menyejuk emosi, menyentuh naluri.. didengar berulang-kali tidak kejemuan malah rindu yang menenangkan.. keasyikan pada mukjizat kalamullah bukti kenabian Rasulullah saw. sehingga akhir zaman..
Masya Allah..
Biar dari bibir mana ianya dilontari dengan keimanan, akan terserlah keasyikan kepada muzik-muzik syurga itu..
Sayogia lah diberikan syafaat di sini, di sana nanti di kala kesulitan & kecemasan~ lalu tampillah AlQuran pendinding, benteng penyelamat pengamal & perinduNya..
Mahu mengadu, merayu, bacalah pendapang jiwa Kalamullah, setiap patah sebutannya bermakna, berpahala, penyaksi akhir nanti..
In syaa Allah, jom kita rebut cepumas Allah, AlQuran pendamping~diri terbimbing!!
Aameen3 YRA.
Yuk, ngaji yo!
selepas hujan turun membumi:
langit cerah menerang, mewangi alam
Bertasbih semesta…
memuja KebesaranMu, Ya Razaq
Sang Pengurnia yang Maha Agung, Allahu Akbar3x!!
 Alam tidak berseri Tanpa warna-warni,
Hidup tidak bererti
Selagi tidak tabah diuji.
Begitulah diri; Percuma menjadi insan
Jika tidak mengenali diri-
menjauhi Ilahi: tidak mengabdi..
Apakah bicara akhir nanti
tatkala lidah terkunci, Anggota bersaksi??
Ya Allah, Engkau sumber keselamatan, dari-Mu datangnya keselamatan dan kepada-Mu kembalinya keselamatan.
Maka hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan selamat sejahtera dan masukkanlah kami ke dalam surga negeri keselamatan.
Maha banyak anugerah-Mu dan Maha Tinggi Engkau Wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kehormatan. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.
bersendu;
langkah kerdilku yang longlai
ingin menggapai cintaMu yang Maha Agung
mendatangi rumahMu yang suci,
memenuhi seruanmu yang dirindui
antara debar dan harap,
kugagahi jua..
aku bukanlah insan yang milik serba apa:
dhoifku ingin mendamba redha Sang Raja,
dalam malu bersimpuh mohon ampunan
mengharap sangat belas ihsan, petunjuk dan rahmatMu,
Semoga saudara Azmil Mustapha semakin tabah dan redha dengan ujian dan takdir Ilahi dan bertambah sihat dan dipermudahkanNya segala urusan kebaikannya..
SEBELUM Imam Syafie pulang ke rahmatullah,beliau sempat berwasiat kepada para muridnya dan umat Islam seluruhnya seperti berikut:
Barangsiapa yang ingin meninggalkan dunia dalam keadaan selamat maka hendaklah ia mengamalkan sepuluh (10) perkara.
PERTAMA: HAK KEPADA DIRI.
Iaitu: Mengurangkan tidur, mengurangkan makan, mengurangkan percakapan dan berpada-pada dengan rezeki yang ada.
KEDUA: HAK KEPADA MALAIKAT MAUT
Iaitu: Mengqadhakan kewajipan-kewajipan yang tertinggal, mendapatkan kemaafan dari orang yang kita zalimi, membuat
persediaan untuk mati dan merasa cinta kepada Allah.
KETIGA : HAK KEPADA KUBUR
Iaitu : Membuang tabiat suka menabur fitnah, membuang tabiat kencing merata-rata, memperbanyakkan solat Tahajjud dan membantu orang yang dizalimi.
KEEMPAT: HAK KEPADA MUNKAR DAN NAKIR
Iaitu : Tidak berdusta, berkata benar, meninggalkan maksiat dan nasihat menasihati.
KELIMA : HAK KEPADA MIZAN (NERACA TIMBANGAN AMAL PADA HARI KIAMAT)
Iaitu : Menahan kemarahan, banyak berzikir, mengikhlaskan amalan dan sanggup menanggung kesusahan.
KEENAM : HAK KEPADA SIRAT (TITIAN YANG MERENTANGI NERAKA PADA HARI AKHIRAT)
Iaitu : Membuang tabiat suka mengumpat, bersikap warak, suka membantu orang beriman dan suka berjemaah.
KETUJUH : HAK KEPADA MALIK (PENJAGA NERAKA)
Iaitu : Menangis lantaran takutkan Allah SWT, berbuat baik kepada ibu bapa, bersedekah secara terang-terangan serta sembunyi dan memperelok akhlak.
KELAPAN : HAK KEPADA RIDHWAN (MALAIKAT PENJAGA SYURGA)
Iaitu : Berasa redha dengan Qadha’ Allah, bersabar menerima bala, bersyukur ke atas nikmat Allah dan bertaubat dari melakukan maksiat.
KESEMBILAN : HAK KEPADA NABI S.A.W
Iaitu : Berselawat ke atas baginda, berpegang dengan syariat, bergantung kepada as-Sunnah (Hadith), menyayangi para sahabat, dan bersaing dalam mencari keredhaan Allah.
KESEPULUH : HAK KEPADA ALLAH SWT
Iaitu : Mengajak manusia ke arah kebaikan, mencegah manusia dari kemungkaran, menyukai ketaatan dan membenci kemaksiatan.
in syaa Allah, mudah2an dengan terbenamnya mentari hari ini (16 Syawal, 1437h) – memasuki waktu Maghrib di Malaysia, dapat mencukupkan posa qada’ Ramadhanku di tahun ini sebanyak 15 hari… aameen…
inilah ekspedisi pertamaku mengganti posa secara direct sejak Syawal ke-2!(dengan izinNya!)
Alhamdulillah…
tentulah tenang dan merasa layak sedikit untuk merayakan lebaran di tahun ini kerana posa dah cukup sebulan..aameen.. agar diterimaNya amalan kerdil ini yang tersangat celanya, Ya Ghafur.. Ya Rauf..
walau agak terlewat, pastinya akan terbit kepuasan dan kesyukuran kerana diberiNya kekuatan menjalaninya di lebaran ini.. hutang terbayar, mestilah lega kan?
raya Syawal memanglah sebulan kan, tapi bagi yang telah selesai berposa 6 (sambung posa sunat Syawal 6hari sejak raye ke2!) tentu merasa lega, puas, syukur kerana berjaya mencukupkan @ melengkapkan posa Ramadhan mereka dengan sunat posa6,inilah sebenarnya masa sepatut bergumbira menyambut lebaran.. xheranlah, di kampung2 kebanyakan mereka menganyam ketupat dan masak rendang dll sakan merayakan Syawal ke2 ini yang terasa lebih puas menikmatinya!!
nawaitu shouma ghodin ‘an sittatin min syawaalin sunnatan lillahi Ta’ala
maksud: sahaja aku berpuasa sunnah 6 hari bulan Syawal kerana Allah Ta’ala
atau;
Nawaitu shouma ghodin ‘an sittatin min syawwalin sunnatan lillahi Ta’ala
posa sunat 6hari Syawal ini amat digalakkan sebagaimana anjuran :
Abu Ayyub al-Ansari ada meriwayatkan satu hadith daripada Rasulallah s.a.w. di dalam menerangkan tentang kelebihan puasa enam Syawal yang maksudnya “sesiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diikutinya puasa enam hari Syawal samalah seperti dia berpuasa sepanjang tahun” ( Dikeluarkan oleh Imam Muslim di dalam sahihnya, juga dikeluarkan oleh sekalian ramai ulama hadith seperti al-Tirmizi, al-Nasaie dan Ibn. Majah ). Imam al-Syafie menjelaskan bahawa hadith ini adalah hadith sahih.
Imam al-Tabrani pula ada mengeluarkan di dalam susunan hadithnya yang turut berkaitan dengan fadhilat puasa enam Syawal maksudnya “sesiapa yang berpuasa Ramadhan dan diikuti kemudiannya puasa enam hari dalam bulan Syawal, keluarlah dari dirinya segala dosa seperti hari dia dilahirkan oleh ibunya”
Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa 6 (enam) hari bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti puasa satu tahun penuh. (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
جعل الله الحسنة بعشر أمثالها فشهر بعشرة أشهر وصيام ستة أيام تمام السنة
Allah menjadikan kebaikan dengan 10 kali lipat. Maka satu bulan sama dengan 10 bulan. Dan puasa enam hari sama dengan setahun penuh. (HR. Nasa’i)
صيام شهر رمضان بعشرة أمثالها وصيام ستة أيام بشهرين فذلك صيام السنة
Puasa sebulan Ramadan pahalanya 10x lipat. Puasa enam hari bulan Syawal sama dengan dua bulan. Maka jumlahnya sama dengan setahun penuh. (HR. Ibnu Khuzaimah)
ingat,
Puasa adalah satu ibadah yang besar keutamaannya. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahawa Rasulullah sallallahu’alaihiwasallam bersabda, Allah swt. berfirman dalam hadis Qudsi:
“Setiap amal manusia adalah untuk dirinya kecuali puasa, ia adalah untuk-Kudan Aku memberi ganjaran dengan (amalan puasa itu).” (Rasulullah menjelaskan): “Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, nafas orang yang berpuasa adalah lebih harum di sisi Allah berbanding wangian kasturi.”
[Sahih Muslim no: 1151]
#posahanyabuatAllah
aameen…
berdoa dan berusahalah kita ye semoga diberikan kekuatan hati dan kesihatan tubuh badan agar dapat terus berpuasa (sunat) selain posa wajib Ramadhan…
Solat sunat Tasbih ini amat dianjurkan dilakukan pada setiap malam / minggu – Jumaat / bulan / tahun / atau paling kurang dan setidak2nya sekali seumur hidup!!
Masya Allah.. hebatkan pelawaan Allah buat kita semua bagi meraih keampunanNya?? terbuka pada setiap masa – terutamanya melalui solat sunat Tasbih yang dilakukan secara ikhlas …. SubhanAllah..
Dinamakan solat Sunat Tasbih kerana di dalam solat sunat biasa yang khusus ini diselangi bacaan tasbih sebanyak 300x / 4 rakaat ( 175x tasbih per rakaat!)
Tatacara perlaksanaan solat tasbih ini adalah seperti berikut:
Semua riwayat sepakat solat tasbih hanya 4 rokaat, jika pada siang hari dengan 1x salam (tanpa tasyahud awal) sebanyak 4 rakaat, sedang di malam hari dilakukan sebanyak 2 rokaat- 2 rakaat dengan 2x salam ( dengan tasbih sebanyak 75x tiap raka’atnya), jadi keseluruhan bacaan tasbih dalam shalat tasbih 4 rokaat tersebut 300x tasbih!
Niat Shalat Tasbih:
Niat untuk shalat tasbih yang dilakukan dengan dua kali salam (2 rakaat):
Lafadz ini diucapkan sebanyak 75 kali pada tiap raka’at dengan perincian sebagai berikut.
Sesudah membaca Al-Fatihah dan surah sebelum ruku sebanyak 15 kali,
Ketika ruku’ sesudah membaca do’a ruku’ dibaca lagi sebanyak 10 kali,
Ketika bangun dari ruku’ sesudah bacaan i’tidal dibaca 10 kali,
Ketika sujud pertama sesudah membaca do’a sujud dibaca 10 kali,
Ketika duduk di antara dua sujud sesudah membaca bacaan antara dua sujud dibaca 10 kali tasbih,
Ketika sujud yang kedua sesudah membaca do’a sujud dibaca lagi sebanyak 10 kali,
Ketika bangun dari sujud yang kedua sebelum bangkit (duduk istirahat) dibaca lagi sebanyak 10 kali. (kemudian bangun semula berdiri untuk rakaat yang kedua).
Solat Tasbih dilakukan sebanyak 4 raka’at dengan sekali tasyahud, yaitu pada raka’at yang keempat lalu salam (jika dilakukan di siang hari@ bukan pada waktu2 terlarang!)
Dilakukan pula dengan cara dua raka’at-dua raka’at di malam hari, berpandu kepada sabda Rasulullah SAW: “Shalat malam itu, dua-dua” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim) di mana setiap dua raka’at membaca tasyahud kemudian salam.
Waktu shalat tasbih yang paling utama adalah sesudah tenggelamnya matahari, sebagaimana dalam riwayat ‘Abdullah bin Amr.
Tetapi dalam riwayat Ikrimah yang mursal diterangkan bahwa boleh malam hari dan boleh siang hari. Wallâhu A’lam.
Dalil tentang solat tasbih ini sebagaimana yang disabdakan oleh Baginda Rasulullah SAW dalam sebuah hadist dari Ibnu ‘Abbas:
“Dari Ibnu ‘Abbâs, bahwasanya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada ‘Abbâs bin ‘Abdul Muththalib, ‘Wahai ‘Abbas, wahai pamanku, maukah kamu apabila aku beri? Bolehkah sekiranya aku beri petunjuk padamu? Tidakkah kau mau? Saya akan tunjukkan suatu perbuatan yang mengandung 10 keutamaan, yang jika kamu melakukannya maka diampuni dosamu, yaitu dari awalnya hingga akhirnya, yang lama maupun yang baru, yang tidak disengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang nampak.
Semuanya 10 macam. Kamu shalat 4 rakaat. Setiap rakaat kamu membaca Al-Fatihah dan satu surah. Jika telah selesai, maka bacalah Subhanallâhi wal hamdulillâhi wa lâ ilâha illallâh wallahu akbar sebelum ruku’ sebanyak 15 kali, kemudian kamu ruku’ lalu bacalah kalimat itu di dalamnya sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari ruku’ (I’tidal) baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud lagi dan baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud sebelum berdiri baca lagi sebanyak 10 kali, maka semuanya sebanyak 75 kali setiap rakaat. Lakukan yang demikian itu dalam empat rakaat. Lakukanlah setiap hari, kalau tidak mampu lakukan setiap pekan, kalau tidak mampu setiap bulan, kalau tidak mampu setiap tahun dan jika tidak mampu maka lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu.”
(HR. Abu Daud no. 1297)
Dari Anas bin Malik bahwasannya Ummu Sulaim pagi-pagi menemui Baginda Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, ajarilah saya beberapa kalimat yang saya ucapkan didalam shalatku, maka beliau bersabda:
Artinya:
“Bertakbirlah kepada Allah sebanyak sepuluh kali, bertasbihlah kepada Allah sepuluh kali dan bertahmidlah (mengucapkan Alhamdulillah) sepuluh kali, kemudian memohonlah (kepada Allah) apa yang kamu kehendaki, niscaya Dia akan menjawab: ya, ya, (Aku kabulkan permintaanmu).” (perawi) berkata, dalam bab ini (ada juga riwayat -pent) dari Ibnu Abbas, Abdullah bin Amru, Al Fadll bin Abbas dan Abu Rafi’. Abu Isa berkata, hadits anas adalah hadits hasan gharib, telah diriwayatkan dari Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam selain hadits ini mengenai shalat tasbih, yang kebanyakan (riwayatnya) tidak shahih. Ibnu Mubarrak dan beberapa ulama lainnya berpendapat akan adanya shalat tasbih, mereka juga menyebutkan keutamaan shalat tasbih. Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin ‘Abdah Telah mengabarkan kepada kami Abu Wahb dia berkata, saya bertanya kepada Abdullah bin Al Mubarak tentang shalat tasbih yang didalamnya terdapat bacaan tasbihnya, dia menjawab, ia bertakbir kemudian membaca Subhaanaka Allahumma Wa Bihamdika Wa Tabaarakasmuka Wa Ta’ala Jadduka Walaa Ilaaha Ghairuka kemudian dia membaca Subhaanallah Walhamdulillah Wa Laailaaha Illallah Wallahu Akbar sebanyak lima belas kali, kemudian ia berta’awudz dan membaca bismillah dilanjutkan dengan membaca surat Al fatihah dan surat yang lain, kemudian ia membaca Subhaanallah Walhamdulillah Wa Laailaaha Illallah Wallahu Akbar sebanyak sepuluh kali, kemudian ruku’ dan membaca kalimat itu sepuluh kali, lalu mengangkat kepala dari ruku’ dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, kemudian sujud dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, lalu mengangkat kepalanya dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, kemudian sujud yang kedua kali dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, ia melakukan seperti itu sebanyak empat raka’at, yang setiap satu raka’atnya membaca tasbih sebanyak tujuh puluh lima kali, disetiap raka’atnnya membaca lima belas kali tasbih, kemudian membaca Al Fatehah dan surat sesudahnya serta membaca tasbih sepuluh kali-sepuluh kali, jika ia shalat malam, maka yang lebih disenagi adalah salam pada setiap dua raka’atnya. Jika ia shalat disiang hari, maka ia boleh salam (di raka’at kedua) atau tidak. Abu Wahb berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Abdul ‘Aziz bin Abu Rizmah dari Abdullah bahwa dia berkata, sewaktu ruku’ hendaknya dimulai dengan bacaan Subhaana Rabbiyal ‘Adziimi, begitu juga waktu sujud hendaknya dimulai dengan bacaan Subhaana Rabbiyal A’la sebanyak tiga kali, kemudian membaca tasbih beberapa kali bacaan. Ahmad bin ‘Abdah berkata, Telah mengabarkan kepada kami Wahb bin Zam’ah dia berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Abdul ‘Aziz dia adalah Ibnu Abu Zirmah, dia berkata, saya bertanya kepada Abdullah bin Mubarak, jika seseorang lupa (waktu mengerjakan shalat tasbih) apakah ia harus membaca tasbih pada dua sujud sahwi sebanyak sepuluh kali-sepuluh kali? Dia menjawab, tidak, hanya saja (semua bacaan tasbih pada shalat tasbih) ada tiga ratus kali.
(HR. Tirmidzi no. 481)
Kedua hadits di atas adalah hadits yang menjelaskan tata cara shalat tasbih. Intinya, shalat tasbih dilakukan dengan 4 raka’at. Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa shalat tasbih jumlahnya empat raka’at dan tidak boleh lebih dari itu.
Para Ulama yang Menshahihkan Hadits Shalat Tasbih:
Abu Dâud As-Sijistâny. Beliau berkata, “Tidak ada, dalam masalah shalat Tasbih, hadits yang lebih shahih dari hadits ini.”
Ad-Dâraquthny. Beliau berkata, “Hadits yang paling shahih dalam masalah keutamaan Al-Qur`ân adalah (hadits tentang keutamaan) Qul Huwa Allâhu Ahad, dan yang paling shahih dalam masalah keutamaan shalat adalah hadits tentang shalat Tasbih.”
Al-Âjurry.
Ibnu Mandah.
Al-Baihaqy.
Ibnu As-Sakan.
Abu Sa’ad As-Sam’âny.
Abu Musa Al-Madiny.
Abu Al-Hasan bin Al-Mufadhdhal Al-Maqdasy.
Abu Muhammad ‘Abdurrahim Al-Mishry.
Al-Mundziry dalam At-Targhib Wa At-Tarhib dan Mukhtashar Sunan Abu Dâud .
Ibnush Shalâh. Beliau berkata, “Shalat Tasbih adalah sunnah, bukan bid’ah. Hadits-haditsnya dipakai beramal dengannya.”
An-Nawawy dalam At-Tahdzîb Al – Asma` Wa Al-Lughât .
Abu Manshur Ad Dailamy dalam Musnad Al-Firdaus .
Shalâhuddin Al-‘Alâi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih shahih atau hasan, dan harus (tidak boleh dha’if).”
Sirajuddîn Al-Bilqîny. Beliau berkata, “Hadits shalat tasbih shahih dan ia mempunyai jalan-jalan yang sebagian darinya menguatkan sebagian yang lainnya, maka ia adalah sunnah dan sepantasnya diamalkan.”
Az-Zarkasyi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih adalah shahih dan bukan dha’if apalagi maudhu’ (palsu).”
As-Subki.
Az-Zubaidy dalam Ithâf As-Sâdah Al-Muttaqîn 3/473.
Untuk melengkapi pembahasan yang singkat ini, maka saya sertakan juga penyimpangan-penyimpangan (bid’ah–bid’ah) yang banyak terjadi disekitar pelaksanaan shalat tasbih, di antaranya adalah:
Mengkhususkan pelaksanaannya pada malam Jum’at saja.
Dilakukan secara berjama’ah terus menerus.
Diiringi dengan bacaan-bacaan tertentu, baik sebelum maupun sesudah shalat.
Tidak mau shalat kecuali bersama imamnya, jamaahnya, atau tarekatnya.
Tidak mau shalat kecuali di masjid tertentu.
Keyakinan sebagian orang yang melakukannya bahwa rezekinya akan bertambah dengan shalat tasbih.
Membawa binatang-binatang tertentu untuk disembelih saat sebelum atau sesudah shalat tasbih, disertai dengan keyakinan-keyakinan tertentu.
Kesimpulan Hadits tentang shalat tasbih adalah hadits yang tsabit/sah dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, maka boleh diamalkan sesuai dengan tata cara yang telah disebutkan diatas.
Saudaraku, sekarang ini adalah saat-saat kita akan melepas kepergian Ramadhan yang sudah ada di hadapan kita.
Maka jangan engkau sibukkan diri dengan dunia, namun sibukkan diri untuk mencari bekal akhirat.
Kerahkan seluruh kemampuannmu untuk ibadah kepada Allah Ta’ala di akhir Ramadhan ini, jangan sampai kita kalah cerdas dari kuda yang apabila di akhir pertandingan semakin memacu larinya.
“Sesungguhnya kuda jika sudah melihat akhir fase pertandingan, maka dia mengerahkan seluruh potensinya agar menang dalam pertandingan itu. Jangan sampai kuda lebih cerdas darimu. Karena amal dilihat dari akhirnya. Jika engkau kurang baik dalam penyambutan (Ramadhan). Masih ada kesempatan bagimu untuk memperbaiki akhirnya”.
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:
إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالخَـوَاتِيْمُ
“Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya”.
(HR. Al-Bukhari dan selainnya)
Masih ada sisa pembebasan dari api neraka di sisa malam Ramadhan, ingatlah sabda Nabi صلى الله عليه و سلم:
ولله عتقاء من النار وذلك كل ليلة
“Dan Allah memiliki orang-orang yang akan dibebaskan dari api neraka, dan itu setiap malam“.
[HR. At-Tirmidzi (685), Ibnu Majah (1642), Ibnu Khuzaimah (1776) dan (1883), Ibnu Hibban (3435) dan (3504), Al-Hakim (1479), Al-Baihaqi (8764-Sunan) dan (3446-Syu’abul Iman), dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi (1/209) dan Shahih Ibnu Majah (1/275), dari Abu Huroiroh رضي الله عنه]
Sebegitu besar kurniaan Allah untuk para hamba-Nya.
Oleh itu jangan sesekali kita berputusasa dari rahmat Allah membiarkan Ramadhan pergi begitu sahaja… in shaa Allah..
Ya Allah, Ya Rahmaan, Ya Rahiim…
Tutuplah Ramadhan ini dengan ampunan-Mu
Ya Hayyu Ya Qoyyuum
Tutuplah Ramadhan ini dengan pembebasan dari neraka-Mu
aameen… irhamna Ya Kareem…
(Ditulis oleh Ustadz Fuad Baraba Lc, via @salamdakwah.)
bukan apa, sekadar mencatat kenangan, mencoret peristiwa supaya esok tidak lupa ~ bisa dikenang lelama… memori posa di musim ini (yang separuh telah terhutang kini!).. begitulah, kesayangan … ;D special cuti kurniaan Ilahi.. jangan jealous, k!
MasyaAllah laquwwata illa billah! Rencana Allah Baik, Dia mengetahui yang terbaik buat hamba kerdil ini.. Apa sahaja yang ditakdirkan adalah mengikut kehendakNya yang Maha Bijaksana lagi Amat Pengasih dan Sungguh Pengasihani..
Kita merancang, Dia merencanakan, dan ditakdirkan apa yang telah ditetapkanNya ke atas kita, hamba yang serba dhoif ini mengikut daya keupayaan kita dan tidak dikurangkan sedikitpun… begitu berhalus dan Maha Lembut Allah itu! SubhanAllah..
Dalam kita cuba ingin mengutip apa yang tercicir dalam sendu, Allah Tahu walau kita sembunyikan malu-malu… Dia beri kita kekuatan dan keyakinan, jangan ragu!
Sesungguhnya, sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan. Sesungguhnya, sesudah kepayahan itu pasti ada kesenangan!
Janji Allah itu Benar, cuma kita yang kerap celopor, jahat sangka, tidak tahan diuji dengan musibah yang bukan mahu kita; (ditakdirkan kita menjalaninya) untuk latihan mensucikan diri dan jiwa agar dekat padaNya.. sedarlah diriku yang alpha..
Astaghfirullah al Adziim.. manusia memang tidak sunyi dari berbuat noda dan dosa, baru sebentar terbuka hijab menginsafi diri, kemudian sekelip mata itu juga diburui nafsu mazmumah yang tercela… naudzubillahi min dzaliik.. perjuangan yang tidakkan selesai selagi hayat dikandung badan, berdenyut nadi di maya ini..
Dosa pahala beriringan dicatatkan bersama pantasnya gerakan syaitan menghasuti, dan pujukan malaikat menghalangi! Aduhai jiwa, gunalah pertimbangan akal yang waras kerana kita adalah musafir kelana di tanah gersang, bekalan kita di mana: cukupkah untuk rempuhan hangat yang panjang?
Semuanya milik Allah, kita tidak memiliki tapi dimiliki.. apa yang kepunyaan (kononnya) kita hanyalah pinjaman, bakal ditanya seluruh soalan! Pancaindera, ke mana telah dihalakan, kelebihan ke mana dicampakkan, Allahu… banyaknya soalan kubur yang bocor diketahui jawapannya tapi di dunia ini masih belum diamalkan..
Kecutnya hati, andai esok bukan lagi hariku di sini, bagaimana khabar anda nanti.. apakah kembali atau terus menyepi.. ?? Sungguh aku gusar, melihat kalian dari sini, melarikan atau membenci ? Ya Tuhan, berilah jalan, tunjuki kami… jangan Engkau sisihkan kami kerana beban dosa2 bertimbun kami – usahlah lupakan kami yang hina ini tatkala Engkau makbulkan doa hamba-hambaMu yang soleh menadah tangan memohon keampunan dan keridhaanMu di Ramadhan Mubarak ini..
Andai kelewatan lalu menjarakkan apa yang telah pergi, mohon belas rahmatMu yang Maha Meluas – sedikit terakhir kini mencukupkan segala yang telah terlepas!
Surat adh-Dhuha : ( ayat 1 – 11 )
Bismillahirrahmanirrahiim
1. Wadhdhuhaa
2. Wallayli idzaa sajaa
3. Maa wadda'aka rabbuka wamaa qalaa
4. Walal-aakhiratu khayrul laka mina l-uulaa
5. Walasawfa yu'thiika rabbuka fatardaa
6. Alam yajidka yatiiman faaawaa
7. Wawajadaka daallan fahadaa
8. Wawajadaka 'aa-ilan fa-aghnaa
9. Fa-ammaa lyatiima falaa taqhar
10. Wa-ammaa ssaa-ila falaa tanhar
11. Wa-ammaa bini'mati rabbika fahaddits
Artinya :Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1. Demi waktu matahari sepenggalahan naik,”
2. dan demi malam apabila telah sunyi (gelap),”
3. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci” kepadamu. 4. Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).”
5. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas.
6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu ?”
7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.”
8. “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.”
9. “Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.”
10. “Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.”
11. “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.”
Apakah kita sudah terlambat? Belum sahabat!. Selagi ada kesempatan walaupun hanya sedikit, kita perbanyak amalan-amalan kebaikan kita. Sempurnakan amalan-amalan kita di hari-hari terakhir bulan Ramadhan.
Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :
أحسن فيما بقي يغفر لك ما مضى، فاغتنم ما بقي فلا تدري متى تدرك رحمة الله…
“Perbaiki apa yang tersisa bagimu, maka Allah akan mengampuni atas apa yang telah lalu, maka manfaatkan sebaik-baiknya apa yang masih tersisa!”
Jadi, kita fokuskan untuk hari-hari terakhir ramadhan tahun ini untuk menyempurnakan amalan-amalan kita.
Imam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :
العبرة بكمال النهايات لا بنقص البدايات “
Yang akan menjadi ukuran adalah kesempurnaan akhir dari sebuah amal, dan bukan buruknya permulaan…” .
.
Masya Allah…
berulangnya kitaran,
bukan terpinggir sejak awalan..
malah disaring buat kesayangan (perasan);
meraut hina yang kepalang ~
namun tetap bangkit mendapang!!
“Tafsir Qur’an Per Kata, Dilengkapi Dengan Asbabun Nuzul danTerjemah”
Penyusun : Dr. Ahmad Hatta, MA
Kelebihan Tafsir Qur’an Per Kata ini adalah :
* Tafsir ijmali (global) yang ringkas, bukan sekedar terjemah, yang disusun berdasarkan kata per kata dari setiap ayat al-Qur’an
* Mudah dibaca dan dipahami, baik secara terpotong-potong kata per kata atau pun secara utuh ayat per ayat.
* Disusun dengan merujuk kepada buku-buku Tafsir yang mu’tabar (diakui)
* Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul, yang memberikan informasi tentang kondisi dan latar belakang turunnya setiap ayat.
* Dilengkapi juga dengan terjemahan Departemen Agama.
* Tersedia 4 pilihan warna cover: merah, biru, hijau, dan ungu (tergantung persediaan)
* Cocok untuk hadiah (kado) kepada orang yang anda kasihi.
* Lengkap 30 Juz al Qur’an hanya dalam satu buku
Tafsir Qur’an per kata adalah salah satu solusi terbaik bagi mereka yang ingin belajar memahami tafsir Alqur’an kata per kata dengan mudah dan cepat. Tafsir ini sangat ringkas (hanya satu jilid) yang disusun berdasarkan kata per kata dari setiap ayat al Qur’an sehingga mudah untuk dibaca dan dipahami, baik secara terpotong-potong kata per kata maupun secara utuh ayat per ayat. Anda tak perlu khawatir, kitab tafsir ini disusun dengan merujuk kepada sumber-sumber terpercaya dari berbagai kitab tafsir yang mu’tabar (diakui) seperti tafsir ibnu katsir, dan lainnya.
Meskipun ringkas, Tafsir Qur’an perkata dilengkapi dengan asbabun nuzul (sebab-sebab turunnya ayat al Qur’an) dan terjemahan lengkap bahasa Indonesia sehingga sangat mudah untuk dibaca dan dipahami oleh orang awam sekalipun. Wajar bila kitab ini mendapat banyak pujian dari ulama dan ahli tafsir di Indonesia.
Tebal 624 halaman
Justeru, sukacita ingin dikongsi kesempatan ini bagi menyemarakkan kecintaan kita kepada kitab suci, mukjizat sepanjang zaman ~ AlQur’an Kareem; untuk rujukan & amalan kita bersama..
Mudah-mudahan usaha kecil ini diterimanya sebagai amal soleh yang dapat menghapuskan dosa-dosa yang tidak sunyi pada diri.. aameen…
Silakan kengkawan yang berminat untuk membeli naskah terhadini, menghubungi segera (emel/teleg/wsapp/sms) saya di ruangan komen di bawah, ye?
#kos penghantaran percuma
Harga Tafsir Qur’an Per KataSuper SpecialMampu Milik!
# buku di bawah juga dalam promosi RAMADHAN kali ini jer!
PAT, EDISITERHAD!!
Sinopsis
Isi buku INDAHNYA HIDUP BERSYARIAT ini merupakan panduan untuk diri sendiri (fardu ain), seisi keluarga, masyarakat dan umat sejagat (fardu kifayah). Ia merangkumi syariat ketika kelahiran, fardu ain kanak-kanak, penekanan pendidikan remaja, hukum-hakam muamalat (jual beli), munakahat (nikah kahwin dan rumah tangga) serta amalan zikir, doa dan adab. Semua ilmu bersumberkan al-Quran dan hadis sahih. Teknik penyampaian buku ini ringkas dan tepat dalam bentuk carta, jadual dan rajah.
Semua doa, bacaan dan zikir boleh dibaca dan dihafal dengan mudah. Langkah amalan disampaikan mengikut turutan step by step. Media fotografi warna penuh digunakan untuk menunjukkan perkara yang realistik. Buku ini seharusnya menjadi kewajipan untuk dimiliki oleh setiap rumah, pusat sumber, sekolah dan individu.
“Barang siapa yang takut kepada Allah, maka segala sesuatu akan takut kepadanya, dan barang siapa yang takut kepada selain Allah, maka Allah menjadikannya takut atas segala sesuatu.”
Sabda Rasulullah yang lain,
“Allah SWT. berfirman, Demi kegagahan dan keagungan-Ku, Aku telah mengurniakan dua bentuk rasa takut kepada hamba-Ku secara bersamaan, dan tidak mengurniakan rasa aman secara bersamaan. Karena itu, bila ia merasa aman dari (sangsi-Ku) di dunia, maka Aku jadikan ia takut pada hari kiamat. Jika takut kepada-Ku di dunia, maka kujadikan ia aman pada hari kiamat.”
huhu… cepat2 sikit bagi yang belum settledposaterakru tuu..
in syaa Allah…,
kita akan memulai puasa Ramadhan 1438h pada 6.6.2016(lawo x angka 6 tu??) ;)
justeru, saya memohon kemaafan dari semua pihak di atas segala ketelanjuran sikap & bicara yang telah mengguris / menyakiti kalian samada sedar @ tidak..
MAAFKAN ZAHIR BATIN, ye??
agar sirna Sya’aban yang masih berbaki bout seminggu ini dapat kita manfaatkan sesebaiknya…
sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinar,
sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan,
sahabat sejati menjadi pendorong impian,
sahabat berhati mulia membawa kita ke mihrab Tuhan…
xtahu ke mane ghoibnye mukaddimah Tirai 2016 disingkap sebentar tadi!?
huhu.. malaslah nak ulang typing semula.. hee..
inna lillahi wa inna ilaihi raji’un…
btw, saya mengucapkan salam ceria 2016 untuk semua yang sudi berkunjung ke sini.. terimakasih kerana sudi (bertahan) bertandang lagi..
lama x jenguk di sini, sejak pc meragam selepas musim hujan ribut sewaktu kami tiada di rumah.. xberminat jugak nak posting dari laptop.. walaupun ipad dah diblok kerana terlupa password!.. haha.. padan muka.. lambat lagi lah nak unlocking it.. biarlah..
since, desktop dah bole diguna semula walau setting x berapa ok g, so dicubalah ni coret-coret sedikit latihan jari… ngeh!
barangkali, saya hanya sempat titipkan musafir ini yang dirasa mungkin bermanfaat buat terokaan kalian, ye?
You must be logged in to post a comment.